KISAH PEMUDA YANG DITUNDA KEMATIANNYA OLEH ALLAH SWT

{Sila baca sampai habis. Ya Allah tambahkanlah ilmuku dan aku berlindung denganmu dari syaitaan yang dikutuk. Kisah ini diterima melalui Whatsapp. Catatan dalam curly bracket adalah daripada saya.}

Kematian memang di tangan Allah. Tetapi mempercepat dan melewatkan kematian adalah hak Nya juga. Maka ada satu perkara yang boleh membuat kematian menjadi sesuatu yang boleh ditunda. Bagaimana caranya dan mengapa boleh terjadi?

Kisah ini benar-benar terjadi pada masa kenabian Ibrahim a.s. Suatu hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabi Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?” “Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.” “Ada apa dia datang menemuimu?”

“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan perkahwinannya esok pagi.” “Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai esok pagi.” Selesai berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabi Ibrahim. Hampir saja Nabi Ibrahim tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan perkawinannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti.

Nabi Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.

Esok paginya, Nabi Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap boleh melangsungkan perkawinannya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabi Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya. Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabi Ibrahim bertanya kepada Malaikat Izrail, apakah dia berbohong tempoh hari sewaktu memberitakan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi?

Malaikat Kematian menjawab bahawa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya. “Apa sebab yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang perkawinannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”

Kematian memang di tangan Allah. Justru itu, mempercepat dan melewat kematian adalah hak Allah. Dan Allah memberitahu pada Rasul-Nya, Muhammad bahwa sedekah itu dapat memanjangkan umur.

Jadi, sesuatu yang dapat menunda kematian, itu adalah…sedekah.

Maka, tengoklah kanan-kiri anda, lihat-lihatlah sekeliling Anda. Bila Anda menemui ada satu-dua kesusahan di depan mata anda. Maka sesungguhnya andalah yang perlu memberi pertolongan. Kerana siapa tahu kesusahan itu diperlihatkan oleh Allah untuk memperpanjang umur anda.

Cuma apakah anda bersedia menolongnya atau tidak. Bila bersedia, maka kemungkinan besar memang Allah akan memanjangkan umur Anda.

Saudara-saudaraku sekalian, tidak ada seorang pun yang mengetahui bila ajalnya akan sampai. Dan, tidak seseorangpun yang mengetahui dalam keadaan apa ajalnya tiba. Maka mengeluarkan sedekah bukan saja akan memanjang umur, malah juga memungkinkan kita meninggal dalam keadaan baik.

Bukankah sedekah akan mengundang cintanya Allah? Sedangkan kalau seseorang sudah dicintai oleh Allah, maka tidak ada masalahnya yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak diampunkan, dan tidak ada nyawa yang dicabut dalam keadaan Khusnul khatimah.

Mudah-mudahan Allah berkenan memanjangkan umur, sehingga kita semua berkesempatan untuk mendapat ampun oleh Allah dan mengubah segala kelakuan kita, sambil mempersiapkan kematian pada masa mendatang.

Mari bersedekah dengan hati yang ikhlas.

“Sebarkanlah ajaranku walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW)

{Benar, kematian di tangan Allah tetapi adakah benar kematian boleh ditunda? Mengapa Allah SWT perlu melengahkan kematian seseorang itu sedangkan Allah Maha Mengetahui segala-galanya. Allah lah yang merencanakan kehidupan setiap makhluk yang diciptakannya. Langsung tidak disebutkan di dalam AlQuraan yang menyatakan bahawa ibadat sedekah boleh panjangkan umur seseorang itu. Adakah Allah SWT telah terlupa untuk dimasukkan ke dalam AlQuraan. Maha Suci Allah. Bacalah ayat Surah AlBaqarah 2:255 yang biasanya disebut Ayatul Kursi.}

