Mereka yang Pertama Kali Diadili di Hari Kiamat & Dimasukkan ke Dalam Neraka. (Tazkirah)

{Ini yang diterima dari Whatsapp. Penjelasan dan Kesimpulan adalah dari saya. (Yang dalam curly bracket) Semoga Allah menambahkan lagi ilmuku bagi meningkatkan syariat Islam. In Sya Allah.}

1. Mati Syahid
“(1)إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لِأَنْ يُقَالَ: جَرِيءٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ
Rasulullah Shollallahu’alaihi wassalam bersabda: “Sesungguhnya manusia pertama yang diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan (yang diberikan di dunia), lalu ia pun mengenalinya. Allah bertanya kepadanya : ‘Amal apakah yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Ia menjawab : ‘Aku berperang semata-mata karena Engkau sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya dikatakan seorang yang gagah berani. Memang demikianlah yang telah dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret orang itu atas mukanya (tertelungkup), lalu dilemparkan ke dalam neraka… (HR. Muslim).
Penjelasan.
Mati syahid diputuskan apabila seseorang itu mati syahid. Ini bermakna mereka yang mati syahid Allah telah meletakkan mereka ini dalam golongan yang mati syahid dan tidak akan berlaku lagi pengadilan di akhirat kelak. Mereka yang mati syahid sebenarnya tidak mati dan mereka akan terus mendapat rezeki dari Allah. Itu adalah janji Allah kepada mereka yang berjuang menegakkan Islam.

{
Orang yang gugur di jalan Allah tidak mati.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 154:
وَلَا تَقُولُوا لِمَن يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَٰكِن لَّا تَشْعُرُونَ
Indonesian:
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

En: Khan:
And say not of those who are killed in the Way of Allah, “They are dead.” Nay, they are living, but you perceive (it) not.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 169:
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
Indonesian:
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.

En: Khan:
Think not of those who are killed in the Way of Allah as dead. Nay, they are alive, with their Lord, and they have provision.

Gugur di jalan Allah mendapat ampunanNya.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 157:
وَلَئِن قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Indonesian:
Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.

En: Khan:
And if you are killed or die in the Way of Allah, forgiveness and mercy from Allah are far better than all that they amass (of worldly wealths, etc.).

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 170:
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Indonesian:
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

En: Khan:
They rejoice in what Allah has bestowed upon them of His Bounty, rejoicing for the sake of those who have not yet joined them, but are left behind (not yet martyred) that on them no fear shall come, nor shall they grieve.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 171:
يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ
Indonesian:
Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.

En: Khan:
They rejoice in a Grace and a Bounty from Allah, and that Allah will not waste the reward of the believers.
Gugur di jalan Allah mendapat pahala yang besar.

Surah 4. An-Nisa, Verse 74:
فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ وَمَن يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Indonesian:
Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

En: Khan:
Let those (believers) who sell the life of this world for the Hereafter fight in the Cause of Allah, and whoso fights in the Cause of Allah, and is killed or gets victory, We shall bestow on him a great reward.

Berjihad di jalan Allah dinaikkan pangkat satu darjat.

Surah 4. An-Nisa, Verse 95:
لَّا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ
فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنsفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
Indonesian:
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai ‘uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

En: Khan:
Not equal are those of the believers who sit (at home), except those who are disabled (by injury or are blind or lame, etc.), and those who strive hard and fight in the Cause of Allah with their wealth and their lives. Allah has preferred in grades those who strive hard and fight with their wealth and their lives above those who sit (at home). Unto each, Allah has promised good (Paradise), but Allah has preferred those who strive hard and fight, above those who sit (at home) by a huge reward;

Surah 4. An-Nisa, Verse 96:
دَرَجَاتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Indonesian:
(yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

En: Khan:
Degrees of (higher) grades from Him, and Forgiveness and Mercy. And Allah is Ever Oft-Forgiving, Most Merciful.


Berjihadlah dan Agama bukan satu kesempitan.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 78:
وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَٰذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيرُ
Indonesian:
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

En: Khan:
And strive hard in Allah’s Cause as you ought to strive (with sincerity and with all your efforts that His Name should be superior). He has chosen you (to convey His Message of Islamic Monotheism to mankind by inviting them to His religion, Islam), and has not laid upon you in religion any hardship, it is the religion of your father Ibrahim (Abraham) (Islamic Monotheism). It is He (Allah) Who has named you Muslims both before and in this (the Quran), that the Messenger (Muhammad SAW) may be a witness over you and you be witnesses over mankind! So perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), give Zakat and hold fast to Allah [i.e. have confidence in Allah, and depend upon Him in all your affairs] He is your Maula (Patron, Lord, etc.), what an Excellent Maula (Patron, Lord, etc.) and what an Excellent Helper!
}

2. Menuntut Ilmu
(2)وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ، وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ، وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ، وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ: هُوَ قَارِئٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ

Berikutnya orang (yang diadili) adalah seorang yang menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca al-Qur-an. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengakuinya. Kemudian Allah menanyakannya: ‘Amal apakah yang telah engkau lakukan dengan kenikmatan-kenikmatan itu?’ Ia menjawab: ‘Aku menuntut ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca al-Qur-an hanyalah karena engkau.’ Allah berkata : ‘Engkau dusta! Engkau menuntut ilmu agar dikatakan seorang ‘alim (yang berilmu) dan engkau membaca al-Qur-an supaya dikatakan seorang qari’ (pembaca al-Qur-an yang baik). Memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeret atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka… (HR. Muslim).

{
Penjelasan.
Yang ini agak berat untuk diperjelaskan kerana tidak banyak ayat-ayat Al Quraan yang boleh dibuat rujukan.

AlQuraan dijelaskan dengan terang.

Surah 7. Al-Araf, Verse 52:
وَلَقَدْ جِئْنَاهُم بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Indonesian:
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

En: Khan:
Certainly, We have brought to them a Book (the Quran) which We have explained in detail with knowledge, – a guidance and a mercy to a people who believe.

