Solat Tahajjud dan Doa Tahajjud.

1. Dirikanlah Solat

Surah 17. Al-Isra, Verse 78:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Translation:
Dirikanlah olehmu sembahyang ketika gelincir matahari hingga waktu gelap malam, dan (dirikanlah) sembahyang subuh sesungguhnya sembahyang subuh itu adalah disaksikan (keistimewaannya).

17:78. You shall observe the Contact Prayer (Salat) when the sun declines from its highest point at noon, as it moves towards sunset. You shall also observe (the recitation of) the Quran at dawn. (Reciting) the Quran at dawn is witnessed.

2. Solat Tahajjud sebagai ibadat tambahan.

Surah 17. Al-Isra, Verse 79:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Translation:
Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah “sembahyang tahajjud” padanya, sebagai sembahyang tambahan bagimu; semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji.

17:79. During the night, you shall meditate for extra credit, that your Lord may raise you to an honorable rank.

3. Doa Tahajjud selepas Solat Tahajjud.

Surah 17. Al-Isra, Verse 80:

وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَانًا نَّصِيرًا

Translation:
Dan pohonkanlah (wahai Muhammad, dengan berdoa): “Wahai Tuhanku! Masukkanlah daku ke dalam urusan ugamaku dengan kemasukan yang benar lagi mulia, serta keluarkanlah daku daripadanya dengan cara keluar yang benar lagi mulia; dan berikanlah kepadaku dari sisiMu hujah keterangan serta kekuasaan yang menolongku”,

17:80. And say, “My Lord, admit me an honorable admittance, and let me depart an honorable departure, and grant me from You a powerful support.”

4. Sambung Doa Tahajjud.

Surah 17. Al-Isra, Verse 81:

وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Translation:
Dan katakanlah:” Telah datang kebenaran (Islam), dan hilang lenyaplah perkara yang salah (kufur dan syirik); sesungguhnya yang salah itu sememangnya satu perkara yang tetap lenyap”.

17:81. Proclaim, “The truth has prevailed, and falsehood has vanished; falsehood will inevitably vanish.”

5. Doa Penawar Penyakit.

Surah 17. Al-Isra, Verse 82:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Translation:
Dan Kami turunkan dengan beransur-ansur dari Al-Quran Aya-ayat Suci yang menjadi ubat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman kepadanya; dan (sebaliknya) Al-Quran tidak menambahkan orang-orang yang zalim (disebabkan keingkaran mereka) melainkan kerugian jua.

17:82. We send down in the Quran healing and mercy for the believers. At the same time, it only increases the wickedness of the transgressors.

Terjemah Surat Al Isra Ayat 78-82

http://tafsir.ayatalquran.net/2013/03/tafsir-al-isra-ayat-70-82/

78. Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelapnya malam[25] dan (laksanakan pula shalat) Subuh[26]. Sungguh, shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat)[27].

79. Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu[28]; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji[29].

80. [30]Dan katakanlah (Muhammad), “Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar[31] dan keluarkan (pula) aku[32] ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)[33].

81. [34]Dan Katakanlah[35], “Kebenaran[36] telah datang dan yang batil[37] telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap[38].

82. Dan Kami turunkan dari Al Quran (sesuatu) yang menjadi penawar[39] dan rahmat[40] bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim[41] (Al Quran itu) hanya akan menambah kerugian[42].

Tafseer

[25] Yakni shalat Zhuhur, ‘Ashar, Maghrib dan Isya.

[26] Shalat Subuh disebut Qur’anul fajr, karena disyariatkannya memperpanjang bacaan Al Qur’an di sana melebihi biasanya pada shalat fardhu lainnya. Di samping itu, karena adanya keutamaan membaca Al Qur’an di waktu itu karena disaksikan oleh Allah, malaikat malam dan malaikat siang.

[27] Dalam ayat ini disebutkan waktu-waktu shalat fardhu, dan bahwa masuknya waktu merupakan syarat sahnya shalat, dan bahwa waktu tersebut merupakan sebab wajibnya, karena Allah memerintahkan untuk mendirikannya karena tiba waktu-waktu itu. Demikian pula menunjukkan, bahwa Zhuhur dan ‘Ashar dapat dijama’ (digabung), demikian pula Maghrib dan Isya karena adanya ‘uzur. Selain itu, di ayat ini terdapat dalil keutamaan shalat Subuh dan keutamaan memperpanjang bacaan di sana.

