Di sebalik keajaiban kalimah

‎لاحولَ ولا قوَّةَ إلَّا باللهِ

Diantara kekuatan hidup seseorang hendaklah dia banyak menyebut kalimah
‎لاحولَ ولا قوَّةَ إلَّا باللهِ 
Hendaklah dia memperuntukan masa bersendirian dia dengan Tuhan untuk mengulang untuk menyebut kalimah
‎لا حولَ ولا قوَّةَ إلَّا باللهِ 
“Tidak ada daya dan tidak ada upaya melainkan dengan Allah”.

Inilah kekuatan yang apabila kita ulangi dan ulangi dengan penghayatan makna dan kekhusyukan hati bergantung harap pada Allah Jalla wa ala.. Ia akan memberi kesan yang luar biasa dalam kehidupan kita. Kerana tujuan kita berzikir supaya ia berkesan. Kerana Allah mencintai dan menyukai lafaz itu.

Apabila Dia suka. Dia lihat hambanya akur dengan mengatakan dan mengakui “tidak ada daya dan tidak ada upaya melainkan dengan kebesaran Allah”. Maka Allah Jalla wa ala akan menurunkan keajaiban pertolonganNya kepada hambaNya yang berkenaan. Maka akan berlakulah perkara yang luar biasa.. Manusia rasa kita tidak mampu lakukan sesuatu perkara, kita akan mampu melakukannya dengan Pertolongan Allah.. Insyaallah..

{
Ini yang diterima melalui Whatsapp. Dah lama saya nak ulas mengenai kalimah ini. Kalimah yang sering diucapkan terutamanya selepas selesai Solat. Adakah Kalimah ini datangnya dari Al-Quran sehinggakan ia menjadi seperti satu kalimah keramat bagi umat Islam. Ya, sebahagian sahaja dari kalimah ini yang diambil dari al-Quran. Atau dengan lain perkataan, kalimah ini telah diubahsuai. Kalimah sebenar dari al-Quran adalah seperti berikut.

Quran. Al-Kahfi 39.

‎وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَوَلَدًا

Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,

Nabi Muhammad saw adalah Rasul pilihan dan penutup segala Nabi. Sudah semestinya beliau seorang yang paling hebat, jujur dan amanah dan tidak sesekali akan mengubah sebarang ayat al-Quran untuk kepentingan diri. Mana-mana ayat al-Quran yang diubahsuai bukanlah datangnya dari Nabi Muhammad saw dan sebagai seorang yang paling dipercayai beliau tidak akan sesekali mengubah atau meminda atau mengeluarkan kenyatataan yang bertentangan dengan al-Quran. Itulah sebabnya hanya Nabi Muhammad sahaja yang terpilih menerima al-Quran yang agung dan menyebarkannya dan tidak nabi-nabi yang lain.

Percayalah apa yang diturunkan melalui al-Quran. Selain daripada itu adalah palsu. Sesungguhnya yang benar akan mengalahkan yanh bathil.

Ini dia kisah sebenar dari al-Quran.

Quran: 18:32-44. Al-Kahfi.

‎وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا

Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.

‎كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا ۚ وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًا

Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu,

‎وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا

dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”

‎وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَٰذِهِ أَبَدًا

Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,

‎وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَىٰ رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا

dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu”.

‎قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا

Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya — sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?

‎لَٰكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا

Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku.

‎وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ ۚ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَوَلَدًا

Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,

‎فَعَسَىٰ رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِنَ السَّمَاءِ فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًا

maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari pada kebunmu (ini); dan mudah-mudahan Dia mengirimkan ketentuan (petir) dari langit kepada kebunmu; hingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin;

‎أَوْ يُصْبِحَ مَاؤُهَا غَوْرًا فَلَنْ تَسْتَطِيعَ لَهُ طَلَبًا

atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka sekali-kali kamu tidak dapat menemukannya lagi”.

‎وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنْفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا

Dan harta kekayaannya dibinasakan; lalu ia membulak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku”.

‎وَلَمْ تَكُنْ لَهُ فِئَةٌ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًا

Dan tidak ada bagi dia segolonganpun yang akan menolongnya selain Allah; dan sekali-kali ia tidak dapat membela dirinya.

‎هُنَالِكَ الْوَلَايَةُ لِلَّهِ الْحَقِّ ۚ هُوَ خَيْرٌ ثَوَابًا وَخَيْرٌ عُقْبًا

Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Hak. Dia adalah sebaik-baik Pemberi pahala dan sebaik-baik Pemberi balasan.

‎وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا

Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.

‎كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا ۚ وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًا

Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu,

‎وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا

dan dia mempunyai kekayaan besar, maka ia berkata kepada kawannya (yang mukmin) ketika bercakap-cakap dengan dia: “Hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikut-pengikutku lebih kuat”

‎وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَٰذِهِ أَبَدًا

Dan dia memasuki kebunnya sedang dia zalim terhadap dirinya sendiri; ia berkata: “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya,

‎وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَىٰ رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا

dan aku tidak mengira hari kiamat itu akan datang, dan jika sekiranya aku kembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada kebun-kebun itu”.

‎قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلًا

Kawannya (yang mukmin) berkata kepadanya — sedang dia bercakap-cakap dengannya: “Apakah kamu kafir kepada (Tuhan) yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan kamu seorang laki-laki yang sempurna?

‎لَٰكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا

Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku.

}

Advertisements

Enam Perkara Untuk Jaminan Syurga

‎عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمْ الْجَنَّةَ اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ وَأَدُّوا إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ

Dari ‘Ubadah bin Ash Shamit bahawa Nabi SAW bersabda: “Jaminlah enam perkara untukku dari diri kalian, nescaya aku akan menjamin syurga untuk kalian; jujurlah jika berbicara, tepatilah jika kalian berjanji, tunaikanlah amanah jika kalian diserahi amanah, jagalah kemaluan kalian, tundukkan pandangan kalian dan tahanlah tangan kalian.”
(HR Ahmad No: 21695) Status: Isnad Maqbul

Pengajaran:

Rasulullah SAW memberi jaminan setiap Muslim akan masuk Syurga jika memelihara enam perkara:

1. Jujur jika berbicara.
Ibnu Qayyim: Kejujuran adalah jalan yang lurus dimana orang yang tidak jujur, dia akan celaka dan binasa. Kejujuran (tidak berbohong) akan membezakan antara munafik dan beriman.

2. Menepati janji.
Tidak memenuhi janji adalah diantara sifat munafik.

3. Menunaikan amanah.
Amanah berkaitan dengan hak Allah dan hak manusia yang wajib ditunaikan

4. Memelihara kemaluan (kecuali untuk pasangan yang sah)

5. Menundukkan pandangan.
Ibnu Qayyim: menjaga pandangan adalah modal pokok untuk menjaga kemaluan. Siapa yang tidak menjaga pandangannya, dia telah menempatkan dirinya ke tempat kehancuran.

6. Menahan tangan.
Seorang Muslim tidak menganggu, menyakiti saudara Muslim yang lain, teman, mahupun tetangganya baik dengan lisan maupun tangannya. Mereka merasa aman dengan kehadiran dirinya. Tahanlah tangan kamu. (tidak mencuri, tidak mengambil rasuah, tidak memukul orang dan tidak menulis atau menyebarkan sesuatu berita fitnah).

Ayuh kita berlaku jujur, tepati janji, tunaikan amanah, jaga kemaluan, tundukkan pandangan dan menahan tangan.