Sedikit sahaja pengetahuan yang diberikan.

Surah 17. Al-Isra, Verse 85:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

Indonesian:
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

En: Khan:
And they ask you (O Muhammad SAW) concerning the Ruh (the Spirit); Say: “The Ruh (the Spirit): it is one of the things, the knowledge of which is only with my Lord. And of knowledge, you (mankind) have been given only a little.”

AlQuraan diturunkan membawa kebenaran.

Surah 17. Al-Isra, Verse 105:
وَبِالْحَقِّ أَنزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Indonesian:
Dan Kami turunkan (Al Quran) itu dengan sebenar-benarnya dan Al Quran itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.

En: Khan:
And with truth We have sent it down (i.e. the Quran), and with truth it has descended. And We have sent you (O Muhammad SAW) as nothing but a bearer of glad tidings (of Paradise, for those who follow your Message of Islamic Monotheism), and a warner (of Hell-fire for those who refuse to follow your Message of Islamic Monotheism).


AlQuraan diturunkan berangsur-angsur.

Surah 17. Al-Isra, Verse 106:
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلًا
Indonesian:
Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

En: Khan:
And (it is) a Quran which We have divided (into parts), in order that you might recite it to men at intervals. And We have revealed it by stages. (in 23 years).

Percaya atau tidak percaya kepada AlQuraan tidak memudharatkan Allah SWT.

Surah 17. Al-Isra, Verse 107:
قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِن قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا
Indonesian:
Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,

En: Khan:
Say (O Muhammad SAW to them): “Believe in it (the Quran) or do not believe (in it). Verily! Those who were given knowledge before it (the Jews and the Christians like ‘Abdullah bin Salam and Salman Al-Farisi), when it is recited to them, fall down on their faces in humble prostration.”

Surah 12. Yusuf, Verse 111:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Translation:
Demi sesungguhnya, kisah Nabi-nabi itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal fikiran. (Kisah Nabi-nabi yang terkandung dalam Al-Quran) bukanlah ia cerita-cerita yang diada-adakan, tetapi ia mengesahkan apa yang tersebut di dalam Kitab-kitab ugama yang terdahulu daripadanya, dan ia sebagai keterangan yang menjelaskan tiap-tiap sesuatu, serta menjadi hidayah petunjuk dan rahmat bagi kaum yang (mahu) beriman.

The Quran is All We Need

[12:111] In their history, there is a lesson for those who possess intelligence. This is not fabricated Hadith; this (Quran) confirms all previous scriptures, provides the details of everything, and is a beacon and mercy for those who believe.
}

3. Infaq

(3)وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ، وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلَّا أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ: هُوَ جَوَادٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ، ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberikan kelapangan rezeki dan berbagai macam harta benda. Ia didatangkan dan diperlihatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatannya, maka ia pun mengenalinya (mengakuinya). Allah bertanya : ‘Apa yang engkau telah lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Dia menjawab : ‘Aku tidak pernah meninggalkan shadaqah dan infaq pada jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti aku melakukannya semata-mata karena Engkau.’ Allah berfirman : ‘Engkau dusta! Engkau berbuat yang demikian itu supaya dikatakan seorang dermawan (murah hati) dan memang begitulah yang dikatakan (tentang dirimu).’ Kemudian diperintahkan (malaikat) agar menyeretnya atas mukanya dan melemparkannya ke dalam neraka.'” (HR Muslim).

{
Penjelasan.
Ayat-ayat Al Quran berikut amat jelas sekali menerangkan amalan sadakah dan infaq.

Perumpamaan menafkahkan harta.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 261:
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Indonesian:
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

En: Khan:
The likeness of those who spend their wealth in the Way of Allah, is as the likeness of a grain (of corn); it grows seven ears, and each ear has a hundred grains. Allah gives manifold increase to whom He pleases. And Allah is All-Sufficient for His creatures’ needs, All-Knower.

Infaq dengan penuh keikhlasan.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 262:
الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Indonesian:
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

En: Khan:
Those who spend their wealth in the Cause of Allah, and do not follow up their gifts with reminders of their generosity or with injury, their reward is with their Lord. On them shall be no fear, nor shall they grieve.

Perkataan yang baik dan pemberiaan maaf adalah lebih baik dari sadaqah yang diiringi dengan kejian.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 263:
قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
Indonesian:
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

En: Khan:
Kind words and forgiving of faults are better than Sadaqah (charity) followed by injury. And Allah is Rich (Free of all wants) and He is Most-Forbearing.

Perumpamaan orang yang riak bila bersadaqah.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 264:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

En: Khan:
O you who believe! Do not render in vain your Sadaqah (charity) by reminders of your generosity or by injury, like him who spends his wealth to be seen of men, and he does not believe in Allah, nor in the Last Day. His likeness is the likeness of a smooth rock on which is a little dust; on it falls heavy rain which leaves it bare. They are not able to do anything with what they have earned. And Allah does not guide the disbelieving people.

Perumpamaan berbelanja kepada jalan Allah.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 265:
وَمَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ وَتَثْبِيتًا مِّنْ أَنفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ بِرَبْوَةٍ أَصَابَهَا وَابِلٌ فَآتَتْ أُكُلَهَا ضِعْفَيْنِ فَإِن لَّمْ يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Indonesian:
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

En: Khan:
And the likeness of those who spend their wealth seeking Allah’s Pleasure while they in their ownselves are sure and certain that Allah will reward them (for their spending in His Cause), is the likeness of a garden on a height; heavy rain falls on it and it doubles its yield of harvest. And if it does not receive heavy rain, light rain suffices it. And Allah is All-Seer of (knows well) what you do.

Perumpamaan orang yang kedekut.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 266:
أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَن تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
Indonesian:
Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.

En: Khan:
Would any of you wish to have a garden with date-palms and vines, with rivers flowing underneath, and all kinds of fruits for him therein, while he is striken with old age, and his children are weak (not able to look after themselves), then it is struck with a fiery whirlwind, so that it is burnt? Thus does Allah make clear His Ayat (proofs, evidences, verses) to you that you may give thought.

