Sifat Manusia

1. Lemah

Surah 4. An-Nisa, Verse 28:

‎يُرِيدُ اللَّهُ أَن يُخَفِّفَ عَنكُمْ وَخُلِقَ الْإِنسَانُ ضَعِيفًا

Indonesian:
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.

En: Khan:
Allah wishes to lighten (the burden) for you; and man was created weak (cannot be patient to leave sexual intercourse with woman).

2. Tergesa-gesa.

Surah 21. Al-Anbiya, Verse 37:

‎خُلِقَ الْإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

Indonesian:
Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.

En: Khan:
Man is created of haste, I will show you My Ayat (torments, proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.). So ask Me not to hasten (them).

Surah 17. Al-Isra, Verse 11:

‎وَيَدْعُ الْإِنسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ وَكَانَ الْإِنسَانُ عَجُولًا

Indonesian:
Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.

En: Khan:
And man invokes (Allah) for evil as he invokes (Allah) for good and man is ever hasty [i.e., if he is angry with somebody, he invokes (saying): "O Allah! Curse him, etc." and that one should not do, but one should be patient].

Surah 21. Al-Anbiya, Verse 37:

‎خُلِقَ الْإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ سَأُرِيكُمْ آيَاتِي فَلَا تَسْتَعْجِلُونِ

Indonesian:
Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perIihatkan kepadamu tanda-tanda azab-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.

En: Khan:
Man is created of haste, I will show you My Ayat (torments, proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.). So ask Me not to hasten (them).

3. Keluh Kesah.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 19:

‎إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا

Indonesian:
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.

En: Khan:
Verily, man (disbeliever) was created very impatient;

70:20, 70:21

4. Tidak berterima kasih.

Surah 11. Hud, Verse 9:

‎وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ

Indonesian:
Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.

En: Khan:
And if We give man a taste of Mercy from Us, and then withdraw it from him, verily! He is despairing, ungrateful.

Surah 17. Al-Isra, Verse 67:

‎وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَن تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ وَكَانَ الْإِنسَانُ كَفُورًا

Indonesian:
Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia, Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu adalah selalu tidak berterima kasih.

En: Khan:
And when harm touches you upon the sea, those that you call upon besides Him vanish from you except Him (Allah Alone). But when He brings you safely to land, you turn away (from Him). And man is ever ungrateful.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 66:

‎وَهُوَ الَّذِي أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ إِنَّ الْإِنسَانَ لَكَفُورٌ

Indonesian:
Dan Dialah Allah yang telah menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sangat mengingkari nikmat.

En: Khan:
It is He, Who gave you life, and then will cause you to die, and will again give you life (on the Day of Resurrection). Verily! Man is indeed an ingrate.

Surah 42. Ash-Shura, Verse 48:

‎فَإِنْ أَعْرَضُوا فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا إِنْ عَلَيْكَ إِلَّا الْبَلَاغُ وَإِنَّا إِذَا أَذَقْنَا الْإِنسَانَ مِنَّا رَحْمَةً فَرِحَ بِهَا وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ فَإِنَّ الْإِنسَانَ كَفُورٌ

Indonesian:
Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).

En: Khan:
But if they turn away (O Muhammad SAW from the Islamic Monotheism, which you have brought to them). We have not sent you (O Muhammad SAW) as a Hafiz (protector) over them (i.e. to take care of their deeds and to recompense them). Your duty is to convey (the Message). And verily, when We cause man to taste of Mercy from Us, he rejoices thereat, but when some ill befalls them because of the deeds which their hands have sent forth, then verily, man (becomes) ingrate!

5. Ingkar.

Surah 14. Ibrahim, Verse 34:

‎وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Indonesian:
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

En: Khan:
And He gave you of all that you asked for, and if you count the Blessings of Allah, never will you be able to count them. Verily! Man is indeed an extreme wrong-doer, – a disbeliever (an extreme ingrate, denies Allah's Blessings by disbelief, and by worshipping others besides Allah, and by disobeying Allah and His Prophet Muhammad SAW).

6. Pembangkang

Surah 16. An-Nahl, Verse 4:

‎خَلَقَ الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

Indonesian:
Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.

En: Khan:
He has created man from Nutfah (mixed drops of male and female sexual discharge), then behold, this same (man) becomes an open opponent.

Surah 36. Ya Seen, Verse 77:

‎أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

Indonesian:
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!

En: Khan:
Does not man see that We have created him from Nutfah (mixed male and female discharge semen drops). Yet behold! He (stands forth) as an open opponent.

Surah 43. Az-Zukhruf, Verse 15:

‎وَجَعَلُوا لَهُ مِنْ عِبَادِهِ جُزْءًا إِنَّ الْإِنسَانَ لَكَفُورٌ مُّبِينٌ

Indonesian:
Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).

En: Khan:
Yet they assign to some of His slaves a share with Him (by pretending that He has children, and considering them as equals or co-partners in worship with Him). Verily, man is indeed a manifest ingrate!

