Haji (Tazkirah)

1. Syarat Hajj.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 97:

‎فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَن دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Indonesian:
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

En: Khan:
In it are manifest signs (for example), the Maqam (place) of Ibrahim (Abraham); whosoever enters it, he attains security. And Hajj (pilgrimage to Makkah) to the House (Ka’bah) is a duty that mankind owes to Allah, those who can afford the expenses (for one’s conveyance, provision and residence); and whoever disbelieves [i.e. denies Hajj (pilgrimage to Makkah), then he is a disbeliever of Allah], then Allah stands not in need of any of the ‘Alamin (mankind and jinns).

[ 3:97 ] In it are clear signs: the station of Abraham. Anyone who enters it shall be granted safe passage. The people owe it to GOD that they shall observe Hajj to this shrine, when they can afford it. As for those who disbelieve, GOD does not need anyone.

{Ayat ini adalah bukti bahawa Nabi Ibrahim dimakamkan bersebelahan Kaabah dan bukannya di Jerusalem.}

2. Tunai Hajj dengan apa cara sekalipun di mana anda berada. Tiada pengecualian kecuali tidak mampu.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 27:

‎وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Indonesian:
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,

En: Khan:
And proclaim to mankind the Hajj (pilgrimage). They will come to you on foot and on every lean camel, they will come from every deep and distant (wide) mountain highway (to perform Hajj).

[ 22:27 ] “And proclaim that the people shall observe Hajj pilgrimage.* They will come to you walking or riding on various exhausted (means of transportation). They will come from the farthest locations.”

Surah 2. Al-Baqara, Verse 195:

‎وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Indonesian:
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

En: Khan:
And spend in the Cause of Allah (i.e. Jihad of all kinds, etc.) and do not throw yourselves into destruction (by not spending your wealth in the Cause of Allah), and do good. Truly, Allah loves Al-Muhsinun (the good-doers).

Surah 2. Al-Baqara, Verse 196:

‎وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِّن رَّأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَا أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Indonesian:
Dan sempurnakanlah ibadah HAJI DAN ‘UMRAH karena Allah.
JIKA
kamu terkepung (أُحْصِرْتُمْ) (TERHALANG oleh musuh atau karena sakit),
maka (sembelihlah) KORBAN yang mudah didapat,
DAN
JANGAN kamu MENCUKUR kepalamu,
sebelum KORBAN SAMPAI di tempat penyembelihannya.
JIKA
ada di antaramu yang SAKIT atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur),
maka wajiblah atasnya BERFIDYAH,
yaitu:
BERPUASA atau BERSEDEKAH atau BERKORBAN.
Apabila kamu telah (merasa) AMAN, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘UMRAH SEBELUM HAJI (di dalam bulan haji),
(wajiblah ia menyembelih) KORBAN yang mudah didapat.
Tetapi JIKA ia TIDAK
menemukan (binatang korban atau tidak mampu),
maka wajib BERPUASA tiga (3) hari dalam MASA HAJI dan tujuh (7) hari (lagi) apabila kamu TELAH PULANG kembali.
Itulah sepuluh (10) (hari) yang sempurna.
Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah).
Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.

[ 2:196 ] You shall observe the complete rites of Hajj and `Umrah for GOD . If you are prevented, you shall send an offering, and do not resume cutting your hair until your offering has reached its destination. If you are ill, or suffering a head injury (and you must cut your hair), you shall expiate by fasting, or giving to charity, or some other form of worship. During the normal Hajj, if you break the state of Ihraam (sanctity) between `Umrah and Hajj, you shall expiate by offering an animal sacrifice. If you cannot afford it, you shall fast three days during Hajj and seven when you return home – this completes ten – provided you do not live at the Sacred Masjid. You shall observe GOD , and know that GOD is strict in enforcing retribution.

Maksud أُحْصِرْتُمْ

Surah 2. Al-Baqara, Verse 273:

‎لِلْفُقَرَاءِ الَّذِينَ أُحْصِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَطِيعُونَ ضَرْبًا فِي الْأَرْضِ يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُم بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا وَمَا تُنفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Indonesian:
(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (أُحْصِرُوا) (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui.

Shakir:
(Alms are) for the poor who are confined in the way of Allah– they cannot go about in the land; the ignorant man thinks them to be rich on account of (their) abstaining (from begging); you can recognise them by their mark; they do not beg from men importunately; and whatever good thing you spend, surely Allah knows it.