Infaq dari barang yang baik-baik dan bukannya dari barang yang buruk-buruk.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 267:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

En: Khan:
O you who believe! Spend of the good things which you have (legally) earned, and of that which We have produced from the earth for you, and do not aim at that which is bad to spend from it, (though) you would not accept it save if you close your eyes and tolerate therein. And know that Allah is Rich (Free of all wants), and Worthy of all praise.

Berinfaq secara terang-terangan atau tersembunyi.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 274:
الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُم بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ سِرًّا وَعَلَانِيَةً فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Indonesian:
Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
En: Khan:
Those who spend their wealth (in Allah’s Cause) by night and day, in secret and in public, they shall have their reward with their Lord. On them shall be no fear, nor shall they grieve.

Kesimpulan.
Kalau salah lapor membuatkan manusia takut atau menjauhkan diri dari melakukan amalan soleh. Pendek kata, amalan baik atau jahat sebesar zarah juga akan diambilkira. Akhir sekali amalan ini akan ditimbang. Berat timbangan amalan baik, ke syurga dan berat timbangan amalan jahat, ke neraka. Nilailah sendiri.

Amalan sebesar biji sawi pun akan dikira.

Surah 31. Luqman, Verse 16:
يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ
Indonesian:
(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

En: Khan:
“O my son! If it be (anything) equal to the weight of a grain of mustard seed, and though it be in a rock, or in the heavens or in the earth, Allah will bring it forth. Verily, Allah is Subtle (in bringing out that grain), Well-Aware (of its place).

AlQuraan sebagai sumber.

Surah 17. Al-Isra, Verse 105:
وَبِالْحَقِّ أَنزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Melayu:
Dan dengan cara yang sungguh layak serta berhikmat Kami turunkan Al-Quran, dan dengan meliputi segala kebenaran ia diturunkan; dan tiadalah Kami mengutusmu (wahai Muhammad) melainkan sebagai pembawa berita gembira (bagi orang-orang yang beriman) dan pembawa amaran (kepada orang-orang yang ingkar).

Shakir:
And with truth have We revealed it, and with truth did it come; and We have not sent you but as the giver of good news and as a warner.

Manusia memang ingkar.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 33:
قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُ لَيَحْزُنُكَ الَّذِي يَقُولُونَ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ

Melayu:
Sesungguhnya Kami mengetahui bahawa apa yang mereka katakan itu akan menyebabkan engkau (wahai Muhammad) berdukacita; (maka janganlah engkau berdukacita) kerana sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat keterangan Allah (disebabkan kedegilan mereka semata-mata).

Shakir:
We know indeed that what they say certainly grieves you, but surely they do not call you a liar; but the unjust deny the communications of Allah.
Tiada siapa yang boleh menukar kalimah Allah.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 34:
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِن نَّبَإِ الْمُرْسَلِينَ
Melayu:
Dan demi sesungguhnya, Rasul-rasul sebelummu pernah juga didustakan, maka mereka sabar terhadap perbuatan orang-orang yang mendustakan mereka dan menyakiti mereka, sehingga datanglah pertolongan Kami kepada mereka; dan sememangnyalah tiada sesiapa pun yang dapat mengubah Kalimah-kalimah Allah (janji-janjiNya); dan demi sesungguhnya, telah datang kepadamu sebahagian dari khabar berita Rasul-rasul itu.

Shakir:
And certainly apostles before you were rejected, but they were patient on being rejected and persecuted until Our help came to them; and there is none to change the words of Allah, and certainly there has come to you some information about the apostles.

Hanya orang kafir sahaja yang diseret atas muka mereka ke neraka.

Surah 54. Al-Qamar, Verse 48:
يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ
Indonesian:
(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!”

En: Khan:
The Day they will be dragged in the Fire on their faces (it will be said to them): “Taste you the touch of Hell!”

Surah 54. Al-Qamar, Verse 49:
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
Indonesian:
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

Shakir:
Surely We have created everything according to a measure.

}

{
Saksi yang akan menjawab. Semasa di hari Pengadilan, hanya saksi-saksi yang akan menjawab. Jiwa manusia tidak dibenarkan menjawab sebarang pertanyaan dari Allah. Pada hari itu, kitab yang merekodkan perilaku manusia akan dibentangkan sebagai bukti pengesahan. Tangan, kaki dan kulit akan berkata-kata menjawab segala soalan yang dikemukakan semasa pengadilan nanti. Tidak ada satu perkara pun yang akan terlepas.

Surah 39. Az-Zumar, Verse 69:

وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Translation:
Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

Surah 83. Al-Mutaffifin, Verse 21:

يَشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُونَ

Translation:
yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah).

Surah 16. An-Nahl, Verse 84:

وَيَوْمَ نَبْعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا ثُمَّ لَا يُؤْذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

Translation:
Dan (ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul), kemudian tidak diizinkan kepada orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka dibolehkan meminta maaf.

Surah 28. Al-Qasas, Verse 75:

وَنَزَعْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا فَقُلْنَا هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ فَعَلِمُوا أَنَّ الْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Translation:
Dan Kami datangkan dari tiap-tiap umat seorang saksi, lalu Kami berkata “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu”, maka tahulah mereka bahwasanya yang hak itu kepunyaan Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulunya mereka ada-adakan.

Surah 16. An-Nahl, Verse 89:

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِي كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰؤُلَاءِ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِّكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Translation:
(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

Surah 75. Al-Qiyama, Verse 14:

بَلِ الْإِنسَانُ عَلَىٰ نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ

Translation:
Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri,

Surah 6. Al-Anaam, Verse 130:

يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ

Translation:
Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: “Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri”, kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

Surah 73. Al-Muzzammil, Verse 15:

إِنَّا أَرْسَلْنَا إِلَيْكُمْ رَسُولًا شَاهِدًا عَلَيْكُمْ كَمَا أَرْسَلْنَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ رَسُولًا

Translation:
Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kamu (hai orang kafir Mekah) seorang Rasul, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus (dahulu) seorang Rasul kepada Fir’aun.

