KISAH PEMUDA YANG DITUNDA KEMATIANNYA OLEH ALLAH SWT

{Sila baca sampai habis. Ya Allah tambahkanlah ilmuku dan aku berlindung denganmu dari syaitaan yang dikutuk. Kisah ini diterima melalui Whatsapp. Catatan dalam curly bracket adalah daripada saya.}

Kematian memang di tangan Allah. Tetapi mempercepat dan melewatkan kematian adalah hak Nya juga. Maka ada satu perkara yang boleh membuat kematian menjadi sesuatu yang boleh ditunda. Bagaimana caranya dan mengapa boleh terjadi?

Kisah ini benar-benar terjadi pada masa kenabian Ibrahim a.s. Suatu hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabi Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?” “Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.” “Ada apa dia datang menemuimu?”

“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan perkahwinannya esok pagi.” “Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai esok pagi.” Selesai berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabi Ibrahim. Hampir saja Nabi Ibrahim tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan perkawinannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti.

Nabi Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.

Esok paginya, Nabi Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap boleh melangsungkan perkawinannya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabi Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya. Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabi Ibrahim bertanya kepada Malaikat Izrail, apakah dia berbohong tempoh hari sewaktu memberitakan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi?

Malaikat Kematian menjawab bahawa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya. “Apa sebab yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang perkawinannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”

Kematian memang di tangan Allah. Justru itu, mempercepat dan melewat kematian adalah hak Allah. Dan Allah memberitahu pada Rasul-Nya, Muhammad bahwa sedekah itu dapat memanjangkan umur.

Jadi, sesuatu yang dapat menunda kematian, itu adalah…sedekah.

Maka, tengoklah kanan-kiri anda, lihat-lihatlah sekeliling Anda. Bila Anda menemui ada satu-dua kesusahan di depan mata anda. Maka sesungguhnya andalah yang perlu memberi pertolongan. Kerana siapa tahu kesusahan itu diperlihatkan oleh Allah untuk memperpanjang umur anda.

Cuma apakah anda bersedia menolongnya atau tidak. Bila bersedia, maka kemungkinan besar memang Allah akan memanjangkan umur Anda.

Saudara-saudaraku sekalian, tidak ada seorang pun yang mengetahui bila ajalnya akan sampai. Dan, tidak seseorangpun yang mengetahui dalam keadaan apa ajalnya tiba. Maka mengeluarkan sedekah bukan saja akan memanjang umur, malah juga memungkinkan kita meninggal dalam keadaan baik.

Bukankah sedekah akan mengundang cintanya Allah? Sedangkan kalau seseorang sudah dicintai oleh Allah, maka tidak ada masalahnya yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak diampunkan, dan tidak ada nyawa yang dicabut dalam keadaan Khusnul khatimah.

Mudah-mudahan Allah berkenan memanjangkan umur, sehingga kita semua berkesempatan untuk mendapat ampun oleh Allah dan mengubah segala kelakuan kita, sambil mempersiapkan kematian pada masa mendatang.

Mari bersedekah dengan hati yang ikhlas.

“Sebarkanlah ajaranku walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW)

{Benar, kematian di tangan Allah tetapi adakah benar kematian boleh ditunda? Mengapa Allah SWT perlu melengahkan kematian seseorang itu sedangkan Allah Maha Mengetahui segala-galanya. Allah lah yang merencanakan kehidupan setiap makhluk yang diciptakannya. Langsung tidak disebutkan di dalam AlQuraan yang menyatakan bahawa ibadat sedekah boleh panjangkan umur seseorang itu. Adakah Allah SWT telah terlupa untuk dimasukkan ke dalam AlQuraan. Maha Suci Allah. Bacalah ayat Surah AlBaqarah 2:255 yang biasanya disebut Ayatul Kursi.}

{Kehidupan di dunia hanyalah sementara manakala kehidupan di akhirat kekal selama-lamanya maka tidak seharusnya kita bersedekah hanya untuk panjangkan umur. Kita bersedekah kerana ianya adalah ibadat dan perintah Allah SWT. Ganjaran yang diterima di akhirat kelak melebihi segala-galanya yang ada di atas muka bumi ini. Perlu diingatkan bahawa kematian hanya sebentar sahaja iaitu lebih kurang satu atau setengah hari sahaja. (Surah AlBaqarah 2:259) Maka apabila pemuda itu mati, dia akan menerima ganjaran akhirat dengan segera sedangkan kehidupan panjang umur di dunia adalah lebih lama tempoh ke alam akhirat. (Umur sehingga 70 tahun).}