{Kehidupan di dunia hanyalah sementara manakala kehidupan di akhirat kekal selama-lamanya maka tidak seharusnya kita bersedekah hanya untuk panjangkan umur. Kita bersedekah kerana ianya adalah ibadat dan perintah Allah SWT. Ganjaran yang diterima di akhirat kelak melebihi segala-galanya yang ada di atas muka bumi ini. Perlu diingatkan bahawa kematian hanya sebentar sahaja iaitu lebih kurang satu atau setengah hari sahaja. (Surah AlBaqarah 2:259) Maka apabila pemuda itu mati, dia akan menerima ganjaran akhirat dengan segera sedangkan kehidupan panjang umur di dunia adalah lebih lama tempoh ke alam akhirat. (Umur sehingga 70 tahun).}

{Perlu diingat di sini bahawa lebih lama kita hidup di dunia ini, kemungkinan lebih banyak dosa yang kita lakukan. Ini boleh menyebabkan timbangan pahala yang diterima akan berkurangan. Jadi kalau nak bersedekah jangan tunggu ganjaran panjang umur tetapi bersedekah lah kerana ianya adalah perintah Allah dan perlu dilaksanakan tanpa gagal. Memang benar ganjaran sedekah yang akan Allah berikan amat besar tetapi tak perlu sehingga nak panjangkan usia.}

Surah 67. Al-Mulk, Verse 2:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Indonesian:
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

En: Khan:
Who has created death and life, that He may test you which of you is best in deed. And He is the All-Mighty, the Oft-Forgiving;

Surah 4. An-Nisa, Verse 78:
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ وَإِن تُصِبْهُمْ
حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِكَ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ اللَّهِ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
Indonesian:
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

En: Khan:
“Wheresoever you may be, death will overtake you even if you are in fortresses built up strong and high!” And if some good reaches them, they say, “This is from Allah,” but if some evil befalls them, they say, “This is from you (O Muhammad SAW).” Say: “All things are from Allah,” so what is wrong with these people that they fail to understand any word?

Surah 6. Al-Anaam, Verse 61:
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
Indonesian:
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

En: Khan:
He is the Irresistible, Supreme over His slaves, and He sends guardians (angels guarding and writing all of one’s good and bad deeds) over you, until when death approaches one of you, Our Messengers (angel of death and his assistants) take his soul, and they never neglect their duty.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 145:
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُّؤَجَّلًا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
Indonesian:
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

En: Khan:
And no person can ever die except by Allah’s Leave and at an appointed term. And whoever desires a reward in (this) world, We shall give him of it; and whoever desires a reward in the Hereafter, We shall give him thereof. And We shall reward the grateful.

Surah 63. Al-Munafiqoon, Verse 10:
وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ
Indonesian:
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

En: Khan:
And spend (in charity) of that with which We have provided you, before death comes to one of you and he says: “My Lord! If only You would give me respite for a little while (i.e. return to the worldly life), then I should give Sadaqah (i.e. Zakat) of my wealth, and be among the righteous [i.e. perform Hajj (pilgrimage to Makkah)].

Surah 63. Al-Munafiqoon, Verse 11:
وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Indonesian:
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

En: Khan:
And Allah grants respite to none when his appointed time (death) comes. And Allah is All-Aware of what you do.

{Kematian hanya di bumi.}

Surah 7. Al-Araf, Verse 25:
قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ
Indonesian:
Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

En: Khan:
He said: “Therein you shall live, and therein you shall die, and from it you shall be brought out (i.e. resurrected).”

{Kalau Allah SWT mau menunjukkan kekuasaannya, ini yang telah Allah lakukan. Dimatikan dan dihidupkan semula.}

Surah 2. Al-Baqara, Verse 259:
أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِّلنَّاسِ وَانظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Indonesian:
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari”. Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

En: Khan:
Or like the one who passed by a town and it had tumbled over its roofs. He said: “Oh! How will Allah ever bring it to life after its death?” So Allah caused him to die for a hundred years, then raised him up (again). He said: “How long did you remain (dead)?” He (the man) said: “(Perhaps) I remained (dead) a day or part of a day”. He said: “Nay, you have remained (dead) for a hundred years, look at your food and your drink, they show no change; and look at your donkey! And thus We have made of you a sign for the people. Look at the bones, how We bring them together and clothe them with flesh”. When this was clearly shown to him, he said, “I know (now) that Allah is Able to do all things.”}

{Umur disempurnakan dan Malaikat tidak lalai melaksanakannya.}

Surah 6. Al-Anaam, Verse 60:
وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُّسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Indonesian:
Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.

