Satan’s Statutory Declaration. Pengakuan Bersumpah Syaitan.

Surah 14. Ibrahim, Verse 22:

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنفُسَكُم مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Translation:
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.

14:22. And the devil will say, after the judgment had been issued, “GOD has promised you the truthful promise, and I promised you, but I broke my promise. I had no power over you; I simply invited you, and you accepted my invitation. Therefore, do not blame me, and blame only yourselves. My complaining cannot help you, nor can your complaining help me. I have disbelieved in your idolizing me. The transgressors have incurred a painful retribution.”

Siapakah orang yang paling Rugi amalannya? (The Worst Losers)

Surah 18. Al-Kahf, Verse 103:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا

Translation:
Katakanlah (wahai Muhammad): “Mahukah Kami khabarkan kepada kamu akan orang-orang yang paling rugi amal-amal perbuatannya?

Surah 18. Al-Kahf, Verse 104:

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Translation:
(Iaitu) orang-orang yang telah sia-sia amal usahanya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahawa mereka sentiasa betul dan baik pada apa sahaja yang mereka lakukan”.

Surah 18. Al-Kahf, Verse 105:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا

Translation:
Merekalah orang-orang yang kufur ingkar akan ayat-ayat Tuhan mereka dan akan pertemuan denganNya; oleh itu gugurlah amal-amal mereka; maka akibatya Kami tidak akan memberi sebarang timbangan untuk menilai amal mereka, pada hari kiamat kelak.

Sura 18 – The Cave (Al-Kahf) الكهف

103. Say, “Shall I tell you who the worst losers are?
104. “They are the ones whose works in this life are totally astray, but they think that they are doing good.”
105. Such are the ones who disbelieved in the revelations of their Lord and in meeting Him. Therefore, their works are in vain; on the Day of Resurrection, they have no weight.

Commandment to Mankind.

Al-Quran is not only for Muslim. It also for the Mankind as a whole as well as for the Jinn. Below are few Ayats referring to Mankind for them to worship Allah.

1. Allah created human beings. Therefore, worship Him alone.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 21:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Translation:
Wahai sekalian manusia! Beribadatlah kepada Tuhan kamu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang terdahulu daripada kamu, supaya kamu (menjadi orang-orang yang) bertaqwa.

2. Not only human beings, Allah also created Earth, Water, Foods as Provisions. Therefore, do not worship Idols.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 22:

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَّكُمْ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Translation:
Dia lah yang menjadikan bumi ini untuk kamu sebagai hamparan, dan langit (serta segala isinya) sebagai bangunan (yang dibina dengan kukuhnya); dan diturunkanNya air hujan dari langit, lalu dikeluarkanNya dengan air itu berjenis-jenis buah-buahan yang menjadi rezeki bagi kamu; maka janganlah kamu mengadakan bagi Allah, sebarang sekutu, padahal kamu semua mengetahui (bahawa Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa).

3. The Challenge. Then produce similar book if you think you can.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 23:

وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

Translation:
Dan kalau kamu ada menaruh syak tentang apa yang Kami turunkan (Al-Quran) kepada hamba kami (Muhammad), maka cubalah buat dan datangkanlah satu surah yang sebanding dengan Al-Quran itu, dan panggilah orang-orang yang kamu percaya boleh menolong kamu selain dari Allah, jika betul kamu orang-orang yang benar.

4. You will not be able, definitely NOT.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 24:

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا وَلَن تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

Translation:
Maka kalau kamu tidak dapat membuatnya, dan sudah tentu kamu tidak dapat membuatnya, maka peliharalah diri kamu dari api neraka yang bahan-bahan bakarannya: manusia dan batu-batu (berhala), (iaitu neraka) yang disediakan untuk orang-orang kafir.

Sura 2 – The Heifer (Al-Baqarah) البقرة

2:21. O people, worship only your Lord—the One who created you and those before you—that you may be saved.
2:22. The One who made the earth habitable for you, and the sky a structure. He sends down from the sky water, to produce all kinds of fruits for your sustenance. You shall not set up idols to rival GOD, now that you know.
2:23. If you have any doubt regarding what we revealed to our servant*, then produce one sura like these, and call upon your own witnesses against GOD, if you are truthful.
2:24. If you cannot do this—and you can never do this—then beware of the Hellfire, whose fuel is people and rocks; it awaits the disbelievers.

