LUKMAN AL HAKIM

{
Satu surah dinamakan Surah Luqman, tetapi mengapa tidak ada satu pun kisah yang terdapat di dalam surah berkenaan terdapat dalam kisah di bawah?

Mengapa perlu ada cerita lain?

Adakah kisah di dalam Al-Quran itu tidak tepat atau tidak menyeluruh atau tidak lengkap?

Inilah manusia, tidak mahu mempercayai apa yang diturunkan dan masih lagi mahu berbantah.
}

Salah seorang manusia yang bukan Nabi, bukan pula Rasul, tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Al Qur’an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tidak lain, kerana hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasihati anaknya tentang ‘hakikat hidup’.

“ANAKKU, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah fikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan ibadah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia dapat menikmati lazatnya berzikir.”

“ANAKKU, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya.”

“ANAKKU, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang mengusung jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Kerana jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu.”

“ANAKKU, aku sudah pernah memikul batu-batu besar, aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya.”

“ANAKKU, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan.”

“ANAKKU, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang.”

“ANAKKU, sepanjang hidupku aku berpegang pada 8 wasiat Para Nabi. Kalimat itu adalah:

1) Jika kau beribadah pada Allah, jagalah fikiranmu baik-baik.

2) Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu.

3) Jika kau berada di tengah-tengah majlis, jagalah lidahmu.

4) Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu.

5) Ingatlah Allah selalu.

6) Ingatlah maut yang akan menjemputmu.

7) Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain.

8) Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

Disertakan surah berkenaan.

