Orang Beriman 45. Lawan dan jangan berundur. Berlawanlah bermati-matian.

Surah Al-Anfal

8|15|يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا لَقِيتُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ زَحْفًۭا فَلَا تُوَلُّوهُمُ ٱلْأَدْبَارَ

[15] Wahai orang-orang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang mara menyerang, maka janganlah kamu berpaling undur dari mereka.

8:15 O you who believe, if you encounter the disbelievers who have mobilized against you, do not turn back and flee.

The 7 verses of 2s. Something to ponder.

{
During my routine reading of Al-Quran and try to understand its translation / meaning, normally I’ll start my reading from the beginning of the chapter. However, for Surah Al-Kahfi I browse through the whole Surah first and while doing that, then suddenly I noticed figure 2 appears repeatedly in some of the verses. Then I start to count the verses involved and to my surprise, there were 7 verses where number / word 2 being mentioned in those verses.

Then what is exactly 7 verses of 2. Only Allah knows its actual meaning. What I can infer is it’s referring to a Surah. In this case, it is Surah Al-Kahfi. Then we might ask “so what”. Maybe this Surah will reveal to us the time of the Saat or the Hour which was made almost hidden by Allah.

Sura 20 – T.H. (Ta Ha) طه

إِنَّ السّاعَةَ ءاتِيَةٌ أَكادُ أُخفيها لِتُجزىٰ كُلُّ نَفسٍ بِما تَسعىٰ

20:15. “The Hour (end of the world) is surely coming; I will keep it almost hidden. For each soul must be paid for its works.

I feel very excited because may be I’ve made one of the major discovery in the Quran. Something extraordinary. However, this is only an hypothesis and yet to be proven otherwise.

Wallahu A’lam.
}

7 repeated verses or 7 pairs or 7 verses of 2.

Surah 15. Al-Hijr, Verse 87:

وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ

Translation:
Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.

15:87. We have given you the seven pairs, and the great Quran.

1. 2 Golongan. (2 Groups)

Surah 18. Al-Kahf, Verse 12:
(Verse Index Number: 2168)

ثُمَّ بَعَثْنَاهُمْ لِنَعْلَمَ أَيُّ الْحِزْبَيْنِ أَحْصَىٰ لِمَا لَبِثُوا أَمَدًا

Translation:
Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).

18:12. Then we resurrected them to see which of the two parties could count the duration of their stay therein.

2. 2 Lelaki dan 2 Kebun. (2 Males and 2 Gardens)

Surah 18. Al-Kahf, Verse 32:
(Verse Index Number: 2188)

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا رَّجُلَيْنِ جَعَلْنَا لِأَحَدِهِمَا جَنَّتَيْنِ مِنْ أَعْنَابٍ وَحَفَفْنَاهُمَا بِنَخْلٍ وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمَا زَرْعًا

Translation:
Dan berikanlah kepada mereka sebuah perumpamaan dua orang laki-laki, Kami jadikan bagi seorang di antara keduanya (yang kafir) dua buah kebun anggur dan kami kelilingi kedua kebun itu dengan pohon-pohon korma dan di antara kedua kebun itu Kami buatkan ladang.

18:32. Cite for them the example of two men: we gave one of them two gardens of grapes, surrounded by date palms, and placed other crops between them.

3. 2 Kebun. (2 Gardens)

Surah 18. Al-Kahf, Verse 33:
(Verse Index Number: 2189)

كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ آتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِم مِّنْهُ شَيْئًا وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًا

Translation:
Kedua-dua kebun itu mengeluarkan hasilnya, dan tiada mengurangi sedikitpun dari hasil itu; dan kami juga mengalirkan di antara keduanya sebatang sungai.

18:33. Both gardens produced their crops on time, and generously, for we caused a river to run through them.

4. 2 Sungai. (2 Rivers)

Surah 18. Al-Kahf, Verse 60:
(Verse Index Number: 2216)

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَاهُ لَا أَبْرَحُ حَتَّىٰ أَبْلُغَ مَجْمَعَ الْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِيَ حُقُبًا

Translation:
Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.

18:60. Moses said to his servant, “I will not rest until I reach the point where the two rivers meet, no matter how long it takes.”