[28] Ada yang menafsirkan dengan, “Sebagai kewajiban tambahan bagimu tidak umatmu” atau “Sebagai keutamaan di atas shalat fardhu.” Ada pula yang menafsirkan, agar shalat malam itu menambah kedudukanmu, meninggikan derajatmu, berbeda dengan selainmu, maka shalat itu sebagai penebus kesalahannya.

[29] Yakni tempat yang dipuji oleh orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian, yaitu tempat di mana Beliau melakukan syafa’at agar urusan manusia diselesaikan. Ketika itu manusia mencari orang yang mau memberikan syafa’at untuk mereka, mereka mendatangi Adam, lalu Nuh, Ibrahim, Musa, kemudian Isa, namun mereka tidak bisa dan mengemukakan alasannya, sehingga akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berbicara kepada Allah agar Allah merahmati mereka di padang mahsyar yang ketika itu matahari didekatkan satu mil sehingga keringat manusia berkucuran.

[30] Ada yang mengatakan, bahwa ayat ini turun ketika Beliau diperintahkan berhijrah.

[31] Yakni yang disenangi, di mana aku tidak melihat sesuatu yang tidak aku sukai di sana.

[32] Dari Mekah.

[33] Dari musuh-musuh-Mu. Ada yang menafsirkan, bahwa dalam ayat ini kita memohon kepada Allah agar ketika memasuki suatu ibadah dan selesai darinya dengan niat yang ikhlas dan bersih dari ria dan dari sesuatu yang merusakkan pahala serta sesuai dengan perintah. Ada pula yang menafsirkan, bahwa dalam ayat ini kita memohon kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala agar kita memasuki kubur dengan baik dan keluar daripadanya waktu hari berbangkit dengan baik pula. Syaikh As Sa’diy berkata, “Ini adalah keadaan paling tinggi yang diberikan Allah kepada seorang hamba, yakni semua keadaannya baik, dan mendekatkan dirinya kepada Tuhannya, dan agar dirinya pada setiap keadaan berada di atas dalil yang nyata; yakni mencakup ilmu yang bermanfaat dan dapat beramal saleh karena mengetahui masalah dan dalil-dalil.”

[34] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika masuk ke Mekah di hari Fathu Makkah (penaklukkan Mekah), sedangkan ketika itu di sekeliling Baitullah ada 360 patung, Beliau memukulnya dengan tongkat yang ada di tangannya dan mengucapkan ayat di atas sampai patung-patung itu jatuh.

[35] Ketika engkau masuk kembali ke Mekah.

[36] Yakni Islam atau wahyu yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[37] Yakni kekfuran.

[38] Inilah sifat untuk yang batil, yakni akan lenyap. Akan tetapi, terkadang ia menjadi kuat dan laris di tengah-tengah manusia ketika tidak dilawan oleh yang hak, namun ketika yang hak datang, maka yang batil segera lenyap. Oleh karena itu, kebatilan tidaklah laris di tengah masyarakat kecuali ketika mereka berpaling dari kitabullah dan sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[39] Yakni obat terhadap kesesatan. Demikian pula obat bagi hati yang terkena syubhat, kebodohan, pemikiran yang batil, penyimpangan, dan niat buruk. Hal itu, karena Al Qur’an mengandung ilmu yang yakin yang dapat menyingkirkan semua syubhat dan kebodohan, dan mengandung nasehat serta peringatan yang dapat menyingkirkan semua syahwat yang bertentangan dengan perintah Allah. Demikian pula, Al Qur’an merupakan obat bagi badan yang mengalami sakit dan penderitaan.

[40] Karena di dalamnya terdapat sebab-sebab dan sarana untuk memperoleh rahmat, di mana apabila eorang hamba melakukannya, maka dia akan memperoleh rahmat, kebahagiaan yang abadi, dan pahala di dunia dan akhirat.

[41] Yakni mereka yang tidak membenarkan Al Qur’an atau tidak mengamalkannya.

[42] Karena dengan Al Qur’an, hujjah tegak terhadap mereka.

http://tafsir.ayatalquran.net/2013/03/tafsir-al-isra-ayat-70-82/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s