#Semarak Ukhuwah Memacu Perubahan#
#Malaysia Menuju Negara Rahmah#
Pertubuhan IKRAM Malaysia.
29hb Okt 2017
09hb Safar 1439H

{
Ini yang diterima melalui Whatsapp. Bagaikan janji Syaitan kepada nabi Adam.

Quran 7:20. al-A’raf.

‎فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”.

7:20. The devil whispered to them, in order to reveal their bodies, which were invisible to them. He said, “Your Lord did not forbid you from this tree, except to prevent you from becoming angels, and from attaining eternal existence.”

Nak masuk Syurga tidak mudah seperti yang disangka. Seperti untuk mendapatkan segulung ijazah perlu lulus semua ujian yang ditetapkan oleh Universiti. Allah swt Maha Penyayang tetapi manusia yang selalu ingkar dan tidak ambil peduli.

Sura 2 – The Heifer (Al-Baqarah) البقرة
Quran: 2:214-214. Al-Baqarah.

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّـهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّـهِ قَرِيبٌ

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

2:214. Do you expect to enter Paradise without being tested like those before you? They were tested with hardship and adversity, and were shaken up, until the messenger and those who believed with him said, “Where is GOD’s victory?” GOD’s victory is near.

Kalau nak tahu macam mana nak masuk Syurga tanpa sebarang keraguan, bacalah al-Quran dan amalkan.
}

TIGA GOLONGAN YANG TIDAK AKAN DAPAT MASUK KE SYURGA

Sabda Rasulullah SAW:
“Tiga golongan yang tidak akan masuk syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat; orang yang derhaka kepada kedua-dua orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan lelaki dayus (suami yang tidak memiliki rasa cemburu kepada isterinya).”
(Hadis Riwayat Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad)

{
Ini yang diterima melalui Whatsapp.
Di Akhirat nanti, kesemuanya manusia dan jin akan di bawa ke hadapan Allah untuk dibicarakan dan diadili. Jadi persoalan sama ada Allah melihat mereka tidak timbul sama sekali.

Quran: 18:47-49. al-Kahfi.

‎وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا

Dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.

‎وَعُرِضُوا عَلَىٰ رَبِّكَ صَفًّا لَقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ بَلْ زَعَمْتُمْ أَلَّنْ نَجْعَلَ لَكُمْ مَوْعِدًا

Dan mereka akan dibawa ke hadapan Tuhanmu dengan berbaris. Sesungguhnya kamu datang kepada Kami, sebagaimana Kami menciptakan kamu pada kali yang pertama; bahkan kamu mengatakan bahwa Kami sekali-kali tidak akan menetapkan bagi kamu waktu (memenuhi) perjanjian.

‎وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”.

Sura 18 – The Cave (Al-Kahf) الكهف

18:47. The day will come when we wipe out the mountains, and you will see the earth barren. We will summon them all, not leaving out a single one of them.
18:48. They will be presented before your Lord in a row. You have come to us as individuals, just as we created you initially. Indeed, this is what you claimed will never happen.
18:49. The record will be shown, and you will see the guilty fearful of its contents. They will say, “Woe to us. How come this book leaves nothing, small or large, without counting it?” They will find everything they had done brought forth. Your Lord is never unjust towards anyone.

Tetapi Allah akan melupakan mereka seperti mereka melupakan pertemuan ini.

Quran: 7:50-51. al-A’raf.

‎وَنَادَىٰ أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ ۚ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

‎الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ فَالْيَوْمَ نَنْسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَٰذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ

(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”. Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Sura 7 – The Purgatory (Al-A’araf) الأعراف

7:50. The dwellers of Hell will call on the dwellers of Paradise: “Let some of your water, or some of GOD’s provisions to you flow towards us.” They will say, “GOD has forbidden them for the disbelievers.”
7:51. Those who do not take their religion seriously, and are totally preoccupied with this worldly life, we forget them on that day, because they forgot that day, and because they spurned our revelations.

Seorg Sultan mengambil seorg Ustaz menjadi menterinya.

Maka diberi istana,
Gelaran,
Isteri yg cantik dan pelbagai kemewahan..!

Satu hari Sultan telah memanggil Menteri Agamanya dan bertanya TIGA soalan.
PERTAMA!
Apa itu Dunia..?
KEDUA!
Apa itu Akhirat..?
Dan KETIGA!
Apa itu Iman..?

Sultan hanya memerlukan jwpn yg tepat dan jitu saja.
Tak mahu syarahan yg pjg2.
Menteri Agama terpinga2 mencari jwpn yg memuaskan hati Sultannya.

Sultan jadi murka dan memberi tempoh seminggu utk mencari jwpnnya.

Kemudian Sultan menghantar wakilnya kpd Menteri itu dan bagi titah bahawa segala kemewahan yg diberi akan dirampas jika gagal memberi jwpn yg dikehendaki.

Menteri jadi runsing yg amat sgt memikirkan akan kehilangan segala2nya jika gagal memberi jwpn.

Menteri dah tak dpt tidur,
mkn pun tak lagi berselera,
Cakap pun dah lain spt.
Dia telah mengumpulkan ramai cerdik pandai utk mendptkan jwpn ttp gagal.

Akhirnya Menteri telah keluar dari istana utk mencari org yg blh merungkaikan keresahannya sekaligus menyelamatkan apa yg dimilikinya.

Masa hampir tiba.
Menteri makin berserabut memikirkan akan kehilangan segalanya.
Sehari sblm sampai tempoh masa tersebut,
Dia duduk termenung di bawah sepohon pokok besar mengenangkan nasibnya.

Sdg dia termenung,
Si Menteri tadi terpandang seorg tua yg sdg berkebun.

Bila matahari terik di kepala,
Org tua itu berhenti utk mkn tengahari dan solat Zohor.

Maka diajaknya si Menteri mkn bersama.
Menteri yg kerunsingan memikirkan jwtn,
Istana dan kemewahan yg akan lesap tak langsung berselera nk mkn lagi.

Org tua itu bertanya,
“Tuan,
Nmpak spt ada masalah..?
Boleh hamba tlg..?”

Menteri pun memberitahu kisahnya dan soalan2 Sultan beserta syarat2nya kpd org tua yg baik hati tadi.

Soalan pertama,
Apakah itu dunia?

Maka dijwb org tua tadi..!
“Dunia ialah apa2 amalan yang kita buat utk ditinggalkan.
Hal ini diketahui oleh hati masing2lah..!”

Soalan kedua,
Apakah itu akhirat?

Maka dijwb org tua tadi..!
“Akhirat ialah apa2 amalan yg kita buat utk dibawa ke sana tanpa ada apa2 maksud dunia di dlmnya.
Ini pun diketahui oleh hati masing2lah..!”

Dan soalan ketiga, apakah itu iman?

Maka org tua itu pun bagi tahu,
“Akan aku bagitahu ptg nanti selepas solat Asar!

Bila waktu Asar,
Mrk solat Asar bersama berjemaah dan selepas solat,
Si Menteri terus bertanya,
“Apa itu iman..?”

Pada masa itu terdpt beberapa ekor anjing sdg mkn sisa2 makanan tengahari.

Org tua itu memberi syarat utk memberi jwpn yg ketiga,
Dia mesti mkn bersama anjing2 itu.

Si Menteri berfikir berkali2.
Mkn dgn anjing ni najis berat.
Tak mkn kang jawatan lesap,
Harta melayang,
Hidup susah dan melarat..!

Nak dpt kerja lain bkn senang skrg ni.
Fikir punya fikir akhirnya si Menteri pun buat keputusan utk mkn bersama anjing2 itu..!

