@Kerajaan dan Pemimpin (Tazkirah)

1.  Kerajaan / Pemimpin pilihan Allah.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 26:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Indonesian:
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

En: Khan:
Say (O Muhammad SAW): “O Allah! Possessor of the kingdom, You give the kingdom to whom You will, and You take the kingdom from whom You will, and You endue with honour whom You will, and You humiliate whom You will. In Your Hand is the good. Verily, You are Able to do all things.

2. Lelaki sebagai Pemimpin. 

Surah 4. An-Nisa, Verse 34:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Indonesian:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

En: Khan:
Men are the protectors and maintainers of women, because Allah has made one of them to excel the other, and because they spend (to support them) from their means. Therefore the righteous women are devoutly obedient (to Allah and to their husbands), and guard in the husband’s absence what Allah orders them to guard (e.g. their chastity, their husband’s property, etc.). As to those women on whose part you see ill-conduct, admonish them (first), (next), refuse to share their beds, (and last) beat them (lightly, if it is useful), but if they return to obedience, seek not against them means (of annoyance). Surely, Allah is Ever Most High, Most Great.

3. Larangan mengambil orang Yahudi dan Nasrani sebagai Pemimpin.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 51:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

En: Khan:
O you who believe! Take not the Jews and the Christians as Auliya’ (friends, protectors, helpers, etc.), they are but Auliya’ to one another. And if any amongst you takes them as Auliya’, then surely he is one of them. Verily, Allah guides not those people who are the Zalimun (polytheists and wrong-doers and unjust).

4. Larangan mengikut Pemimpin yang mempersendakan Ugamanya.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 57:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.

En: Khan:
O you who believe! Take not for Auliya’ (protectors and helpers) those who take your religion for a mockery and fun from among those who received the Scripture (Jews and Christians) before you, nor from among the disbelievers; and fear Allah if you indeed are true believers.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 58:

وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ

Indonesian:
Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.

En: Khan:
And when you proclaim the call for As-Salat [call for the prayer (Adhan)], they take it (but) as a mockery and fun; that is because they are a people who understand not.

5.  Syaitan sebagai Pemimpin orang Tak Beriman.

Surah 7. Al-Araf, Verse 27:

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Indonesian:
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

En: Khan:
O Children of Adam! Let not Shaitan (Satan) deceive you, as he got your parents [Adam and Hawwa (Eve)] out of Paradise, stripping them of their raiments, to show them their private parts. Verily, he and Qabiluhu (his soldiers from the jinns or his tribe) see you from where you cannot see them. Verily, We made the Shayatin (devils) Auliya’ (protectors and helpers) for those who believe not.

6.  Syaitan sebagai Pemimpin Palsu.

Surah 16. An-Nahl, Verse 63:

تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Indonesian:
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.

En: Khan:
By Allah, We indeed sent (Messengers) to the nations before you (O Muhammad SAW), but Shaitan (Satan) made their deeds fair-seeming to them. So he (Satan) is their Wali (helper) today (i.e. in this world), and theirs will be a painful torment.

Surah 16. An-Nahl, Verse 100:

إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ

Indonesian:
Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.

En: Khan:
His power is only over those who obey and follow him (Satan), and those who join partners with Him (Allah) [i.e. those who are Mushrikun – polytheists – see Verse 6:121].

7.  Syaitan gagal memimpin orang Beriman dan Bertawakkal.

Surah 16. An-Nahl, Verse 99:

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Indonesian:
Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

En: Khan:
Verily! He has no power over those who believe and put their trust only in their Lord (Allah).

8.  Syaitan Pemimpin Palsu turun temurun.

Surah 18. Al-Kahf, Verse 50:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

Indonesian:
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.

En: Khan:
And (remember) when We said to the angels; “Prostrate to Adam.” So they prostrated except Iblis (Satan). He was one of the jinns; he disobeyed the Command of his Lord. Will you then take him (Iblis) and his offspring as protectors and helpers rather than Me while they are enemies to you? What an evil is the exchange for the Zalimun (polytheists, and wrong-doers, etc).

9.  Nabi Ibrahim a.s. sebagai Pemimpin Ulung.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 124:

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Indonesian:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

En: Khan:
And (remember) when the Lord of Ibrahim (Abraham) [i.e., Allah] tried him with (certain) Commands, which he fulfilled. He (Allah) said (to him), “Verily, I am going to make you a leader (Prophet) of mankind.” [Ibrahim (Abraham)] said, “And of my offspring (to make leaders).” (Allah) said, “My Covenant (Prophethood, etc.) includes not Zalimun (polytheists and wrong-doers).”

Surah 16. An-Nahl, Verse 120:

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Indonesian:
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),

En: Khan:
Verily, Ibrahim (Abraham) was an Ummah (a leader having all the good righteous qualities), or a nation, obedient to Allah, Hanifa (i.e. to worship none but Allah), and he was not one of those who were Al-Mushrikun (polytheists, idolaters, disbelievers in the Oneness of Allah, and those who joined partners with Allah).

10. Allah – Pelindung orang Beriman.
Syaitan – Pelindung orang Kafir.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 257:

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Indonesian:
Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

En: Khan:
Allah is the Wali (Protector or Guardian) of those who believe. He brings them out from darkness into light. But as for those who disbelieve, their Auliya (supporters and helpers) are Taghut [false deities and false leaders, etc.], they bring them out from light into darkness. Those are the dwellers of the Fire, and they will abide therein forever.

@Allah tidak memerlukan rezeki / makanan.

(I need no provisions from them, nor do I need them to feed Me.)

Surah 51. Adh-Dhariyat, Verse 56:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Translation:
Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu.

Surah 51. Adh-Dhariyat, Verse 57:

مَا أُرِيدُ مِنْهُم مِّن رِّزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَن يُطْعِمُونِ

Translation:
Aku tidak sekali-kali menghendaki sebarang rezeki pemberian dari mereka, dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepadaKu.

Surah 51. Adh-Dhariyat, Verse 58:

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Translation:
Sesungguhnya Allah Dia lah sahaja Yang Memberi rezeki (kepada sekalian makhlukNya, dan Dia lah sahaja) Yang Mempunyai Kekuasaan yang tidak terhingga, lagi Yang Maha Kuat Kukuh kekuasaanNya.

The Purpose of Our Existence

[51:56] I did not create the jinns and the humans except to worship Me alone.
[51:57] I need no provisions from them, nor do I need them to feed Me.
[51:58] GOD is the Provider, the Possessor of all power, the Supreme.

Tafseer from http://www.quran-explained.com/Read.aspx#Sura=51:1&T=1,11&vt=true

5032 Creation is not for idle sport or play: 21:16 . Allah has a serious Purpose behind it, which, in our imperfect state, we can only express by saying that each creature is given the chance of development and progress towards the Goal, which is Allah. Allah is the source and centre of all power and all goodness, and our progress depends upon our putting ourselves into accord with His Will. This is His service. It is not of any benefit to Him: (see the next two verses)-it is for our own benefit.
5033 Sustenance, in both the literal and the figurative sense: so also “Feed Me” at the end of the verse. Allah is independent of all needs. It is therefore absurd to suppose that He should require any Sustenance, and still more absurd to suppose that we can feed Him! The gifts, the Sustenance, the goodness, all come from His side.
5034 Allah commands all power; therefore any power we seek must be from Him. And His power is steadfast, the same today as yesterday, and forever. Therefore His help is always sure.

@Pakaian dan Aurat

Pendahuluan

Surah 7. Al-Araf, Verse 22:

فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Indonesian:
maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”

Shakir:
Then he caused them to fall by deceit; so when they tasted of the tree, their evil inclinations became manifest to them, and they both began to cover themselves with the leaves of the garden; and their Lord called out to them: Did I not forbid you both from that tree and say to you that the Shaitan is your open enemy?

1. Pasangan sebagai pakaian.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 187:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Indonesian:
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Shakir:
It is made lawful to you to go into your wives on the night of the fast; they are an apparel for you and you are an apparel for them; Allah knew that you acted unfaithfully to yourselves, so He has turned to you (mercifully) and removed from you (this burden); so now be in contact with them and seek what Allah has ordained for you, and eat and drink until the whiteness of the day becomes distinct from the blackness of the night at dawn, then complete the fast till night, and have not contact with them while you keep to the mosques; these are the limits of Allah, so do not go near them. Thus does Allah make clear His communications for men that they may guard (against evil).

2. Kewajipan bapa menyediakan pakaian.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 233:

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّا آتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Indonesian:
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Shakir:
And the mothers should suckle their children for two whole years for him who desires to make complete the time of suckling; and their maintenance and their clothing must be– borne by the father according to usage; no soul shall have imposed upon it a duty but to the extent of its capacity; neither shall a mother be made to suffer harm on account of her child, nor a father on account of his child, and a similar duty (devolves) on the (father’s) heir, but if both desire weaning by mutual consent and counsel, there is no blame on them, and if you wish to engage a wet-nurse for your children, there is no blame on you so long as you pay what you promised for according to usage; and be careful of (your duty to) Allah and know that Allah sees what you do.

3. Pakaian sebagai membayar denda.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 89:

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الْأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Indonesian:
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

Shakir:
Allah does not call you to account for what is vain in your oaths, but He calls you to account for the making of deliberate oaths; so its expiation is the feeding of ten poor men out of the middling (food) you feed your families with, or their clothing, or the freeing of a neck; but whosoever cannot find (means) then fasting for three days; this is the expiation of your oaths when you swear; and guard your oaths. Thus does Allah make clear to you His communications, that you may be Fateful.