Satan’s Promises versus Allah’s Promises


Satan’s Promises.

Surah 4. An-Nisa, Verse 118:

لَّعَنَهُ اللَّهُ وَقَالَ لَأَتَّخِذَنَّ مِنْ عِبَادِكَ نَصِيبًا مَّفْرُوضًا

Translation:
Yang telah dilaknat oleh Allah, dan yang telah mengatakan: “Demi sesungguhnya, aku akan mengambil dari kalangan hamba-hambaMu, bahagian yang tertentu (untuk menjadi pengikutku);

Surah 4. An-Nisa, Verse 119:

وَلَأُضِلَّنَّهُمْ وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُبَتِّكُنَّ آذَانَ الْأَنْعَامِ وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ وَمَن يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِّن دُونِ اللَّهِ فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُّبِينًا

Translation:
“Dan demi sesungguhnya,
(1) aku akan menyesatkan mereka (dari kebenaran), dan
(2) demi sesungguhnya aku akan memperdayakan mereka dengan angan-angan kosong, dan
(3) demi sesungguhnya aku akan menyuruh mereka (mencacatkan binatang-binatang ternak), lalu mereka membelah telinga binatang-binatang itu; dan
(4) aku akan menyuruh mereka mengubah ciptaan Allah”.
Dan (ingatlah) sesiapa yang mengambil Syaitan menjadi pemimpin yang ditaati selain dari Allah, maka sesungguhnya rugilah ia dengan kerugian yang terang nyata.

Surah 4. An-Nisa, Verse 120:

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا

Translation:
Syaitan sentiasa menjanjikan mereka (dengan janji-janji indah) serta memperdayakan mereka dengan angan-angan kosong; dan apa yang dijanjikan oleh Syaitan itu tidak lain hanyalah tipu daya semata-mata.

4:118. GOD has condemned him, and he said, “I will surely recruit a definite share of Your worshipers.*
4:119. “I will mislead them, I will entice them, I will command them to (forbid the eating of certain meats by) marking the ears of livestock, and I will command them to distort the creation of GOD.” Anyone who accepts the devil as a lord, instead of GOD, has incurred a profound loss.
4:120. He promises them and entices them; what the devil promises is no more than an illusion.

Allah’s Promises

Surah 15. Al-Hijr, Verse 36:

قَالَ رَبِّ فَأَنظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Translation:
Berkata iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,

Surah 15. Al-Hijr, Verse 37:

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ

Translation:
Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

Surah 15. Al-Hijr, Verse 38:

إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ

Translation:
sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan,

Surah 15. Al-Hijr, Verse 39:

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

Translation:
Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,

Surah 15. Al-Hijr, Verse 40:

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Translation:
kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”.

Surah 15. Al-Hijr, Verse 41:

قَالَ هَٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ

Translation:
Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya).

Surah 15. Al-Hijr, Verse 42:

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ

Translation:
Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

Surah 15. Al-Hijr, Verse 43:

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ

Translation:
Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya.

Surah 15. Al-Hijr, Verse 44:

لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ

Translation:
Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.

Sura 15 – Al-Hijr Valley (Al-Hijr) الحجر

15:36. He said, “My Lord, respite me until the day they are resurrected.”
15:37. He said, “You are respited.
15:38. “Until the specified day and time.”
15:39. He said, “My Lord, since You have willed that I go astray, I will surely entice them on earth; I will send them all astray.
15:40. “Except those among Your worshipers who are devoted absolutely to You alone.”
15:41. He said, “This is a law that is inviolable.
15:42. “You have no power over My servants. You only have power over the strayers who follow you.
15:43. “And Hell awaits them all.
15:44. “It will have seven gates. Each gate will get a specific share of them.”

Doa Masuk Jannah.

1. Masuk Jannah. 

Surah 35. Fatir, Verse 33:

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

Translation:
(Balasan mereka ialah) Syurga – syurga ” Adn “, yang mereka akan masukinya; mereka dihiaskan di dalamnya dengan gelang-gelang tangan dari emas dan mutiara; dan pakaian mereka di situ adalah dari sutera.