{Perlu diingat di sini bahawa lebih lama kita hidup di dunia ini, kemungkinan lebih banyak dosa yang kita lakukan. Ini boleh menyebabkan timbangan pahala yang diterima akan berkurangan. Jadi kalau nak bersedekah jangan tunggu ganjaran panjang umur tetapi bersedekah lah kerana ianya adalah perintah Allah dan perlu dilaksanakan tanpa gagal. Memang benar ganjaran sedekah yang akan Allah berikan amat besar tetapi tak perlu sehingga nak panjangkan usia.}

Surah 67. Al-Mulk, Verse 2:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
Indonesian:
Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

En: Khan:
Who has created death and life, that He may test you which of you is best in deed. And He is the All-Mighty, the Oft-Forgiving;

Surah 4. An-Nisa, Verse 78:
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنتُمْ فِي بُرُوجٍ مُّشَيَّدَةٍ وَإِن تُصِبْهُمْ
حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِندِكَ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِندِ اللَّهِ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
Indonesian:
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?

En: Khan:
“Wheresoever you may be, death will overtake you even if you are in fortresses built up strong and high!” And if some good reaches them, they say, “This is from Allah,” but if some evil befalls them, they say, “This is from you (O Muhammad SAW).” Say: “All things are from Allah,” so what is wrong with these people that they fail to understand any word?

Surah 6. Al-Anaam, Verse 61:
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
Indonesian:
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

En: Khan:
He is the Irresistible, Supreme over His slaves, and He sends guardians (angels guarding and writing all of one’s good and bad deeds) over you, until when death approaches one of you, Our Messengers (angel of death and his assistants) take his soul, and they never neglect their duty.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 145:
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُّؤَجَّلًا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
Indonesian:
Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

En: Khan:
And no person can ever die except by Allah’s Leave and at an appointed term. And whoever desires a reward in (this) world, We shall give him of it; and whoever desires a reward in the Hereafter, We shall give him thereof. And We shall reward the grateful.

Surah 63. Al-Munafiqoon, Verse 10:
وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ
Indonesian:
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

En: Khan:
And spend (in charity) of that with which We have provided you, before death comes to one of you and he says: “My Lord! If only You would give me respite for a little while (i.e. return to the worldly life), then I should give Sadaqah (i.e. Zakat) of my wealth, and be among the righteous [i.e. perform Hajj (pilgrimage to Makkah)].

Surah 63. Al-Munafiqoon, Verse 11:
وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Indonesian:
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

En: Khan:
And Allah grants respite to none when his appointed time (death) comes. And Allah is All-Aware of what you do.

{Kematian hanya di bumi.}

Surah 7. Al-Araf, Verse 25:
قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ
Indonesian:
Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

En: Khan:
He said: “Therein you shall live, and therein you shall die, and from it you shall be brought out (i.e. resurrected).”

{Kalau Allah SWT mau menunjukkan kekuasaannya, ini yang telah Allah lakukan. Dimatikan dan dihidupkan semula.}

Surah 2. Al-Baqara, Verse 259:
أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِّلنَّاسِ وَانظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Indonesian:
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari”. Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

En: Khan:
Or like the one who passed by a town and it had tumbled over its roofs. He said: “Oh! How will Allah ever bring it to life after its death?” So Allah caused him to die for a hundred years, then raised him up (again). He said: “How long did you remain (dead)?” He (the man) said: “(Perhaps) I remained (dead) a day or part of a day”. He said: “Nay, you have remained (dead) for a hundred years, look at your food and your drink, they show no change; and look at your donkey! And thus We have made of you a sign for the people. Look at the bones, how We bring them together and clothe them with flesh”. When this was clearly shown to him, he said, “I know (now) that Allah is Able to do all things.”}

{Umur disempurnakan dan Malaikat tidak lalai melaksanakannya.}

Surah 6. Al-Anaam, Verse 60:
وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُم بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰ أَجَلٌ مُّسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Indonesian:
Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.