Surah 41. Fussilat, Verse 20:

حَتَّىٰ إِذَا مَا جَاءُوهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَأَبْصَارُهُمْ وَجُلُودُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Translation:
Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan.

Surah 36. Ya Seen, Verse 65:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Translation:
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

Surah 24. An-Noor, Verse 24:

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Translation:
pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
}

Kisah Iskandar Zulkarnain dan tenteranya

{
Ini yg diterima dari WhatsApp. Ulasan saya selepas kisah ini.
}

Kisah Iskandar Zulkarnain dan tenteranya terpaksa mengharungi terowong yang panjang dan gelap. Tiada api dan cahaya. Di tengah-tengah perjalanan, mereka terpijak batu-batu yang begitu banyak bertaburan. Ada orang berkata, terowong ini kaya dengan emas dan berlian. Apa lagi, ada yang mula mengutip batu-batu tersebut hingga penuh tangan. Ada yang gunakan baju untuk dijadikan pemegang batu-batu. Ada juga yang tidak percaya dan tidak mengutip apa-apa pun.

Setelah sekian lama berjalan dalam gelap, ada di antara mereka merasa letih lalu melepaskan batu-batu yang mereka bawa. Akhirnya mereka mula nampak di hujung terowong. Dalam samar-samar mereka telah lihat, batu-batu yang mereka bawa adalah betul-betul emas dan berlian. Ada yang minta kebenaran dari Iskandar Zulkarnain untuk berpatah balik ke tengah terowong. Tapi tak dibenarkan.

Bila mereka keluar dari terowong, maka penyesalan yang amat hebat terasa oleh tentera-tentera Iskandar.

Semua menyesal. Tiada yang tak *menyesal.*

1. Paling menyesal ialah yang tidak percaya langsung. Tiada langsung emas berlian yang dibawa walaupun sudah mempunyai peluang.

2. Yang bawa sikit pun menyesal. “Kenapalah aku bawa penuh tangan je. Patut tadi aku gunakan baju, kain dan sebagainya untuk angkut emas dan berlian tu.”

3. Yang bawa penuh baju pun menyesal. Aku patut pinjam kain-kain dari orang lain. Aku patut gunakan mulut untuk angkut emas dan berlian-berlian tu.

4. Yang paling menyesal juga yang mula-mulanya percaya. Tapi separuh jalan lepaskan batu-batu kerana tidak yakin, kerana letih dan malas.

Begitulah *gambaran penyesalan* kita bila sampai ke alam akhirat. Semua menyesal. Tiada yang terkecuali. Ketika sakaratul maut, kita akan di nampakkan gambaran di mana nasib kita di akhirat. Ketika itu roh kita meronta-ronta tidak mahu meninggalkan dunia jikalau gambaran yang tidak baik ditunjukkan. Seperti mereka yang meronta-ronta untuk balik ke tengah terowong dan minta kebenaran untuk balik semula. Tapi bila roh di halqom, ternyata sudah terlambat.

Bila sampai di akhirat, semua orang akan menyesal. Yang soleh dan solehah menyesal kerana masa yang berlalu tanpa dimanafaatkan untuk meningkatkan amal ibadat supaya dapat darjat yang lebih tinggi. Yang kadang-kadang soleh kadang kadang menentang Allah lagilah menyesal. Ada amalan. Tapi sikit. Dosa menimbun.

Orang-orang kafirlah yang paling menyesal. Terutama mereka yang dah sampai seru, faham pasal Islam, tapi pilih untuk tidak beriman kerana ego, pangkat dan harta dan sebagainya. Orang yang asalnya Islam tapi meninggalkan agama lagilah menyesal. Seperti mereka yang mula-mula kutip batu, tapi lepaskan. Di akhirat nanti merekalah yang paling menyesal.

Itulah gambaran penyesalan di akhirat. Diceritakan penyesalan mereka dalam Surah As-Sajadah. Ahli Neraka merayu pada Allah, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kami telah lihat dan dengar kedahsyatan akhirat, kembalikanlah kami ke dunia untuk beramal soleh, sesungguhnya kami telah benar-benar yakin.”

(sedikit perkongsian)

RENUNG²KAN LAH
MENUNG²KAN LAH
FIKIR²KAN LAH

{
Apa yang hebatnya kisah di atas? Apa yang saya nampak ianya hanyalah tambahan kepada kisah-kisah dongeng sedia ada. Cerita ini tidak diketahui sumbernya dan tidak langsung diceritakan di dalam al-Quran. Tetapi cerita sebegini menjadi tular dan sanjungan sebahagian umat Islam. Kisah Iskandar Dzulkarnain yang ada di dalam Al-Quran tidak diendahkan dan tidak ambil iktibar. Adakah kita boleh diiktiraf sebagai umat Islam sejati? Umat Islam sejati adalah mereka yang mempercayai Allah dan kitab-kitabNya dan …

Bacalah Surah al-Kahfi yang mana di dalamnya terdapat kisah Dzulkarnain yang sepatutnya dijadikan cerita sepanjang zaman dan dijadikan iktibar dari kisah tersebut. Kisah ini mengenai Ujian Kekuatan (The Trial of Strength).

Berikut ini adalah ayat-ayat Al-Quran mengenai Penyesalan.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 52:

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَن تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللَّهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنفُسِهِمْ نَادِمِينَ

Translation:
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

5:52. You will see those who harbor doubt in their hearts hasten to join them, saying, “We fear lest we may be defeated.” May GOD bring victory, or a command from Him, that causes them to regret their secret thoughts.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 31:

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

Translation:
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.

6:31. Losers indeed are those who disbelieve in meeting GOD, until the Hour comes to them suddenly, then say, “We deeply regret wasting our lives in this world.” They will carry loads of their sins on their backs; what a miserable load!