2. Berdoalah dari sekarang.

Surah 35. Fatir, Verse 34:

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ

Translation:
Dan (sebagai bersyukur) berkatalah mereka: “Segala puji tertentu bagi Allah, yang telah menghapuskan perasaan dukacita dari kami; Sesungguhnya Tuhan kami Maha Pengampun, lagi sentiasa memberi balasan yang sebaik-baiknya (kepada orang-orang yang taat);

3. Sambungan Doa.

Surah 35. Fatir, Verse 35:

الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِن فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ

Translation:
Tuhan yang telah menempatkan kami di tempat tinggal yang kekal, dengan limpah kurniaNya semata-mata. Kami tidak akan merasa penat lelah di situ, dan Kami juga di situ tidak akan merasa letih lesu”.

35:33. They will enter the gardens of Eden, where they will be adorned with bracelets of gold and pearls, and their garments in it will be made of silk.
35:34. They will say, “Praise GOD for removing all our worries. Our Lord is Forgiving, Appreciative.
35:35. “He has admitted us into the abode of eternal bliss, out of His grace. Never do we get bored herein, never do we get tired.”

Mereka yg Bakhil.

1. Azab bagi orang Bakhil di Neraka nanti.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 180:

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ يَبْخَلُونَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ هُوَ خَيْرًا لَّهُم بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْ سَيُطَوَّقُونَ مَا بَخِلُوا بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلِلَّهِ مِيرَاثُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Translation:
Dan jangan sekali-kali orang-orang yang bakhil dengan harta benda yang telah dikurniakan Allah kepada mereka dari kemurahanNya – menyangka bahawa keadaan bakhilnya itu baik bagi mereka. Bahkan ia adalah buruk bagi mereka. Mereka akan dikalongkan (diseksa) dengan apa yang mereka bakhilkan itu pada hari kiamat kelak. Dan bagi Allah jualah hak milik segala warisan (isi) langit dan bumi. Dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui dengan mendalam akan segala yang kamu kerjakan.

3:180. Let not those who withhold and hoard GOD’s provisions think that this is good for them; it is bad for them. For they will carry their hoardings around their necks on the Day of Resurrection. GOD is the ultimate inheritor of the heavens and the earth. GOD is fully Cognizant of everything you do.

2. Ujian kepada orang Bakhil.

Surah 47. Muhammad, Verse 37:

إِن يَسْأَلْكُمُوهَا فَيُحْفِكُمْ تَبْخَلُوا وَيُخْرِجْ أَضْغَانَكُمْ

Translation:
(Tabiat kamu wahai manusia) jika Tuhan meminta kepada kamu harta benda kamu serta mendesak kamu memberikanNya, nescaya kamu akan berlaku bakhil kedekut, dan kebakhilan itu akan melahirkan kemarahan dan kebencian kamu.

47:37. If He asked you for money, to the extent of creating a hardship for you, you might have become stingy, and your hidden evil might be exposed.

Surah 47. Muhammad, Verse 38:

هَا أَنتُمْ هَٰؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبْخَلُ وَمَن يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَن نَّفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنتُمُ الْفُقَرَاءُ وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُم

Translation:
(Ingatlah), kamu ini adalah orang-orang yang bertabiat demikian – kamu diseru supaya menderma dan membelanjakan sedikit dari harta benda kamu pada jalan Allah, maka ada di antara kamu yang berlaku bakhil, padahal sesiapa yang berlaku bakhil maka sesungguhnya ia hanyalah berlaku bakhil kepada dirinya sendiri. Dan (ingatlah) Allah Maha kaya (tidak berhajat kepada sesuatupun), sedang kamu semua orang-orang miskin (yang sentiasa berhajat kepadaNya dalam segala hal). Dan jika kamu berpaling (daripada beriman, bertaqwa dan berderma) Ia akan menggantikan kamu dengan kaum yang lain; setelah itu mereka tidak akan berkeadaan seperti kamu.

47:38. You are invited to spend in the cause of GOD, but some of you turn stingy. The stingy are stingy towards their own souls. GOD is Rich, while you are poor. If you turn away, He will substitute other people in your place, and they will not be like you.

3. Allah tidak menyukai orang Bakhil.

Surah 4. An-Nisa, Verse 36:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Translation:
Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apa jua; dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan jiran tetangga yang dekat, dan jiran tetangga yang jauh, dan rakan sejawat, dan orang musafir yang terlantar, dan juga hamba yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang sombong takbur dan membangga-banggakan diri;

4:36. You shall worship GOD alone—do not associate anything with Him. You shall regard the parents, the relatives, the orphans, the poor, the related neighbor, the unrelated neighbor, the close associate, the traveling alien, and your servants. GOD does not like the arrogant show-offs.