4. Pakaian sebagai penutup aurat. Pakaian Takwa adalah yang terbaik.

Surah 7. Al-Araf, Verse 26:

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Indonesian:
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Shakir:
O children of Adam! We have indeed sent down to you clothing to cover your shame, and (clothing) for beauty and clothing that guards (against evil), that is the best. This is of the communications of Allah that they may be mindful.

Surah 7. Al-Araf, Verse 27:

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Indonesian:
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

Shakir:
O children of Adam! let not the Shaitan cause you to fall into affliction as he expelled your parents from the garden, pulling off from them both their clothing that he might show them their evil inclinations, he surely sees you, he as well as his host, from whence you cannot see them; surely We have made the Shaitans to be the guardians of those who do not believe.

5. Pakaian ke Masjid

Surah 7. Al-Araf, Verse 31:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Indonesian:
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Shakir:
O children of Adam! attend to your embellishments at every time of prayer, and eat and drink and be not extravagant; surely He does not love the extravagant.

6. Pakaian biasa dan pakaian perang.

Surah 16. An-Nahl, Verse 81:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَالًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

Indonesian:
Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung Dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).

Shakir:
And Allah has made for you of what He has created shelters, and He has given you in the mountains places of retreat, and He has given you garments to preserve you from the heat and coats of mail to preserve you in your fighting; even thus does He complete His favor upon you, that haply you may submit.

7. Pakaian kelaparan dan ketakutan.

Surah 16. An-Nahl, Verse 112:

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Indonesian:
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.

Shakir:
And Allah sets forth a parable: (Consider) a town safe and secure to which its means of subsistence come in abundance from every quarter; but it became ungrateful to Allah’s favors, therefore Allah made it to taste the utmost degree of hunger and fear because of what they wrought.

8. Pakaian sutera di syurga.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 23:

إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

Indonesian:
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.

Shakir:
Surely Allah will make those who believe and do good deeds enter gardens beneath which rivers flow; they shall be adorned therein with bracelets of gold and (with) pearls, and their garments therein shall be of silk.

Surah 35. Fatir, Verse 33:

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

Indonesian:
(Bagi mereka) surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.

Shakir:
Gardens of perpetuity, they shall enter therein; they shall be made to wear therein bracelets of gold and pearls, and their dress therein shall be silk.

9. Malam sebagai pakaian.

Surah 25. Al-Furqan, Verse 47:

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

Indonesian:
Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

Shakir:
And He it is Who made the night a covering for you, and the sleep a rest, and He made the day to rise up again.

Surah 78. An-Naba, Verse 10:

وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

Indonesian:
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,

Shakir:
And We made the night to be a covering,

10. Pakaian dilabuhkan.

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 59:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Melayu:
Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Shakir:
O Prophet! say to your wives and your daughters and the women of the believers that they let down upon them their over-garments; this will be more proper, that they may be known, and thus they will not be given trouble; and Allah is Forgiving, Merciful.

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 59:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Indonesian:
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

En: Khan:
O Prophet! Tell your wives and your daughters and the women of the believers to draw their cloaks (veils) all over their bodies (i.e. screen themselves completely except the eyes or one eye to see the way). That will be better, that they should be known (as free respectable women) so as not to be annoyed. And Allah is Ever OftForgiving, Most Merciful.

11. Pakaian cara pemakaiannya.

Surah 24. An-Noor, Verse 31:

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Indonesian:
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Shakir:
And say to the believing women that they cast down their looks and guard their private parts and do not display their ornaments except what appears thereof, and let them wear their head-coverings over their bosoms, and not display their ornaments except to their husbands or their fathers, or the fathers of their husbands, or their sons, or the sons of their husbands, or their brothers, or their brothers’ sons, or their sisters’ sons, or their women, or those whom their right hands possess, or the male servants not having need (of women), or the children who have not attained knowledge of what is hidden of women; and let them not strike their feet so that what they hide of their ornaments may be known; and turn to Allah all of you, O believers! so that you may be successful.

Surah 24. An-Noor, Verse 58:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِّن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Shakir:
O you who believe! let those whom your right hands possess and those of you who have not attained to puberty ask permission of you three times; before the morning prayer, and when you put off your clothes at midday in summer, and after the prayer of the nightfall; these are three times of privacy for you; neither is it a sin for you nor for them besides these, some of you must go round about (waiting) upon others; thus does Allah make clear to you the communications, and Allah is Knowing, Wise.

Dialog Rekaan Tuhan dan Manusia. 

Dialog TUHAN dan manusia

Tuhan: “hamba Ku, bangunlah! Lakukan solat malam 11 rakaat!”

Hamba: “Ilahi, aku lelah, tidak sanggup rasanya.”

Tuhan: “hamba Ku, lakukan 2 rakaat syafa’ dan 1 rakaat witir saja!”

Hamba: “Ilahi, aku lelah dan rasanya sukar bagiku untuk bangun di tengah malam.”

Tuhan: “hambu Ku solat witir saja..”

Hamba: “Ilahi, hari letih sekali, apa tidak ada cara lain?”

Tuhan: “hamba Ku, wudhuklah sebelum tidur lalu menatap ke langit katakan YA ALLAH…”

Hamba: “Ilahi, aku sudah mengantuk kalau aku bangun nanti mengantuknya hilang.”

Tuhan: “hamba Ku, tayammum saja di tempat tidur mu dan katakan YA ALLAH..”

Hamba: “Ilahi, udara terasa sejuk sekali, aku tak sanggup mengeluarkan tanganku dari dalam selimut.”

Tuhan: “hamba Ku, kalau begitu sebut saja dari dalam hati YA ALLAH, dan akan kami hitung itu sebagai solat malammu.”

Sampai disini si hamba sudah tidak peduli kerana tertidur lena.

Tuhan: “lihatlah wahai malaikat Ku, bagaimana telah Aku mudahkan semua baginya, akan tetapi dia pergi dari Ku dan tidur tanpa meninggalkan apapun..

Bila datang waktu subuh bangunkan dia agar dia bermunajat pada Ku, Kerana Aku merindukan suaranya.”

Malakat: “Ya Ilahi, telah kami bangunkan dia tapi dia kembali tidur.”

Tuhan: “bisikkan di telinganya bahawa Aku menantinya.”

Malaikat: “Ilahi, dia tetap tidur.”

Tuhan: “katakan, sudah azan…sebentar lagi matahari terbit. Bangunlah sebelum habis waktu subuh kerana aku ingin memberkati sepanjang harinya.”

Malaikat: “Ilahi, apa Engkau tidak ingin marah padanya?”

Tuhan: “Hamba ku tidak memiliki siapapun selain Aku, Aku menangguh marah Ku menunggu dia bertaubat. Hamba Ku, ketika engkau solat Aku memandangmu, seakan Aku tidak memiliki hamba selainmu… Namun engkau lalai seakan kau memiliki ratusan Tuhan….??!.

Betapa PENYAYANG ENGKAU YA ILAHI..

Betapa PENGAMPUN ENGKAU YA ILAHI..

Betapa AGUNG ENGKAU YA ILAHI… Ampuni kami hambaMu yang lemah ini”

.P/s Sila repost kepada sahabat2 lain semoga mampu mengejutkan hati yang sedang tidur, jiwa yang sakit. Semoga kita istiqammah. In Shaa Allah.
{

Dialog di atas diterima melalui grup Whatsapp. Didapati dialog itu amat pelik dan tidak menepati Zat Allah sebagai Tuhan Semesta Alam. Ayat di bawah adalah bukti bahawa dialog di atas adalah rekaan manusia sahaja. 


Tidak ada manusia yang boleh berhubung secara terus dengan Allah swt. Manusia tidak layak bersembang dengan Allah maupun dalam mimpi. Maha suci Allah dari apa yang diperkatakan. 

Surah 42. Ash-Shura, Verse 51:

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِن وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

Translation:
Dan tidak mungkin bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana.

42:51. No human being can communicate with GOD except through inspiration, or from behind a barrier, or by sending a messenger through whom He reveals what He wills. He is the Most High, Most Wise. 

Tafseer Commentary

4597 This leads us on to the higher spiritual meaning of verses 49-50, as leading up to verses 51-53. Man is but a speck in Allah’s creation. His growth and family relationships are not by any means comparable to Allah’s creative acts, whose various stages are referred to in n. 120 to 2:117, n. 916 to 6:94, and n. 923 to 6:98. That being so in the mysteries of man’s daily life, how much more profound is the contrast between man and Allah in the apprehension of the higher spiritual problems concerned with Revelation? How can man be fit to speak to Allah? He is not fit. But there are three ways in which Allah, in His infinite Mercy, communicates with man, as described in verses 51-53.