En: Khan:
It is He, Who takes your souls by night (when you are asleep), and has knowledge of all that you have done by day, then he raises (wakes) you up again that a term appointed (your life period) be fulfilled, then in the end unto Him will be your return. Then He will inform you what you used to do.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 61:
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ
Indonesian:
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

En: Khan:
He is the Irresistible, Supreme over His slaves, and He sends guardians (angels guarding and writing all of one’s good and bad deeds) over you, until when death approaches one of you, Our Messengers (angel of death and his assistants) take his soul, and they never neglect their duty.

Mahu Panjang Umur?

Surah 35. Fatir, Verse 11:

وَاللَّهُ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ وَمَا يُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍ وَلَا يُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلَّا فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Translation:
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.

35:11. GOD created you from dust, then from a tiny drop, then He causes you to reproduce through your spouses. No female becomes pregnant, nor gives birth, without His knowledge. No one survives for a long life, and no one’s life is snapped short, except in accordance with a pre-existing record. This is easy for GOD.

{Berikut adalah salah satu kisah Nabi Ibrahim yang kita patut tahu. Itu sebabnya kisah ini dimuatkan ke dalam kitab suci AlQuraan. Mana-mana kisah yang tidak diceritakan mungkin ianya tidak penting ataupun ianya tidak benar sama sekali. Jadi janganlah kita mengadakan benda yang tidak benar atau tidak ada atas nama Allah SWT dan atas nama Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad tidak akan sekali-kali menokok tambah atau mengadakan benda yang tiada. Maha Suci Allah atas apa yang mereka katakan dan Nabi Muhammad SAW itu tidaklah termasuk ke dalam golongan yang ingkar.}

{Kisah di atas benar-benar telah mempersendakan Allah SWT. Allah seolah-olah tidak tahu apa yang berlaku ke atas umatnya atau makhluknya. Soal hidup mati boleh dibuat tawar menawar. Soal kematian juga dirujukkan terlebih dahulu kepada Nabi sedangkan urusan itu adalah hak mutlak Allah SWT. Tidak ada kisah di dalam AlQuraan yang menceritakan malaikat turun ke bumi untuk mencabut nyawa manusia. Kisah yang ada di mana malaikat turun membawa berita gembira dan berita bencana yang mana ianya tidak boleh dibuat tawar menawar. Apa yang telah ditetapkan akan tetap berlaku tanpa sesaat pun dilewatkannya.}

{ Kisah ini juga menunjukkan Nabi Ibrahim tidak mengetahui dan mengenali bahawa rupa-rupanya Malaikat yang menyerupai manusia yang melawat beliau. Malaikat yg diutuskan ditugaskan membawa berita gembira dan juga berita bencana kepada nabi Lut. Apa yg telah ditetapkan oleh Allah swt tidak boleh diubah sama sekali. }

Surah 11. Hud, Verse 69:
وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ فَمَا لَبِثَ أَن جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ

Indonesian:
Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: “Selamat”. Ibrahim menjawab: “Selamatlah,” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

En: Khan:
And verily, there came Our Messengers to Ibrahim (Abraham) with glad tidings. They said: Salam (greetings or peace!) He answered, Salam (greetings or peace!) and he hastened to entertain them with a roasted calf.

Surah 11. Hud, Verse 70:
فَلَمَّا رَأَىٰ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ
Indonesian:
Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth”.

En: Khan:
But when he saw their hands went not towards it (the meal), he felt some mistrust of them, and conceived a fear of them. They said: “Fear not, we have been sent against the people of Lout (Lot).”

Surah 11. Hud, Verse 71:
وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِن وَرَاءِ إِسْحَاقَ يَعْقُوبَ
Indonesian:
Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’qub.

En: Khan:
And his wife was standing (there), and she laughed (either, because the Messengers did not eat their food or for being glad for the destruction of the people of Lout (Lot). But We gave her glad tidings of Ishaque (Isaac), and after him, of Ya’qub (Jacob).

