Kisah Iskandar Zulkarnain dan tenteranya

{
Ini yg diterima dari WhatsApp. Ulasan saya selepas kisah ini.
}

Kisah Iskandar Zulkarnain dan tenteranya terpaksa mengharungi terowong yang panjang dan gelap. Tiada api dan cahaya. Di tengah-tengah perjalanan, mereka terpijak batu-batu yang begitu banyak bertaburan. Ada orang berkata, terowong ini kaya dengan emas dan berlian. Apa lagi, ada yang mula mengutip batu-batu tersebut hingga penuh tangan. Ada yang gunakan baju untuk dijadikan pemegang batu-batu. Ada juga yang tidak percaya dan tidak mengutip apa-apa pun.

Setelah sekian lama berjalan dalam gelap, ada di antara mereka merasa letih lalu melepaskan batu-batu yang mereka bawa. Akhirnya mereka mula nampak di hujung terowong. Dalam samar-samar mereka telah lihat, batu-batu yang mereka bawa adalah betul-betul emas dan berlian. Ada yang minta kebenaran dari Iskandar Zulkarnain untuk berpatah balik ke tengah terowong. Tapi tak dibenarkan.

Bila mereka keluar dari terowong, maka penyesalan yang amat hebat terasa oleh tentera-tentera Iskandar.

Semua menyesal. Tiada yang tak *menyesal.*

1. Paling menyesal ialah yang tidak percaya langsung. Tiada langsung emas berlian yang dibawa walaupun sudah mempunyai peluang.

2. Yang bawa sikit pun menyesal. “Kenapalah aku bawa penuh tangan je. Patut tadi aku gunakan baju, kain dan sebagainya untuk angkut emas dan berlian tu.”

3. Yang bawa penuh baju pun menyesal. Aku patut pinjam kain-kain dari orang lain. Aku patut gunakan mulut untuk angkut emas dan berlian-berlian tu.

4. Yang paling menyesal juga yang mula-mulanya percaya. Tapi separuh jalan lepaskan batu-batu kerana tidak yakin, kerana letih dan malas.

Begitulah *gambaran penyesalan* kita bila sampai ke alam akhirat. Semua menyesal. Tiada yang terkecuali. Ketika sakaratul maut, kita akan di nampakkan gambaran di mana nasib kita di akhirat. Ketika itu roh kita meronta-ronta tidak mahu meninggalkan dunia jikalau gambaran yang tidak baik ditunjukkan. Seperti mereka yang meronta-ronta untuk balik ke tengah terowong dan minta kebenaran untuk balik semula. Tapi bila roh di halqom, ternyata sudah terlambat.

Bila sampai di akhirat, semua orang akan menyesal. Yang soleh dan solehah menyesal kerana masa yang berlalu tanpa dimanafaatkan untuk meningkatkan amal ibadat supaya dapat darjat yang lebih tinggi. Yang kadang-kadang soleh kadang kadang menentang Allah lagilah menyesal. Ada amalan. Tapi sikit. Dosa menimbun.

Orang-orang kafirlah yang paling menyesal. Terutama mereka yang dah sampai seru, faham pasal Islam, tapi pilih untuk tidak beriman kerana ego, pangkat dan harta dan sebagainya. Orang yang asalnya Islam tapi meninggalkan agama lagilah menyesal. Seperti mereka yang mula-mula kutip batu, tapi lepaskan. Di akhirat nanti merekalah yang paling menyesal.

Itulah gambaran penyesalan di akhirat. Diceritakan penyesalan mereka dalam Surah As-Sajadah. Ahli Neraka merayu pada Allah, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kami telah lihat dan dengar kedahsyatan akhirat, kembalikanlah kami ke dunia untuk beramal soleh, sesungguhnya kami telah benar-benar yakin.”

(sedikit perkongsian)

RENUNG²KAN LAH
MENUNG²KAN LAH
FIKIR²KAN LAH

{
Apa yang hebatnya kisah di atas? Apa yang saya nampak ianya hanyalah tambahan kepada kisah-kisah dongeng sedia ada. Cerita ini tidak diketahui sumbernya dan tidak langsung diceritakan di dalam al-Quran. Tetapi cerita sebegini menjadi tular dan sanjungan sebahagian umat Islam. Kisah Iskandar Dzulkarnain yang ada di dalam Al-Quran tidak diendahkan dan tidak ambil iktibar. Adakah kita boleh diiktiraf sebagai umat Islam sejati? Umat Islam sejati adalah mereka yang mempercayai Allah dan kitab-kitabNya dan …

Bacalah Surah al-Kahfi yang mana di dalamnya terdapat kisah Dzulkarnain yang sepatutnya dijadikan cerita sepanjang zaman dan dijadikan iktibar dari kisah tersebut. Kisah ini mengenai Ujian Kekuatan (The Trial of Strength).

Berikut ini adalah ayat-ayat Al-Quran mengenai Penyesalan.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 52:

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَن تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللَّهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنفُسِهِمْ نَادِمِينَ

Translation:
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

5:52. You will see those who harbor doubt in their hearts hasten to join them, saying, “We fear lest we may be defeated.” May GOD bring victory, or a command from Him, that causes them to regret their secret thoughts.

Surah 6. Al-Anaam, Verse 31:

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

Translation:
Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.

6:31. Losers indeed are those who disbelieve in meeting GOD, until the Hour comes to them suddenly, then say, “We deeply regret wasting our lives in this world.” They will carry loads of their sins on their backs; what a miserable load!

Surah 7. Al-Araf, Verse 149:

وَلَمَّا سُقِطَ فِي أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْا أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّوا قَالُوا لَئِن لَّمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Translation:
Dan setelah mereka sangat menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka telah sesat, merekapun berkata: “Sungguh jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami menjadi orang-orang yang merugi”.

7:149. Finally, when they regretted their action, and realized that they had gone astray, they said, “Unless our Lord redeems us with His mercy, and forgives us, we will be losers.”

Surah 69. Al-Haaqqa, Verse 50:

وَإِنَّهُ لَحَسْرَةٌ عَلَى الْكَافِرِينَ

Translation:
Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

Translation:
Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

Surah 39. Az-Zumar, Verse 58:

أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Translation:
Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab ‘Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik’.

39:58. Or say, when it sees the retribution, “If I get another chance, I will work righteousness.”

Surah 2. Al-Baqara, Verse 167:

وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّءُوا مِنَّا كَذَٰلِكَ يُرِيهِمُ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ

Translation:
Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: “Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami”. Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.

2:167. Those who followed will say, “If we can get another chance, we will disown them, as they have disowned us now.” GOD thus shows them the consequences of their works as nothing but remorse; they will never exit Hell.

}

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s