4598 Allah is Most High, Most Wise: man is, in spite of his high destiny, often the lowest of the low (95:5). Yet Allah, out of His infinite Mercy and Grace, has bestowed His Revelation on man. How does it come about? Three ways are mentioned: (1) Wahy, Inspiration: (2) from behind a veil; and (3) by the sending of a Messenger: see the notes following. Wahy, Inspiration, is interpreted to be of two kinds: (1) a suggestion thrown by Allah into the heart or mind of man, by which man understands the substance of the Message, whether it is a command or prohibition, or an explanation of a great truth; and (2) verbal or literal inspiration, by which the actual words of Allah are conveyed in human language. (R).
4599 Behind a veil: not of course a material veil, but the mystic veil of Light. (R). Sahih Muslim relates a tradition that the Prophet said: “His veil is Light: were He to withdraw it, then would the august splendors of His countenance surely consume everything that comes within His Sight.” (R).
4600 Messenger: Rasul the angel Gabriel, through whom the revelations were given to the Prophet. These spiritual visions, conveying the message of Revelation, are the basis of the Qur’an.
}

@Salat. (Tazkirah)

oleh kepten@z

{Bacalah dengan hati yang terbuka. Semoga Allah mencukupkan RahmatNya. }

1. Salat difardhukan kepada umat Nabi Muhammad.

Surah 20. Taha, Verse 132:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Indonesian:
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

En: Khan:
And enjoin As-Salat (the prayer) on your family, and be patient in offering them [i.e. the Salat (prayers)]. We ask not of you a provision (i.e. to give Us something: money, etc.); We provide for you. And the good end (i.e. Paradise) is for the Muttaqun (pious – see V. 2:2).

{Perintah mengerjakan salat dan sabar dan tekun menunaikannya. Ayat ini dikaitkan dengan rezeki. Apa yang pasti di sini walaupun perintah itu datangnya dari Allah tetapi Allah tidak mengharap salat itu. Kalau umatnya tidak melakukan salat ianya tidak akan mendatangkan kemudharatan sedikit pun kepada Allah SWT. Sebaliknya kemudharatan itu kepada manusia itu sendiri. Sesungguhnya sekiranya kita sabar dan tekun melaksanakannya maka ianya adalah kejayaan sebenar bagi orang-orang yang bertakwa.}

2. Salat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Surah 29. Al-Ankaboot, Verse 45:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Indonesian:
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

En: Khan:
Recite (O Muhammad SAW) what has been revealed to you of the Book (the Quran), and perform As-Salat (Iqamat-as-Salat). Verily, As-Salat (the prayer) prevents from Al-Fahsha’ (i.e. great sins of every kind, unlawful sexual intercourse, etc.) and Al-Munkar (i.e. disbelief, polytheism, and every kind of evil wicked deed, etc.) and the remembering (praising, etc.) of (you by) Allah (in front of the angels) is greater indeed [than your remembering (praising, etc.) Allah in prayers, etc.]. And Allah knows what you do.

{Ayat ini dimulakan dengan bacalah apa yang telah diwahyukan dan diikuti dengan kewajipan mengerjakan salat. Pertama baca AlQuraan dan kedua Salat. Selalunya apa yang kita selalu lakukan ialah terus mengerjakan salat tanpa membaca terlebih dahulu AlQuraan. Baca AlQuraan dulu baru bersalat inilah yang patut kita lakukan setiap masuknya waktu salat. Salat itu juga apabila dilakukan akan menghindari manusia dari melakukan perbuatan keji dan mungkar atau apabila nak buat perkara-perkara yang tak elok kita salat. In Sya Allah, kita akan terus menerus menghindari dari melakukan perbuatan keji dan mungkar. Jadi objektif utama kita mengingati Allah melalu salat adalah untuk menghindari dari melakukan perbuatan keji dan mungkar dan Allah SWT mengetahui segala apa yang kita lakukan. Perlu diingatkan disini objektif salat bukanlah kita takut disembahyangkan yang selalu kita jumpa dipaparkan di papan-papan tanda. Sembahyanglah kamu sebelum kamu disembahyangkan bukanlah perintah Allah dan ianya tidak mempunyai sebarang matlamat dan ungkapan ini bukannya datang dari AlQuraan. Sekiranya ianya bukan dari AlQuraan maka ianya boleh diabaikan dan inilah yang sering berlaku.}

3. Salat difardhukan kepada umat Nabi Ibrahim.

Surah 14. Ibrahim, Verse 37:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Indonesian:
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

En: Khan:
“O our Lord! I have made some of my offspring to dwell in an uncultivable valley by Your Sacred House (the Ka’bah at Makkah); in order, O our Lord, that they may perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), so fill some hearts among men with love towards them, and (O Allah) provide them with fruits so that they may give thanks.

{Ini adalah doa Nabi Ibrahim AS yang termasyhur. Keturunannya telah ditinggalkan di Makkah yang mana pada masa itu adalah sebuah tanah gersang. Di tempatkan di situ kerana terdapatnya Rumah Suci iaitu Kaabah. Ini bermakna Kaabah telah lama wujud sebelum itu lagi. Ini sebenarnya adalah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk tinggal di Makkah yang pada satu hari nanti Makkah akan muncul sebagai sebuah bandaraya yang paling pesat dan paling makmur di dunia. Dari doa ini juga, cuba kita lihat Makkah sekarang ini dari sebuah tanah gersang telah menjadi sebuah pusat atau tempat yang amat sibuk sekali di dunia yang dikunjungi umat Islam dari pelosok dunia. Maka benarlah janji Allah itu untuk menjadikan Makkah sebagai tempat yang termasyhur dan Nabi Ibrahim AS sebagai pemimpin terulung.}

Surah 2. Al-Baqara, Verse 124:

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Indonesian:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

En: Khan:
And (remember) when the Lord of Ibrahim (Abraham) [i.e., Allah] tried him with (certain) Commands, which he fulfilled. He (Allah) said (to him), “Verily, I am going to make you a leader (Prophet) of mankind.” [Ibrahim (Abraham)] said, “And of my offspring (to make leaders).” (Allah) said, “My Covenant (Prophethood, etc.) includes not Zalimun (polytheists and wrong-doers).”

{Di sini dengan jelas dinyatakan bahawa Nabi Ibrahin AS adalah Imam bagi seluruh manusia. Dari keturunannya juga muncul ramai lagi nabi di atas muka bumi ini. Dua daripadanya adalah Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW dan Nabi Muhammad adalah penutup segala nabi (The seal of prophethood). Nabi Ibrahim AS juga berdoa supaya darah keturunannya juga dilantik menjadi imam tetapi Allah menerimanya dengan syarat. Jika keturunan Nabi Ibrahim itu menjadi zalim, maka Allah SWT tidak menerimanya sebagai imam. Jadi mana-mana keturunan dari Nabi Ibrahim sehingga ke Nabi Muhammad SAW yang zalim tidak layak untuk menjadi imam atau pemimpin. }

4. Salat difardhukan kepada umat Nabi Musa.

Surah 10. Yunus, Verse 87:

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Indonesian:
Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”.

En: Khan:
And We inspired Musa (Moses) and his brother (saying): “Take dwellings for your people in Egypt, and make your dwellings as places for your worship, and perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give glad tidings to the believers.”

5. Salat difardhukan kepada umat Nabi Isa.

Surah 19. Maryam, Verse 30:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

Indonesian:
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

En: Khan:
“He [‘Iesa (Jesus)] said: Verily! I am a slave of Allah, He has given me the Scripture and made me a Prophet;”

Surah 19. Maryam, Verse 31:

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

Indonesian:
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

En: Khan:
“And He has made me blessed wheresoever I be, and has enjoined on me Salat (prayer), and Zakat, as long as I live.”

5. Basuh muka dan tangan dan sapu kepala dan kaki dengan air sebelum salat. Jika tiada air, tayammum.
Surah 5. Al-Maeda, Verse 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

En: Khan:
O you who believe! When you intend to offer As-Salat (the prayer), wash your faces and your hands (forearms) up to the elbows, rub (by passing wet hands over) your heads, and (wash) your feet up to ankles. If you are in a state of Janaba (i.e. had a sexual discharge), purify yourself (bathe your whole body). But if you are ill or on a journey or any of you comes from answering the call of nature, or you have been in contact with women (i.e. sexual intercourse) and you find no water, then perform Tayammum with clean earth and rub therewith your faces and hands. Allah does not want to place you in difficulty, but He wants to purify you, and to complete His Favour on you that you may be thankful.

{Ayat ini jika dibaca dengan teliti ianya amat jelas sekali. Pertama ditujukan kepada orang yang percaya. Kedua, bila hendak mengerjakan salat Allah SWT mengarahkan kita membasuh muka dan tangan. Ketiga, sapu kepala dan kaki. (امْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ) Banyak terjemahan yang telah menambah perkataan basuh dalam kurungan sedangkan perkataan sebenar adalah sapu sahaja. Cuba bandingkan perkataan ini dengan perkataan untuk tayammum. Sapu muka dan tangan. (فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم) Diperhatikan juga perkataan wudhu itu tidak langsung disebut. Keempat, sekiranya berjunub mandi. Ayat berikutnya membawa dua maksud sekaligus. Pertama kita dikehendaki bertayammum sekiranya tiada air dan keduanya perkara-perkara yang boleh membatalkan air sembahyang itu. Tayammum pula memerluka tanah dan bukannya pasir. Mengapa tanah? Mungkin kerana manusia itu sendiri dijadikan daripada tanah. Tanah liat hitam lagi busuk. Atau sifat tanah itu sendiri yang menuetralkan segala-galanya seperti earth wire untuk hal berkaitan elektrik. Bahagian terakhir kepada ayat ini adalah penjelasan mengapa Allah menyuruh kita melakukannya. Pertama, Allah tidak mahu menyusahkan orang yang percaya tetapi maukan umatnya bersih. Sekiranya tiada air, tayammum sudah memadai. Sila hayati perkataan menyulitkan atau menyusahkan. Ianya merujuk kepada tidak memperolehi air dan tidak ada syarat khusus yang dikenakan. Kedua, Allah maukan bersih apabila umatnya mau menunaikan salat dan kesemua perbuatan mengambil air sembahyang, mandi wajib dan tayammum menjadikan kita bersih yang sama taraf dengannya walaupun caranya berbeza. Ketiga, Allah melengkapkan nikmatnya (to complete his favours) semoga kita bersyukur. Tetapi ramai daripada kita tidak bersyukur. Mengapa? Kemungkinan kita gagal menghayati intipati ayat ini.}

6. Kalau mabuk jangan salat.

Surah 4. An-Nisa, Verse 43:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

En: Khan:
O you who believe! Approach not As-Salat (the prayer) when you are in a drunken state until you know (the meaning) of what you utter, nor when you are in a state of Janaba, (i.e. in a state of sexual impurity and have not yet taken a bath) except when travelling on the road (without enough water, or just passing through a mosque), till you wash your whole body. And if you are ill, or on a journey, or one of you comes after answering the call of nature, or you have been in contact with women (by sexual relations) and you find no water, perform Tayammum with clean earth and rub therewith your faces and hands (Tayammum). Truly, Allah is Ever Oft-Pardoning, Oft-Forgiving.