3. Hajj pada bulan yang dimaklumi.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 197:

‎الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Indonesian:
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

En: Khan:
The Hajj (pilgrimage) is (in) the well-known (lunar year) months (i.e. the 10th month, the 11th month and the first ten days of the 12th month of the Islamic calendar, i.e. two months and ten days). So whosoever intends to perform Hajj therein by assuming Ihram), then he should not have sexual relations (with his wife), nor commit sin, nor dispute unjustly during the Hajj. And whatever good you do, (be sure) Allah knows it. And take a provision (with you) for the journey, but the best provision is At-Taqwa (piety, righteousness, etc.). So fear Me, O men of understanding!

{Sesuatu yang perlu dikupas dengan lebih mendalam. Di sini dengan jelas ditetapkan bahawa ibadat Hajj adalah beberapa bulan yang dimaklumi dalam setahun. Bukannya satu kali sahaja dalam setahun. Mengapakah perkara ini boleh terjadi dan manusia gagal melaksanakannya seperti yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Kita mesti ingat bahawa segala apa yang diperturunkan dari AlQuraan itu tidak ada cacat celanya. Segala-galanya adalah fakta dan benar belaka. Kalau Allah SWT menetapkan bahawa Hajj itu beberapa bulan yang dimaklumi tetapi mengapa tidak dilaksanakan. Ingatlah bahawa Allah SWT itu amat mengetahui tentang apa yang berlaku sebelum, semasa dan masa hadapan. Allah SWT amat mengetahui suatu masa nanti umat manusia akan bertambah dan ibadat Hajj setahun sekali sudah tidak dapat menampung bilangan umat Islam yang ada. Justeru, ibadat Hajj perlu diadakan beberapa kali setahun dan ianya dilakukan tidak melebihi 3 kali setahun dalam bulan-bulan yang ditetapkan iaitu pada bulan 10 (Syawal), bulan 11 (Dzulqaedah) dan bulan 12 (Dzulhijjah) tahun Hijrah. Sekiranya ini dilakukan, semua backlog mereka yang belum berpeluang menunaikan Hajj boleh diselesaikan tepat pada masanya. Sebaliknya jika ini tidak dilakukan mulai sekarang, akibatnya makin ramailah umat Islam yang berkemampuan tidak dapat menunaikan Hajj apabila cukup syarat.}

{Ayat ini juga maukan sesiapa yang menunaikan fardhu Hajj membawa bekalan yang mencukupi tetapi Allah mengingatkan bahawa BEKALAN TAKWA adalah lagi baik. Ini bermaksud BEKALAN TAKWA itu adalah satu kemestian manakala bekalan biasa hanyalah perkara sekunder sahaja. Apakah itu BEKALAN TAKWA? Melakukan apa yang diperintah dan meninggalkan apa yang dilarang dan bukan sebaliknya. Bukannya balik dari menunaikan Hajj baru nak bertakwa. Beribadatlah dengan banyak sekali sebagai bekalan semasa menunaikan Hajj di Mekah.

Maksud TAKWA adalah orang yang mengamalkan kebajikan seperti yang dinyatakan di dalam ayat di bawah yg dikenali juga sebagai Ayat al-Birr.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 177:

‎لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Melayu:
BUKANLAH perkara kebajikan itu hanya kamu
(01) menghadapkan muka ke pihak timur dan barat,
TETAPI kebajikan itu ialah
(02) berimannya seseorang kepada Allah, DAN
(03) hari akhirat, DAN
(04) segala malaikat, DAN
(05) segala Kitab, DAN
(06) sekalian Nabi; DAN
(07) mendermanya seseorang akan hartanya sedang ia menyayanginya, – kepada
(07a) kaum kerabat, DAN
(07b) anak-anak yatim DAN
(07c) orang-orang miskin DAN
(07d) orang yang terlantar dalam perjalanan, DAN
(07e) kepada orang-orang yang meminta, DAN
(07f) untuk memerdekakan hamba-hamba abdi; DAN
(08) mengerjanya seseorang akan sembahyang DAN
(09) mengeluarkan zakat; DAN
(10) perbuatan orang-orang yang menyempurnakan janjinya apabila mereka membuat perjanjian; DAN
(11) ketabahan orang-orang yang sabar
(11a) dalam masa kesempitan, DAN
(11b) dalam masa kesakitan, DAN juga
(11c) dalam masa bertempur dalam perjuangan perang Sabil.

orang-orang yang demikian sifatnya,

mereka itulah orang-orang yang benar (beriman dan mengerjakan kebajikan);

dan

mereka itulah juga orang-orang yang bertaqwa.
}

4. Berdzikir dari ‘Arafat dan terus berdzikir.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 198:

‎لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ فَإِذَا أَفَضْتُم مِّنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِندَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِن كُنتُم مِّن قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

Indonesian:
Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.

