@Salat. (Tazkirah)

oleh kepten@z

{Bacalah dengan hati yang terbuka. Semoga Allah mencukupkan RahmatNya. }

1. Salat difardhukan kepada umat Nabi Muhammad.

Surah 20. Taha, Verse 132:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Indonesian:
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

En: Khan:
And enjoin As-Salat (the prayer) on your family, and be patient in offering them [i.e. the Salat (prayers)]. We ask not of you a provision (i.e. to give Us something: money, etc.); We provide for you. And the good end (i.e. Paradise) is for the Muttaqun (pious – see V. 2:2).

{Perintah mengerjakan salat dan sabar dan tekun menunaikannya. Ayat ini dikaitkan dengan rezeki. Apa yang pasti di sini walaupun perintah itu datangnya dari Allah tetapi Allah tidak mengharap salat itu. Kalau umatnya tidak melakukan salat ianya tidak akan mendatangkan kemudharatan sedikit pun kepada Allah SWT. Sebaliknya kemudharatan itu kepada manusia itu sendiri. Sesungguhnya sekiranya kita sabar dan tekun melaksanakannya maka ianya adalah kejayaan sebenar bagi orang-orang yang bertakwa.}

2. Salat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Surah 29. Al-Ankaboot, Verse 45:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Indonesian:
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

En: Khan:
Recite (O Muhammad SAW) what has been revealed to you of the Book (the Quran), and perform As-Salat (Iqamat-as-Salat). Verily, As-Salat (the prayer) prevents from Al-Fahsha’ (i.e. great sins of every kind, unlawful sexual intercourse, etc.) and Al-Munkar (i.e. disbelief, polytheism, and every kind of evil wicked deed, etc.) and the remembering (praising, etc.) of (you by) Allah (in front of the angels) is greater indeed [than your remembering (praising, etc.) Allah in prayers, etc.]. And Allah knows what you do.

{Ayat ini dimulakan dengan bacalah apa yang telah diwahyukan dan diikuti dengan kewajipan mengerjakan salat. Pertama baca AlQuraan dan kedua Salat. Selalunya apa yang kita selalu lakukan ialah terus mengerjakan salat tanpa membaca terlebih dahulu AlQuraan. Baca AlQuraan dulu baru bersalat inilah yang patut kita lakukan setiap masuknya waktu salat. Salat itu juga apabila dilakukan akan menghindari manusia dari melakukan perbuatan keji dan mungkar atau apabila nak buat perkara-perkara yang tak elok kita salat. In Sya Allah, kita akan terus menerus menghindari dari melakukan perbuatan keji dan mungkar. Jadi objektif utama kita mengingati Allah melalu salat adalah untuk menghindari dari melakukan perbuatan keji dan mungkar dan Allah SWT mengetahui segala apa yang kita lakukan. Perlu diingatkan disini objektif salat bukanlah kita takut disembahyangkan yang selalu kita jumpa dipaparkan di papan-papan tanda. Sembahyanglah kamu sebelum kamu disembahyangkan bukanlah perintah Allah dan ianya tidak mempunyai sebarang matlamat dan ungkapan ini bukannya datang dari AlQuraan. Sekiranya ianya bukan dari AlQuraan maka ianya boleh diabaikan dan inilah yang sering berlaku.}

3. Salat difardhukan kepada umat Nabi Ibrahim.

Surah 14. Ibrahim, Verse 37:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Indonesian:
Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

En: Khan:
“O our Lord! I have made some of my offspring to dwell in an uncultivable valley by Your Sacred House (the Ka’bah at Makkah); in order, O our Lord, that they may perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), so fill some hearts among men with love towards them, and (O Allah) provide them with fruits so that they may give thanks.

{Ini adalah doa Nabi Ibrahim AS yang termasyhur. Keturunannya telah ditinggalkan di Makkah yang mana pada masa itu adalah sebuah tanah gersang. Di tempatkan di situ kerana terdapatnya Rumah Suci iaitu Kaabah. Ini bermakna Kaabah telah lama wujud sebelum itu lagi. Ini sebenarnya adalah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk tinggal di Makkah yang pada satu hari nanti Makkah akan muncul sebagai sebuah bandaraya yang paling pesat dan paling makmur di dunia. Dari doa ini juga, cuba kita lihat Makkah sekarang ini dari sebuah tanah gersang telah menjadi sebuah pusat atau tempat yang amat sibuk sekali di dunia yang dikunjungi umat Islam dari pelosok dunia. Maka benarlah janji Allah itu untuk menjadikan Makkah sebagai tempat yang termasyhur dan Nabi Ibrahim AS sebagai pemimpin terulung.}