Surah 57. Al-Hadid, Verse 23:

لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Translation:
(Kamu diberitahu tentang itu) supaya kamu tidak bersedih hati akan apa yang telah luput daripada kamu, dan tidak pula bergembira (secara sombong dan bangga) dengan apa yang diberikan kepada kamu. Dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri.

57:23. Thus, you should not grieve over anything you miss, nor be proud of anything He has bestowed upon you. GOD does not love those who are boastful, proud.

Surah 57. Al-Hadid, Verse 24:

الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ

Translation:
Orang-orang yang bakhil dan menyuruh manusia supaya berlaku bakhil, (akan mendapat balasan yang menghina); dan sesiapa yang berpaling (dari mematuhi hukum Allah maka padahnya tertimpa atas dirinya sendiri), kerana sesungguhnya Allah, Dia lah Yang Maha Kaya, lagi Maha Terpuji.

57:24. They are stingy, and enjoin the people to be stingy. If one turns away, then GOD is the Rich, the Praiseworthy.

4. Bakhil, bersubahat bakhil dan menyembunyikan pendapatan membawa kepada kekafiran.

Surah 4. An-Nisa, Verse 37:

الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

Translation:
Iaitu orang-orang yang bakhil dan menyuruh manusia supaya bakhil serta menyembunyikan apa-apa jua yang Allah berikan kepada mereka dari limpah kurnianya. Dan (sebenarnya) Kami telah sediakan bagi orang-orang kafir itu azab seksa yang amat menghina;

4:37. The ones who are stingy, exhort the people to be stingy, and conceal what GOD has bestowed upon them from His bounties. We have prepared for the disbelievers a shameful retribution.

Surah 4. An-Nisa, Verse 38:

وَالَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ رِئَاءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَن يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا فَسَاءَ قَرِينًا

Translation:
Dan juga orang-orang yang membelanjakan hartanya dengan menunjuk-nunjuk kepada manusia (riak), dan mereka tidak pula beriman kepada Allah dan tidak juga beriman kepada hari akhirat. Dan sesiapa yang (mengambil) Syaitan itu menjadi kawannya, maka seburuk-buruk kawan ialah syaitan.

4:38. They give money to charity only to show off, while disbelieving in GOD and the Last Day. If one’s companion is the devil, that is the worst companion.

5. Apa orang yang bakhil kata.

Surah 36. Ya Seen, Verse 47:
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Indonesian:
Dan apabila dikatakakan kepada mereka: “Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu”, maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata”.

En: Khan:
And when it is said to them: “Spend of that with which Allah has provided you,” those who disbelieve say to those who believe: “Shall we feed those whom, if Allah willed, He (Himself) would have fed? You are only in a plain error.”

Ujian Kemewahan. (The Trial of Wealth). Kisah 2 orang lelaki, yg seorang daripadanya memiliki 2 Kebun.

Apabila kita dikurniakan nikmat Kemewahan, jangan sesekali kita riak sebaliknya hendaklah kita bersyukur dengan memuji Kekuatan Allah swt seperti di ayat 39. Ucapkan

“Maasya Allah, laa quwwata illaa billaah”
(Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).

Jika kita menyombongkan diri dan menjadikan harta sebagai Pujaan, ditakuti kita akan jatuh Syirik. Rujuk ayat 42. Dan Allah dengan KekuatanNya boleh menghancurkan apa yang kita ada dalam masa yg amat singkat sekali.

Tafsir Al Kahfi Ayat 32-46

meeftha

http://tafsir.ayatalquran.net/2013/03/tafsir-al-kahfi-ayat-32-46/

Ayat 32-44: Kisah pemilik dua kebun dan perumpamaan orang yang tertipu dengan dunia dengan orang yang berharap kehidupan akhirat.