Surah 7. Al-Araf, Verse 149:

وَلَمَّا سُقِطَ فِي أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا قَالُوا لَئِن لَّمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Translation:
Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, merekapun berkata: “Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi”.

7:149. Finally, when they regretted their action, and realized that they had gone astray, they said, “Unless our Lord redeems us with His mercy, and forgives us, we will be losers.”

Surah 69. Al-Haaqqa, Verse 50:

وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ

Translation:
Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

Translation:
Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

Surah 39. Az-Zumar, Verse 58:

أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Translation:
Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab ‘Kalau sekiranya aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik’.

39:58. Or say, when it sees the retribution, “If I get another chance, I will work righteousness.”

Surah 2. Al-Baqara, Verse 167:

وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ

Translation:
Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami”. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.

2:167. Those who followed will say, “If we can get another chance, we will disown them, as they have disowned us now.” GOD thus shows them the consequences of their works as nothing but remorse; they will never exit Hell.

}

Siapakah yang Layak Mendapat Pengampunan dan Pahala yang Besar?

1. Beriman (percaya) dan bertakwa, ganjarannya adalah besar.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 179:

مَّا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِن رُّسُلِهِ مَن يَشَاءُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Translation:
Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.

3:179. GOD is not to leave the believers as you are, without distinguishing the bad from the good. Nor does GOD inform you of the future, but GOD bestows such knowledge upon whomever He chooses from among His messengers.* Therefore, you shall believe in GOD and His messengers. If you believe and lead a righteous life, you receive a great recompense.

2. Kebajikan sebesar zarrah akan dilipatgandakan.

Surah 4. An-Nisa, Verse 40:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِن لَّدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

Translation:
Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.

Divine Justice

4:40. GOD does not inflict an atom's weight of injustice. On the contrary, He multiplies the reward manifold for the righteous work, and grants from Him a great recompense.

3. Berperang di Jalan Allah.

Surah 4. An-Nisa, Verse 74:

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ وَمَن يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Translation:
Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

4:74. Those who readily fight in the cause of GOD are those who forsake this world in favor of the Hereafter. Whoever fights in the cause of GOD, then gets killed, or attains victory, we will surely grant him a great recompense.

4. Yang berjihad ganjarannya lebih baik dari orang yang duduk sahaja.

Surah 4. An-Nisa, Verse 95:

لَّا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Translation:
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

Surah 4. An-Nisa, Verse 96:

دَرَجَاتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Translation:
(yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Higher Ranks for the Strivers

4:95. Not equal are the sedentary among the believers who are not handicapped, and those who strive in the cause of GOD with their money and their lives. GOD exalts the strivers with their money and their lives above the sedentary. For both, GOD promises salvation, but GOD exalts the strivers over the sedentary with a great recompense.

5. Bisikan kepada kebaikan diberikan ganjaran yang lebih besar.

Surah 4. An-Nisa, Verse 114:

لَّا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Translation:
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

4:114. There is nothing good about their private conferences, except for those who advocate charity, or righteous works, or making peace among the people. Anyone who does this, in response to GOD's teachings, we will grant him a great recompense.

6. Orang-orang yang Beriman.

Surah 4. An-Nisa, Verse 146:

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Translation:
Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.

Surah 4. An-Nisa, Verse 147:

مَّا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَآمَنتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

Translation:
Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

4:146. Only those who repent, reform, hold fast to GOD, and devote their religion absolutely to GOD alone, will be counted with the believers. GOD will bless the believers with a great recompense.
4:147. What will GOD gain from punishing you, if you became appreciative and believed? GOD is Appreciative, Omniscient.

7. Pahala yang besar kepada mereka yang beriman kepada apa yang diturunkan kepada mu, orang yg mendirikan solat, menunaikan zakat, dan orang yg beriman kepada Allah dan Hari Akhir.

Surah 4. An-Nisa, Verse 162:

لَّٰكِنِ الرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ مِنْهُمْ وَالْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَالْمُقِيمِينَ الصَّلَاةَ وَالْمُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالْمُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أُولَٰئِكَ سَنُؤْتِيهِمْ أَجْرًا عَظِيمًا

Translation:
Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mukmin, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Quran), dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar.

4:162. As for those among them who are well founded in knowledge, and the believers, they believe in what was revealed to you, and in what was revealed before you. They are observers of the Contact Prayers (Salat), and givers of the obligatory charity (Zakat); they are believers in GOD and the Last Day. We grant these a great recompense.

8. Orang yg beriman dan beramal Soleh.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 9:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

Translation:
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan yang beramal saleh, (bahwa) untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

5:9. GOD promises those who believe and lead a righteous life forgiveness and a great recompense.

Surah 48. Al-Fath, Verse 29:

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Translation:
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

48:29. Muhammad—the messenger of GOD—and those with him are harsh and stern against the disbelievers, but kind and compassionate amongst themselves. You see them bowing and prostrating, as they seek GOD's blessings and approval. Their marks are on their faces, because of prostrating. This is the same example as in the Torah. Their example in the Gospel is like plants that grow taller and stronger, and please the farmers. He thus enrages the disbelievers. GOD promises those among them who believe, and lead a righteous life, forgiveness and a great recompense.

Surah 35. Fatir, Verse 7:

الَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

Translation:
Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

35:7. Those who disbelieve have incurred a severe retribution, and those who believe and lead a righteous life have deserved forgiveness and a great recompense.

9. Harta dan anak sebagai cobaan.

Surah 8. Al-Anfal, Verse 28:

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Translation:
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Surah 8. Al-Anfal, Verse 29:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Translation:
Hai orang-orang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Money And Children Are Tests

8:28. You should know that your money and your children are a test, and that GOD possesses a great recompense.
8:29. O you who believe, if you reverence GOD, He will enlighten you, remit your sins, and forgive you. GOD possesses infinite grace.

Surah 64. At-Taghabun, Verse 15:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Translation:
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.

64:15. Your money and children are a test, and GOD possesses a great recompense.