Surah 2. Al-Baqara, Verse 124:

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Indonesian:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

En: Khan:
And (remember) when the Lord of Ibrahim (Abraham) [i.e., Allah] tried him with (certain) Commands, which he fulfilled. He (Allah) said (to him), “Verily, I am going to make you a leader (Prophet) of mankind.” [Ibrahim (Abraham)] said, “And of my offspring (to make leaders).” (Allah) said, “My Covenant (Prophethood, etc.) includes not Zalimun (polytheists and wrong-doers).”

{Di sini dengan jelas dinyatakan bahawa Nabi Ibrahin AS adalah Imam bagi seluruh manusia. Dari keturunannya juga muncul ramai lagi nabi di atas muka bumi ini. Dua daripadanya adalah Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW dan Nabi Muhammad adalah penutup segala nabi (The seal of prophethood). Nabi Ibrahim AS juga berdoa supaya darah keturunannya juga dilantik menjadi imam tetapi Allah menerimanya dengan syarat. Jika keturunan Nabi Ibrahim itu menjadi zalim, maka Allah SWT tidak menerimanya sebagai imam. Jadi mana-mana keturunan dari Nabi Ibrahim sehingga ke Nabi Muhammad SAW yang zalim tidak layak untuk menjadi imam atau pemimpin. }

4. Salat difardhukan kepada umat Nabi Musa.

Surah 10. Yunus, Verse 87:

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Indonesian:
Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”.

En: Khan:
And We inspired Musa (Moses) and his brother (saying): “Take dwellings for your people in Egypt, and make your dwellings as places for your worship, and perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give glad tidings to the believers.”

5. Salat difardhukan kepada umat Nabi Isa.

Surah 19. Maryam, Verse 30:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

Indonesian:
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

En: Khan:
“He [‘Iesa (Jesus)] said: Verily! I am a slave of Allah, He has given me the Scripture and made me a Prophet;”

Surah 19. Maryam, Verse 31:

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

Indonesian:
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

En: Khan:
“And He has made me blessed wheresoever I be, and has enjoined on me Salat (prayer), and Zakat, as long as I live.”

5. Basuh muka dan tangan dan sapu kepala dan kaki dengan air sebelum salat. Jika tiada air, tayammum.
Surah 5. Al-Maeda, Verse 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

En: Khan:
O you who believe! When you intend to offer As-Salat (the prayer), wash your faces and your hands (forearms) up to the elbows, rub (by passing wet hands over) your heads, and (wash) your feet up to ankles. If you are in a state of Janaba (i.e. had a sexual discharge), purify yourself (bathe your whole body). But if you are ill or on a journey or any of you comes from answering the call of nature, or you have been in contact with women (i.e. sexual intercourse) and you find no water, then perform Tayammum with clean earth and rub therewith your faces and hands. Allah does not want to place you in difficulty, but He wants to purify you, and to complete His Favour on you that you may be thankful.

{Ayat ini jika dibaca dengan teliti ianya amat jelas sekali. Pertama ditujukan kepada orang yang percaya. Kedua, bila hendak mengerjakan salat Allah SWT mengarahkan kita membasuh muka dan tangan. Ketiga, sapu kepala dan kaki. (امْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ) Banyak terjemahan yang telah menambah perkataan basuh dalam kurungan sedangkan perkataan sebenar adalah sapu sahaja. Cuba bandingkan perkataan ini dengan perkataan untuk tayammum. Sapu muka dan tangan. (فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم) Diperhatikan juga perkataan wudhu itu tidak langsung disebut. Keempat, sekiranya berjunub mandi. Ayat berikutnya membawa dua maksud sekaligus. Pertama kita dikehendaki bertayammum sekiranya tiada air dan keduanya perkara-perkara yang boleh membatalkan air sembahyang itu. Tayammum pula memerluka tanah dan bukannya pasir. Mengapa tanah? Mungkin kerana manusia itu sendiri dijadikan daripada tanah. Tanah liat hitam lagi busuk. Atau sifat tanah itu sendiri yang menuetralkan segala-galanya seperti earth wire untuk hal berkaitan elektrik. Bahagian terakhir kepada ayat ini adalah penjelasan mengapa Allah menyuruh kita melakukannya. Pertama, Allah tidak mahu menyusahkan orang yang percaya tetapi maukan umatnya bersih. Sekiranya tiada air, tayammum sudah memadai. Sila hayati perkataan menyulitkan atau menyusahkan. Ianya merujuk kepada tidak memperolehi air dan tidak ada syarat khusus yang dikenakan. Kedua, Allah maukan bersih apabila umatnya mau menunaikan salat dan kesemua perbuatan mengambil air sembahyang, mandi wajib dan tayammum menjadikan kita bersih yang sama taraf dengannya walaupun caranya berbeza. Ketiga, Allah melengkapkan nikmatnya (to complete his favours) semoga kita bersyukur. Tetapi ramai daripada kita tidak bersyukur. Mengapa? Kemungkinan kita gagal menghayati intipati ayat ini.}