Apabila saja si Menteri duduk utk mkn bersama anjing2 itu,
Org tua tadi pun pegang kolar bajunya dan berkata,

“Wahai Tuan..!
Inilah Iman.
Bagi mrk yg ada iman,
Mrk sggup kerugian segala dunianya ttp tidak akan sggup melanggar perintah Allah..!

Akan ttp mrk yg tidak ada iman akan sggup melanggar perintah Allah utk slmtkan dunianya..!”

{
Ini yang diterima dari Whatsapp. Menceritakan kehebatan seorang tua mengalahkan seorang uztaz yang baru dilantik menjadi seorang menteri. Soalan mengenai agama tidak dapat dijawab oleh seorang ustaz tetapi diberikan jawapan bersahaja oleh seorang tua. Pada saya jawapan yang diberikan oleh orang tua itu tidaklah sehebat mana kerana ia tidak merujuk kepada al-Quran dan al-Sunnah. Sepatutnya beliau perlu mengambil ayat al-Quran sebagai sumber yang sahih lagi benar.

Apakah itu Dunia?

Quran 3:14. ali-Emran.

‎زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Quran: 3:117-117. ali-Emran.

‎مَثَلُ مَا يُنْفِقُونَ فِي هَٰذِهِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَثَلِ رِيحٍ فِيهَا صِرٌّ أَصَابَتْ حَرْثَ قَوْمٍ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ فَأَهْلَكَتْهُ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ اللَّهُ وَلَٰكِنْ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

Quran: 18:45-45. al-Kahfi.

‎وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Quran: 18:46-46. al-Kahfi.

‎الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Quran: 57:20-20. al-Hadid.

‎اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Quran: 17:18. al-Isra’.

‎مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

Apakah itu Akhirat?

Quran: 79:34-41. al-Nazi’at.

‎فَإِذَا جَاءَتِ الطَّامَّةُ الْكُبْرَىٰ

Maka apabila malapetaka yang sangat besar (hari kiamat) telah datang.

‎يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ مَا سَعَىٰ

Pada hari (ketika) manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya,

‎وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِمَنْ يَرَىٰ

dan diperlihatkan neraka dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

‎فَأَمَّا مَنْ طَغَىٰ

Adapun orang yang melampaui batas,

‎وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا

dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

‎فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).

‎وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,

‎فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).

Quran: 17:19. al-Isra’.

‎وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا

Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.

Quran 3:85. ali-Emran.

‎وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Apakah itu Iman?

Quran: 4:136-137. al-Nisa’.

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.

‎إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus.
}

KEKELIRUAN UMAT

*DALIL SYARAK BUKAN HANYA AL-QURAN DAN SUNNAH*

*Apakah Hanya Perlu Merujuk pada al-Quran dan Sunnah.*

*SOALAN :*

➡ Ada yang mengatakan bahawa untuk memahami sesuatu hukum, kita hanyalah perlu merujuk kepada al-Quran dan sunnah, tidak perlu kepada yang lain. Apakah pendapat ulama tentang hal ini?

*JAWAPAN :*

➡ Pendapat ini tidak tepat dalam neraca ilmu yang benar.

➡ Haruslah diketahui bahawa tidak semua hukum tentang sesuatu perkara dijelaskan di dalam al-Quran atau hadis secara langsung.

➡ Ada juga yang disebutkan secara tidak langsung yang memerlukan pemerhatian yang mendalam terhadap nas al-Quran dan hadis yang berkaitan dengannya, terutama sekali perkara baharu yang tidak ada pada zaman Nabi atau zaman selepasnya di kalangan Sahabat dan tabi’in.

➡ Disinilah perlunya malakah fiqhiyyah (kemampuan untuk memahami hukum feqah) untuk memahami dalil-dalil syarat (al-Adillah asy-Syar’iyyah) agar setiap sesuatu yang baharu, ada jalan penyelesaiannya.

*A. MAKNA DALIL-DALIL SYARAT (AL-ADILLAH ASY-SYAR’IYYAH).*

➡ Dalil-dalik syarak (al-Adillah asy-Syar’iyyah) ialah sesuatu yang digunakan untuk mengetahui atau mengeluarkan (istinbath) hukum-hukum syarak (iaitu wajib, sunat, harus, makruh dan haram⁶¹).
*
{⁶¹ Lihat Az-Zakhirah, 1/149, 10/86, Al-Furuq, 1/128, Syarh Tanqih al-Fushul, ms. 454, Badai’ al-Fawa’id, 4/15 dan Qawa’id al-Ahkam, 2/48—49.}
*

➡ Dalil-dalil syarak (ada juga yang menyebutkan sumber-sumber asal) yang utama adalah al-Quran dan sunnah.

➡ Walau bagaimanapun, dalil-dalil atau sumber-sumber sokongan lain yang digunakan para fuqaha’ atau mengeluarkan (istinbath) hukum termasuklah ijmak, qiyas, istishhab, masalih al-mursalah (al-Istishlah), istihsan, qaul sahabi (pendapat Sahabat), ‘uruf, sad az-Zarai’ (menutup jalan yang membawa kepada keburukan) dan syari’at man qablana (syariat generasi sebelum kita).

*B. PENDEKATAN PARA A’IMMAH (IMAM) MAZHAB YANG EMPAT DALAM MENGISTINBAHKAN HUKUM.*

➡ Lihatlah para a’immah (imam) mazhab yang empat, mereka juga merujuk kepada dalil-dalil syarak atau sumber hukum selain daripada dua sumber yang utama; al-Quran dan sunnah dalam perkara-perkara yang memerlukan mereka berbuat sedemikian.

i. *Sumber Dalil-dalil Syarak Mengikut Pendapat Empat Mazhab.*

➡ MAZHAB HANAFI:- (1) Al-Quran. (2) Sunnah dan atsar sahih yang masyhur dikalangan ulama. (3) Ijmak. (4) Fatwa Sahabat. (5) Qiyas. (6) Istihsan. (7) Adat dan ‘uruf masyarakat.

➡ MAZHAB MALIKI:- (1) Al-Quran. (2) Sunnah. (3) Ijmak. (4) Qiyas. (5) Mashalih al-mursalah. (6) Amal ahli Madinah. (7) Pendapat Sahabat.

➡ MAZHAB SYAFI’I :- (1) Al-Quran. (2) Sunnah. (3) Ijmak. (4) Qiyas.

➡ MAZHAB HAMBALI :- (1) al-Quran. (2) Sunnah. (3) Fatwa Sahabat. (4) Fatwa Sahabat yang terdekat dengan al-Quran dan sunnah. (5) Hadis Mursal dan Dha’if. (6) Qiyas.

ii. *Dalil Boleh Merujuk Kepada Sumber Hukum Lain Selain al-Quran dan Sunnah.*

➡ A’immah (para Imam) empat Mazhab ini dan fuqaha’ (ulama feqah) lain juga merujuk kepada sumber lain selain daripada al-Quran dan sunnah kerana berdasarkan hadis tentang Muaz bin Jabal ketika diutuskan oleh Nabi Muhammad untuk menjadi hakim Yaman.