Surah 9. At-Taubah, Verse 22:

خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Translation:
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

9:22. Eternally they abide therein. GOD possesses a great recompense.

10. Mengerjakan amal Soleh berpandukan Al-Quran.

Surah 17. Al-Isra, Verse 9:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Translation:
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,

Quran: Our Means to Salvation

17:9. This Quran guides to the best path, and brings good news to the believers who lead a righteous life, that they have deserved a great recompense.

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 29:

وَإِن كُنتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

Translation:
Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan Rasulnya-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.

33:29. "But if you are seeking GOD and His messenger, and the abode of the Hereafter, then GOD has prepared for the righteous among you a great recompense."

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 35:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Translation:
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

33:35. The submitting men, the submitting women, the believing men, the believing women, the obedient men, the obedient women, the truthful men, the truthful women, the steadfast men, the steadfast women, the reverent men, the reverent women, the charitable men, the charitable women, the fasting men, the fasting women, the chaste men, the chaste women, and the men who commemorate GOD frequently, and the commemorating women; GOD has prepared for them forgiveness and a great recompense.

11. Berjanji dan menepati janji kepada Allah.

Surah 48. Al-Fath, Verse 10:

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَن نَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Translation:
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.

48:10. Surely, those who pledge allegiance to you, are pledging allegiance to GOD. GOD approves their pledge; He places His hand above their hands. Those who violate such a pledge, commit the violation to their own detriment. As for those who fulfill their pledge with GOD, He will grant them a great recompense.

12. Merendahkan suara kepafa Rasul Allah.

Surah 49. Al-Hujraat, Verse 3:

إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَىٰ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

Translation:
Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

49:3. Surely, those who lower their voices at the messenger of GOD are the ones whose hearts are prepared by GOD to become righteous.* They have deserved forgiveness and a great recompense.

13. Menafkahkan sebahagian daripada hartanya.

Surah 57. Al-Hadid, Verse 7:

آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُم مُّسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَأَنفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

Translation:
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.

57:7. Believe in GOD and His messenger, and give from what He has bestowed upon you. Those among you who believe and give (to charity) have deserved a great recompense.

14. Takut kepada Allah bila bersendirian.

Surah 67. Al-Mulk, Verse 12:

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

Translation:
Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

67:12. As for those who reverence their Lord, when alone in their privacy, they have attained forgiveness and a great recompense.

🕌*DARI SEBUAH ANALISA KEHIDUPAN, MENGAPA AYAH SERING TERBIAR DI HARI TUA NYA- untuk renungan oleh ayah, ibu dan anak-anak cucu…..*🕌

{
Ini yg ditularkan dalam Whatsapp.
Ulasan saya selepas artikel ini.
}

*1. Dalam kehidupan sebuah keluarga, ada 3 fasa pembahagian kuasa.*

*2. Fasa pertama, ialah 25 tahun pertama, dimana KEKUASAAN BERADA DI TANGAN AYAH.*

*3. Fasa kedua apabila anak-anak sudah membesar dan mula bekerja. Pada fasa ini KEKUASAAN BERPINDAH KEPADA IBU .*

*4. Fasa ke-tiga apabila anak-anak mula keluar dari rumah, memulakan kehidupan keluarga sendiri, dimana KEKUASAAN BERPINDAH KEPADA ANAK-ANAK.*

*5. Pada fasa pertama, bapa adalah bos, melaksanakan peraturan dan hukuman dengan keras, menentukan apa yang harus berlaku atau sebaliknya. Anak-anak lebih merasa takut kepada ayahnya berbanding dari merasa sayang kepadanya. Perasaan ini juga bersebab, lantaran ayah menyediakan keperluan.*

*6. Pada fasa kedua, kuasa berpindah kepada ibu. Apabila anak-anak ada pendapatan sendiri, dan atas sebab tertentu, mereka memilih untuk menjaga ibunya dan lebih rapat dengan ibunya.*

*7. Pada fasa ayah mempunyai kekuasaannya, beliau sibuk dengan kerjayanya dan keperluan lain. Tidak ada banyak masa untuk berkawan dengan anak-anak.*

*8. Anak-anak lebih banyak bersama ibunya, justeru lebih rapat. Mereka juga melihat diri mereka dan ibu mereka sebagai sama-sama menjadi mangsa kepada kekerasan ayah mereka.*

*9. Pada fasa ini, ibu menjadi tempat tumpuan. Ibulah yang pertama tahu apa berlaku kepada anak-anaknya. Di sini ibu mempunyai kelebihan berbanding ayah.*

*10. Contohnya, jika anak perempuan melahirkan anak, ibu yang sering menjaga cucunya, justeru ibu mendapat banyak hadiah dari anak-anak.*

*11. Pada peringkat ini, si-ayah mengharapkan tahap perhubungan dengan anak-anak seperti yang dinikmati oleh ibu mereka, tetapi tidak mungkin….*

*12. Pada fasa ini, olih kerana ibu tidak lagi banyak bergantung kapada ayah untuk keperluan sendiri, ibu bertambah tidak dapat menerima kepimpinan keras si- ayah. Bermula lah pergeseran.*

*13. Pada fasa ketiga, yaakni fasa terakhir, kuasa berpindah kepada anak-anak. Anak-anak sudah berdikari, cukup keperluan diri dan memulakan keluarga sendiri.*

*14. Pada fasa ini, apabila ada pergaduhan antara ibu dan ayah, anak-anak lebih cenderung memihak kepada ibunya. Lantaran, mereka berperasaan sama sama diinianya sekian lama olih ayah mereka.*

*15. Ada anak-anak yang datang ke rumah memberi amaran kepada ayah mereka supaya tidak “menggangu” ibu mereka. Sentimen ini menular kepada ahli keluarga yang lain .*

*16. Awas sang ayah, jika kewangan/ perekonomian anda tidak mantap pada fasa ini, anda tidak akan diindahkan dan terpaksa akur dengan tindak tanduk mereka. Anda sedang berlawan dengan satu perkumpulan yang nyata wujudnya.*