5. 2 Anak Yatim. (2 Orphans)

Surah 18. Al-Kahf, Verse 82:
(Verse Index Number: 2238)

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا

Translation:
Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”.

18:82. “As for the wall, it belonged to two orphan boys in the city. Under it, there was a treasure that belonged to them. Because their father was a righteous man, your Lord wanted them to grow up and attain full strength, then extract their treasure. Such is mercy from your Lord. I did none of that of my own volition. This is the explanation of the things you could not stand.”

6. 2 Gunung. (2 Mountains)

Surah 18. Al-Kahf, Verse 93:
(Verse Index Number: 2249)

حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِن دُونِهِمَا قَوْمًا لَّا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلًا

Translation:
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.

18:93. When he reached the valley between two palisades, he found people whose language was barely understandable.

7. 2 Lembah. (2 Valleys)

Surah 18. Al-Kahf, Verse 96:
(Verse Index Number: 2252)

آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ حَتَّىٰ إِذَا سَاوَىٰ بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انفُخُوا حَتَّىٰ إِذَا جَعَلَهُ نَارًا قَالَ آتُونِي أُفْرِغْ عَلَيْهِ قِطْرًا

Translation:
berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu”.

18:96. “Bring to me masses of iron.” Once he filled the gap between the two palisades, he said, “Blow.” Once it was red hot, he said, “Help me pour tar on top of it.”

Nabi Muhammad s.a.w. tidak mengetahui perkara Ghaib atau Masa Lampau atau Masa Depan. Saat pun dia tak tahu.

Surah 7. Al-Araf, Verse 187:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Translation:
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Surah 7. Al-Araf, Verse 188:

قُل لَّا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Translation:
Katakanlah: “Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”.

7:187. They ask you about the end of the world (the Hour),* and when it will come to pass. Say, “The knowledge thereof is with my Lord. Only He reveals its time.* Heavy it is, in the heavens and the earth. It will not come to you except suddenly.”** They ask you as if you are in control thereof. Say, “The knowledge thereof is with GOD,” but most people do not know.
7:188. Say, “I have no power to benefit myself, or harm myself. Only what GOD wills happens to me. If I knew the future, I would have increased my wealth, and no harm would have afflicted me. I am no more than a warner, and a bearer of good news for those who believe.”

Orang Beriman 44. Wasiat. Saksi wasiat dan sumpah Saksi wasiat. Apa-apa hal Solat dulu.

Surah Al-Maeda

5|106|يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ شَهَٰدَةُ بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ حِينَ ٱلْوَصِيَّةِ ٱثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍۢ مِّنكُمْ أَوْ ءَاخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنتُمْ ضَرَبْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَأَصَٰبَتْكُم مُّصِيبَةُ ٱلْمَوْتِ ۚ تَحْبِسُونَهُمَا مِنۢ بَعْدِ ٱلصَّلَوٰةِ فَيُقْسِمَانِ بِٱللَّهِ إِنِ ٱرْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِى بِهِۦ ثَمَنًۭا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۙ وَلَا نَكْتُمُ شَهَٰدَةَ ٱللَّهِ إِنَّآ إِذًۭا لَّمِنَ ٱلْءَاثِمِينَ

[106] Wahai orang-orang beriman! Apabila salah seorang di antara kamu hampir mati, ketika berwasiat, hendaklah wasiatnya itu disaksikan dua {2} orang yang adil di antara kamu, atau dua orang lain dengan kamu. Sekiranya kamu dalam perjalanan di muka bumi lalu kamu ditimpa bahaya kematian. Hendaklah kamu tahan kedua-dua saksi berkenaan sesudah selesai bersembahyang, kemudian biarkanlah mereka bersumpah dengan nama Allah jika kamu ragu-ragu “Kami tidak akan menukarnya untuk sesuatu keuntungan, walaupun orang itu dari kaum keluarga. Dan tidak pula kami menyembunyikan persaksian Allah. Dan jika demikian, tentulah kami termasuk dalam golongan orang-orang yang berdosa”

5:106 O you who believe, witnessing a will when one of you is dying shall be done by two equitable people among you. If you are traveling, then two others may do the witnessing. After observing the Contact Prayer (Salat), let the witnesses swear by God, to alleviate your doubts: “We will not use this to attain personal gains, even if the testator is related to us. Nor will we conceal God’s testimony. Otherwise, we would be sinners.”