6. Kalau mabuk jangan salat.

Surah 4. An-Nisa, Verse 43:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

En: Khan:
O you who believe! Approach not As-Salat (the prayer) when you are in a drunken state until you know (the meaning) of what you utter, nor when you are in a state of Janaba, (i.e. in a state of sexual impurity and have not yet taken a bath) except when travelling on the road (without enough water, or just passing through a mosque), till you wash your whole body. And if you are ill, or on a journey, or one of you comes after answering the call of nature, or you have been in contact with women (by sexual relations) and you find no water, perform Tayammum with clean earth and rub therewith your faces and hands (Tayammum). Truly, Allah is Ever Oft-Pardoning, Oft-Forgiving.

{Ayat ini berbentuk negatif dan ditujukan kepada orang yang percaya. Jangan salat kalau mabuk sehingga kita tahu apa yang kita sebutkan. Dengan lain perkataan kalau mabuk pun kena salat bila dah sedar dan Allah Maha Pemaaf dan Maha Pengampun.}

7. Palingkan wajah ke arah Masjidil Haram semasa salat.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 149:

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِنَّهُ لَلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Indonesian:
Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

En: Khan:
And from wheresoever you start forth (for prayers), turn your face in the direction of Al-Masjid-al-Haram (at Makkah), that is indeed the truth from your Lord. And Allah is not unaware of what you do.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 150:

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Indonesian:
Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

En: Khan:
And from wheresoever you start forth (for prayers), turn your face in the direction of Al-Masjid-al-Haram (at Makkah), and wheresoever you are, turn your faces towards, it (when you pray) so that men may have no argument against you except those of them that are wrong-doers, so fear them not, but fear Me! – And so that I may complete My Blessings on you and that you may be guided.

Surah 7. Al-Araf, Verse 29:

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Indonesian:
Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)”.

En: Khan:
Say (O Muhammad SAW): My Lord has commanded justice and (said) that you should face Him only (i.e. worship none but Allah and face the Qiblah, i.e. the Ka’bah at Makkah during prayers) in each and every place of worship, in prayers (and not to face other false deities and idols), and invoke Him only making your religion sincere to Him by not joining in worship any partner to Him and with the intention that you are doing your deeds for Allah’s sake only. As He brought you (into being) in the beginning, so shall you be brought into being (on the Day of Resurrection) [in two groups, one as a blessed one (believers), and the other as a wretched one (disbelievers)].

“7:29 Say, “My Lord advocates justice, and to stand devoted to Him alone at every place of worship. You shall devote your worship absolutely to Him alone. Just as He initiated you, you will ultimately go back to Him.””
via iQuran

{Palingkan muka kamu di mana kamu berada. Masa bila kita mesti memalingkan muka ke arah Masjidil Haraam? Di sini disebutkan Masjidil Haraam dan bukannya Kaabah. Jadi kiblat sebenar bagi umat Islam adalah Masjidil Haraam dan bukannya Kaabah yang seperti kita ketahui selama ini.}

8. Berdua atau sendiri ketika salat.

Surah 34. Saba, Verse 46:

قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُم بِوَاحِدَةٍ أَن تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَّكُم بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

Indonesian:
Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.

En: Khan:
Say (to them O Muhammad SAW): “I exhort you on one (thing) only: that you stand up for Allah’s sake in pairs and singly, and reflect (within yourselves the life history of the Prophet SAW): there is no madness in your companion (Muhammad SAW), he is only a warner to you in face of a severe torment.”

