Kisah dan doa dari Surah Al-Fatiha.

1. Surah 1. Al-Fatiha, Verse 1:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Translation:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

A. Seruan Nabi Nuh ketika menaiki bahtera.

Surah 11. Hud, Verse 41:

وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Translation:
Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya”. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

B. Surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis. Ayat penuh Bismillah sebagai pembuka kata dalam surat.

Surah 27. An-Naml, Verse 30:

إِنَّهُ مِن سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Translation:
Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Surah 27. An-Naml, Verse 31:

أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

Translation:
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

2. Surah 1. Al-Fatiha, Verse 2:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Translation:
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

A. Segala puji bagi Allah oleh Nabi Ibrahim apabila dikurniakan anak iaitu Ismail dan Ishak.

Surah 14. Ibrahim, Verse 39:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ

Translation:
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

B. Doa Nabi Ibrahim.

Surah 26. Ash-Shuara, Verse 77:

فَإِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّي إِلَّا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Translation:
karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,

3. Surah 1. Al-Fatiha, Verse 3:

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Translation:
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

A. Kata-kata Maryam ketika dikunjungi Malaikat membawa perintah berita tentang kelahiran Nabi Isa.

Surah 19. Maryam, Verse 18:

قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيًّا

Translation:
Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.

4. Surah 1. Al-Fatiha, Verse 4:

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Translation:
Yang menguasai di Hari Pembalasan.

A. Doa Nabi Ibrahim.

Surah 26. Ash-Shuara, Verse 82:

وَالَّذِي أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ

Translation:
dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”.

5. Surah 1. Al-Fatiha, Verse 5:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Translation:
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

A. Seruan Nabi Isa supaya menyembah Allah.

Surah 19. Maryam, Verse 34:

ذَٰلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ

Translation:
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

Surah 19. Maryam, Verse 36:

وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Translation:
Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

B. Seruan Nabi Musa supaya kaumnya meminta pertolongan kepada Allah.

Surah 7. Al-Araf, Verse 128:

قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Translation:
Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa”.

6. Surah 1. Al-Fatiha, Verse 6:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Translation:
Tunjukilah kami jalan yang lurus,

A. Rayuan Nabi Ibrahim meminta bapanya mengikuti jalan yang lurus.

Surah 19. Maryam, Verse 43:

يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا

Translation:
Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.

7. Surah 1. Al-Fatiha, Verse 7:

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Translation:
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

A. Nabi Sulaiman dikurniakan nikmat yang dapat mendengar dari jauh dan memahami percakapan semut dengan rakyat jelatanya.

Surah 27. An-Naml, Verse 18:

حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Translation:
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;

Surah 27. An-Naml, Verse 19:

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Translation:
maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

B. Doa kesyukuran Nabi Ibrahim setelah menerima berita kelahiran Ishak dari 2 tetamu misteri.

Surah 15. Al-Hijr, Verse 56:

قَالَ وَمَن يَقْنَطُ مِن رَّحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

Translation:
Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”.

Kesimpulan.

Surah yang kita amalkan / baca setiap hari terutamanya semasa Solat rupa-rupanya mempunyai sejarahnya yang tersendiri iaitu kisah suka duka dan doa dari nabi-nabi terdahulu. Iaitu sebahagian dari nabi-nabi terhebat yang menjadi perbualan, cerita dan contoh kepada umat manusia sepanjang zaman.

Wallahu ‘alam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s