En: Khan:
There is no sin on you if you seek the Bounty of your Lord (during pilgrimage by trading, etc.). Then when you leave ‘Arafat, remember Allah (by glorifying His Praises, i.e. prayers and invocations, etc.) at the Mash’ar-il-Haram. And remember Him (by invoking Allah for all good, etc.) as He has guided you, and verily, you were, before, of those who were astray.

5. Selepas itu memohon ampun (Istighfar) kepada Allah SWT.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 199:

‎ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Indonesian:
Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

En: Khan:
Then depart from the place whence all the people depart and ask Allah for His Forgiveness. Truly, Allah is Oft-Forgiving, Most-Merciful.

6. Selepas itu berzikir lagi banyak-banyak dan kemudian baru berdoa.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 200:

‎فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

Indonesian:
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

En: Khan:
So when you have accomplished your Manasik [(i.e. Ihram, Tawaf of the Ka’bah and As-Safa and Al-Marwah), stay at ‘Arafat, Muzdalifah and Mina, Ramy of Jamarat, (stoning of the specified pillars in Mina) slaughtering of Hady (animal, etc.)]. Remember Allah as you remember your forefathers or with a far more remembrance. But of mankind there are some who say: “Our Lord! Give us (Your Bounties) in this world!” and for such there will be no portion in the Hereafter.

7. Berdoa kebaikan di dunia dan pelihara siksa neraka.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 201:

‎وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Indonesian:
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

En: Khan:
And of them there are some who say: “Our Lord! Give us in this world that which is good and in the Hereafter that which is good, and save us from the torment of the Fire!”

Surah 2. Al-Baqara, Verse 202:

‎أُولَٰئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِّمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Indonesian:
Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.

En: Khan:
For them there will be alloted a share for what they have earned. And Allah is Swift at reckoning.

8. Terus berdzikir semasa di Mina.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 203:

‎وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ فَمَن تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَن تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَىٰ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Indonesian:
Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.

En: Khan:
And remember Allah during the appointed Days. But whosoever hastens to leave in two days, there is no sin on him and whosoever stays on, there is no sin on him, if his aim is to do good and obey Allah (fear Him), and know that you will surely be gathered unto Him.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 125:

Baitullah tempat beribadat.

‎وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

Indonesian:
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

En: Khan:
And (remember) when We made the House (the Ka’bah at Makkah) a place of resort for mankind and a place of safety. And take you (people) the Maqam (place) of Ibrahim (Abraham) [or the stone on which Ibrahim (Abraham) stood while he was building the Ka’bah] as a place of prayer (for some of your prayers, e.g. two Rak’at after the Tawaf of the Ka’bah at Makkah), and We commanded Ibrahim (Abraham) and Isma’il (Ishmael) that they should purify My House (the Ka’bah at Makkah) for those who are circumambulating it, or staying (I’tikaf), or bowing or prostrating themselves (there, in prayer).

9. Doa mustajab Nabi Ibrahim.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 126:

‎وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ قَالَ وَمَن كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

Indonesian:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.

En: Khan:
And (remember) when Ibrahim (Abraham) said, “My Lord, make this city (Makkah) a place of security and provide its people with fruits, such of them as believe in Allah and the Last Day.” He (Allah) answered: “As for him who disbelieves, I shall leave him in contentment for a while, then I shall compel him to the torment of the Fire, and worst indeed is that destination!”

Surah 2. Al-Baqara, Verse 127:

‎وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Indonesian:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

En: Khan:
And (remember) when Ibrahim (Abraham) and (his son) Isma’il (Ishmael) were raising the foundations of the House (the Ka’bah at Makkah), (saying), “Our Lord! Accept (this service) from us. Verily! You are the All-Hearer, the All-Knower.”

Surah 2. Al-Baqara, Verse 128:

‎رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Indonesian:
Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

En: Khan:
“Our Lord! And make us submissive unto You and of our offspring a nation submissive unto You, and show us our Manasik (all the ceremonies of pilgrimage – Hajj and ‘Umrah, etc.), and accept our repentance. Truly, You are the One Who accepts repentance, the Most Merciful.