*17. Ini menyebabkan banyak lelaki jatuh sakit diakhir kehidupan, dan berhadapan dengan berbagai kimplikasi… stroke, hipertensi, tekanan darah tinggi… Sang ayah merasa tidak lagi punya tahap hubungan yang diharapkan dengan anak-anak dan isteri, meski anda berada dalam sebuah keluarga yang besar.*

*18. Wahai kaum lelaki, sementara kuasa ada ditangan anda, gunakan dengan berhikmah untuk masa depan diri sendiri. Kekuasaan itu tidak akan berterusan bersama dengan anda.*

*19. Dengan cara anda melayani isteri anda sekarang, bagaimana nanti jika kekuasaan berpindah kepada isteri anda?.*

*20. Nilai perhubungan yang macam mana yang anda ada dengan ayah anda?. Ayah yang penyayang atau ayah yang keras/garang tetapi memuaskan keperluan anda?.*

*21. Wahai sang ayah, ingatlah, anak-anak sentiasa memihak kepada ibunya. Lakukan secukupnya untuk persediaan masa depan, dan beri perhatian yang sewajarnya kepada apa jua pergolakan keluarga.*

*22. Bijaklah melabur untuk masa depan sendiri agar anda tidak perlu meminta minta penjagaan diri. Bagus macam mana pun usaha dan persiapan anda, anda akan akhirnya keseorangan.*

*NASIHAT KEPADA ANAK-ANAK: ADALAH TIDAK BAIK MEMBIARKAN AYAH ANDA YANG TELAH BERSIKAP KEDEKUT UNTUK DIRINYA DAN BERKORBAN, DALAM MENYEDIAKAN KEHIDUPAN UNTUK ANDA, YANG MENJADIKAN ANDA SEBAGAIMANA SEKARANG. HORMATI KEDUA IBUBAPA ANDA, JAGALAH MEREKA DI HARI TUA MEREKA. SEPERTI ITU JUGALAH ANDA AKAN MENUAI KEBAIKAN DI HARI TUA ANDA. JANGAN BIARKAN KEDUA IBUBAPA ANDA TIDAK TERJAGA, AGAR IA DAPAT MENGELAKKAN ANDA DARI MENDAPAT BALASAN YANG SERUPA DI HARI TUA ANDA.*

*NASIHAT KEPADA IBU-IBU: JANGAN MENGHASUT ANAK-ANAK ANDA DENGAN MEMBURUKKAN DAN MENENTANG AYAH MEREKA.*

*Keibubapaan itu adalah sangat sukar meski ia menyeronokan. Kerana tidak ada manual sempurna untuk dirujuk dan dipraktikkan. Semoga Tuhan memberi pertolongan, taufik, hidayah, ilmu, kefahaman dan ilham yang berguna untuk kita semua menjalani kehidupan.*

{
Satu pembentangan kerja yang lemah. Tidak dibuat secara ilmiah. Contoh tidak disertakan rujukan dari mana fakta dan statistik diperolehi. Kemungkinan perkara yg diketengahkan hanya berlaku pada diri penulis atau / dan kawasan persekitaran si penulis sahaja. Ayat-ayat AlQuran dan Hadis tidak langsung digunakan untuk menghujah perkara yg dibangkitkan. Rujukan buku ilmiah atau rujukan web juga langsung tidak digunakan. Sekian komen seposen saya.

Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Surah 66. At-Tahrim, Verse 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Translation:
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

66:6. O you who believe, protect yourselves and your families from the Hellfire whose fuel is people and rocks. Guarding it are stern and powerful angels who never disobey GOD; they do whatever they are commanded to do.

Adalah menjadi tanggung jawab anak untuk menjaga dan menghormati ibu bapa.

Surah 17. Al-Isra, Verse 23:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Translation:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

17:23. Your Lord has decreed that you shall not worship except Him, and your parents shall be honored. As long as one or both of them live, you shall never say to them, “Uff” (the slightest gesture of annoyance), nor shall you shout at them; you shall treat them amicably.
}

Orang Beriman 65. Jangan jadi seperti orang yang mencaci Nabi Musa.
Surah Al-Ahzab

33|69|يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ ءَاذَوْا۟ مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ ٱللَّهُ مِمَّا قَالُوا۟ ۚ وَكَانَ عِندَ ٱللَّهِ وَجِيهًۭا

[69] Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang telah mencaci Musa, lalu Allah membersihkannya dari apa yang mereka lontarkan itu. Kerana dia adalah seorang yang mulia di sisi Allah.

33:69 O you who believe, do not be like those who hurt Moses, then God absolved him of what they said. He was, in the sight of God, honorable.

Orang Beriman 64. Mohon izin bila masuk ke rumah Nabi.

Surah Al-Ahzab

33|53|يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَدْخُلُوا۟ بُيُوتَ ٱلنَّبِىِّ إِلَّآ أَن يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَٰظِرِينَ إِنَىٰهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَٱدْخُلُوا۟ فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَٱنتَشِرُوا۟ وَلَا مُسْتَـْٔنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِى ٱلنَّبِىَّ فَيَسْتَحْىِۦ مِنكُمْ ۖ وَٱللَّهُ لَا يَسْتَحْىِۦ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَٰعًۭا فَسْـَٔلُوهُنَّ مِن وَرَآءِ حِجَابٍۢ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَن تُؤْذُوا۟ رَسُولَ ٱللَّهِ وَلَآ أَن تَنكِحُوٓا۟ أَزْوَٰجَهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦٓ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمًا

[53] Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu masuk ke rumah Nabi, melainkan kamu diberikan keizinan untuk menghadiri jamuan, tanpa menunggu-nunggu masa sajiannya. Tetapi apabila kamu dijemput, maka masuklah. Kemudian setelah kamu makan maka hendaklah bersurai tanpa melanjutkan perbualan. Kerana yang demikian itu menganggu Nabi sehingga dia merasa malu kepada kamu, sedang Allah tidak malu dari menyatakan kebenaran. Dan apabila kamu meminta sesuatu yang harus diminta daripada mereka, maka mintalah kepada mereka dari balik tabir. Cara yang demikian lebih suci bagi hati kamu dan hati mereka. Dan kamu tidak dibenarkan langsung menyakiti Rasul Allah dan tidak juga mengahwini isteri-isterinya selama-lamanya {} sesudahnya. Dan yang demikian itu amat besar di sisi Allah.