Orang Beriman 43. Jaga diri jangan sampai tersesat.

Surah Al-Maeda

5|105|يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ عَلَيْكُمْ أَنفُسَكُمْ ۖ لَا يَضُرُّكُم مَّن ضَلَّ إِذَا ٱهْتَدَيْتُمْ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًۭا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

[105] Wahai orang-orang beriman! Jagalah sahaja diri kamu. Orang-orang yang sesat tidak akan mendatangkan mudarat kepada kamu apabila kamu sendiri telah mendapat petunjuk. Kepada Allah jualah tempat kembali kamu semua, kemudian Dia akan menerangkan kepada kamu apa yang kamu telah lakukan.

5:105 O you who believe, you should worry only about your own necks. If the others go astray, they cannot hurt you, as long as you are guided. To God is your ultimate destiny, all of you, then He will inform you of everything you had done.

Hadis Palsu mengenai bulan Rejab.

(Untuk tujuan rekod)

Bahawasanya bulan Rejab itu adalah bulan yang agung yang diberikan gandaan kebajikan-kebajikan padanya. Siapa berpuasa sehari daripada bulan Rejab maka seakan-akan dia berpuasa setahun. Siapa berpuasa tujuh hari dari bulan Rejab ditutup padanya tujuh buah pintu neraka jahanam. Siapa berpuasa lapan hari dari bulan Rejab nescaya dibuka padanya lapan buah pintu syurga.

Barang siapa berpuasa sepuluh hari dari bulan Rejab itu maka dia tidak meminta sesuatu pada Allah melainkan diberikan padanya. Siapa berpuasa bulan Rejab itu selama lima belas hari nescaya berseru suara daripada langit, sesungguhnya engkau telah pun memperoleh keampunan atas dosa yang telah lalu, maka memulakan amal kamu. Pada bulan Rejab Allah membawa Nuh dalam bahtera. Nuh berpuasa dan menyuruh orang-orang yang bersama-sama beliau dalam kapal supaya berpuasa kerana bersyukur kepada Allah. Bahtera belayar selama enam bulan lalu berlabuh atas bukit al-Judi pada hari ‘Ashura’ . Pada bulan Rejab itu Allah menerima taubat Adam dan juga taubat penduduk bandar Yunus. Padanya lautan terbelah untuk Musa dan padanya diperanakkan Ibrahim dan Isa . (Idris: 523)

Siapa menghayati satu malam dari bulan Rejab itu dan berpuasa sehari nescaya Allah memberi dia makan daripada buah-buahan syurga, memakaikan dia dengan pakaian-pakaian dari syurga serta memberi dia minum dari arak yang terpilih yang dilak tempatnya, kecuali orang yang melaksanakan tiga perkara, orang yang membunuh jiwa, atau dia mendengar orang yang meminta tolong pada waktu malam ataupun siang hari akan tetapi dia tidak menolong orang tersebut atau orang yang saudara dia mengadukan sesuatu kehendak padanya tetapi dia tidak melapangkan kehendak itu. (Idris: 524)

Rasulullah telah berkhutbah kepada kami sekali Jumaat sebelum Rejab, dan beliau bersabda, wahai manusia, sesungguhnya kamu telah diberikan perlindungan oleh satu bulan yang agung, bulan Allah yang pekak, padanya diberikan gandaan kebajikan, padanya terkabul permohonan-permohonan dan padanya hilang segala kesusahan, dan juga tidak ditolak satu pun permohonan orang mukmin. Maka siapa yang berbuat kebajikan pada bulan tersebut akan diberikan gandaan padanya beberapa kali ganda dan Allah akan menggandakan pahala kepada sesiapa yang Dia menginginkan.