En: Khan:
It is He, Who takes your souls by night (when you are asleep), and has knowledge of all that you have done by day, then he raises (wakes) you up again that a term appointed (your life period) be fulfilled, then in the end unto Him will be your return. Then He will inform you what you used to do.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 61:
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
Indonesian:
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

En: Khan:
He is the Irresistible, Supreme over His slaves, and He sends guardians (angels guarding and writing all of one’s good and bad deeds) over you, until when death approaches one of you, Our Messengers (angel of death and his assistants) take his soul, and they never neglect their duty.

Mahu Panjang Umur?

Surah 35. Fatir, Verse 11:

وَاللَّهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍ وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلَّا فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Translation:
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

35:11. GOD created you from dust, then from a tiny drop, then He causes you to reproduce through your spouses. No female becomes pregnant, nor gives birth, without His knowledge. No one survives for a long life, and no one’s life is snapped short, except in accordance with a pre-existing record. This is easy for GOD.

{Berikut adalah salah satu kisah Nabi Ibrahim yang kita patut tahu. Itu sebabnya kisah ini dimuatkan ke dalam kitab suci AlQuraan. Mana-mana kisah yang tidak diceritakan mungkin ianya tidak penting ataupun ianya tidak benar sama sekali. Jadi janganlah kita mengadakan benda yang tidak benar atau tidak ada atas nama Allah SWT dan atas nama Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad tidak akan sekali-kali menokok tambah atau mengadakan benda yang tiada. Maha Suci Allah atas apa yang mereka katakan dan Nabi Muhammad SAW itu tidaklah termasuk ke dalam golongan yang ingkar.}

{Kisah di atas benar-benar telah mempersendakan Allah SWT. Allah seolah-olah tidak tahu apa yang berlaku ke atas umatnya atau makhluknya. Soal hidup mati boleh dibuat tawar menawar. Soal kematian juga dirujukkan terlebih dahulu kepada Nabi sedangkan urusan itu adalah hak mutlak Allah SWT. Tidak ada kisah di dalam AlQuraan yang menceritakan malaikat turun ke bumi untuk mencabut nyawa manusia. Kisah yang ada di mana malaikat turun membawa berita gembira dan berita bencana yang mana ianya tidak boleh dibuat tawar menawar. Apa yang telah ditetapkan akan tetap berlaku tanpa sesaat pun dilewatkannya.}

{ Kisah ini juga menunjukkan Nabi Ibrahim tidak mengetahui dan mengenali bahawa rupa-rupanya Malaikat yang menyerupai manusia yang melawat beliau. Malaikat yg diutuskan ditugaskan membawa berita gembira dan juga berita bencana kepada nabi Lut. Apa yg telah ditetapkan oleh Allah swt tidak boleh diubah sama sekali. }

Surah 11. Hud, Verse 69:
وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ فَمَا لَبِثَ أَن جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ

Indonesian:
Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: “Selamat”. Ibrahim menjawab: “Selamatlah,” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

En: Khan:
And verily, there came Our Messengers to Ibrahim (Abraham) with glad tidings. They said: Salam (greetings or peace!) He answered, Salam (greetings or peace!) and he hastened to entertain them with a roasted calf.

Surah 11. Hud, Verse 70:
فَلَمَّا رَأَىٰ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ
Indonesian:
Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth”.

En: Khan:
But when he saw their hands went not towards it (the meal), he felt some mistrust of them, and conceived a fear of them. They said: “Fear not, we have been sent against the people of Lout (Lot).”

Surah 11. Hud, Verse 71:
وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِن وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ
Indonesian:
Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’qub.