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلا رَجُلَيْنِ جَعَلْنَا لأحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا (٣٢)كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا وَفَجَّرْنَا خِلالَهُمَا نَهَرًا (٣٣) وَكَانَ لَهُ ثَمَرٌ فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالا وَأَعَزُّ نَفَرًا (٣٤)وَدَخَلَ جَنَّتَهُ وَهُوَ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ قَالَ مَا أَظُنُّ أَنْ تَبِيدَ هَذِهِ أَبَدًا (٣٥)وَمَا أَظُنُّ السَّاعَةَ قَائِمَةً وَلَئِنْ رُدِدْتُ إِلَى رَبِّي لأجِدَنَّ خَيْرًا مِنْهَا مُنْقَلَبًا (٣٦) قَالَ لَهُ صَاحِبُهُ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَكَفَرْتَ بِالَّذِي خَلَقَكَ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ سَوَّاكَ رَجُلا (٣٧) لَكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا (٣٨) وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالا وَوَلَدًا (٣٩) فَعَسَى رَبِّي أَنْ يُؤْتِيَنِ خَيْرًا مِنْ جَنَّتِكَ وَيُرْسِلَ عَلَيْهَا حُسْبَانًا مِنَ السَّمَاءِ فَتُصْبِحَ صَعِيدًا زَلَقًا (٤٠) أَوْ يُصْبِحَ مَاؤُهَا غَوْرًا فَلَنْ تَسْتَطِيعَ لَهُ طَلَبًا (٤١)وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَى مَا أَنْفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا (٤٢) وَلَمْ تَكُنْ لَهُ فِئَةٌ يَنْصُرُونَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَمَا كَانَ مُنْتَصِرًا (٤٣) هُنَالِكَ الْوَلايَةُ لِلَّهِ الْحَقِّ هُوَ خَيْرٌ ثَوَابًا وَخَيْرٌ عُقْبًا (٤٤

Terjemah Surat Al Kahfi Ayat 32-44

Legend: A – mempunyai 2 kebun. B – teman kpd A

32. Dan berikanlah (Muhammad) kepada mereka[1] sebuah perumpamaan dua orang laki-laki[2], yang seorang (A) Kami beri dua buah kebun anggur[3] dan Kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.

33. Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang buahnya sedikit pun, dan di celah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai,

34. Dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (B) ketika bercakap-cakap dengan dia[4], “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.”

35. Dan dia (A) memasuki kebunnya[5] dengan sikap merugikan dirinya sendiri[6]; dia (A) berkata, “Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya[7],”

36. Dan aku (A) kira hari kiamat itu tidak akan datang, dan jika sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik daripada ini[8].”

37. Kawannya (B) berkata kepadanya[9] sambil bercakap-cakap dengannya, “Apakah engkau ingkar kepada yang menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani, lalu Dia menjadikan engkau seorang laki-laki yang sempurna[10]?

38. Tetapi aku (B), Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun[11].

39. Dan mengapa ketika engkau (A) memasuki kebunmu tidak mengucapkan, “Maasya Allah, laa quwwata illaa billaah” (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud, tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekalipun engkau (A) anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu[12].

40. Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberi kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini); dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu; sehingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin[13],

41. Atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi[14].”

42. Dan harta kekayaannya dibinasakan; lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu[15], sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) dan dia (A) berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.”

43. Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya[16].

44. Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah Yang Mahabenar[17]. Dialah (pemberi) pahala terbaik dan (pemberi) balasan terbaik[18].

Ayat 45-46: Perumpamaan kehidupan dunia dan bersenang-senang dengan harta dan anak, dan bahwa menghadapkan diri kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala lebih baik dari segalanya.

وَاضْرِبْ لَهُمْ مَثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا (٤٥) الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلا (٤٦

Terjemah Surat Al Kahfi Ayat 45-46

45. [19]Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, sehingga menyuburkan tumbuh-tumbuhan di bumi[20], kemudian (tumbuh-tumbuhan) itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin[21]. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

46. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus menerus[22] adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu[23] serta lebih baik untuk menjadi harapan[24].

[1] Yaitu kepada orang-orang mukmin dan orang-orang kafir agar mereka mengambil pelajaran darinya.

[2] Yaitu yang satu mukmin dan yang lain kafir, serta ucapan dan perbuatan yang timbul dari diri mereka masing-masing yang nampak sekali berbeda.

[3] Yang berada di tengah-tengah tanah miliknya. Sedangkan sekelilingnya pohon-pohon kurma.