{Ayat ini berbentuk negatif dan ditujukan kepada orang yang percaya. Jangan salat kalau mabuk sehingga kita tahu apa yang kita sebutkan. Dengan lain perkataan kalau mabuk pun kena salat bila dah sedar dan Allah Maha Pemaaf dan Maha Pengampun.}

7. Palingkan wajah ke arah Masjidil Haram semasa salat.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 149:

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِنَّهُ لَلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Indonesian:
Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

En: Khan:
And from wheresoever you start forth (for prayers), turn your face in the direction of Al-Masjid-al-Haram (at Makkah), that is indeed the truth from your Lord. And Allah is not unaware of what you do.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 150:

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Indonesian:
Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

En: Khan:
And from wheresoever you start forth (for prayers), turn your face in the direction of Al-Masjid-al-Haram (at Makkah), and wheresoever you are, turn your faces towards, it (when you pray) so that men may have no argument against you except those of them that are wrong-doers, so fear them not, but fear Me! – And so that I may complete My Blessings on you and that you may be guided.

Surah 7. Al-Araf, Verse 29:

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Indonesian:
Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)”.

En: Khan:
Say (O Muhammad SAW): My Lord has commanded justice and (said) that you should face Him only (i.e. worship none but Allah and face the Qiblah, i.e. the Ka’bah at Makkah during prayers) in each and every place of worship, in prayers (and not to face other false deities and idols), and invoke Him only making your religion sincere to Him by not joining in worship any partner to Him and with the intention that you are doing your deeds for Allah’s sake only. As He brought you (into being) in the beginning, so shall you be brought into being (on the Day of Resurrection) [in two groups, one as a blessed one (believers), and the other as a wretched one (disbelievers)].

“7:29 Say, “My Lord advocates justice, and to stand devoted to Him alone at every place of worship. You shall devote your worship absolutely to Him alone. Just as He initiated you, you will ultimately go back to Him.””
via iQuran

{Palingkan muka kamu di mana kamu berada. Masa bila kita mesti memalingkan muka ke arah Masjidil Haraam? Di sini disebutkan Masjidil Haraam dan bukannya Kaabah. Jadi kiblat sebenar bagi umat Islam adalah Masjidil Haraam dan bukannya Kaabah yang seperti kita ketahui selama ini.}

8. Berdua atau sendiri ketika salat.

Surah 34. Saba, Verse 46:

قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُم بِوَاحِدَةٍ أَن تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَّكُم بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

Indonesian:
Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.

En: Khan:
Say (to them O Muhammad SAW): “I exhort you on one (thing) only: that you stand up for Allah’s sake in pairs and singly, and reflect (within yourselves the life history of the Prophet SAW): there is no madness in your companion (Muhammad SAW), he is only a warner to you in face of a severe torment.”

9. Salat Qasar.

Surah 4. An-Nisa, Verse 101:

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِينًا

Indonesian:
Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

En: Khan:
And when you (Muslims) travel in the land, there is no sin on you if you shorten your Salat (prayer) if you fear that the disbelievers may attack you, verily, the disbelievers are ever unto you open enemies.

Surah 4. An-Nisa, Verse 102:

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَىٰ أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

Indonesian:
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

En: Khan:
When you (O Messenger Muhammad SAW) are among them, and lead them in As-Salat (the prayer), let one party of them stand up [in Salat (prayer)] with you taking their arms with them; when they finish their prostrations, let them take their positions in the rear and let the other party come up which has not yet prayed, and let them pray with you taking all the precautions and bearing arms. Those who disbelieve wish, if you were negligent of your arms and your baggage, to attack you in a single rush, but there is no sin on you if you put away your arms because of the inconvenience of rain or because you are ill, but take every precaution for yourselves. Verily, Allah has prepared a humiliating torment for the disbelievers.

{Dalam AlQuraan langsung tidak disebutkan fasal salat jamaq. Yang ada salat hari Jumaa sahaja. Selain daripada itu ada disebut juga salat qasar iaitu memendekkan salat ketika berperang dan ditakuti diserang musuh. Itupun dilakukan secara berlapis supaya tidak menggoyahkan benteng pertahanan. Sekarang lain pula yang berlaku. Kita menqasar dan menjamaq salat tanpa sebab yang kukuh dan boleh dibuat untuk satu tempoh tertentu sedangkan tidak ada sebab untuk berbuat demikian.}

10. Zikir selepas salat waktu berdiri, duduk atau berbaring.

Surah 4. An-Nisa, Verse 103:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Indonesian:
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

En: Khan:
When you have finished As-Salat (the prayer – congregational), remember Allah standing, sitting down, and lying down on your sides, but when you are free from danger, perform As-Salat (Iqamat-as- Salat). Verily, the prayer is enjoined on the believers at fixed hours.

{Adakah kita jadikan zikir itu satu amalan selepas salat? Jika belum, mulakan sekarang kerana ianya adalah satu perintah bukannya perkara sunat dibuat dapat pahala dan jika ditinggalkan tidak mengapa.}

11. Suara sederhana tidak terlalu kuat atau terlalu perlahan ketika salat dan doa. 

Surah 17. Al-Isra, Verse 110:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Indonesian:
Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”.

En: Khan:
Say (O Muhammad SAW): “Invoke Allah or invoke the Most Beneficent (Allah), by whatever name you invoke Him (it is the same), for to Him belong the Best Names. And offer your Salat (prayer) neither aloud nor in a low voice, but follow a way between.

{Salat mesti mengeluarkan suara tetapi perlahan tidak kira waktunya. Apa yang berlaku sekarang salat Zuhur dan Asar berjemaah senyap sesenyapnya. Mengapa?}

12. Perintahkan anak mengerjakan salat.

Surah 31. Luqman, Verse 17:

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Indonesian:
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

En: Khan:
“O my son! Aqim-is-Salat (perform As-Salat), enjoin (people) for Al-Ma’ruf (Islamic Monotheism and all that is good), and forbid (people) from Al-Munkar (i.e. disbelief in the Oneness of Allah, polytheism of all kinds and all that is evil and bad), and bear with patience whatever befall you. Verily! These are some of the important commandments ordered by Allah with no exemption.

13. Salat adalah fardhu yang ditentukan waktunya.

Surah 4. An-Nisa, Verse 103:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Indonesian:
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

En: Khan:
When you have finished As-Salat (the prayer – congregational), remember Allah standing, sitting down, and lying down on your sides, but when you are free from danger, perform As-Salat (Iqamat-as- Salat). Verily, the prayer is enjoined on the believers at fixed hours.

Salat Subuh dan Isyak

Surah 24. An-Noor, Verse 58:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِّن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Shakir:
O you who believe! let those whom your right hands possess and those of you who have not attained to puberty ask permission of you three times; before the morning prayer, and when you put off your clothes at midday in summer, and after the prayer of the nightfall; these are three times of privacy for you; neither is it a sin for you nor for them besides these, some of you must go round about (waiting) upon others; thus does Allah make clear to you the communications, and Allah is Knowing, Wise.

Salat Zuhur

Surah 17. Al-Isra, Verse 78:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Indonesian:
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Shakir:
Keep up prayer from the declining of the sun till the darkness of the night and the morning recitation; surely the morning recitation is witnessed.

Salat Asar

Surah 2. Al-Baqara, Verse 238:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Indonesian:
Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.

Shakir:
Attend constantly to prayers and to the middle prayer and stand up truly obedient to Allah.

Salat Isyak

Surah 11. Hud, Verse 114:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Indonesian:
Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Shakir:
And keep up prayer in the two parts of the day and in the first hours of the night; surely good deeds take away evil deeds this is a reminder to the mindful.

Surah 30. Ar-Room, Verse 17:

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ

Translation:
Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh,

30:17. Therefore, you shall glorify GOD when you retire at night, and when you rise in the morning.

Surah 30. Ar-Room, Verse 18:

وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ

Translation:
dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur.

30:18. All praise is due to Him in the heavens and the earth, throughout the evening, as well as in the middle of your day.

14. Salat Tahajjud sebagai ibadat tambahan.

Surah 17. Al-Isra, Verse 79:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Indonesian:
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

En: Khan:
And in some parts of the night (also) offer the Salat (prayer) with it (i.e. recite the Quran in the prayer), as an additional prayer (Tahajjud optional prayer Nawafil) for you (O Muhammad SAW). It may be that your Lord will raise you to Maqaman Mahmuda (a station of praise and glory, i.e. the highest degree in Paradise!).