➡ Rasulullah ﷺ bertanya kepada Muaz, “Bagaimanakah kamu akan memutuskan terhadap suatu perkara yang datang kepada kamu?” Muaz menjawab, “Aku akan memutuskannya dengan Kitab Allah (al-Quran).” Nabi bertanya lagi, “Jika kamu tidak mendapatinya didalam Kitab Allah?” Muaz menjawab, “Aku akan memutuskan berdasarkan sunnah Nabi.” Nabi bertanya lagi, “Jika kamu tidak mendapatinya juga?” Muaz menjawab, “Aku akan berijtihad berdasarkan pendapatku dan aku tidak akan menyimpang (dari kebenaran).” Nabi lalu menepuk dada Muaz dan berkata, “Alhamdulillah (segala puji bagi Allah) yang telah memberi taufik kepada utusan Rasulullah sesuai dengan apa yang diredhai Allah dan Rasul-Nya.”⁶²
*
{⁶² Riwayat Ahmad dalam Musnadnya}

*C. REALITI.*

➡ Pendekatan yang digunakan oleh paraimam empat mazhab (a’immah) ini dan para ulama feqah (fuqaha) lain dalam mengistinbathkan hukum adalah sesuatu yang sangat tepat dan sesuai dengan roh syariat itu sendiri.

➡ Realitinya sangat banyak perkara baharu yang tidak diketahui hukumnya kerana ia tidak terdapat pada masa turunnya wahyu, malah tidak terdapat pada zaman Salafus Soleh.

➡ Dengan memahami dalil-dalil syarat (al-Adillah asy-Syar’iyyah) ini, banyak permasalahan hukum akan dapat diatasi.

*D. KESIMPULAN*

➡ Untuk mengetahui sesuatu hukum syarat sama ada ia wajib, sunat, harus, makruh dan haram, TIDAK HANYA DENGAN DUA SUMBER ASAL IAITU AL-QURAN DAN SUNNAH.

➡ Jika sesuatu hukum itu tidak disebutkan secara jelas atau tidak disebutkan didalam kedua-dua sumber ini, maka para fuqaha’ boleh mengetahui hukumnya melalui sumber-sumber selain dari al-Quran dan sunnah ini termasuklah ijmak, qiyas, istishhab, masalih al-Mursalah (al-Istishlah), istihsan, qaul sahabi (pendapat Sahabat), ‘uruf, sad az-Zarai’ (menutup jalan yang membawa kepada keburukan) dan syari’at man qablana (syariat generasi sebelum kita). Cara mengistinbathkan beginilah yang diguna pakai oleh para imam mazhab (A’immah al-Mazahib) yang sangat masyhur itu dan para fuqaha lain.

➡ Mengatakan hukum hanya diketahui melalui al-Quran dan sunnah adalah peryataan yang jauh daripada kebenaran, malah sangat asing dari dunia feqah dan fatwa.

{
Ini yang diterima melalui Whatsapp. Hujah di atas langsung tidak bersandarkan kepada ayat-ayat Al-Quran tetapi manusia masih mahu mempercayainya. Lihat apa yang al-Quran sendiri menjelaskannya.

1. Nabi Muhammad SAW diberikan 7 ayat yang berulang dan Al Quran yang agung.

Surah 15. Al-Hijr, Verse 87:
وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ
Indonesian:
Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.

Shakir:
And certainly We have given you seven of the oft-repeated (verses) and the grand Quran.

2. Kitab yang menggunakan ayat-ayat mudah (plain).

Surah 41. Fussilat, Verse 3:
كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِّقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Indonesian:
Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui,

Shakir:
A Book of which the verses are made plain, an Arabic Quran for a people who know:

3. Atas tanggungan Allah penjelasannya.

Surah 75. Al-Qiyama, Verse 19:
ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ
Indonesian:
Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.

Shakir:
Again on Us (devolves) the explaining of it.

4. AlQuraan- Buku yang tersusun dan bukan mainan.

Surah 44. Ad-Dukhan, Verse 38:
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ
Indonesian:
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main.

En: Khan:
And We created not the heavens and the earth, and all that is between them, for mere play,

Surah 44. Ad-Dukhan, Verse 39:
مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Indonesian:
Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

En: Khan:
We created them not except with truth (i.e. to examine and test those who are obedient and those who are disobedient and then reward the obedient ones and punish the disobedient ones), but most of them know not.

{Diciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antaranya termasuklah Al Quraan.}

5. AlQuraan- Buku yang tiada cacat celanya.

Surah 18. Al-Kahf, Verse 1:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُ عِوَجًا
Indonesian:
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;

Shakir:
(All) praise is due to Allah, Who revealed the Book to His servant and did not make in it any crookedness.

Surah 18. Al-Kahf, Verse 2:
قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
Indonesian:
sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,

Shakir:
Rightly directing, that he might give warning of severe punishment from Him and give good news to the believers who do good that they shall have a goodly reward,

Surah 39. Az-Zumar, Verse 27:
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ مِن كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Indonesian:
Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.

Shakir:
And certainly We have set forth to men in this Quran similitudes of every sort that they may mind.

Surah 39. Az-Zumar, Verse 28:
قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Indonesian:
(Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.

Shakir:
An Arabic Quran without any crookedness, that they may guard (against evil).

Surah 54. Al-Qamar, Verse 48:
يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ
Indonesian:
(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!”

En: Khan:
The Day they will be dragged in the Fire on their faces (it will be said to them): “Taste you the touch of Hell!”

Surah 54. Al-Qamar, Verse 49:
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
Indonesian:
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

Shakir:
Surely We have created everything according to a measure.

6. Tiada yang tertinggal dalam AlQuraan.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 38:
وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُم مَّا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِن شَيْءٍ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
Melayu:
Dan tidak seekor pun binatang yang melata di bumi, dan tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan mereka umat-umat seperti kamu. Tiada Kami tinggalkan sesuatu pun di dalam kitab Al-Quran ini; kemudian mereka semuanya akan dihimpunkan kepada Tuhan mereka (untuk dihisab dan menerima balasan).

En: Khan:
There is not a moving (living) creature on earth, nor a bird that flies with its two wings, but are communities like you. We have neglected nothing in the Book, then unto their Lord they (all) shall be gathered.

{Ingat ini adalah janji Allah SWT bahawa Al Quraan itu lengkap dan tidak satupun yang tertinggal. Tetapi mengapa kita masih lagi ragu-ragu. Mungkin manusia suka mengambil jalan mudah atau berlagak lebih pandai dari Allat SWT itu sendiri. Masya Allah. Subhanallah.}

7. AlQuraan diterangkan dengan sejelas-jelasnya.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 114:
أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ مُنَزَّلٌ مِّن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ
Indonesian:
Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.

En: Khan:
[Say (O Muhammad SAW)] “Shall I seek a judge other than Allah while it is He Who has sent down unto you the Book (The Quran), explained in detail.” Those unto whom We gave the Scripture [the Taurat (Torah) and the Injeel (Gospel)] know that it is revealed from your Lord in truth. So be not you of those who doubt.

{Membawa maksudnya yang tersendiri. Al Quraan itu diperjelaskan dengan secara terperinci. Carilah di dalam Al Quraan itu dan In Sya Allah kita akan menjumpainya. Jangan ragu-ragu.}

8. Sebuah Kitab yang tiada sebarang keraguan di dalamnya.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 2:
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
Indonesian:
Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

En: Khan:
This is the Book (the Quran), whereof there is no doubt, a guidance to those who are Al-Muttaqun [the pious and righteous persons who fear Allah much (abstain from all kinds of sins and evil deeds which He has forbidden) and love Allah much (perform all kinds of good deeds which He has ordained)].

{Tiada keraguan atau dalam English NO DOUBT tetapi manusia masih lagi ragu-ragu. Always HARBOUR DOUBT.}

9. Contoh Ayat Almutasyaabihaat.

Surah 54. Al-Qamar, Verse 1:
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانشَقَّ الْقَمَرُ
Indonesian:
Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.

En: Khan:
The Hour has drawn near, and the moon has been cleft asunder (the people of Makkah requested Prophet Muhammad SAW to show them a miracle, so he showed them the splitting of the moon).