SURAH LUQMAN
Dengan nama Allah, Maha Pemurah, Maha Penyayang
[1] Alif, Laam, Miim
[2] Inilah ayat-ayat Kitab Hikmah,
[3] Petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat Kebajikan.
[4] Orang-orang yang mendirikan Sembahyang, dan menunaikan Zakat, dan mereka yakin akan Akhirat.
[5] Mereka itulah yang berada di atas petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang Beruntung.
[6] Dan ada di kalangan Manusia, mereka menggunakan Hadis tidak berasas bagi menyesatkan dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya sebagai ejek-ejekan. Merekalah orang-orang yang akan beroleh azab yang hina.
[7] Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, berpalinglah dia dengan angkuhnya, seolah-oleh terdapat penyumbat pada kedua telinganya semasa dia mendengarnya. Maka gembirakanlah dia dengan azab yang tidak terperi sakitnya.
[8] Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berbuat Baik, bagi mereka Jannatul Naem,
[9] Kekal di dalamnya. Demikianlah dijanjikan Allah yang benar. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana.
[10] Dia menciptakan Langit tanpa tiang-tiang sebagaimana kamu melihatnya. Dan mengadakan di Bumi gunung-ganang yang teguh supaya ia tidak berhayun bersama-sama kamu. Dan dibiakkanNya padanya berbagai jenis binatang. Dan Kami turunkan pula air dari Langit, dan Kami tumbuhkan padanya berbagai jenis yang memberi manfaat.
[11] Inilah ciptaan Allah, maka tunjukkanlah kepadaKu apakah yang telah diciptakan oleh makhluk-makhluk yang lain dariNya? Bahkan orang-orang yang Zalim itu berada dalam kesesatan yang nyata.
[12] Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepada LUQMAN, Hikmah “Bersyukurlah kepada Allah” Dan sesiapa yang bersyukur maka dia hanya bersyukur untuk dirinya sendiri, dan sesiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Allah kaya, terpuji.
[13] Dan ketika Luqman berkata kepada anaknya, semasa dia memberikan nasihat kepadanya “Wahai anak kesayanganku, janganlah mempersekutukan Allah, sesungguhnya perbuatan syirik itu adalah suatu kezaliman yang besar”
[14] Dan Kami wajibkan Manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya. Ibunya telah mengandungkannya dengan kelemahan atas kelemahan, dan tempoh menceraikan susunya pula adalah dalam masa dua [2] tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu bapamu. Dan kepada Akulah jua Tempat Kembali.
[15] Dan jika mereka berdua mendesakmu supaya engkau mempersekutukan denganKu sesuatu yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya, maka janganlah taati mereka. Dan bergaullah dengan mereka di Dunia ini dengan cara yang baik. Dan turutilah jalan orang-orang yang bertaubat kepadaKu. Kemudian kepada Akulah tempat kembali kamu semua, dan Aku akan menerangkan kepada kamu segala apa yang kamu telah kerjakan.
[16] “Wahai anak kesayanganku, sesungguhnya jika ada sekalipun seberat biji sawi, dan ia berada di dalam batu besar atau di Langit atau di Bumi, sudah tentu Allah akan mendatangkannya. Sesungguhnya Allah halus mengetahui.
[17] Wahai anak kesayanganku, dirikanlah Sembahyang, dan suruhlah berbuat Kebaikan, dan larangilah dari melakukan Kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian, adalah kesungguhan Perkara.
[18] Dan janganlah engkau memalingkan pipimu kepada Manusia, dan janganlah engkau berjalan di Bumi dengan berlagak sombong. Sesungguhnya Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong, membanggakan diri.
[19] Dan sederhanakanlah langkahanmu, dan rendahkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk Suara adalah suara Keldai”
[20] Tidakkah kamu memerhatikan bahawa Allah telah menundukkan untuk kamu apa yang ada di Langit dan yang ada di Bumi, dan telah melimpahkan kepada kamu nikmat-nikmatNya zahir dan batin? Dan di kalangan Manusia ada yang membantah mengenai Allah tanpa ilmu dan tanpa petunjuk dan tidak juga Kitab yang menerangkan.
[21] Dan apabila dikatakan kepada mereka “Turutilah akan apa yang telah diturunkan Allah” Mereka menjawab “Bahkan kami hanya menurut apa yang kami dapati datuk nenek kami padanya” Apakah walaupun Syaitan mengajak mereka itu ke dalam azab Menyala-nyala?
[22] Dan sesiapa yang menyerahkan mukanya kepada Allah sedang dia mengerjakan kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang pada Simpulan Teguh. Dan kepada Allah jualah kesudahan segala Perkara.
[23] Dan sesiapa yang kufur, maka janganlah engkau bersedih hati akan kekufurannya itu. Kepada Kamilah tempat kembalinya, lalu Kami memberitahu mereka mengenai apa yang mereka telah kerjakan. Sesungguhnya Allah mengetahui akan segala isi Hati.
[24] Kami berikan mereka menikmati keseronokan sementara, kemudian Kami paksa mereka ke dalam azab yang amat berat.
[25] Dan sesungguhnya jika engkau bertanyakan kepada mereka itu siapakah yang menciptakan Langit dan Bumi? Sudah tentu mereka akan menjawab “Allah” Ucapkanlah “Segala puji bagi Allah” Namun kebanyakan mereka tidak mengetahui.
[26] Allah jua yang memiliki segala yang ada di Langit dan di Bumi. Sesungguhnya Allah, Dia Maha Kaya, Maha Terpuji.
[27] Dan sekiranya segala pohon yang ada di Bumi menjadi pena, dan Lautan, dan ditambahkan lagi kepadanya tujuh [7] lautan sesudah itu, nescaya tidak akan habis Kalimah-kalimah Allah. Sesungguhnya Allah perkasa bijaksana.
[28] Soal penciptaan kamu, dan soal kebangkitan kamu, hanya seperti satu jiwa sahaja. Sesungguhnya Allah mendengar melihat.
[29] Tidakkah engkau memerhatikan bahawa Allah memasukkan Malam ke dalam Siang dan memasukkan Siang ke dalam Malam, dan Dia menundukkan Matahari dan Bulan? Tiap-tiap satu dari keduanya beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan. Dan sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu lakukan.
[30] Demikianlah, bahawa sesungguhnya Allah Dia Yang Sebenar-benarnya, dan bahawa segala yang mereka seru yang lain dariNya itu adalah Palsu. Dan sesungguhnya Allah, Dia Maha Tinggi, Maha Besar.
[31] Tidakkah engkau memerhatikan bahawasanya Kapal-kapal [Pengangkut] belayar di Lautan dengan nikmat Kurnia Allah, untuk diperlihatkan kepada kamu sebahagian daripada tanda-tandaNya? Sesungguhnya pada yang demikian itu mengandungi tanda-tanda bagi tiap-tiap yang bersabar, bersyukur.
[32] Dan apabila mereka dilanda ombak besar laksana Gunung, mereka semua berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan kepercayaan kepadaNya semata-mata. Maka apabila Dia membawa mereka ke Daratan, maka sebahagian sahaja di antara mereka yang bersederhana. Adapun yang mengingkari tanda-tanda Kami itu, hanyalah pengkhianat, ingkar.
[33] Wahai Manusia, bertaqwalah kepada Tuhan kamu, dan takutilah akan hari yang padanya seseorang ayah tidak dapat melepaskan anaknya, dan seseorang anak itu pula tidak dapat melepaskan ayahnya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar, dan janganlah kamu diperdayakan Kehidupan Dunia, dan janganlah pula kamu diperdayakan oleh Penghasut mengenai Allah.
[34] Sesungguhnya di sisi Allah jualah pengetahuan yang tepat mengenai Saat. Dan Dialah yang menurunkan Hujan, dan yang mengetahui apa yang ada di dalam Rahim. Dan tiada seorangpun yang mengetahui mengenai apa yang akan diusahakannya esok. Dan tiada seorangpun dapat mengetahui di bumi manakah dia akan mati. Sesungguhnya Allah mengetahui, mengawasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s