{Kalau maukan tempat atau kedudukan yang tinggi dan terpuji di syurga, amalkan salat Tahajjud. Sesungguhnya salat Tahajjud dinyatakan dengan jelas di dalam AlQuraan. Bagaimanapun, umat Islam lebih gemar melaksanakan salat-salat yang lain seperti Tarawikh, Dhuha, Witir dll yang tidak diketahui ganjarannya. Seperkara lagi sebahagian daripada ayat ini telah dipotong dan dijadikan sebahagian daripada doa selepas azan.}

15. Salat Hari Jumaat

Surah 62. Al-Jumua, Verse 9:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Indonesian:
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

En: Khan:
O you who believe (Muslims)! When the call is proclaimed for the Salat (prayer) on the day of Friday (Jumu’ah prayer), come to the remembrance of Allah [Jumu’ah religious talk (Khutbah) and Salat (prayer)] and leave off business (and every other thing), that is better for you if you did but know!

{Yang betulnya ‘salat pada hari Jumaat’ dan bukannya ‘salat Jumaat’. Ini adalah satu contoh bagaimana kita telah dipesongkan. Nampak macam mudah tapi kita tidak peka dengan perintah dari AlQuraan itu. Kita hanya mengambil sikap sambil lewa dan menganggapnya sebagai satu perkara remeh. Salat ini dilakukan setiap minggu tetapi kita tidak lakukan dengan sempurna sedangkan salat pada hari Jumaat tu adalah baik bagi kita tetapi kita tidak mengetahuinya. Ada juga fatwa yang membolehkan seseorang itu meninggalkan salat pada hari Jumaa tidak melebihi 3 kali berturut-turut. Ini semuanya adalah bida’ah dan hendaklah diberhentikan. Seperkara lagi kita hendaklah meninggalkan jual beli dan ke masjid dan berzikir. Perkataan lain bagi jual beli adalah bisnes dan segala jenis bisnes perlulah ditinggalkan dan tunaikan salat hari Jumaat.}

16. Hari Jumaat hari kerja.

Surah 62. Al-Jumua, Verse 10:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَl

Indonesian:
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

En: Khan:
Then when the (Jumu’ah) Salat (prayer) is finished, you may disperse through the land, and seek the Bounty of Allah (by working, etc.), and remember Allah much, that you may be successful.

17. Salat dan Zakat.

{Kebiasaannya perintah salat dari AlQuraan akan disusuli dengan perintah zakat. Ini menandakan bahawa ibadat zakat tidak kurang pentingnya dengan ibadat salat. Kalau salat difardhukan 5 kali sehari begitu juga dengan amalan zakat. Ada lebih 80 ayat-ayat AlQuraan yang memerintah mengerjakan salat. Dari jumlah ini, lebih 20 daripadanya (25%) mengandungi perintah salat dan zakat dalam satu ayat. Perintah ini tidak termasuk infaq, sadaqah dan derma. Secara perkiraan matematik mudah, umat Islam dikehendaki mengeluarkan zakat sekali setiap hari atau sekali setiap minggu. Surah Al-Anaam 6:141 menjelaskan bahawa zakat perlu dilaksanakan setelah selesai hari penuaian atau dalam zaman moden ini ianya dipanggil hari gaji yakni setiap bulan. Amaun atau kuantiti terlibat tidak dinyatakan dengan jelas tetapi sebahagian dari rezeki yang Allah berikan. Perlu diingatkan juga perintah zakat fitrah tidak terdapat di dalam AlQuraan.}

Surah 2. Al-Baqara, Verse 43:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Indonesian:
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

En: Khan:
And perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give Zakat, and Irka’ (i.e. bow down or submit yourselves with obedience to Allah) along with Ar-Raki’un.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 110:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Indonesian:
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

En: Khan:
And perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give Zakat, and whatever of good (deeds that Allah loves) you send forth for yourselves before you, you shall find it with Allah. Certainly, Allah is All-Seer of what you do.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 277:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Indonesian:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

En: Khan:
Truly those who believe, and do deeds of righteousness, and perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give Zakat, they will have their reward with their Lord. On them shall be no fear, nor shall they grieve.

18. Pakaian ke Masjid

Surah 7. Al-Araf, Verse 31:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Indonesian:
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Shakir:
O children of Adam! attend to your embellishments at every time of prayer, and eat and drink and be not extravagant; surely He does not love the extravagant.

{Ayat ini dimulai dengan Hai anak Adam yang membawa maksud orang-orang yang percaya (beriman) dan orang-orang yang tak percaya (kafir) apabila hendak memasuki masjid hendaklah berpakaian cantik dan beradab. Bukannya berpakaian tak senonoh. Ada juga di antara kita yang menunaikan salat hari Jumaa memakai baju singkat dan apabila sujud nampak lurah punggung. Dalam AlQuraan tidak dinyatakan had berpakaian bagi kaum lelaki. Yang diamalkan sekarang ialah di antara pusat (belly button) dan lutut. Peraturan ini amat lemah kerana ianya boleh dipertikaikan. Bagaimanapun, di dalam AlQuraan, ianya amat jelas sekali iaitu berpakaian cantik dan beradab. Ayat ini juga disambung dengan makan dan minumlah tetapi bersyarat iaitu jangan melampaui batas atau jangan berlebihan atau jangan membazir. Allah tidak mencintai mereka yang melampaui batas. Ini adalah salah satu cara jika kita mahu Allah SWT mencintai kita sepanjang masa. Bukan sahaja salat tetapi dengan makan dan minum dengan cara yang sederhana Allah akan mencintai kita. Hadis Nabi Muhammad SAW yang mengatakan kita adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti sebelum kenyang ada kebenarannya. Maka bolehlah kita katakan bahawa hadis ini adalah benar kerana ianya tidak bercanggah dengan fakta dari AlQuraan.}

———–
Hadis ini memang diriwayatkan dari sebagian sahabat yang bertugas sebagai utusan, namun sanadnya dhaif. Diriwayatkan bahwa para sahabat tersebut berkata dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam:

نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ

“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.”
————

19. Ganjaran.

a. Menjaga Amanah.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 32:

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Indonesian:
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

En: Khan:
And those who keep their trusts and covenants;

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 8:

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Indonesian:
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

Shakir:
And those who are keepers of their trusts and their covenant,

b. Saksi benar.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 33:

وَالَّذِينَ هُم بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ

Indonesian:
Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.

En: Khan:
And those who stand firm in their testimonies;

c. Memelihara salat.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 34:

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Indonesian:
Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.

En: Khan:
And those who guard their Salat (prayers) well.

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 9:

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Indonesian:
dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

Shakir:
And those who keep a guard on their prayers;

{Memelihara salat itu seperti terus melakukan salat apabila masuk waktu dan salat penuh mengikut rakaat yang telah ditetapkan.}

d. Ganjaran syurga.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 35:

أُولَٰئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُّكْرَمُونَ

Indonesian:
Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

En: Khan:
Such shall dwell in the Gardens (i.e. Paradise) honoured.

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 11:

الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Indonesian:
(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Shakir:
Who shall inherit the Paradise; they shall abide therein.

@Manusia / Insan (Tazkirah)

1. Permulaan manusia.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 30:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Indonesian:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

En: Khan:
And (remember) when your Lord said to the angels: “Verily, I am going to place (mankind) generations after generations on earth.” They said: “Will You place therein those who will make mischief therein and shed blood, – while we glorify You with praises and thanks (Exalted be You above all that they associate with You as partners) and sanctify You.” He (Allah) said: “I know that which you do not know.”

“2:30 Recall that your Lord said to the angels, “I am placing a representative (a temporary god) on Earth.” They said, “Will You place therein one who will spread evil therein and shed blood, while we sing Your praises, glorify You, and uphold Your absolute authority?” He said, “I know what you do not know.””

2. Pasangan dicipta dari yang pertama. Binatang ternakan pun diturunkan.

Surah 39. Az-Zumar, Verse 6:

خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم
مِّنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِّن بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ
Indonesian:
Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?

En: Khan:
He created you (all) from a single person (Adam); then made from him his wife [Hawwa’ (Eve)]. And He has sent down for you of cattle eight pairs (of the sheep, two, male and female; of the goats, two, male and female; of the oxen, two, male and female; and of the camels, two, male and female). He creates you in the wombs of your mothers, creation after creation in three veils of darkness, such is Allah your Lord. His is the kingdom, La ilaha illa Huwa (none has the right to be worshipped but He). How then are you turned away?

“39:6 He created you from one person, then created from him his mate. He sent down to you eight kinds of livestock. He creates you in your mothers’ bellies, creation after creation, in trimesters of darkness. Such is God your Lord. To Him belongs all sovereignty. There is no other god beside Him. How could you deviate?”

3. Pembiakan manusia. (Reproduction)

Surah 7. Al-Araf, Verse 189:

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَت دَّعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَّنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ
Indonesian:
Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”.

En: Khan:
It is He Who has created you from a single person (Adam), and (then) He has created from him his wife [Hawwa (Eve)], in order that he might enjoy the pleasure of living with her. When he had sexual relation with her, she became pregnant and she carried it about lightly. Then when it became heavy, they both invoked Allah, their Lord (saying): “If You give us a Salih (good in every aspect) child, we shall indeed be among the grateful.”