{This verse is a metaphor. The hour has come near means the end of the world. Now everyone of us know that we are at the end of the world but we do not know when it will happen. Tomorrow or in 300 years time. Only Allah knows best. Allah is giving hint here when the moon cleft asunder or the moon has split. As mentioned just know this is a metaphor. Please see translation by Mr Khan, the miracle by Muhammad s.a.w but no proof because Muhammad s.a.w miracle is only AlQuraan. How can he translated referring to Muhammad s.a.w miracle whereas Allah did not mention it at all.}

Surah 20. Taha, Verse 114:
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Translation:
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.

10. Al Quraan itu Cahaya.

Surah 42. Ash-Shura, Verse 52:
وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا مَا كُنتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِن جَعَلْنَاهُ نُورًا نَّهْدِي بِهِ مَن نَّشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Indonesian:
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

En: Khan:
And thus We have sent to you (O Muhammad SAW) Ruhan (an Inspiration, and a Mercy) of Our Command. You knew not what is the Book, nor what is Faith? But We have made it (this Quran) a light wherewith We guide whosoever of Our slaves We will. And verily, you (O Muhammad SAW) are indeed guiding (mankind) to the Straight Path (i.e. Allah’s religion of Islamic Monotheism).

11. Mohon perlindungan dengan Allah dari Syaitan yang dilaknat.

Surah 16. An-Nahl, Verse 98:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Indonesian:
Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.


En: Khan:
So when you want to recite the Quran, seek refuge with Allah from Shaitan (Satan), the outcast (the cursed one).

12. Syaitan tidak berkuasa ke atas orang beriman dan bertawakkal.

Surah 16. An-Nahl, Verse 99:
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Indonesian:
Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

En: Khan:
Verily! He has no power over those who believe and put their trust only in their Lord (Allah).

13. Kekuasaan Syaitan hanya kepada yang mengambilnya sebagai pemimpin.

Surah 16. An-Nahl, Verse 100:
إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ
Indonesian:
Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.

En: Khan:
His power is only over those who obey and follow him (Satan), and those who join partners with Him (Allah) [i.e. those who are Mushrikun – polytheists – see Verse 6:121].

14. Al Hikmah. Hanya orang yang berakal sahaja yang mengambil pelajaran.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 269:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
Indonesian:
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

En: Khan:
He grants Hikmah to whom He pleases, and he, to whom Hikmah is granted, is indeed granted abundant good. But none remember (will receive admonition) except men of understanding.

15. AlQuraan itu penawar. Begitu juga madu.

Surah 17. Al-Isra, Verse 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Indonesian:
Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.

En: Khan:
And We send down from the Quran that which is a healing and a mercy to those who believe (in Islamic Monotheism and act on it), and it increases the Zalimun (polytheists and wrong-doers) nothing but loss.

Surah 10. Yunus, Verse 57:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
Indonesian:
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.

En: Khan:
O mankind! There has come to you a good advice from your Lord (i.e. the Quran, ordering all that is good and forbidding all that is evil), and a healing for that (disease of ignorance, doubt, hypocrisy and differences, etc.) in your breasts, – a guidance and a mercy (explaining lawful and unlawful things, etc.) for the believers.

Surah 41. Fussilat, Verse 44:
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍ
Indonesian:
Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh”.

En: Khan:
And if We had sent this as a Quran in a foreign language other than Arabic, they would have said: “Why are not its Verses explained in detail (in our language)? What! (A Book) not in Arabic and (the Messenger) an Arab?” Say: “It is for those who believe, a guide and a healing. And as for those who disbelieve, there is heaviness (deafness) in their ears, and it (the Quran) is blindness for them. They are those who are called from a place far away (so they neither listen nor understand).

Surah 16. An-Nahl, Verse 69:
ثُمَّ كُلِي مِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا يَخْرُجُ مِن بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ فِيهِ شِفَاءٌ لِّلنَّاسِ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Indonesian:
kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

En: Khan:
“Then, eat of all fruits, and follow the ways of your Lord made easy (for you).” There comes forth from their bellies, a drink of varying colour wherein is healing for men. Verily, in this is indeed a sign for people who think.

16. AlQuraan mendatangkan rahmat.

Surah 7. Al-Araf, Verse 204:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Indonesian:
Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

En: Khan:
So, when the Quran is recited, listen to it, and be silent that you may receive mercy. [i.e. during the compulsory congregational prayers when the Imam (of a mosque) is leading the prayer (except Surat Al-Fatiha), and also when he is delivering the Friday-prayer Khutbah]. [Tafsir At-Tabari, Vol. 9, Pages 162-4]

17. AlQuraan sebagai pendinding.

Surah 17. Al-Isra, Verse 45:
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُورًا
Indonesian:
Dan apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup,

En: Khan:
And when you (Muhammad SAW) recite the Quran, We put between you and those who believe not in the Hereafter, an invisible veil (or screen their hearts, so they hear or understand it not).

18. AlQuraan dibenci orang kafir.

Surah 17. Al-Isra, Verse 46:
وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا
Indonesian:
dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Quran, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya,

En: Khan:
And We have put coverings over their hearts lest, they should understand it (the Quran), and in their ears deafness. And when you make mention of your Lord Alone [La ilaha ill-Allah (none has the right to be worshipped but Allah) Islamic Monotheism] in the Quran, they turn on their backs, fleeing in extreme dislikeness.

19. AlQuraan itu diturunkan bukan ditiru.

Surah 17. Al-Isra, Verse 105:
وَبِالْحَقِّ أَنزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Indonesian:
Dan Kami turunkan (Al Quran) itu dengan sebenar-benarnya dan Al Quran itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.

En: Khan:
And with truth We have sent it down (i.e. the Quran), and with truth it has descended. And We have sent you (O Muhammad SAW) as nothing but a bearer of glad tidings (of Paradise, for those who follow your Message of Islamic Monotheism), and a warner (of Hell-fire for those who refuse to follow your Message of Islamic Monotheism).

[ 17:105 ] Truthfully, we sent it down, and with the truth it came down. We did not send you except as a bearer of good news, as well as a warner.

{Cuba baca ayat ini dengan teliti. And we have sent you as NOTHING but a BEARER OF GLAD TIDINGS and a WARNER.}

20. AlQuraan dalam bentuk bab.

Surah 17. Al-Isra, Verse 106:
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلًا
Indonesian:
Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

En: Khan:
And (it is) a Quran which We have divided (into parts), in order that you might recite it to men at intervals. And We have revealed it by stages. (in 23 years).

21. Bersujudlah bila mendengar bacaan AlQuraan.

Surah 17. Al-Isra, Verse 107:
قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِن قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا

Indonesian:
Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,

En: Khan:
Say (O Muhammad SAW to them): “Believe in it (the Quran) or do not believe (in it). Verily! Those who were given knowledge before it (the Jews and the Christians like ‘Abdullah bin Salam and Salman Al-Farisi), when it is recited to them, fall down on their faces in humble prostration.”

{Pernahkah kita bersujud apabila terdengar ayat-ayat Al Quraan dibacakan? Kita bersujud apabila ayat-ayat Sajadah dan ayat-ayat dari Surah 32: As-Sajda sahaja dibacakan.}

Surah 17. Al-Isra, Verse 108:
وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِن كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا
Indonesian:
dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”.

En: Khan:
And they say: “Glory be to our Lord! Truly, the Promise of our Lord must be fulfilled.”

Surah 17. Al-Isra, Verse 109:
وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا
Indonesian:
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.

En: Khan:
And they fall down on their faces weeping and it adds to their humility.