9. Salat Qasar.

Surah 4. An-Nisa, Verse 101:

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِينًا

Indonesian:
Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

En: Khan:
And when you (Muslims) travel in the land, there is no sin on you if you shorten your Salat (prayer) if you fear that the disbelievers may attack you, verily, the disbelievers are ever unto you open enemies.

Surah 4. An-Nisa, Verse 102:

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَىٰ أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

Indonesian:
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

En: Khan:
When you (O Messenger Muhammad SAW) are among them, and lead them in As-Salat (the prayer), let one party of them stand up [in Salat (prayer)] with you taking their arms with them; when they finish their prostrations, let them take their positions in the rear and let the other party come up which has not yet prayed, and let them pray with you taking all the precautions and bearing arms. Those who disbelieve wish, if you were negligent of your arms and your baggage, to attack you in a single rush, but there is no sin on you if you put away your arms because of the inconvenience of rain or because you are ill, but take every precaution for yourselves. Verily, Allah has prepared a humiliating torment for the disbelievers.

{Dalam AlQuraan langsung tidak disebutkan fasal salat jamaq. Yang ada salat hari Jumaa sahaja. Selain daripada itu ada disebut juga salat qasar iaitu memendekkan salat ketika berperang dan ditakuti diserang musuh. Itupun dilakukan secara berlapis supaya tidak menggoyahkan benteng pertahanan. Sekarang lain pula yang berlaku. Kita menqasar dan menjamaq salat tanpa sebab yang kukuh dan boleh dibuat untuk satu tempoh tertentu sedangkan tidak ada sebab untuk berbuat demikian.}

10. Zikir selepas salat waktu berdiri, duduk atau berbaring.

Surah 4. An-Nisa, Verse 103:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Indonesian:
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

En: Khan:
When you have finished As-Salat (the prayer – congregational), remember Allah standing, sitting down, and lying down on your sides, but when you are free from danger, perform As-Salat (Iqamat-as- Salat). Verily, the prayer is enjoined on the believers at fixed hours.

{Adakah kita jadikan zikir itu satu amalan selepas salat? Jika belum, mulakan sekarang kerana ianya adalah satu perintah bukannya perkara sunat dibuat dapat pahala dan jika ditinggalkan tidak mengapa.}

11. Suara sederhana tidak terlalu kuat atau terlalu perlahan ketika salat dan doa. 

Surah 17. Al-Isra, Verse 110:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Indonesian:
Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”.

En: Khan:
Say (O Muhammad SAW): “Invoke Allah or invoke the Most Beneficent (Allah), by whatever name you invoke Him (it is the same), for to Him belong the Best Names. And offer your Salat (prayer) neither aloud nor in a low voice, but follow a way between.

{Salat mesti mengeluarkan suara tetapi perlahan tidak kira waktunya. Apa yang berlaku sekarang salat Zuhur dan Asar berjemaah senyap sesenyapnya. Mengapa?}

12. Perintahkan anak mengerjakan salat.

Surah 31. Luqman, Verse 17:

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Indonesian:
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

En: Khan:
“O my son! Aqim-is-Salat (perform As-Salat), enjoin (people) for Al-Ma’ruf (Islamic Monotheism and all that is good), and forbid (people) from Al-Munkar (i.e. disbelief in the Oneness of Allah, polytheism of all kinds and all that is evil and bad), and bear with patience whatever befall you. Verily! These are some of the important commandments ordered by Allah with no exemption.

13. Salat adalah fardhu yang ditentukan waktunya.

Surah 4. An-Nisa, Verse 103:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Indonesian:
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

En: Khan:
When you have finished As-Salat (the prayer – congregational), remember Allah standing, sitting down, and lying down on your sides, but when you are free from danger, perform As-Salat (Iqamat-as- Salat). Verily, the prayer is enjoined on the believers at fixed hours.

Salat Subuh dan Isyak

Surah 24. An-Noor, Verse 58:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِّن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Shakir:
O you who believe! let those whom your right hands possess and those of you who have not attained to puberty ask permission of you three times; before the morning prayer, and when you put off your clothes at midday in summer, and after the prayer of the nightfall; these are three times of privacy for you; neither is it a sin for you nor for them besides these, some of you must go round about (waiting) upon others; thus does Allah make clear to you the communications, and Allah is Knowing, Wise.