4. Perjanjian/Sumpah/Syahadah Manusia

Surah 7. Al-Araf, Verse 172:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا أَن تَقُولُوا يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

Melayu:
Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka, dan menjadikan mereka saksi terhadap diri mereka sendiri “Bukankah Aku tuhan kamu?” Mereka semua menjawab “Benar, kami menjadi saksi” Yang demikian supaya kamu tidak berkata pada hari kiamat kelak “Sesungguhnya kami adalah orang yang lalai mengenai ini”

Dr. Rashad:
Recall that your Lord summoned all the descendants of Adam, and had them bear witness for themselves: “Am I not your Lord?” They all said, “Yes. We bear witness.” Thus, you cannot say on the Day of Resurrection, “We were not aware of this.”

5. Bangsa dan Puak.

Surah 49. Al-Hujraat, Verse 13:

يَٰأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ

[13] Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu daripada seorang lelaki dan seorang perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan berpuak-puak, supaya kamu berkenal-kenalan. Dan semulia-mulia kamu di sisi Allah adalah orang yang lebih taqwanya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Mendalam PengetahuanNya.

49:13 O people, we created you from the same male and female, and rendered you distinct peoples and tribes, that you may recognize one another. The best among you in the sight of God is the most righteous. God is Omniscient, Cognizant.

6. Keturunan.

Surah 25. Al-Furqan, Verse 54:

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيرًا
Indonesian:
Dan Dia (pula) yang menciptakan manusia dari air lalu dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa.

En: Khan:
And it is He Who has created man from water, and has appointed for him kindred by blood, and kindred by marriage. And your Lord is Ever All-Powerful to do what He will.

7. Menjadikan isteri, anak, cucu dan rezeki.

Surah 16. An-Nahl, Verse 72:

وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَاجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ
Indonesian:
Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?”

En: Khan:
And Allah has made for you wives of your own kind, and has made for you, from your wives, sons and grandsons, and has bestowed on you good provision. Do they then believe in false deities and deny the Favour of Allah (by not worshipping Allah Alone).

8. Cinta dan sayang.

Surah 30. Ar-Room, Verse 21:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Indonesian:
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

En: Khan:
And among His Signs is this, that He created for you wives from among yourselves, that you may find repose in them, and He has put between you affection and mercy. Verily, in that are indeed signs for a people who reflect.

9. Anak angkat.

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 5:

ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِندَ اللَّهِ فَإِن لَّمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُم بِهِ وَلَٰكِن مَّا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Indonesian:
Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

En: Khan:
Call them (adopted sons) by (the names of) their fathers, that is more just with Allah. But if you know not their father’s (names, call them) your brothers in faith and Mawalikum (your freed slaves). And there is no sin on you if you make a mistake therein, except in regard to what your hearts deliberately intend. And Allah is Ever OftForgiving, Most Merciful.

10. Kesenangan hidup dunia.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 14:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِندَهُ حُسْنُ الْمَآبِ
Indonesian:
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Different Priorities

[3:14] Adorned for the people are the worldly pleasures, such as the women, having children, piles upon piles of gold and silver, trained horses, livestock, and crops. These are the materials of this world. A far better abode is reserved at GOD.

11. Manusia dijadikan lemah.

Surah 4. An-Nisa, Verse 28:

يُرِيدُ اللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا
Indonesian:
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

[4:28] GOD wishes to lighten your burden, for the human being is created weak.

12. Manusia dijadikan tergesa-gesa.

Surah 21. Al-Anbiya, Verse 37:

خُلِقَ الْإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ
Indonesian:
Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.

[21:37] The human being is impatient by nature. I will inevitably show you My signs; do not be in such a hurry.

13. Manusia dijadikan keluh kesah.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 19:

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا
Indonesian:
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

[70:19] Indeed, the human being is anxious.
[70:20] If touched by adversity, despondent.
[70:21] If blessed by wealth, stingy.

14. Manusia dijadikan dari tanah.

Surah 38. Sad, Verse 71:

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِّن طِينٍ
Indonesian:
Ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat “Sesungguhnya Aku hendak menciptakan manusia daripada tanah.

En: Khan:
(Remember) when your Lord said to the angels: “Truly, I am going to create man from clay”.

38:71 Your Lord said to the angels, “I am creating a human being from clay.

15. Hidup di mana?

Surah 15. Al-Hijr, Verse 19:

وَٱلْأَرْضَ مَدَدْنَٰهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنبَتْنَا فِيهَا مِن كُلِّ شَىْءٍ مَّوْزُونٍۢ

Dan bumi Kami bentangkan, dan meletakkan pula padanya gunung-ganang yang teguh berdiri. Dan menumbuhkan padanya tiap-tiap sesuatu menurut ukuran.

15:19 As for the earth, we constructed it, and placed on it stabilizers (mountains), and we grew on it a perfect balance of everything.

Surah 15. Al-Hijr, Verse 20:

وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ وَمَن لَّسْتُمْ لَهُ بِرَازِقِينَ

[20] Dan Kami jadikan untuk kamu di dalamnya segala keperluan hidup, dan juga makhluk-makhluk yang kamu bukanlah pemberi rezekinya.

And We have provided therein means of living, for you and for those whom you provide not [moving (living) creatures, cattle, beasts, and other animals].

15:20 We made it habitable for you, and for creatures you do not provide for.

Surah 15. Al-Hijr, Verse 21:

وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا عِندَنَا خَزَائِنُهُۥ وَمَا نُنَزِّلُهُۥٓ إِلَّا بِقَدَرٍ مَّعْلُومٍۢ

[21] Dan tidak ada sesuatupun melainkan di sisi Kami sahajalah khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya melainkan menurut kadarnya tertentu.

15:21 There is nothing that we do not own infinite amounts thereof. But we send it down in precise measure.

16. Bumi sebagai tempat tinggal.

Surah 40. Ghafir, Verse 64:

اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَارًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَرَزَقَكُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَتَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Indonesian:
Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebahagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam.

En: Khan:
Allah, it is He Who has made for you the earth as a dwelling place and the sky as a canopy, and has given you shape and made your shapes good (looking) and has provided you with good things. That is Allah, your Lord, then blessed be Allah, the Lord of the ‘Alamin (mankind, jinns and all that exists).

17. Kitaran hidup 1.

Surah 40. Ghafir, Verse 67:

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُونُوا شُيُوخًا وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ مِن قَبْلُ وَلِتَبْلُغُوا أَجَلًا مُّسَمًّى وَلَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
Indonesian:
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).

En: Khan:
He, it is Who has created you (Adam) from dust, then from a Nutfah [mixed semen drops of male and female discharge (i.e. Adam’s offspring)] then from a clot (a piece of coagulated blood), then brings you forth as children, then (makes you grow) to reach the age of full strength, and afterwards to be old (men and women), though some among you die before, and that you reach an appointed term, in order that you may understand.

18. Kitaran hidup 2.

Surah 30. Ar-Room, Verse 54:

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِن بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ
Indonesian:
Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

En: Khan:
Allah is He Who created you in (a state of) weakness, then gave you strength after weakness, then after strength gave (you) weakness and grey hair. He creates what He wills. And it is He Who is the All-Knowing, the All-Powerful (i.e. Able to do all things).
Surah 22. Al-Hajj, Verse 5:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Translation:
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

22:5. O people, if you have any doubt about resurrection, (remember that) we created you from dust, and subsequently from a tiny drop, which turns into a hanging (embryo), then it becomes a fetus that is given life or deemed lifeless. We thus clarify things for you. We settle in the wombs whatever we will for a predetermined period.* We then bring you out as infants, then you reach maturity. While some of you die young, others live to the worst age, only to find out that no more knowledge can be attained beyond a certain limit. Also, you look at a land that is dead, then as soon as we shower it with water, it vibrates with life and grows all kinds of beautiful plants.
19. Bangsa dan Takwa.

Surah 49. Al-Hujraat, Verse 13:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Melayu:
Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu dengan yang lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya di antara kamu, (bukan yang lebih keturunan atau bangsanya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya (akan keadaan dan amalan kamu).

En: Khan:
O mankind! We have created you from a male and a female, and made you into nations and tribes, that you may know one another. Verily, the most honourable of you with Allah is that (believer) who has At-Taqwa [i.e. one of the Muttaqun (pious – see V. 2:2). Verily, Allah is All-Knowing, All-Aware.

20. Hormati ibu bapa.

Surah 46. Al-Ahqaf, Verse 15:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Indonesian:
Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

En: Khan:
And We have enjoined on man to be dutiful and kind to his parents. His mother bears him with hardship and she brings him forth with hardship, and the bearing of him, and the weaning of him is thirty (30) months, till when he attains full strength and reaches forty years, he says: “My Lord! Grant me the power and ability that I may be grateful for Your Favour which You have bestowed upon me and upon my parents, and that I may do righteous good deeds, such as please You, and make my off-spring good. Truly, I have turned to You in repentance, and truly, I am one of the Muslims (submitting to Your Will).”

21. Agama ini untuk sekelian manusia.

Surah 21. Al-Anbiya, Verse 92:

إِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ
Indonesian:
Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.

En: Khan:
Truly! This, your Ummah [Sharia or religion (Islamic Monotheism)] is one religion, and I am your Lord, therefore worship Me (Alone). [Tafsir Ibn Kathir]

22. Mati, hidup, mati dan hidup.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 28:

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Indonesian:
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

En: Khan:
How can you disbelieve in Allah? Seeing that you were dead and He gave you life. Then He will give you death, then again will bring you to life (on the Day of Resurrection) and then unto Him you will return.

23. Tiada jalan keluar kali kedua.

Surah 40. Ghafir, Verse 11:

قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍ مِّن سَبِيلٍ
Indonesian:
Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?”