22. Baca AlQuraan dengan tertib.

Surah 20. Taha, Verse 114:
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Indonesian:
Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”.

En: Khan:
Then High above all be Allah, the True King. And be not in haste (O Muhammad SAW) with the Quran before its revelation is completed to you, and say: “My Lord! Increase me in knowledge.”

23. AlQuraan sebagai rahmat dan sumber ilmu.

Surah 29. Al-Ankaboot, Verse 51:

أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Indonesian:
Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al Quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.

En: Khan:
Is it not sufficient for them that We have sent down to you the Book (the Quran) which is recited to them? Verily, herein is mercy and a reminder (or an admonition) for a people who believe.

Surah 54. Al-Qamar, Verse 17:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ

Indonesian:
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

En: Khan:
And We have indeed made the Quran easy to understand and remember, then is there any that will remember (or receive admonition)?

24. Bacaan AlQuraan sebagai pelaburan yang menguntungkan.

Surah 35. Fatir, Verse 29:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ

Indonesian:
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

En: Khan:
Verily, those who recite the Book of Allah (this Quran), and perform AsSalat (IqamatasSalat), and spend (in charity) out of what We have provided for them, secretly and openly, hope for a (sure) tradegain that will never perish.

Surah 35. Fatir, Verse 30:

لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

Indonesian:
agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

En: Khan:
That He may pay them their wages in full, and give them (even) more, out of His Grace. Verily! He is OftForgiving, Most Ready to appreciate (good deeds and to recompense).

25. AlQuraan bacaan yang terlalu mulia.

Surah 56. Al-Waqia, Verse 77:

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ

Indonesian:
Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,

En: Khan:
That (this) is indeed an honourable recital (the Noble Quran).

26. AlQuraan tidak dipedulikan.

Surah 25. Al-Furqan, Verse 30:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَٰذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

Indonesian:
Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”.

Shakir:
And the Apostle cried out: O my Lord! surely my people have treated this Quran as a forsaken thing.

27. AlQuraan petunjuk ke jalan yang benar.

Surah 17. Al-Isra, Verse 9:

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Sesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk ke jalan yang amat benar, dan memberikan khabar yang mengembirakan orang-orang beriman yang mengerjakan amal-amal soleh, bahawa mereka beroleh pahala yang besar.

17:9 This Qur’án guides to the best path, and brings good news to the believers who lead a righteous life, that they have deserved a great recompense.

{Dengan begitu banyak ayat-ayat yang diturunkan mengenai Al Quraan dan disahkan kebenarannya tetapi manusia tetap tidak mempedulikannya. Masya Allah.}

28. Al-Quraan dipelihara.

Surah 15. Al-Hijr, Verse 9:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Translation:
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

15:9. Absolutely, we have revealed the reminder, and, absolutely, we will preserve it.

15:9 [ Saheeh International ] Indeed, it is We who sent down the Qur’an and indeed, We will be its guardian.

Tafseer:
1944 The purity of the text of the Qur’an through fourteen centuries is a foretaste of the eternal care with which Allah’s Truth is guarded through all ages. All corruptions, inventions, and accretions pass away, but Allah’s Pure and Holy Truth will never suffer eclipse even though the whole world mocked at it and was bent on destroying it. (R).

29. Al-Quran dipelihara bersama dengan yang asli.

Surah 43. Az-Zukhruf, Verse 4:

وَإِنَّهُ فِي أُمِّ الْكِتَابِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ

Translation:
Dan sesungguhnya Al Quran itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.

43:4. It is preserved with us in the original master, honorable and full of wisdom.

30. Al-Quran dipelihara bersama dengan yang asli dan kitab asal.

Surah 85. Al-Burooj, Verse 22:

فِي لَوْحٍ مَّحْفُوظٍ

Translation:
yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh.

85:22. In a preserved master tablet.

31. Kitab disusun rapi dan dijelaskan secara terperinci.

Surah 11. Hud, Verse 1:

الر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

Translation:
Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,

11:1. A.L.R. This is a scripture whose verses have been perfected, then elucidated.* It comes from a Most Wise, Most Cognizant.

32. Al-Quran sebagai Hukum dalam Bahasa Arab.
Dengan lain perkataan, hanya Al-Quran sahaja sebagai sumber segala Hukum dan Peraturan Agama Islam.

Surah 13. Ar-Rad, Verse 37:

وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُم بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا وَاقٍ

Translation:
Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Quran sebagai hukum dalam bahasa Arab. Dan demi sesungguhnya, jika engkau (wahai Muhammad) menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya kepadamu wahyu pengetahuan (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau peroleh dari Allah sesuatupun yang dapat mengawal dan memberi perlindungan kepadamu (dari perkara-perkara yang tidak diingini).

13:37. We revealed these laws in Arabic, and if you ever acquiesce to their wishes, after this knowledge has come to you, you will have no ally, nor a protector, against GOD.
}

Hadis (Tazkirah)

1. Maksud perkataan Hadis merujuk kepada AlQuraan.

Surah 18. Al-Kahf, Verse 6:

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا

Indonesian:
Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).

En: Khan:
Perhaps, you, would kill yourself (O Muhammad SAW) in grief, over their footsteps (for their turning away from you), because they believe not in this narration (the Quran).

“18:6 You may blame yourself on account of their response to this narration, and their disbelieving in it; you may be saddened.”

Surah 39. Az-Zumar, Verse 23:

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

Indonesian:
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.

En: Khan:
Allah has sent down the best statement, a Book (this Quran), its parts resembling each other in goodness and truth, oft-repeated. The skins of those who fear their Lord shiver from it (when they recite it or hear it). Then their skin and their heart soften to the remembrance of Allah. That is the guidance of Allah. He Guides therewith whom He pleases and whomever Allah sends astray, for him there is no guide.

“39:23 God has revealed herein the best Hadith; a book that is consistent, and points out both ways (to Heaven and Hell). The skins of those who reverence their Lord cringe therefrom, then their skins and their hearts soften up for God’s message. Such is God’s guidance; He bestows it upon whoever wills (to be guided). As for those sent astray by God, nothing can guide them.”

Surah 4. An-Nisa, Verse 87:

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا

Indonesian:
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya. Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah?

En: Khan:
Allah! La ilaha illa Huwa (none has the right to be worshipped butp He). Surely, He will gather you together on the Day of Resurrection about which there is no doubt. And who is truer in statement than Allah?

“4:87 God: there is no god except He. He will surely summon you on the Day of Resurrection — the inevitable day. Whose narration is more truthful than God’s?”

Surah 7. Al-Araf, Verse 185:

أَوَلَمْ يَنظُرُوا فِي مَلَكُوتِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ مِن شَيْءٍ وَأَنْ عَسَىٰ أَن يَكُونَ قَدِ اقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

Indonesian:
Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu?

En: Khan:
Do they not look in the dominion of the heavens and the earth and all things that Allah has created, and that it may be that the end of their lives is near. In what message after this will they then believe?

“7:185 Have they not looked at the dominion of the heavens and the earth, and all the things God has created? Does it ever occur to them that the end of their life may be near? Which Hadith, beside this, do they believe in?”

Surah 39. Az-Zumar, Verse 23:

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاءُ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

Indonesian:
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.

En: Khan:
Allah has sent down the best statement, a Book (this Quran), its parts resembling each other in goodness and truth, oft-repeated. The skins of those who fear their Lord shiver from it (when they recite it or hear it). Then their skin and their heart soften to the remembrance of Allah. That is the guidance of Allah. He Guides therewith whom He pleases and whomever Allah sends astray, for him there is no guide.