Oleh itu, hendak kamu mendirikan solat pada malam dan berpuasa pada siang. Maka siapa yang bersolat pada satu hari dari bulan Rejab lima puluh rakaat, dia membaca pada tiap-tiap rakaat apa yang mudah untuk dia dari al-Quran maka Allah mengurniakan dia kebajikan-kebajikan sebanyak bilangan genap dan bilangan ganjil, dan sebanyak bilangan rambut dan bulu. Siapa berpuasa sehari maka Allah akan menulis buat dia dengan puasa itu sebanyak pahala puasa setahun. Siapa yang menjaga lidah pada bulan Rejab pasti Allah mengajarkan hujah semasa pertanyaan Munkar dan Nakir. Sesiapa bersedekah dengan satu sedekah padanya maka itu menjadi pembebasan dia dari neraka. Sesiapa menghubungkan perhubungan pada bulan Rejab pasti Allah menghubungkan dia di dunia dan akhirat dan membantu dia ke atas musuh-musuh semasa dia hidup. Sesiapa melawat seseorang yang sakit pada bulan Rejab maka Allah akan memerintahkan pada malaikat Kiram supaya menziarahi dia dan memberi salam padanya. Siapa yang bersolat ke atas satu jenazah pada bulan Rejab seakan-akan dia menghidupkan seorang kanak-kanak perempuan yang ditanamkan hidup-hidup.

Siapa memberi makan seorang mukmin dengan satu makanan pada bulan Rejab Allah meletakkan dia pada hari kiamat atas satu hidangan bersama Ibrahim dan Muhammad. Siapa memberikan satu minuman air pada bulan Rejab maka Allah memberi dia minum dari arak yang terpilih dan yang dilak tempatnya. Sesiapa memberikan satu pakaian kepada seorang mukmin maka Allah memakaikan dia dengan seribu pakaian dari pakaian-pakaian syurga. Siapa memuliakan seorang anak yatim dan mengangkat tangan atas kepala (mengusap rambutnya) maka Allah memberi dia keampunan sebanyak bilangan rambut yang disentuh oleh tangan dia. Sesiapa beristighfar kepada Allah sekali pada bulan Rejab nescaya Allah memberikan keampunan. Siapa melakukan tasbih sekali padanya ataupun dia bertahlil sekali tahlil nescaya dia dicatat di sisi Allah dari golongan orang lelaki dan perempuan yang banyak mengingati Allah. Sesiapa yang mengkhatamkan sekali khatam al-Quran pada bulan Rejab, dia dan bapa dia masing-masing akan dipakaikan dengan sebuah mahkota yang bertatahkan mutiara dan al-marjan dan dia terselamat dari kejutan hari kiamat. (Idris: 536)

Semua hadis di atas adalah hadis palsu mengenai bulan Rejab yang dinyatakan oleh para ulama hadis. Jikalau dilihat pada hadis tersebut akan kelihatan betapa banyak maklumat yang bertentangan dengan fikiran manusia yang waras di mana ganjaran yang ditawarkan sangat berlebihan berbanding dengan amalan yang dibuat. Adapun perkara sedemikian adalah tidak munasabah dan tidak mudah diterima oleh akal yang sihat. Sesungguhnya Islam mengharamkan merujuk kepada hadis palsu dalam apa jua bentuk ibadat kerana ia hanya mencemarkan kesucian Islam. Allah yang Maha Mengetahui. Dengan harapan penulisan ini bisa memberikan manfaat.

Wallahu a’lam.

Sumber: Idris, Abdul Ghani Azmi, Himpunan Hadis Dha’if Dan Maudhu’, jilid 1, (Kuala Lumpur, al-Hidayah: 2006)

Orang Beriman 42. Jangan tanya perkara yang boleh menyusahkan kamu.

Surah Al-Maeda

5|101|يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَسْـَٔلُوا۟ عَنْ أَشْيَآءَ إِن تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِن تَسْـَٔلُوا۟ عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ ٱلْقُرْءَانُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا ٱللَّهُ عَنْهَا ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌۭ

[101] Wahai orang-orang beriman! Janganlah kamu bertanyakan perkara-perkara yang jika diterangkan kepada kamu akan menyusahkan kamu, dan jika kamu bertanyakan mengenainya ketika diturunkan Al-Quran, tentulah akan diterangkan kepada kamu. Allah memaafkan mengenai perkara-perkara tersebut. Kerana Allah Maha pengampun, Maha penyabar.

5:101 O you who believe, do not ask about matters which, if revealed to you prematurely, would hurt you. If you ask about them in light of the Qur’án, they will become obvious to you. God has deliberately overlooked them. God is Forgiver, Clement.