En: Khan:
They will say: “Our Lord! You have made us to die twice (i.e. we were dead in the loins of our fathers and dead after our deaths in this world), and You have given us life twice (i.e. life when we were born and life when we are Resurrected)! Now we confess our sins, then is there any way to get out (of the Fire)?”

24. Mati di mana?

Surah 31. Lukman, Verse 34.
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ
Melayu:
Dan di sisi Allah jualah pengetahuan yang tepat mengenai Saat. Dan Dialah yang menurunkan hujan, dan yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang mengetahui mengenai apa yang akan diusahakannya esok. Dan tiada seorangpun dapat mengetahui di bumi manakah dia akan mati. Dan Allah Maha Mengetahui, lagi Amat Meliputi pengetahuanNya.

Dr. Rashad:
31:34 With God is the knowledge about the Hour (end of the world). He is the One who sends down the rain, and He knows the contents of the womb. No soul knows what will happen to it tomorrow, and no one knows in which land he or she will die. God is Omniscient, Cognizant.

25. Hanya di bumi sahaja. Tidak di angkasa lepas.

Surah 7. Al-Araf, Verse 25:

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ
Indonesian:
Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

En: Khan:
He said: “Therein you shall live, and therein you shall die, and from it you shall be brought out (i.e. resurrected).”

26. Kematian itu tetap berlaku.

Surah 4. An-Nisa, Verse 78:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ وَإِن تُصِبْهُمْ
حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِكَ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ اللَّهِ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
Indonesian:
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

En: Khan:
“Wheresoever you may be, death will overtake you even if you are in fortresses built up strong and high!” And if some good reaches them, they say, “This is from Allah,” but if some evil befalls them, they say, “This is from you (O Muhammad SAW).” Say: “All things are from Allah,” so what is wrong with these people that they fail to understand any word?

27. Mati hanya sebentar sahaja.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 259:

أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِّلنَّاسِ وَانظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Indonesian:
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari”. Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

En: Khan:
Or like the one who passed by a town and it had tumbled over its roofs. He said: “Oh! How will Allah ever bring it to life after its death?” So Allah caused him to die for a hundred years, then raised him up (again). He said: “How long did you remain (dead)?” He (the man) said: “(Perhaps) I remained (dead) a day or part of a day”. He said: “Nay, you have remained (dead) for a hundred years, look at your food and your drink, they show no change; and look at your donkey! And thus We have made of you a sign for the people. Look at the bones, how We bring them together and clothe them with flesh”. When this was clearly shown to him, he said, “I know (now) that Allah is Able to do all things.”

28. Mati atas izin Allah swt.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 145:

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُّؤَجَّلًا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
Indonesian:
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

En: Khan:
And no person can ever die except by Allah’s Leave and at an appointed term. And whoever desires a reward in (this) world, We shall give him of it; and whoever desires a reward in the Hereafter, We shall give him thereof. And We shall reward the grateful

29. Kesenangan dunia yang diperdayakan.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 185:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Indonesian:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

En: Khan:
Everyone shall taste death. And only on the Day of Resurrection shall you be paid your wages in full. And whoever is removed away from the Fire and admitted to Paradise, he indeed is successful. The life of this world is only the enjoyment of deception (a deceiving thing).

30. Orang mati berbicara sebagai bukti juga tidak dipercayai.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 111:

وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَىٰ وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَّا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ
Indonesian:
Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

En: Khan:
And even if We had sent down unto them angels, and the dead had spoken unto them, and We had gathered together all things before their very eyes, they would not have believed, unless Allah willed, but most of them behave ignorantly.

31. Tidur juga adalah mati.

Surah 39. Az-Zumar, Verse 42:

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Indonesian:
Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.

En: Khan:
It is Allah Who takes away the souls at the time of their death, and those that die not during their sleep. He keeps those (souls) for which He has ordained death and sends the rest for a term appointed. Verily, in this are signs for a people who think deeply.

32. Bagaimana manusia dihidupkan kembali 1.

Surah 41. Fussilat, Verse 39:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنَّكَ تَرَى الْأَرْضَ خَاشِعَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ إِنَّ الَّذِي أَحْيَاهَا لَمُحْيِي الْمَوْتَىٰ إِنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Indonesian:
Dan di antara tanda-tanda-Nya (Ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

En: Khan:
And among His Signs (in this), that you see the earth barren, but when We send down water (rain) to it, it is stirred to life and growth (of vegetations). Verily, He Who gives it life, surely, (He) is Able to give life to the dead (on the Day of Resurrection). Indeed! He is Able to do all things.

33. Bagaimana manusia dihidupkan kembali 2.

Surah 43. Az-Zukhruf, Verse 11:

وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ
Indonesian:
Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).

En: Khan:
And Who sends down water (rain) from the sky in due measure. Then We revive a dead land therewith, and even so you will be brought forth (from the dead),

Surah 54. Al-Qamar, Verse 7:

خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنتَشِرٌ

Translation:
(Pada saat itu) masing-masing dengan keadaan menundukkan pandangannya kerana ketakutan keluar dari kubur seperti belalang yang terbang bertebaran.

[54:7] With their eyes humiliated, they come out of the graves like scattered locusts.

{Amat mudah sekali Allah SWT menghidupkan semula makhluknya. Bagaikan biji benih yang disirami dengan air kemudian dengan segera tumbuh begitulah nanti manusia dihidupkan semula. Apa tak percaya ke?}

34. Bagaimana manusia dihidupkan kembali 3.

Surah 31. Lukman, Verse 28:

مَّا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَٰحِدَةٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ
Melayu:
Soal menciptakan kamu semua, dan soal membangkitkan kamu hidup semula, hanya seperti satu {1} jiwa sahaja. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.

Dr. Rashad:
The creation and resurrection of all of you is the same as that of one person. God is Hearer, Seer.

35. Hidup dan mati sebagai ujian.

Surah 67. Al-Mulk, Verse 2:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Melayu:
Dia lah yang telah mentakdirkan adanya mati dan hidup (kamu) – untuk menguji dan menzahirkan keadaan kamu: siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya; dan Ia Maha Kuasa (membalas amal kamu), lagi Maha Pengampun, (bagi orang-orang yang bertaubat);

En: Khan:
Who has created death and life, that He may test you which of you is best in deed. And He is the All-Mighty, the Oft-Forgiving;

36. Amal soleh dan jahat sendiri yang tanggung.

Surah 41. Fussilat, Verse 46:

مَّنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ
Indonesian:
Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya.

En: Khan:
Whosoever does righteous good deed it is for (the benefit of) his ownself, and whosoever does evil, it is against his ownself, and your Lord is not at all unjust to (His) slaves.

37. Tiada syafaat kecuali dari Allah.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 94:

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَىٰ كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُم مَّا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ لَقَد تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمْ تَزْعُمُونَ
Indonesian:
Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafa’at yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).

En: Khan:
And truly you have come unto Us alone (without wealth, companions or anything else) as We created you the first time. You have left behind you all that which We had bestowed on you. We see not with you your intercessors whom you claimed to be partners with Allah. Now all relations between you and them have been cut off, and all that you used to claim has vanished from you.

38. Segalanya dijelaskan dengan terperinci.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 98:

وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ
Indonesian:
Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.

En: Khan:
It is He Who has created you from a single person (Adam), and has given you a place of residing (on the earth or in your mother’s wombs) and a place of storage [in the earth (in your graves) or in your father’s loins]. Indeed, We have explained in detail Our revelations (this Quran) for people who understand.

39. 3 pancaindera penting tetapi tidak digunakan sebaik mungkin.

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 78:

وَهُوَ الَّذِي أَنشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ
Indonesian:
Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.

En: Khan:
It is He, Who has created for you (the sense of) hearing (ears), sight (eyes), and hearts (understanding). Little thanks you give.

Surah 7. Al-Araf, Verse 179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk neraka jahanam, kebanyakan dari jin dan manusia yang mempunyai hati, tetapi tidak menggunakannya untuk memahami, dan mempunyai mata tidak menggunakannya untuk melihat dan mempunyai telinga tidak menggunakannya untuk mendengar. Mereka itu seperti binatang ternak, malah lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

And surely, We have created many of the jinns and mankind for Hell. They have hearts wherewith they understand not, they have eyes wherewith they see not, and they have ears wherewith they hear not (the truth). They are like cattle, nay even more astray; those! They are the heedless ones.

7:179 We have committed to Hell multitudes of jinns and humans. They have minds with which they do not understand, eyes with which they do not see, and ears with which they do not hear. They are like animals; no, they are far worse — they are totally unaware.

40. Perumpamaan kehidupan di dunia. 

Surah 10. Yunus, Verse 24:

إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ حَتَّىٰ إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Indonesian:
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.

En: Khan:
Verily the likeness of (this) worldly life is as the water (rain) which We send down from the sky, so by it arises the intermingled produce of the earth of which men and cattle eat until when the earth is clad with its adornments and is beautified, and its people think that they have all the powers of disposal over it, Our Command reaches it by night or by day and We make it like a clean-mown harvest, as if it had not flourished yesterday! Thus do We explain the Ayat (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, laws, etc.) in detail for the people who reflect.

Dr. Rashad:
“10:24 The analogy of this worldly life is like this: we send down water from the sky to produce with it all kinds of plants from the earth, and to provide food for the people and the animals. Then, just as the earth is perfectly adorned, and its people think that they are in control thereof, our judgment comes by night or by day, leaving it completely barren, as if nothing existed the previous day. We thus explain the revelations for people who reflect.”