Salat Zuhur

Surah 17. Al-Isra, Verse 78:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Indonesian:
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Shakir:
Keep up prayer from the declining of the sun till the darkness of the night and the morning recitation; surely the morning recitation is witnessed.

Salat Asar

Surah 2. Al-Baqara, Verse 238:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Indonesian:
Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.

Shakir:
Attend constantly to prayers and to the middle prayer and stand up truly obedient to Allah.

Salat Isyak

Surah 11. Hud, Verse 114:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Indonesian:
Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Shakir:
And keep up prayer in the two parts of the day and in the first hours of the night; surely good deeds take away evil deeds this is a reminder to the mindful.

Surah 30. Ar-Room, Verse 17:

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ

Translation:
Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh,

30:17. Therefore, you shall glorify GOD when you retire at night, and when you rise in the morning.

Surah 30. Ar-Room, Verse 18:

وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ

Translation:
dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur.

30:18. All praise is due to Him in the heavens and the earth, throughout the evening, as well as in the middle of your day.

14. Salat Tahajjud sebagai ibadat tambahan.

Surah 17. Al-Isra, Verse 79:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Indonesian:
Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

En: Khan:
And in some parts of the night (also) offer the Salat (prayer) with it (i.e. recite the Quran in the prayer), as an additional prayer (Tahajjud optional prayer Nawafil) for you (O Muhammad SAW). It may be that your Lord will raise you to Maqaman Mahmuda (a station of praise and glory, i.e. the highest degree in Paradise!).

{Kalau maukan tempat atau kedudukan yang tinggi dan terpuji di syurga, amalkan salat Tahajjud. Sesungguhnya salat Tahajjud dinyatakan dengan jelas di dalam AlQuraan. Bagaimanapun, umat Islam lebih gemar melaksanakan salat-salat yang lain seperti Tarawikh, Dhuha, Witir dll yang tidak diketahui ganjarannya. Seperkara lagi sebahagian daripada ayat ini telah dipotong dan dijadikan sebahagian daripada doa selepas azan.}

15. Salat Hari Jumaat

Surah 62. Al-Jumua, Verse 9:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Indonesian:
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

En: Khan:
O you who believe (Muslims)! When the call is proclaimed for the Salat (prayer) on the day of Friday (Jumu’ah prayer), come to the remembrance of Allah [Jumu’ah religious talk (Khutbah) and Salat (prayer)] and leave off business (and every other thing), that is better for you if you did but know!

{Yang betulnya ‘salat pada hari Jumaat’ dan bukannya ‘salat Jumaat’. Ini adalah satu contoh bagaimana kita telah dipesongkan. Nampak macam mudah tapi kita tidak peka dengan perintah dari AlQuraan itu. Kita hanya mengambil sikap sambil lewa dan menganggapnya sebagai satu perkara remeh. Salat ini dilakukan setiap minggu tetapi kita tidak lakukan dengan sempurna sedangkan salat pada hari Jumaat tu adalah baik bagi kita tetapi kita tidak mengetahuinya. Ada juga fatwa yang membolehkan seseorang itu meninggalkan salat pada hari Jumaa tidak melebihi 3 kali berturut-turut. Ini semuanya adalah bida’ah dan hendaklah diberhentikan. Seperkara lagi kita hendaklah meninggalkan jual beli dan ke masjid dan berzikir. Perkataan lain bagi jual beli adalah bisnes dan segala jenis bisnes perlulah ditinggalkan dan tunaikan salat hari Jumaat.}

16. Hari Jumaat hari kerja.

Surah 62. Al-Jumua, Verse 10:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَl

Indonesian:
Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

En: Khan:
Then when the (Jumu’ah) Salat (prayer) is finished, you may disperse through the land, and seek the Bounty of Allah (by working, etc.), and remember Allah much, that you may be successful.