“39:23 God has revealed herein the best Hadith; a book that is consistent, and points out both ways (to Heaven and Hell). The skins of those who reverence their Lord cringe therefrom, then their skins and their hearts soften up for God’s message. Such is God’s guidance; He bestows it upon whoever wills (to be guided). As for those sent astray by God, nothing can guide them.”

Surah 45. Al-Jathiya, Verse 6:

تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ

Indonesian:
Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.

En: Khan:
These are the Ayat (proofs, evidences, verses, lessons, revelations, etc.) of Allah, which We recite to you (O Muhammad SAW) with truth. Then in which speech after Allah and His Ayat will they believe?

“45:6 These are God’s revelations that we recite to you truthfully. In which Hadith other than God and His revelations do they believe?”

Surah 68. Al-Qalam, Verse 44:

فَذَرْنِي وَمَن يُكَذِّبُ بِهَٰذَا الْحَدِيثِ سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

Indonesian:
Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui,

En: Khan:
Then leave Me Alone with such as belie this Quran. We shall punish them gradually from directions they perceive not.

“68:44 Therefore, let Me deal with those who reject this Hadith; we will lead them on whence they never perceive.”

Surah 77. Al-Mursalat, Verse 50:

فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ

Indonesian:
Maka kepada perkataan apakah selain Al Quran ini mereka akan beriman?

En: Khan:
Then in what statement after this (the Quran) will they believe?

“77:50 Which Hadith, other than this, do they uphold?”

Surah 12. Yusuf, Verse 111:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Indonesian:
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.

En: Khan:
Indeed in their stories, there is a lesson for men of understanding. It (the Quran) is not a forged statement but a confirmation of the Allah’s existing Books [the Taurat (Torah), the Injeel (Gospel) and other Scriptures of Allah] and a detailed explanation of everything and a guide and a Mercy for the people who believe.

“12:111 In their history, there is a lesson for those who possess intelligence. This is not fabricated Hadith; this (Qur’án) confirms all previous scriptures, provides the details of everything, and is a beacon and mercy for those who believe.”

2. Maksud perkataan Hadis merujuk kepada kisah silam.

Surah 4. An-Nisa, Verse 42:

يَوْمَئِذٍ يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَعَصَوُا الرَّسُولَ لَوْ تُسَوَّىٰ بِهِمُ الْأَرْضُ وَلَا يَكْتُمُونَ اللَّهَ حَدِيثًا

Indonesian:
Di hari itu orang-orang kafir dan orang-orang yang mendurhakai rasul, ingin supaya mereka disamaratakan dengan tanah, dan mereka tidak dapat menyembunyikan (dari Allah) sesuatu kejadianpun.

En: Khan:
On that day those who disbelieved and disobeyed the Messenger (Muhammad SAW) will wish that they were buried in the earth, but they will never be able to hide a single fact from Allah.

“4:42 On that day, those who disbelieved and disobeyed the messenger will wish that they were level with the ground; not a single utterance will they be able to hide from God.”

Surah 4. An-Nisa, Verse 78:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ وَإِن تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِكَ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ اللَّهِ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا

Indonesian:
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

En: Khan:
“Wheresoever you may be, death will overtake you even if you are in fortresses built up strong and high!” And if some good reaches them, they say, “This is from Allah,” but if some evil befalls them, they say, “This is from you (O Muhammad SAW).” Say: “All things are from Allah,” so what is wrong with these people that they fail to understand any word?

“4:78 Wherever you are, death will catch up with you, even if you live in formidable castles. When something good happens to them, they say, “This is from God,” and when something bad afflicts them, they blame you. Say, “Everything comes from God.” Why do these people misunderstand almost everything?”

Surah 4. An-Nisa, Verse 140:

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِّثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

Indonesian:
Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,

En: Khan:
And it has already been revealed to you in the Book (this Quran) that when you hear the Verses of Allah being denied and mocked at, then sit not with them, until they engage in a talk other than that; (but if you stayed with them) certainly in that case you would be like them. Surely, Allah will collect the hypocrites and disbelievers all together in Hell,

“4:140 He has instructed you in the scripture that: if you hear God’s revelations being mocked and ridiculed, you shall not sit with them, unless they delve into another subject. Otherwise, you will be as guilty as they are. God will gather the hypocrites and the disbelievers together in Hell.”

Surah 6. Al-Anaam, Verse 68:

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَىٰ مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Indonesian:
Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).

En: Khan:
And when you (Muhammad SAW) see those who engage in a false conversation about Our Verses (of the Quran) by mocking at them, stay away from them till they turn to another topic. And if Shaitan (Satan) causes you to forget, then after the remembrance sit not you in the company of those people who are the Zalimun (polytheists and wrong-doers, etc.).

“6:68 If you see those who mock our revelations, you shall avoid them until they delve into another subject. If the devil causes you to forget, then, as soon as you remember, do not sit with such evil people.”

Surah 79. An-Naziat, Verse 15:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ

Indonesian:
Sudah sampaikah kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa.

En: Khan:
Has there come to you the story of Musa (Moses)?

“79:15 Have you known about the history of Moses?”

Surah 85. Al-Burooj, Verse 17:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْجُنُودِ

Indonesian:
Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penentang,

En: Khan:
Has the story reached you of the hosts,

“85:17 Did you note the history of the troops?”

3. Berita masa depan.

Surah 88. Al-Ghashiya, Verse 1:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

Indonesian:
Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?

En: Khan:
Has there come to you the narration of the overwhelming (i.e. the Day of Resurrection);

“88:1 Are you aware of the Overwhelming?”

4. Maksud perkataan Hadis merujuk kepada Hadis Nabi.

Surah 31. Luqman, Verse 6:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

Indonesian:
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

En: Khan:
And of mankind is he who purchases idle talks (i.e. music, singing, etc.) to mislead (men) from the Path of Allah without knowledge, and takes it (the Path of Allah, the Verses of the Quran) by way of mockery. For such there will be a humiliating torment (in the Hell-fire).

“31:6 Among the people, there are those who uphold baseless Hadith, and thus divert others from the path of God without knowledge, and take it in vain. These have incurred a shameful retribution.”

5. Hadis membawa maksud mimpi.

Surah 12. Yusuf, Verse 6:

وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَعَلَىٰ آلِ يَعْقُوبَ كَمَا أَتَمَّهَا عَلَىٰ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Indonesian:
Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta’bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya’qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

En: Khan:
“Thus will your Lord choose you and teach you the interpretation of dreams (and other things) and perfect His Favour on you and on the offspring of Ya’qub (Jacob), as He perfected it on your fathers, Ibrahim (Abraham) and Ishaque (Isaac) aforetime! Verily, your Lord is All-Knowing, All-Wise.”

“12:6 “Your Lord has thus blessed you, and has given you good news through your dream. He has perfected His blessings upon you and upon the family of Jacob, as He did for your ancestors Abraham and Isaac before that. Your Lord is Omniscient, Most Wise.””

Surah 12. Yusuf, Verse 21:

وَقَالَ الَّذِي اشْتَرَاهُ مِن مِّصْرَ لِامْرَأَتِهِ أَكْرِمِي مَثْوَاهُ عَسَىٰ أَن يَنفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُ مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰ أَمْرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Indonesian:
Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada isterinya: “Berikanlah kepadanya tempat (dan layanan) yang baik, boleh jadi dia bermanfaat kepada kita atau kita pungut dia sebagai anak”. Dan demikian pulalah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di muka bumi (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya ta’bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.

En: Khan:
And he (the man) from Egypt who bought him, said to his wife: “Make his stay comfortable, may be he will profit us or we shall adopt him as a son.” Thus did We establish Yusuf (Joseph) in the land, that We might teach him the interpretation of events. And Allah has full power and control over His Affairs, but most of men know not.