En: Khan:
And his wife was standing (there), and she laughed (either, because the Messengers did not eat their food or for being glad for the destruction of the people of Lout (Lot). But We gave her glad tidings of Ishaque (Isaac), and after him, of Ya’qub (Jacob).

Surah 11. Hud, Verse 72:
قَالَتْ يَا وَيْلَتَىٰ أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَٰذَا بَعْلِي شَيْخًا إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ
Indonesian:
Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh”.

En: Khan:
She said (in astonishment): “Woe unto me! Shall I bear a child while I am an old woman, and here is my husband, an old man? Verily! This is a strange thing!”

Surah 11. Hud, Verse 73:
قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ
Indonesian:
Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

En: Khan:
They said: “Do you wonder at the Decree of Allah? The Mercy of Allah and His Blessings be on you, O the family [of Ibrahim (Abraham)]. Surely, He (Allah) is All-Praiseworthy, All-Glorious.”

Surah 11. Hud, Verse 74:
فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَىٰ يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ
Indonesian:
Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.

En: Khan:
Then when the fear had gone away from (the mind of) Ibrahim (Abraham), and the glad tidings had reached him, he began to plead with Us (Our Messengers) for the people of Lout (Lot).

Surah 11. Hud, Verse 75:
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُّنِيبٌ
Indonesian:
Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.

En: Khan:
Verily, Ibrahim (Abraham) was, without doubt, forbearing, used to invoke Allah with humility, and was repentant (to Allah all the time, again and again).

Surah 11. Hud, Verse 76:
يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ
Indonesian:
Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.

En: Khan:
“O Ibrahim (Abraham)! Forsake this. Indeed, the Commandment of your Lord has gone forth. Verily, there will come a torment for them which cannot be turned back.”

Surah 11. Hud, Verse 77:
وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ
Indonesian:
Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit”.

En: Khan:
And when Our Messengers came to Lout (Lot), he was grieved on their account and felt himself straitened for them (lest the town people should approach them to commit sodomy with them). He said: “This is a distressful day.”

Surah 11. Hud, Verse 78:
وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِن قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنكُمْ رَجُلٌ رَّشِيدٌ

Indonesian:
Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?”

En: Khan:
And his people came rushing towards him, and since aforetime they used to commit crimes (sodomy, etc.), he said: “O my people! Here are my daughters (i.e. the daughters of my nation), they are purer for you (if you marry them lawfully). So fear Allah and degrade me not as regards my guests! Is there not among you a single right-minded man?”

Surah 11. Hud, Verse 79:
قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ
Indonesian:
Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki”.

En: Khan:
They said: “Surely you know that we have neither any desire nor in need of your daughters, and indeed you know well what we want!”

Surah 11. Hud, Verse 80:
قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَىٰ رُكْنٍ شَدِيدٍ
Indonesian:
Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)”.

En: Khan:
He said: “Would that I had strength (men) to overpower you, or that I could betake myself to some powerful support (to resist you).”

Surah 11. Hud, Verse 81:
قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ
Indonesian:
Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?”.

En: Khan:
They (Messengers) said: “O Lout (Lot)! Verily, we are the Messengers from your Lord! They shall not reach you! So travel with your family in a part of the night, and let not any of you look back, but your wife (will remain behind), verily, the punishment which will afflict them, will afflict her. Indeed, morning is their appointed time. Is not the morning near?”

Surah 11. Hud, Verse 82:
فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ
Indonesian:
Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,

En: Khan:
So when Our Commandment came, We turned (the towns of Sodom in Palestine) upside down, and rained on them stones of baked clay, piled up;

Surah 11. Hud, Verse 83:
مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ
Indonesian:
Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.

En: Khan:
Marked from your Lord, and they are not ever far from the Zalimun (polytheists, evil-doers, etc.).

Semuanya sudah tertulis sebelum terciptanya alam ini.

Surah 57. Al-Hadid, Verse 22:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Translation:
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

[57:22] Anything that happens on earth, or to you, has already been recorded, even before the creation. This is easy for GOD to do.

Surah 17. Al-Isra, Verse 13:

وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا

Translation:
Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.

