@Berlaku adil dan berbuat kebajikan.

Surah 16. An-Nahl, Verse 90:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Translation:
16:90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil[17] dan berbuat ihsan[18], memberi bantuan kepada kerabat[19], dan Dia melarang melakukan perbuatan keji[20], kemungkaran[21] dan permusuhan[22]. Dia memberi pengajaran kepadamu[23] agar kamu dapat mengambil pelajaran[24].

16:90. GOD advocates justice, charity, and regarding the relatives. And He forbids evil, vice, and transgression. He enlightens you, that you may take heed.

Tafseer.

http://tafsir.ayatalquran.net/2013/03/tafsir-an-nahl-ayat-84-96/

[17] Adil artinya menempatkan sesuatu pada tempatnya dan memberikan hak kepada masing-masing yang mempunyai hak. Adil yang diperintahkan Allah ini mencakup adil terhadap hak-Nya dan adil terhadap hak hamba-Nya. Caranya adalah dengan menunaikan kewajibannya secara sempurna. Kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala, misalnya dengan mentauhidkan-Nya dan tidak berbuat syirk, menaati-Nya dan tidak mendurhakai, mengingat-Nya dan tidak melupakan, serta bersyukur kepada-Nya dan tidak kufur. Kepada manusia, misalnya dengan memenuhi haknya. Jika sebagai pemimpin, maka ia memenuhi kewajibannya terhadap orang yang berada di bawah kepemimpinannya, baik ia sebagai pemimpin dalam ruang lingkup yang besar (imamah kubra), menjabat sebagai qadhi (hakim), wakil khalifah atau wakil qadhi. Adil juga berlaku dalam mu’amalah, yaitu dengan bermu’amalah dalam akad jual beli dan tukar-menukar dengan memenuhi kewajiban kita, tidak mengurangi hak orang lain (seperti mengurangi takaran dan timbangan), tidak menipu dan tidak menzalimi.

[18] Adil hukumnya wajib, sedangkan ihsan adalah keutamaan dan disukai, misalnya dengan memberikan lebih dari yang diwajibkan, seperti memberikan manfaat kepada orang lain dengan harta, badan, ilmu atau lainnya. Jika dalam ibadah, maka dengan mengerjakan kewajiban atau beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya.

[19] Disebutkan memberikan sesuatu kepada kerabat meskipun masuk dalam keumuman, agar mendapatkan perhatian lebih. Kerabat di sini mencakup kerabat dekat maupun jauh, akan tetapi semakin dekat, maka semakin berhak mendapat kebaikan.

[20] Yaitu dosa besar yang dianggap keji baik oleh syara’ maupun fitrah, seperti syirk, membunuh dengan tanpa hak, zina, mencuri, ‘ujub, sombong, merendahkan manusia, dan lain-lain.

[21] Yaitu perbuatan dosa yang terkait dengan hak Allah.

[22] Ada yang menafsirkan baghyu dengan, “perbuatan dosa yang terkait dengan manusia.”

[23] Dengan perintah dan larangan. Ayat ini mencakup semua perintah dan larangan, di mana tidak ada sesuatu pun kecuali masuk di dalamnya. Ayat ini merupakan kaidah, di mana masalah juz’iyyah (satuan) masuk ke dalamnya. Oleh karena itu, setiap perkara yang mengandung keadilan, ihsan, dan memberi kepada kerabat, maka hal ini termasuk yang diperintahkan Allah, sedangkan setiap perkara yang mengandung perkara keji, munkar atau zalim kepada manusia, maka hal ini termasuk yang dilarang Allah. Maka Mahasuci Allah, yang menjadikan dalam firman-Nya petunjuk, cahaya, dan pembeda antara sesuatu.

[24] Karena apabila kamu sudah mengambil pelajaran darinya, memahami dan mengerti, maka kamu dapat mengamalkan konsekwensinya, sehingga kamu dapat berbahagia.

Wallahu ‘Alam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s