33:53 O you who believe, do not enter the prophet’s homes unless you are given permission to eat, nor shall you force such an invitation in any manner. If you are invited, you may enter. When you finish eating, you shall leave; do not engage him in lengthy conversations. This used to hurt the prophet, and he was too shy to tell you. But God does not shy away from the truth. If you have to ask his wives for something, ask them from behind a barrier. This is purer for your hearts and their hearts. You are not to hurt the messenger of God. You shall not marry his wives after him, for this would be a gross offense in the sight of God.

Zakat Fitrah atau Zakat sahaja. Which is which.

Telah menceritakan kepada Kami Mahmud bin Khalid ad-Dimasyqi dan Abdullah bin Abdurrahman as-Samarqandi berkata; telah menceritakan kepada Kami Marwan, Abdullah berkata; telah menceritakan kepada Kami Abu Yazid al-Khaulani ia adalah syekh yang jujur, dan Ibnu Wahb telah meriwayatkan darinya, telah menceritakan kepada Kami Sayyar bin Abdurrahman, Mahmud Ash Shadafi berkata; dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata; “Rasulullah saw. mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari bersenda-gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan miskin. Barang siapa yang menunaikannya sebelum salat, zakatnya diterima dan barang siapa yang menunaikannya setelah salat, itu hanya sedekah di antara berbagai sedekah.“ (H.R. Abu Dawud 1371, diriwayatkan juga oleh Ibnu Majah 1817)

Zakat fitrah tidak langsung disebut dalam Al-Quran. Tetapi ada pula hadis yg mengatakan bahawa Nabi Muhammad saw mewajibkan zakat fitrah. Perlu diingatkan kepada semua umat Islam bahawa Nabi Muhammad tidak mengeluarkan sebarang hukum atau mewajibkan sesuatu tetapi Nabi Muhammad hanya meninggalkan sunnah sahaja. Jadi sebarang Ketetapan atas nama Nabi Muhammad adalah satu penghinaan kepada nama baiknya.

Sebenarnya hadis ini telah memesongkan umat Islam dari Jalan Lurus Sebenar. Allah SWT melalui firmannya telah mewajibkan zakat tidak kira masa, tempat dan keadaan. Perkataan yg banyak digunakan dari Al-Quran adalah infaq, zakat, sadaqah dan derma. Dan kita umat Islam diperintahkan melakukannya apabila terdapatnya lebihan dari rezeki yg dikurniakan oleh Allah kerana sebahagian dari rezeki itu terdapat hak orang lain yang memerlukannya.

Ingin saya ingatkan lagi bahawa tugas Syaitan itu adalah memperdayakan Manusia yg lemah dan kita pula jangan sesekali TERPEDAYA. Tapi Manusia sering terpedaya.

Sadaqah adalah Sadaqah

😀Ketawa itu Sadaqah
😊Senyuman itu Sadaqah
😬Menyeringei itu Sadaqah
😭Menangis itu Sadaqah
Bukan, bukan, bukan
Semua tu bukan Sadaqah
Itu hanyalah metafora (kiasan)

Sadaqah tu Ketara (Tangible)
Yang boleh dirasa dengan tangan
Boleh dilihat dengan mata
Boleh mententeramkan hati
Boleh mengurangkan beban
Boleh menghilangkan kesengsaraan

Mana-mana Sadaqah yang Intangible tu bukan Sadaqah
Itu hanyalah khayalan
Khayalan yang dipesongkan oleh bisikan
Sadaqah yang tidak memberikan sebarang ganjaran
Kerana ianya tidak wujud di alam nyata
Makna yang direka-reka oleh yang berkepentingan

Kalau ketawa tu Sadaqah
Ketawalah sepanjang masa
Ketawalah siang malam
Ketawalah sampai mati
Adakah ganjarannya Surga?
Tidak semudah itu

SHARE bukan Sadaqah
LIKE bukan Sadaqah
VIRAL bukan Sadaqah

SADAQAH adalah menafkahkan sebahagian daripada rezeki kurniaan Allah
Harta, wang, ternakan, tanaman, makanan dan minuman adalah barangan TANGIBLE
Sadaqahlah sebahagian daripadanya

Surah 2. Al-Baqara, Verse 3:

‎الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

Translation:
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

2:3. who believe in the unseen, observe the Contact Prayers (Salat)*, and from our provisions to them, they give to charity.

Tetapi bila bersadaqah
Jangan diungkit
Jangan dihina
Kalau tak mampu
Sekadar simpati
Belas kasihan dan
Berbudi bahasa

Surah 2. Al-Baqara, Verse 263:
‎قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

Terjemahannya:
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

2:263. Kind words and compassion are better than a charity that is followed by insult. GOD is Rich, Clement.

Sadaqah barang yang baik
Yang amat disayangi
Bukan yang buruk
Bukan yang menyakitkan mata
Bukan yang menyakitkan hati

Surah 2. Al-Baqara, Verse 267:
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Terjemahannya:
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

2:267. O you who believe, you shall give to charity from the good things you earn, and from what we have produced for you from the earth. Do not pick out the bad therein to give away, when you yourselves do not accept it unless your eyes are closed. You should know that GOD is Rich, Praiseworthy.

Bersadaqahlah di masa susah
Ganjarannya tak terhingga
Allah sayang kamu

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 134:

‎الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Translation:
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

3:134. who give to charity during the good times, as well as the bad times. They are suppressors of anger, and pardoners of the people. GOD loves the charitable.
}