[17:13] We have recorded the fate of every human being; it is tied to his neck. On the Day of Resurrection we will hand him a record that is accessible.

Surah 19. Maryam, Verse 41:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا

Translation:
Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.

Advertisements

Mereka yang diabaikan Allah.

Dari Hadis.

dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat; ‘Seorang yang sudah tua berzina, orang miskin namun sombong, dan pemimpin yang pendusta.” (HR. Nasa’i: 2528) – http://hadits.in/nasai/2528

Dari Al-Quran.

Allah tidak akan berbicara kepada mereka yang menyembunyikan kandungan Al-Kitab.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 174:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَٰئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Translation:
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.

2:174. Those who conceal GOD’s revelations in the scripture, in exchange for a cheap material gain, eat but fire into their bellies. GOD will not speak to them on the Day of Resurrection, nor will He purify them. They have incurred a painful retribution.

Allah melupakan orang-orang Munafiq kerana menggalakkan mungkar dan menghalang makruf.

Surah 9. At-Taubah, Verse 67:

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُم مِّن بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Translation:
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

9:67. The hypocrite men and the hypocrite women belong with each other—they advocate evil and prohibit righteousness, and they are stingy. They forgot GOD, so He forgot them. The hypocrites are truly wicked.

Allah melupakan mereka yang merperolokkan Ayat-ayat Allah.

Surah 45. Al-Jathiya, Verse 34:

وَقِيلَ الْيَوْمَ نَنسَاكُمْ كَمَا نَسِيتُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُم مِّن نَّاصِرِينَ

Translation:
Dan dikatakan (kepada mereka): “Pada hari ini Kami melupakan kamu sebagaimana kamu telah melupakan pertemuan (dengan) harimu ini dan tempat kembalimu ialah neraka dan kamu sekali-kali tidak memperoleh penolong”.

45:34. It will be proclaimed: “Today we forget you, just as you forgot the meeting of this day. Your abode is the hellfire, and you will have no helpers.

Surah 45. Al-Jathiya, Verse 35:

ذَٰلِكُم بِأَنَّكُمُ اتَّخَذْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَغَرَّتْكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ لَا يُخْرَجُونَ مِنْهَا وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

Translation:
Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat.

45:35. “This is because you took GOD’s revelations in vain, and were preoccupied with the first life.” Consequently, they will never exit therefrom, nor will they be excused.

Nilailah sendiri. Yang mana lebih tepat. Al-Quran yang Agung atau Hadis.

Orang Beriman 55. Bertakwa dan sebahagian daripada orang yang Benar.

Surah Al-Taubah

9|119|يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَكُونُوا۟ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ

[119] Wahai orang-orang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah, dan hendaklah kamu berada bersama orang-orang yang benar.

9:119 O you who believe, you shall reverence God, and be among the truthful.

Orang Beriman 54. Mengapa berat nak berjuang untuk Jalan Allah.

Surah Al-Taubah

9|38|يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ ٱنفِرُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱثَّاقَلْتُمْ إِلَى ٱلْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مِنَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

[38] Wahai orang-orang beriman! Mengapa kamu, apabila dikatakan kepada kamu “Keluarlah untuk jalan Allah” kamu merasa berat terlekat di bumi? Adakah kamu lebih suka dengan kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal kesenangan hidup di dunia ini hanyalah sedikit jua berbanding di akhirat kelak.

9:38 O you who believe, when you are told, “Mobilize in the cause of God,” why do you become heavily attached to the ground? Have you chosen this worldly life in place of the Hereafter? The materials of this world, compared to the Hereafter, are nil.

Surah 9. At-Taubah, Verse 39:

إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Translation:
Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak
apat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

9:39. Unless you mobilize, He will commit you to painful retribution and substitute other people in your place; you can never hurt Him in the least. GOD is Omnipotent.