10. Shafaa dan Marwa sebahagian syi’ar Allah. Lakukan dengan kerelaan hati.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 158:

‎إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Indonesian:
Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.

En: Khan:
Verily! As-Safa and Al-Marwah (two mountains in Makkah) are of the Symbols of Allah. So it is not a sin on him who perform Hajj or ‘Umrah (pilgrimage) of the House (the Ka’bah at Makkah) to perform the going (Tawaf) between them (As-Safa and Al-Marwah). And whoever does good voluntarily, then verily, Allah is All-Recogniser, All-Knower.

11. Masjidil Haraam dijadikan untuk umat manusia.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 25:

‎إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ وَمَن يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُّذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

Indonesian:
Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.

En: Khan:
Verily! Those who disbelieve and hinder (men) from the Path of Allah, and from Al-Masjid-al-Haram (at Makkah) which We have made (open) to (all) men, the dweller in it and the visitor from the country are equal there [as regards its sanctity and pilgrimage (Hajj and ‘Umrah)]. And whoever inclines to evil actions therein or to do wrong (i.e. practise polytheism and leave Islamic Monotheism), him We shall cause to taste a painful torment.

12. Jangan sekali-kali mempersekutukan Allah semasa Hajj.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 26:

‎وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

Indonesian:
Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.

En: Khan:
And (remember) when We showed Ibrahim (Abraham) the site of the (Sacred) House (the Ka’bah at Makkah) (saying): “Associate not anything (in worship) with Me, [La ilaha ill-Allah (none has the right to be worshipped but Allah Islamic Monotheism], and sanctify My House for those who circumambulate it, and those who stand up for prayer, and those who bow (submit themselves with humility and obedience to Allah), and make prostration (in prayer, etc.);”

13. Azan Hajj.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 27:

‎وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Indonesian:
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,

En: Khan:
And proclaim to mankind the Hajj (pilgrimage). They will come to you on foot and on every lean camel, they will come from every deep and distant (wide) mountain highway (to perform Hajj).

14. Berdzikir menyebut nama Allah semasa Hajj.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 28:

‎لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Indonesian:
supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

En: Khan:
That they may witness things that are of benefit to them (i.e. reward of Hajj in the Hereafter, and also some worldly gain from trade, etc.), and mention the Name of Allah on appointed days (i.e. 10th, 11th, 12th, and 13th day of Dhul-Hijjah), over the beast of cattle that He has provided for them (for sacrifice) (at the time of their slaughtering by saying: Bismillah, WAllahu-Akbar, Allahumma Minka wa Ilaik). Then eat thereof and feed therewith the poor who have a very hard time.

15. Bersihkan diri dan sempurnakan nazar sebelum thawaf.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 29:

‎ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ

Indonesian:
Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).

En: Khan:
Then let them complete the prescribed duties (Manasik of Hajj) for them, and perform their vows, and circumambulate the Ancient House (the Ka’bah at Makkah).

{Rumah yang tua. Adakah ianya adalah rumat ibadat yang pertama dibina di atas muka bumi ini?}

Syariat Korban

Surah 22. Al-Hajj, Verse 34:

‎وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

Indonesian:
Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

Shakir:
And to every nation We appointed acts of devotion that they may mention the name of Allah on what He has given them of the cattle quadrupeds; so your god is One God, therefore to Him should you submit, and give good news to the humble,

16. Ciri-ciri orang berserah diri

Surah 22. Al-Hajj, Verse 35:

‎الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَىٰ مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

Indonesian:
(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka.

Shakir:
(To) those whose hearts tremble when Allah is mentioned, and those who are patient under that which afflicts them, and those who keep up prayer, and spend (benevolently) out of what We have given them.

17. Unta binatang korban pilihan

Surah 22. Al-Hajj, Verse 36:

‎وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Indonesian:
Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.

Shakir:
And (as for) the camels, We have made them of the signs of the religion of Allah for you; for you therein is much good; therefore mention the name of Allah on them as they stand in a row, then when they fall down eat of them and feed the poor man who is contented and the beggar; thus have We made them subservient to you, that you may be grateful.

18. Daging dan darah korban tidak sampai kepada Allah SWT kecuali ketakwaan.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 37:

‎لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Indonesian:
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

Shakir:
There does not reach Allah their flesh nor their blood, but to Him is acceptable the guarding (against evil) on your part; thus has He made them subservient to you, that you may magnify Allah because He has guided you aright; and give good news to those who do good (to others).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s