“12:21 The one who bought him in Egypt said to his wife, “Take good care of him. Maybe he can help us, or maybe we can adopt him.” We thus established Joseph on earth, and we taught him the interpretation of dreams. God’s command is always done, but most people do not know.”

Surah 12. Yusuf, Verse 101:

رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِن تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

Indonesian:
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.

En: Khan:
“My Lord! You have indeed bestowed on me of the sovereignty, and taught me the interpretation of dreams; The (only) Creator of the heavens and the earth! You are my Wali (Protector, Helper, Supporter, Guardian, etc.) in this world and in the Hereafter, cause me to die as a Muslim (the one submitting to Your Will), and join me with the righteous.”

“12:101 “My Lord, You have given me kingship and taught me the interpretation of dreams. Initiator of the heavens and the earth; You are my Lord and Master in this life and in the Hereafter. Let me die as a submitter, and count me with the righteous.””

Surah 20. Taha, Verse 9:

وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَىٰ

Indonesian:
Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?

En: Khan:
And has there come to you the story of Musa (Moses)?

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 44:

ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَىٰ كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَّسُولُهَا كَذَّبُوهُ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُم بَعْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ فَبُعْدًا لِّقَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ

Indonesian:
Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.

En: Khan:
Then We sent Our Messengers in succession, every time there came to a nation their Messenger, they denied him, so We made them follow one another (to destruction), and We made them as Ahadith (the true stories for mankind to learn a lesson from them). So away with a people who believe not.

“23:44 Then we sent our messengers in succession. Every time a messenger went to his community, they disbelieved him. Consequently, we annihilated them, one after the other, and made them history. The people who disbelieved have perished.”

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 53:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَن يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنكُمْ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَن تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَن تَنكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِن بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمًا

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.

En: Khan:
O you who believe! Enter not the Prophet’s houses, except when leave is given to you for a meal, (and then) not (so early as) to wait for its preparation. But when you are invited, enter, and when you have taken your meal, disperse, without sitting for a talk. Verily, such (behaviour) annoys the Prophet, and he is shy of (asking) you (to go), but Allah is not shy of (telling you) the truth. And when you ask (his wives) for anything you want, ask them from behind a screen, that is purer for your hearts and for their hearts. And it is not (right) for you that you should annoy Allah’s Messenger, nor that you should ever marry his wives after him (his death). Verily! With Allah that shall be an enormity.

“33:53 O you who believe, do not enter the prophet’s homes unless you are given permission to eat, nor shall you force such an invitation in any manner. If you are invited, you may enter. When you finish eating, you shall leave; do not engage him in lengthy conversations. This used to hurt the prophet, and he was too shy to tell you. But God does not shy away from the truth. If you have to ask his wives for something, ask them from behind a barrier. This is purer for your hearts and their hearts. You are not to hurt the messenger of God. You shall not marry his wives after him, for this would be a gross offense in the sight of God.”

Surah 34. Saba, Verse 19:

فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا وَظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ فَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ وَمَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

Indonesian:
Maka mereka berkata: “Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami”, dan mereka menganiaya diri mereka sendiri; maka Kami jadikan mereka buah mulut dan Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar lagi bersyukur.

En: Khan:
But they said: “Our Lord! Make the stages between our journey longer,” and they wronged themselves, so We made them as tales (in the land), and We dispersed them all, totally. Verily, in this are indeed signs for every steadfast grateful (person).

“34:19 But they (turned unappreciative and) challenged: “Our Lord, we do not care if You increase the distance of our journeys (without any stations).” They thus wronged their own souls. Consequently, we made them history, and scattered them into small communities throughout the land. This should provide lessons for those who are steadfast, appreciative.”

Surah 51. Adh-Dhariyat, Verse 24:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ

Indonesian:
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?

En: Khan:
Has the story reached you, of the honoured guests [three angels; Jibrael (Gabriel) along with another two] of Ibrahim (Abraham)?

“51:24 Have you noted the history of Abraham’s honorable guests?”

Surah 52. At-tur, Verse 34:

فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِّثْلِهِ إِن كَانُوا صَادِقِينَ

Indonesian:
Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar.

En: Khan:
Let them then produce a recital like unto it (the Quran) if they are truthful.

“52:34 Let them produce a Hadith like this, if they are truthful.”

Surah 53. An-Najm, Verse 59:

أَفَمِنْ هَٰذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ

Indonesian:
Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?

En: Khan:
Do you then wonder at this recital (the Quran)?

“53:59 Are you questioning this matter?”

Surah 56. Al-Waqia, Verse 81:

أَفَبِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ

Indonesian:
Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?

En: Khan:
Is it such a talk (this Quran) that you (disbelievers) deny?

“56:81 Are you disregarding this narration?”

Surah 66. At-Tahrim, Verse 3:

وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَن بَعْضٍ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنبَأَكَ هَٰذَا قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ

Indonesian:
Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.

En: Khan:
And (remember) when the Prophet (SAW) disclosed a matter in confidence to one of his wives (Hafsah), so when she told it (to another i.e. ‘Aishah), and Allah made it known to him, he informed part thereof and left a part. Then when he told her (Hafsah) thereof, she said: “Who told you this?” He said: “The All-Knower, the All-Aware (Allah) has told me”.

“66:3 The prophet had trusted some of his wives with a certain statement, then one of them spread it, and God let him know about it. He then informed his wife of part of the issue, and disregarded part. She asked him, “Who informed you of this?” He said, “I was informed by the Omniscient, Most Cognizant.””

{Kali ini untuk tajuk Hadis, ianya disertakan dengan 3 terjemahan. Terjemahan yang ketiga ini diambil kerana terjemahan ini tidak terikat kepada kekangan kefahaman perkataan hadis yang digunakan dalam ayat-ayat berkaitan. Terjemahan sedemikian yang tidak dipengaruhi telah membawa maksud yang paling hampir ke atas ayat-ayat berkaitan. Sila baca dengan hati yang terbuka kerana Allah SWT telah menganugerahkan kepada kita pendengaran, penglihatan dan pemikiran untuk kita berfikir tentang kebesaran Allah.}

Allah amat dekat.

{
Firman Allah, apabila hamba-hambaku bertanya tentang Aku, katakanlah Aku amat dekat.

Inilah Ayat yang perlu dijawab oleh Nabi Muhammad saw.

Quran: 2:186-186. al-Baqarah.

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Quran: 50:16-18. Qaf.

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.

Quran 34:50. Saba’.

قُلْ إِنْ ضَلَلْتُ فَإِنَّمَا أَضِلُّ عَلَىٰ نَفْسِي ۖ وَإِنِ اهْتَدَيْتُ فَبِمَا يُوحِي إِلَيَّ رَبِّي ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ

Katakanlah: “Jika aku sesat maka sesungguhnya aku sesat atas kemudharatan diriku sendiri; dan jika aku mendapat petunjuk maka itu adalah disebabkan apa yang diwahyukan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat”.

Atau adakah Allah menyuruh Nabi Muhammad saw menjawab seperti berikut.
}

“Apabila hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila hamba-Ku mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dgn berjalan, maka aku akan datang kepadanya dgn berlari” (Hadits qudsi riwayat Bukhari dr Anas)

{
Kalau diteliti dan dibuat analisis, sudah pasti hadis Qudsi di atas adalah perkataan manusia dan bukannya Perkataan Allah. Allah dikatakannya berlari. Maha Suci Allah dari apa yang mereka memperkatakannya. Subhana Allah.