Surah 9. At-Taubah, Verse 40:

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Translation:
Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka c
ungguhnya Allah beserta kita”. Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

9:40. If you fail to support him (the messenger), GOD has already supported him. Thus, when the disbelievers chased him, and he was one of two in the cave, he said to his friend, “Do not worry; GOD is with us.” GOD then sent down contentment and security upon him, and supported him with invisible soldiers. He made the word of the disbelievers lowly. GOD’s word reigns supreme. GOD is Almighty, Most Wise.

Orang Beriman 53. Salah guna dana oleh ketua agama dan pendeta.

Surah Al-Taubah

9|34|۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْأَحْبَارِ وَٱلرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۗ وَٱلَّذِينَ يَكْنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍۢ

[34] Wahai orang-orang beriman! Sesungguhnya terlalu banyak di kalangan pendeta-pendeta dan ahli-ahli agama memakan harta orang ramai dengan cara yang salah, dan mereka menghalangi dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak membelanjakannya pada jalan Allah, maka khabarkanlah kepada mereka dengan azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

9:34 O you who believe, many religious leaders and preachers take the people’s money illicitly, and repel from the path of God. Those who hoard the gold and silver, and do not spend them in the cause of God, promise them a painful retribution.

Surah 9. At-Taubah, Verse 35:

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

Translation:
pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kam
n untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”.

9:35. The day will come when their gold and silver will be heated in the fire of Hell, then used to burn their foreheads, their sides, and their backs: “This is what you hoarded for yourselves, so taste what you have hoarded.”

Orang Beriman 52. Musyrikoon itu najis.

Surah Al-Taubah

9|28|يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْمُشْرِكُونَ نَجَسٌۭ فَلَا يَقْرَبُوا۟ ٱلْمَسْجِدَ ٱلْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةًۭ فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦٓ إِن شَآءَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌۭ

[28] Wahai orang-orang beriman! Sesungguhnya orang-orang kafir musyrik itu najis, oleh itu janganlah mereka menghampiri Masjid Al-Haraam sesudah tahun ini. Dan jika kamu bimbang akan kemiskinan, maka kelak Allah akan memberikan kekayaan kepada kamu dari limpah kurniaNya, jika Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mengetahoui, Maha Bijaksana.

9:28 O you who believe, the idol worshipers are polluted; they shall not be permitted to approach the Sacred Masjid after this year. If you fear loss of income, God will shower you with His provisions, in accordance with His will. God is Omniscient, Most Wise.

Surah 9. At-Taubah, Verse 29:

قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّىٰ يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

Translation:
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan
ng benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

9:29. You shall fight back against those who do not believe in GOD, nor in the Last Day, nor do they prohibit what GOD and His messenger have prohibited, nor do they abide by the religion of truth—among those who received the scripture—until they pay the due tax, willingly or unwillingly.

LUKMAN AL HAKIM

{
Satu surah dinamakan Surah Luqman, tetapi mengapa tidak ada satu pun kisah yang terdapat di dalam surah berkenaan terdapat dalam kisah di bawah?

Mengapa perlu ada cerita lain?

Adakah kisah di dalam Al-Quran itu tidak tepat atau tidak menyeluruh atau tidak lengkap?

Inilah manusia, tidak mahu mempercayai apa yang diturunkan dan masih lagi mahu berbantah.
}

Salah seorang manusia yang bukan Nabi, bukan pula Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Al Qur’an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tidak lain, kerana hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasihati anaknya tentang ‘hakikat hidup’.

“ANAKKU, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah fikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia dapat menikmati lazatnya berzikir.”

“ANAKKU, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya.”

“ANAKKU, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang mengusung jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Kerana jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu.”

“ANAKKU, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya.”

“ANAKKU, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan.”

“ANAKKU, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang.”

“ANAKKU, sepanjang hidupku aku berpegang pada 8 wasiat Para Nabi. Kalimat itu adalah:

1) Jika kau beribadah pada Allah, jagalah fikiranmu baik-baik.

2) Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.

3) Jika kau berada di tengah-tengah majlis, jagalah lidahmu.

4) Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.

5) Ingatlah Allah selalu.

6) Ingatlah maut yang akan menjemputmu.

7) Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.

8) Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

Disertakan surah berkenaan.

SURAH LUQMAN
Dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang
[1] Alif, Laam, Miim
[2] Inilah ayat-ayat Kitab Hikmah,
[3] Petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat Kebajikan.
[4] Orang-orang yang mendirikan Sembahyang, dan menunaikan Zakat, dan mereka yakin akan Akhirat.
[5] Mereka itulah yang berada di atas petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang Beruntung.
[6] Dan ada di kalangan Manusia, mereka menggunakan Hadis tidak berasas bagi menyesatkan dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya sebagai ejek-ejekan. Merekalah orang-orang yang akan beroleh azab yang hina.
[7] Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, berpalinglah dia dengan angkuhnya, seolah-oleh terdapat penyumbat pada kedua telinganya semasa dia mendengarnya. Maka gembirakanlah dia dengan azab yang tidak terperi sakitnya.
[8] Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berbuat Baik, bagi mereka Jannatul Naem,
[9] Kekal di dalamnya. Demikianlah dijanjikan Allah yang benar. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
[10] Dia menciptakan Langit tanpa tiang-tiang sebagaimana kamu melihatnya. Dan mengadakan di Bumi gunung-ganang yang teguh supaya ia tidak berhayun bersama-sama kamu. Dan dibiakkanNya padanya berbagai jenis binatang. Dan Kami turunkan pula air dari Langit, dan Kami tumbuhkan padanya berbagai jenis yang memberi manfaat.
[11] Inilah ciptaan Allah, maka tunjukkanlah kepadaKu apakah yang telah diciptakan oleh makhluk-makhluk yang lain dariNya? Bahkan orang-orang yang Zalim itu berada dalam kesesatan yang nyata.
[12] Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepada LUQMAN, Hikmah “Bersyukurlah kepada Allah” Dan sesiapa yang bersyukur maka dia hanya bersyukur untuk dirinya sendiri, dan sesiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Allah kaya, terpuji.
[13] Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, semasa dia memberikan nasihat kepadanya “Wahai anak kesayanganku, janganlah mempersekutukan Allah, sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah suatu kezaliman yang besar”
[14] Dan Kami wajibkan Manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya. Ibunya telah mengandungkannya dengan kelemahan atas kelemahan, dan tempoh menceraikan susunya pula adalah dalam masa dua [2] tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu bapamu. Dan kepada Akulah jua Tempat Kembali.
[15] Dan jika mereka berdua mendesakmu supaya engkau mempersekutukan denganKu sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya, maka janganlah taati mereka. Dan bergaullah dengan mereka di Dunia ini dengan cara yang baik. Dan turutilah jalan orang-orang yang bertaubat kepadaKu. Kemudian kepada Akulah tempat kembali kamu semua, dan Aku akan menerangkan kepada kamu segala apa yang kamu telah kerjakan.
[16] “Wahai anak kesayanganku, sesungguhnya jika ada sekalipun seberat biji sawi, dan ia berada di dalam batu besar atau di Langit atau di Bumi, sudah tentu Allah akan mendatangkannya. Sesungguhnya Allah halus mengetahui.
[17] Wahai anak kesayanganku, dirikanlah Sembahyang, dan suruhlah berbuat Kebaikan, dan larangilah dari melakukan Kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian, adalah kesungguhan Perkara.
[18] Dan janganlah engkau memalingkan pipimu kepada Manusia, dan janganlah engkau berjalan di Bumi dengan berlagak sombong. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong, membanggakan diri.
[19] Dan sederhanakanlah langkahanmu, dan rendahkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk Suara adalah suara Keldai”