Surah 11. Hud, Verse 72:
قَالَتْ يَا وَيْلَتَىٰ أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوزٌ وَهَٰذَا بَعْلِي شَيْخًا إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ
Indonesian:
Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh”.

En: Khan:
She said (in astonishment): “Woe unto me! Shall I bear a child while I am an old woman, and here is my husband, an old man? Verily! This is a strange thing!”

Surah 11. Hud, Verse 73:
قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ
Indonesian:
Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah”.

En: Khan:
They said: “Do you wonder at the Decree of Allah? The Mercy of Allah and His Blessings be on you, O the family [of Ibrahim (Abraham)]. Surely, He (Allah) is All-Praiseworthy, All-Glorious.”

Surah 11. Hud, Verse 74:
فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءَتْهُ الْبُشْرَىٰ يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ
Indonesian:
Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.

En: Khan:
Then when the fear had gone away from (the mind of) Ibrahim (Abraham), and the glad tidings had reached him, he began to plead with Us (Our Messengers) for the people of Lout (Lot).

Surah 11. Hud, Verse 75:
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُّنِيبٌ
Indonesian:
Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.

En: Khan:
Verily, Ibrahim (Abraham) was, without doubt, forbearing, used to invoke Allah with humility, and was repentant (to Allah all the time, again and again).

Surah 11. Hud, Verse 76:
يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا إِنَّهُ قَدْ جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ
Indonesian:
Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.

En: Khan:
“O Ibrahim (Abraham)! Forsake this. Indeed, the Commandment of your Lord has gone forth. Verily, there will come a torment for them which cannot be turned back.”

Surah 11. Hud, Verse 77:
وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ
Indonesian:
Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit”.

En: Khan:
And when Our Messengers came to Lout (Lot), he was grieved on their account and felt himself straitened for them (lest the town people should approach them to commit sodomy with them). He said: “This is a distressful day.”

Surah 11. Hud, Verse 78:
وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِن قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنكُمْ رَجُلٌ رَّشِيدٌ

Indonesian:
Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?”

En: Khan:
And his people came rushing towards him, and since aforetime they used to commit crimes (sodomy, etc.), he said: “O my people! Here are my daughters (i.e. the daughters of my nation), they are purer for you (if you marry them lawfully). So fear Allah and degrade me not as regards my guests! Is there not among you a single right-minded man?”

Surah 11. Hud, Verse 79:
قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ
Indonesian:
Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki”.

En: Khan:
They said: “Surely you know that we have neither any desire nor in need of your daughters, and indeed you know well what we want!”

Surah 11. Hud, Verse 80:
قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَىٰ رُكْنٍ شَدِيدٍ
Indonesian:
Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)”.

En: Khan:
He said: “Would that I had strength (men) to overpower you, or that I could betake myself to some powerful support (to resist you).”

Surah 11. Hud, Verse 81:
قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوا إِلَيْكَ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ
Indonesian:
Para utusan (malaikat) berkata: “Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?”.

En: Khan:
They (Messengers) said: “O Lout (Lot)! Verily, we are the Messengers from your Lord! They shall not reach you! So travel with your family in a part of the night, and let not any of you look back, but your wife (will remain behind), verily, the punishment which will afflict them, will afflict her. Indeed, morning is their appointed time. Is not the morning near?”

Surah 11. Hud, Verse 82:
فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ
Indonesian:
Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,

En: Khan:
So when Our Commandment came, We turned (the towns of Sodom in Palestine) upside down, and rained on them stones of baked clay, piled up;

Surah 11. Hud, Verse 83:
مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ
Indonesian:
Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.

En: Khan:
Marked from your Lord, and they are not ever far from the Zalimun (polytheists, evil-doers, etc.).

Semuanya sudah tertulis sebelum terciptanya alam ini.

Surah 57. Al-Hadid, Verse 22:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Translation:
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

[57:22] Anything that happens on earth, or to you, has already been recorded, even before the creation. This is easy for GOD to do.

Surah 17. Al-Isra, Verse 13:

وَكُلَّ إِنسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنشُورًا

Translation:
Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.

[17:13] We have recorded the fate of every human being; it is tied to his neck. On the Day of Resurrection we will hand him a record that is accessible.

Surah 19. Maryam, Verse 41:

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا

Translation:
Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s