41. Manusia dimuliakan dan lebih sempurna dari makhluk yang lain.

Surah 17. Al-Isra, Verse 70:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Indonesian:
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

En: Khan:
And indeed We have honoured the Children of Adam, and We have carried them on land and sea, and have provided them with At-Taiyibat (lawful good things), and have preferred them above many of those whom We have created with a marked preference.

42. Syaitan mengaku memperdaya manusia di akhirat nanti?

Surah 14. Ibrahim, Verse 22:

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنفُسَكُم مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Indonesian:
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

Shakir:
And the Shaitan shall say after the affair is decided: Surely Allah promised you the promise of truth, and I gave you promises, then failed to keep them to you, and I had no authority over you, except that I called you and you obeyed me, therefore do not blame me but blame yourselves: I cannot be your aider (now) nor can you be my aiders; surely I disbelieved in your associating me with Allah before; surely it is the unjust that shall have the painful punishment.

14:22 And the devil will say, after the judgment had been issued, “God has promised you the truthful promise, and I promised you, but I broke my promise. I had no power over you; I simply invited you, and you accepted my invitation. Therefore, do not blame me, and blame only yourselves. My complaining cannot help you, nor can your complaining help me. I have disbelieved in your idolizing me. The transgressors have incurred a painful retribution.”

43. Carilah negeri Akhirat tetapi jangan melupakan bahagian Dunia.

Surah 28. Al-Qasas, Verse 77:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Translation:
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

28:77. “Use the provisions bestowed upon you by GOD to seek the abode of the Hereafter, without neglecting your share in this world. Be charitable, as GOD has been charitable towards you. Do not keep on corrupting the earth. GOD does not love the corruptors.”

Amanah Saham Bumiputera (ASB).

Fatwa ini dikeluarkan pada tahun 2011 dan bukannya fatwa yg dikeluarkan oleh Majlis Fatwa Kebangsaan kerana PNB di bawah bidang kuasa Kerajaan Persekutuan. Untuk itu, kita perlu mendapatkan fatwa terkini dari Majlis Fatwa Kebangsaan.

[
Setelah meneliti setiap pandangan ahli mesyuarat dan hujah-hujah yang dikemukakan, maka Mesyuarat Jawatankuasa Fatwa Negeri Selangor Kali Ke 2/2011 yang bersidang pada 12hb. April 2011M bersamaan 8 Jumadal Ula 1432H telah bersetuju memutuskan bahawa Pelaburan Amanah Saham Nasional ( ASN ), Amanah Saham Bumiputera ( ASB ) dan Seumpamanya adalah tidak halal kerana masih belum menepati hukum syarak dengan alasan seperti berikut:

a.Skim Amanah Saham Nasional (ASN) dan Amanah Saham Bumiputera ( ASB )
secara jelas terlibat dalam aktiviti pelaburan yang bercampur-campur antara
patuh syariah dan tidak patuh syariah sebahagian besarnya adalah daripada
sektor kewangan konvensional. Ini berdasarkan hadis riwayat Jabir Al-Ja’fi
daripada Ibnu Mas’ud:

Maksudnya : “ Tidak bercampur antara yang halal dan yang haram, melainkan
mengalahkan yang haram atas yang halal”

b.Skim Amanah Saham Nasional ( ASN ) dan Amanah Saham Bumiputera ( ASB )
diklasifikasikan sebagai dana unit amanah tidak patuh syariah oleh Majlis
Penasihat Syariah Suruhanjaya Sekuriti kerana terlibat dalam pelaburan tidak
lulus syariah iaitu pelaburan dalam kaunter perbankan konvensional
berteraskan faedah melalui Maybank dan pasaran wang.

c.Sumbangan kepada tidak patuh syariah adalah terbesar yang tidak bertepatan
dengan kehendak syarak serta kadar yang berubah-ubah ini menyukarkan pelabur untuk membuat pembersihan terhadap hasil dividen
]

Hanya Allah swt sahaja yang boleh mengeluarkan Hukum. Yakni Fardu, Halal dan Haram.

Menetapkan hukum hanya hak Allah bukannya Nabi Muhammad.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 57:

قُلْ إِنِّي عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّي وَكَذَّبْتُم بِهِ مَا عِندِي مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ يَقُصُّ الْحَقَّ وَهُوَ خَيْرُ الْفَاصِلِينَ

Indonesian:
Katakanlah: “Sesungguhnya aku berada di atas hujjah yang nyata (Al Quran) dari Tuhanku, sedang kamu mendustakannya. Tidak ada padaku apa (azab) yang kamu minta supaya disegerakan kedatangannya. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik”.

En: Khan:
Say (O Muhammad SAW): “I am on clear proof from my Lord (Islamic Monotheism), but you deny (the truth that has come to me from Allah). I have not gotten what you are asking for impatiently (the torment). The decision is only for Allah, He declares the truth, and He is the Best of judges.”

Yang Sunat datangnya dari Nabi Muhammad saw.

Selain itu, hukum juga dikeluarkan oleh Majlis Fatwa merujuk kepada AlQuran dan Hadis. Satu perkara kita mesti ingat semuanya tidak harus bercanggah di antara satu sama lain. Jika terdapat percanggahan, maka AlQuran mengatasi (take precedent) segala-galanya.

Surah 4. An-Nisa, Verse 59:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Translation:
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

4:59. O you who believe, you shall obey GOD, and you shall obey the messenger, and those in charge among you. If you dispute in any matter, you shall refer it to GOD and the messenger, if you do believe in GOD and the Last Day. This is better for you, and provides you with the best solution.

Setiap Hukum yang tuhan turunkan ada sebab musababnya (cause and effect). Kemungkinan 99% daripadanya.

Contoh:

a. Mengambil Wuduk. Untuk kebersihan.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Translation:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

b. Darah Haidh. Ianya kotor.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 222:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Translation:
Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

c. Makanan yang haram. Bangkai, Darah dan Babi itu jijik dan kotor.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 145:
قُل لَّا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلَّا أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Indonesian:
Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi — karena sesungguhnya semua itu kotor — atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Shakir:
Say: I do not find in that which has been revealed to me anything forbidden for an eater to eat of except that it be what has died of itself, or blood poured forth, or flesh of swine– for that surely is unclean– or that which is a transgression, other than (the name of) Allah having been invoked on it; but whoever is driven to necessity, not desiring nor exceeding the limit, then surely your Lord is Forgiving, Merciful.

6:145. Say, “I do not find in the revelations given to me any food that is prohibited for any eater except: (1) carrion, (2) running blood, (3) the meat* of pigs, for it is contaminated, and (4) the meat of animals blasphemously dedicated to other than GOD.” If one is forced (to eat these), without being deliberate or malicious, then your Lord is Forgiver, Most Merciful.

d. Arak dan judi. Ianya melalaikan. Lebih buruk dari baik.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 219:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Translation:
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

Surah 5. Al-Maeda, Verse 90:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Translation:
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

5:90. O you who believe, intoxicants, and gambling, and the altars of idols, and the games of chance are abominations of the devil; you shall avoid them, that you may succeed.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 91:

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ

Translation:
Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).

5:91. The devil wants to provoke animosity and hatred among you through intoxicants and gambling, and to distract you from remembering GOD, and from observing the Contact Prayers (Salat). Will you then refrain?

e. Membunuh. Seperti membunuh Manusia keseluruhannya.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 32:

مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَن قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

Translation:
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

5:32. Because of this, we decreed for the Children of Israel that anyone who murders any person who had not committed murder or horrendous crimes, it shall be as if he murdered all the people. And anyone who spares a life, it shall be as if he spared the lives of all the people. Our messengers went to them with clear proofs and revelations, but most of them, after all this, are still transgressing.

f. Zina. Perbuatan keji dan jahat.

Surah 17. Al-Isra, Verse 32:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Translation:
Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan).

17:32. You shall not commit adultery; it is a gross sin, and an evil behavior.

Begitu juga ASB. Kita kena mengenalpasti cause and effect nya.

Adakah ianya kotor?
Adakah ianya memudharatkan?
Adakah ianya menghayalkan?
Adakah ianya merugikan?
Adakah ianya seperti membunuh Manusia sejagat?
Adakah ianya keji?

Saya rasa TIDAK. Saya harap apa yg telah difatwakan diterima dengan suci hati.

Dan ini dia pelaburan / perniagaan yang tidak akan merugikan sesiapa.

Surah 35. Fatir, Verse 29:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ

Translation:
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

Duit yang lebih tu buatlah bersadaqah, berzakat dan berinfaq walaupun dalam waktu susah.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 134:

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Translation:
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

3:134. who give to charity during the good times, as well as the bad times. They are suppressors of anger, and pardoners of the people. GOD loves the charitable.

[
http://asbclub4u.blogspot.my/2014/12/hukum-pelaburan-asnasb.html?m=1

Pada dasarnya: Majlis Penasihat Syariah, Suruhanjaya Sekuriti (MPS SC), bersama Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia (MKI) dan negeri2 spt Kelantan, N9, Terengganu, WPKL telah bersetuju bahawa hukum melabur dalam syarikat bercampur itu adalah HARUS. Tetapi bagi memudahkan usaha menyaring syarikat2 yg disenaraikan di Bursa Malaysia, pihak MPS SC telah berijtihad berkenaan dgn % percampuran yg dibenarkan.

ASB tidak menepati tanda aras yg diijtihadkan oleh MPS SC. Dari segi hukum, adalah HARUS melabur dalam syarikat/dana yg terlibat dalam aktiviti bercampur.
]