[20] Tidakkah kamu memerhatikan bahawa Allah telah menundukkan untuk kamu apa yang ada di Langit dan yang ada di Bumi, dan telah melimpahkan kepada kamu nikmat-nikmatNya zahir dan batin? Dan di kalangan Manusia ada yang membantah mengenai Allah tanpa ilmu dan tanpa petunjuk dan tidak juga Kitab yang menerangkan.
[21] Dan apabila dikatakan kepada mereka “Turutilah akan apa yang telah diturunkan Allah” Mereka menjawab “Bahkan kami hanya menurut apa yang kami dapati datuk nenek kami padanya” Apakah walaupun Syaitan mengajak mereka itu ke dalam azab Menyala-nyala?
[22] Dan sesiapa yang menyerahkan mukanya kepada Allah sedang dia mengerjakan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang pada Simpulan Teguh. Dan kepada Allah jualah kesudahan segala Perkara.
[23] Dan sesiapa yang kufur, maka janganlah engkau bersedih hati akan kekufurannya itu. Kepada Kamilah tempat kembalinya, lalu Kami memberitahu mereka mengenai apa yang mereka telah kerjakan. Sesungguhnya Allah mengetahui akan segala isi Hati.
[24] Kami berikan mereka menikmati keseronokan sementara, kemudian Kami paksa mereka ke dalam azab yang amat berat.
[25] Dan sesungguhnya jika engkau bertanyakan kepada mereka itu siapakah yang menciptakan Langit dan Bumi? Sudah tentu mereka akan menjawab “Allah” Ucapkanlah “Segala puji bagi Allah” Namun kebanyakan mereka tidak mengetahui.
[26] Allah jua yang memiliki segala yang ada di Langit dan di Bumi. Sesungguhnya Allah, Dia Maha Kaya, Maha Terpuji.
[27] Dan sekiranya segala pohon yang ada di Bumi menjadi pena, dan Lautan, dan ditambahkan lagi kepadanya tujuh [7] lautan sesudah itu, nescaya tidak akan habis Kalimah-kalimah Allah. Sesungguhnya Allah perkasa bijaksana.
[28] Soal penciptaan kamu, dan soal kebangkitan kamu, hanya seperti satu jiwa sahaja. Sesungguhnya Allah mendengar melihat.
[29] Tidakkah engkau memerhatikan bahawa Allah memasukkan Malam ke dalam Siang dan memasukkan Siang ke dalam Malam, dan Dia menundukkan Matahari dan Bulan? Tiap-tiap satu dari keduanya beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan. Dan sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu lakukan.
[30] Demikianlah, bahawa sesungguhnya Allah Dia Yang Sebenar-benarnya, dan bahawa segala yang mereka seru yang lain dariNya itu adalah Palsu. Dan sesungguhnya Allah, Dia Maha Tinggi, Maha Besar.
[31] Tidakkah engkau memerhatikan bahawasanya Kapal-kapal [Pengangkut] belayar di Lautan dengan nikmat Kurnia Allah, untuk diperlihatkan kepada kamu sebahagian daripada tanda-tandaNya? Sesungguhnya pada yang demikian itu mengandungi tanda-tanda bagi tiap-tiap yang bersabar, bersyukur.
[32] Dan apabila mereka dilanda ombak besar laksana Gunung, mereka semua berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan kepercayaan kepadaNya semata-mata. Maka apabila Dia membawa mereka ke Daratan, maka sebahagian sahaja di antara mereka yang bersederhana. Adapun yang mengingkari tanda-tanda Kami itu, hanyalah pengkhianat, ingkar.
[33] Wahai Manusia, bertaqwalah kepada Tuhan kamu, dan takutilah akan hari yang padanya seseorang ayah tidak dapat melepaskan anaknya, dan seseorang anak itu pula tidak dapat melepaskan ayahnya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar, dan janganlah kamu diperdayakan Kehidupan Dunia, dan janganlah pula kamu diperdayakan oleh Penghasut mengenai Allah.
[34] Sesungguhnya di sisi Allah jualah pengetahuan yang tepat mengenai Saat. Dan Dialah yang menurunkan Hujan, dan yang mengetahui apa yang ada di dalam Rahim. Dan tiada seorangpun yang mengetahui mengenai apa yang akan diusahakannya esok. Dan tiada seorangpun dapat mengetahui di bumi manakah dia akan mati. Sesungguhnya Allah mengetahui, mengawasi.