[4] Dengan sombong karena tertipu oleh harta kekayaannya.

[5] Mengajak kawannya mengelilingi kebunnya untuk memperlihatkan buah-buahannya.

[6] Yaitu dengan keangkuhan dan kekafirannya.

[7] Ia merasa tenteram dengan dunia ini, merasa ridha terhadapnya, dan sampai mengingkari adanya kebangkitan.

[8] Ia mengucapkan kalimat ini dengan nada mengolok-olok.

[9] Menasehati dan mengingatkannya terhadap kejadiannya yang terdahulu.

[10] Yakni apakah engkau ingkar kepada Tuhan yang memberimu nikmat dengan menciptakan kamu dan memberi kenikmatan, merubah kamu dari keadaan yang satu kepada keadaan yang lain sehingga dirimu menjadi sosok manusia yang sempurna; yang lengkap dengan anggota badan baik yang dapat dirasakan maupun yang dapat dipikirkan, Dia juga yang memudahkan bagimu nikmat-nikmat dunia, dan kamu tidak memperoleh dunia dengan upaya dan kemampuanmu, bahkan dengan karunia Allah kepadamu. Oleh karena itu, pantaskah kamu kafir kepada Allah yang telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian menjadikan kamu laki-laki yang sempurna, lalu kamu malah mengingkari nikmat-Nya dan kamu mengira bahwa Dia tidak akan membangkitkan kamu, dan sekalipun Dia membangkitkan kamu, Dia akan memberimu yang lebih baik lagi dari keadaan yang sekarang? Tentu tidak pantas.. Oleh karena itu, ketika kawannya yang mukmin melihat keadaan kawannya yang kafir dan tetap terus di atasnya, maka dia berkata menceritakan tentang keadaan dirinya sebaga rasa syukur kepada Allah dan memberitahukan tentang agama yang dipegangnya.

[11] Dia mengakui rububiyyah Allah dan uluhiyyahnya (keberhakan-Nya untuk diibadahi), kemudian ia memberitahukan sebagaimana pada ayat selanjutnya, bahwa nikmat yang diberikan Allah kepadanya berupa iman dan Islam meskipun harta dan anaknya sedikit merupakan nikmat hakiki, adapun nikmat selainnya akan segera hilang dan bisa mendatangkan azab.

[12] Meskipun anak dan hartamu banyak, dan engkau melihat diriku sedikit harta dan anak, namun apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal; apa yang diharapkan dari kebaikan dan ihsan-Nya lebih utama daripada seluruh isi dunia. Dalam ayat ini terdapat petunjuk bagi kita agar merasa terhibur dengan kebaikan dari sisi Allah ketika kita kurang mendapatkan kesenangan dunia. Ayat ini juga menunjukkan, bahwa harta dan anak tidaklah bermanfaat bagi seseorang jika tidak membantunya untuk taat kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

[13] Pohon-pohonnya tercabut, buah-buahannya hancur, tanamannya tenggelam oleh air hujan, dan manfaatnya pun hilang. Dalam ayat ini terdapat dalil bolehnya mendoakan kebinasaan terhadap harta jika menjadi sebab kekufuran seseorang dan melampaui batas.

[14] Kawannya yang mukmin terpaksa mendoakan keburukan terhadap kebun kawannya yang kafir lantaran marah karena Allah, karena kebun itu membuat kawannya tertipu dan bersikap melampaui batas. Mungkin saja setelah kebunnya yang menjadi fitnah bagi kawannya itu binasa, maka ia dapat berpikir dan dapat lebih tajam dalam memandang, sehingga ia kembali dan bertobat. Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengabulkan doanya sebagaimana disebutkan dalam ayat selanjutnya. Tidak menutup kemungkinan, bahwa orang yang tertimpa musibah ini keadaannya semakin baik, Allah pun mengaruniakan tobat dan kesadaran kepadanya, hal ini ditunjukkan oleh ayat yang menyebutkan bahwa ia menyesal terhadap perbuatan syirknya, dan lagi apabila Allah menginginkan kebaikan terhadap seorang hamba, maka Dia menyegerakan hukuman terhadapnya di dunia.

[15] Dan menyesal pula terhadap perbuatan syirk dan keburukannya.