17. Salat dan Zakat.

{Kebiasaannya perintah salat dari AlQuraan akan disusuli dengan perintah zakat. Ini menandakan bahawa ibadat zakat tidak kurang pentingnya dengan ibadat salat. Kalau salat difardhukan 5 kali sehari begitu juga dengan amalan zakat. Ada lebih 80 ayat-ayat AlQuraan yang memerintah mengerjakan salat. Dari jumlah ini, lebih 20 daripadanya (25%) mengandungi perintah salat dan zakat dalam satu ayat. Perintah ini tidak termasuk infaq, sadaqah dan derma. Secara perkiraan matematik mudah, umat Islam dikehendaki mengeluarkan zakat sekali setiap hari atau sekali setiap minggu. Surah Al-Anaam 6:141 menjelaskan bahawa zakat perlu dilaksanakan setelah selesai hari penuaian atau dalam zaman moden ini ianya dipanggil hari gaji yakni setiap bulan. Amaun atau kuantiti terlibat tidak dinyatakan dengan jelas tetapi sebahagian dari rezeki yang Allah berikan. Perlu diingatkan juga perintah zakat fitrah tidak terdapat di dalam AlQuraan.}

Surah 2. Al-Baqara, Verse 43:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Indonesian:
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

En: Khan:
And perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give Zakat, and Irka’ (i.e. bow down or submit yourselves with obedience to Allah) along with Ar-Raki’un.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 110:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Indonesian:
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

En: Khan:
And perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give Zakat, and whatever of good (deeds that Allah loves) you send forth for yourselves before you, you shall find it with Allah. Certainly, Allah is All-Seer of what you do.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 277:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Indonesian:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

En: Khan:
Truly those who believe, and do deeds of righteousness, and perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give Zakat, they will have their reward with their Lord. On them shall be no fear, nor shall they grieve.

18. Pakaian ke Masjid

Surah 7. Al-Araf, Verse 31:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Indonesian:
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Shakir:
O children of Adam! attend to your embellishments at every time of prayer, and eat and drink and be not extravagant; surely He does not love the extravagant.

{Ayat ini dimulai dengan Hai anak Adam yang membawa maksud orang-orang yang percaya (beriman) dan orang-orang yang tak percaya (kafir) apabila hendak memasuki masjid hendaklah berpakaian cantik dan beradab. Bukannya berpakaian tak senonoh. Ada juga di antara kita yang menunaikan salat hari Jumaa memakai baju singkat dan apabila sujud nampak lurah punggung. Dalam AlQuraan tidak dinyatakan had berpakaian bagi kaum lelaki. Yang diamalkan sekarang ialah di antara pusat (belly button) dan lutut. Peraturan ini amat lemah kerana ianya boleh dipertikaikan. Bagaimanapun, di dalam AlQuraan, ianya amat jelas sekali iaitu berpakaian cantik dan beradab. Ayat ini juga disambung dengan makan dan minumlah tetapi bersyarat iaitu jangan melampaui batas atau jangan berlebihan atau jangan membazir. Allah tidak mencintai mereka yang melampaui batas. Ini adalah salah satu cara jika kita mahu Allah SWT mencintai kita sepanjang masa. Bukan sahaja salat tetapi dengan makan dan minum dengan cara yang sederhana Allah akan mencintai kita. Hadis Nabi Muhammad SAW yang mengatakan kita adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti sebelum kenyang ada kebenarannya. Maka bolehlah kita katakan bahawa hadis ini adalah benar kerana ianya tidak bercanggah dengan fakta dari AlQuraan.}

———–
Hadis ini memang diriwayatkan dari sebagian sahabat yang bertugas sebagai utusan, namun sanadnya dhaif. Diriwayatkan bahwa para sahabat tersebut berkata dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam:

نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ

“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.”
————

19. Ganjaran.

a. Menjaga Amanah.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 32:

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Indonesian:
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

En: Khan:
And those who keep their trusts and covenants;

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 8:

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Indonesian:
Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

Shakir:
And those who are keepers of their trusts and their covenant,

b. Saksi benar.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 33:

وَالَّذِينَ هُم بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ

Indonesian:
Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.

En: Khan:
And those who stand firm in their testimonies;

c. Memelihara salat.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 34:

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Indonesian:
Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.

En: Khan:
And those who guard their Salat (prayers) well.

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 9:

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Indonesian:
dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

Shakir:
And those who keep a guard on their prayers;

{Memelihara salat itu seperti terus melakukan salat apabila masuk waktu dan salat penuh mengikut rakaat yang telah ditetapkan.}

d. Ganjaran syurga.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 35:

أُولَٰئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُّكْرَمُونَ

Indonesian:
Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

En: Khan:
Such shall dwell in the Gardens (i.e. Paradise) honoured.

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 11:

الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Indonesian:
(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Shakir:
Who shall inherit the Paradise; they shall abide therein.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s