[16] Ketika azab turun menimpa kebunnya, dan apa yang dibangga-banggakan dahulu telah hilang, baik harta maupun pengikut. Para pengikutnya meskipun banyak tidak mampu menolongnya dari azab itu, dan dia pun tidak mampu membela dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia dapat membela dirinya dari ketetapan Allah? Padahal jika sekiranya semua penduduk langit dan bumi berkumpul bersama untuk menolak ketetapan-Nya, maka mereka tidak akan sanggup.

[17] Yakni pada kejadian yang di sana Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberlakukan hukuman-Nya terhadap orang-orang yang melampaui batas dan mengutamakan kehidupan dunia, serta kemuliaan dari-Nya yang diberikan kepada orang yang beriman dan beramal saleh, serta bersyukur kepada Allah dan mengajak orang lain kepadanya terdapat bukti bahwa pertolongan itu hanya dari Allah yang Mahabenar.

[18] Dalam kisah ini terdapat pelajaran, bahwa barang siapa yang menyikapi nikmat Allah dengan sikap kufur, maka kenikmatan yang diberikan kepadanya tidak lama dan akan segera lenyap, dan bahwa seorang hamba apabila merasa kagum dengan harta dan anaknya hendaknya menyandarkan nikmat itu kepada pemberinya serta mengucapkan, “Maa syaa Allah laa quwwata illaa billah” agar ia menjadi orang yang bersyukur kepada Allah yang menyebabkan nikmat itu akan tetap pada dirinya.

[19] Ayat ini menerangkan, bahwa kesenangan dunia hanya sementara sehingga tidak pantas dkejar secara berlebihan. Dalam ayat ini terdapat petunjuk agar kita bersikap zuhud terhadap dunia.

[20] Sehingga tanamannya tumbuh dengan indah.

[21] Seperti inilah kehidupan dunia. Ketika seseorang menikmati masa muda dan memiliki harta yang banyak, serta bersenang-senang dengan keduanya dan sampai mengira bahwa dirinya akan tetap terus seperti itu, tiba-tiba maut datang menjemput atau hartanya binasa, kesenangannya pun hilang dan kenikmatannya pun lenyap, sehingga tinggalah ia dengan amal salehnya atau amal buruknya. Ketika itu orang yang zalim menggigit jarinya saat mengetahui hakikat keadaan dirinya dan berangan-angan untuk kembali ke dunia, bukan untuk melanjutkan memuaskan hawa nafsunya, tetapi untuk mengejar kelalaiannya dahulu dengan tobat dan amal saleh. Orang yang berakal lagi mendapat taufik tentu akan melihat dirinya dan berkata kepada dirinya, “Engkau akan mati, dan memang pasti mati, namun tempat manakah yang engkau pilih? Apakah tempat yang kenikmatannya sementara ataukah kenikmatan yang kekal abadi?” Tentu ia akan memilih tempat yang kesenangannya kekal abadi.

[22] Amal kebajikan yang terus menerus di sini mencakup semua ketaatan yang wajib maupun yang sunat; baik terkait dengan hak Allah maupun hak manusia. Misalnya shalat, zakat, puasa, sedekah, haji, umrah, dzikr seperti ucapan “Subhaanallah wal hamdulillah wa laailaaha illallah wallahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billah,” membaca Al Qur’an, mencari ilmu yang bermanfaat, beramar ma’ruf dan bernahi munkar, silaturrahim, berbakti kepada orang tua, memenuhi hak istri, anak, budak, pembantu, hewan ternak, dan berbagai bentuk ihsan lainnya kepada orang lain.

[23] Karena pahalanya akan kekal dan berlipat ganda.

[24] Pahala, kebaikan dan manfaatnya diharapkan ketika dibutuhkan. Perhatikanlah bagaimana Allah Subhaanahu wa Ta’aala setelah membuat perumpamaan tentang kehidupan dunia dan keadaannya yang sementara, menyebutkan bahwa di dalam kehidupan dunia itu ada dua bagian; bagian yang menjadi perhiasannya, di mana dengannya seseorang dapat bersenang-senang namun hanya sementara dan kemudian akan lenyap dan hilang tanpa faidah yang kembali kepada pelakunya, bahkan terkadang ia malah mendapatkan madharratnya, yaitu harta dan anak. Sedangkan bagian yang kedua adalah bagian yang kekal dan bermanfaat terus menerus bagi pelakunya, itulah amal saleh.