7. Manusia itu sombong bila senang dan putus asa bila susah.

Surah 17. Al-Isra, Verse 83:

‎وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا

Indonesian:
Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa.

En: Khan:
And when We bestow Our Grace on man (the disbeliever), he turns away and becomes arrogant, far away from the Right Path. And when evil touches him he is in great despair.

Surah 39. Az-Zumar, Verse 49:

‎فَإِذَا مَسَّ الْإِنسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِّنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Indonesian:
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: "Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku". Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.

En: Khan:
When harm touches man, he calls to Us (for help), then when We have (rescued him from that harm and) changed it into a favour from Us, he says: "Only because of knowledge (that I possess) I obtained it." Nay, it is only a trial, but most of them know not!

Surah 41. Fussilat, Verse 49:

‎لَّا يَسْأَمُ الْإِنسَانُ مِن دُعَاءِ الْخَيْرِ وَإِن مَّسَّهُ الشَّرُّ فَيَئُوسٌ قَنُوطٌ

Indonesian:
Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.

En: Khan:
Man (the disbeliever) does not get tired of asking good (things from Allah), but if an evil touches him, then he gives up all hope and is lost in despair.

8. Manusia sangat kikir.

Surah 17. Al-Isra, Verse 100:

‎قُل لَّوْ أَنتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لَّأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنفَاقِ وَكَانَ الْإِنسَانُ قَتُورًا

Indonesian:
Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya". Dan adalah manusia itu sangat kikir.

En: Khan:
Say (to the disbelievers): "If you possessed the treasure of the Mercy of my Lord (wealth, money, provision, etc.), then you would surely hold back (from spending) for fear of (being exhausted), and man is ever miserly!"

9. Manusia paling banyak membantah.

Surah 18. Al-Kahf, Verse 54:

‎وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِن كُلِّ مَثَلٍ وَكَانَ الْإِنسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا

Indonesian:
Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.

En: Khan:
And indeed We have put forth every kind of example in this Quran, for mankind. But, man is ever more quarrelsome than anything.

10. Manusia itu zalim dan jahil.

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 72:

‎إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Indonesian:
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,

En: Khan:
Truly, We did offer AlAmanah (the trust or moral responsibility or honesty and all the duties which Allah has ordained) to the heavens and the earth, and the mountains, but they declined to bear it and were afraid of it (i.e. afraid of Allah's Torment). But man bore it. Verily, he was unjust (to himself) and ignorant (of its results).

11. Manusia bila senang lupa daratan tetapi bila susah baru merayu berdoa.

Surah 41. Fussilat, Verse 51:

‎وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ فَذُو دُعَاءٍ عَرِيضٍ

Indonesian:
Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri; tetapi apabila ia ditimpa malapetaka, maka ia banyak berdoa.

En: Khan:
And when We show favour to man, he withdraws and turns away, but when evil touches him, then he has recourse to long supplications.

12. Manusia suka berbuat dosa dan berterusan.

Surah 75. Al-Qiyama, Verse 5:

‎بَلْ يُرِيدُ الْإِنسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ

Indonesian:
Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus menerus.

En: Khan:
Nay! (Man denies Resurrection and Reckoning. So) he desires to continue committing sins.

13. Manusia dicipta supaya susah.

Surah 90. Al-Balad, Verse 4:

‎لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي كَبَدٍ

Indonesian:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

En: Khan:
Verily, We have created man in toil.

14. Manusia adalah ciptaan terbaik Ilahi.

Surah 95. At-Tin, Verse 4:

‎لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Indonesian:
sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

En: Khan:
Verily, We created man of the best stature (mould),

Surah 95. At-Tin, Verse 5:

‎ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ

Indonesian:
Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

En: Khan:
Then We reduced him to the lowest of the low,

15. Manusia melampaui batas kerana beranggapan serba cukup.

Surah 96. Al-Alaq, Verse 2:

‎خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ

Indonesian:
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Surah 96. Al-Alaq, Verse 5:

‎عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Indonesian:
Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

En: Khan:
Has taught man that which he knew not.

Surah 96. Al-Alaq, Verse 6:

‎كَلَّا إِنَّ الْإِنسَانَ لَيَطْغَىٰ

Indonesian:
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

En: Khan:
Nay! Verily, man does transgress all bounds (in disbelief and evil deed, etc.).

Surah 96. Al-Alaq, Verse 7:

‎أَن رَّآهُ اسْتَغْنَىٰ

Indonesian:
karena dia melihat dirinya serba cukup.

En: Khan:
Because he considers himself self-sufficient.

16. Manusia tidak berterima kasih kepada tuhannya.

Surah 100. Al-Adiyat, Verse 6:

‎إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ

Indonesian:
sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

En: Khan:
Verily! Man (disbeliever) is ungrateful to his Lord;

Surah 100. Al-Adiyat, Verse 7:

‎وَإِنَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ

Indonesian:
dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,

En: Khan:
And to that fact he bears witness (by his deeds);

17. Manusia itu bakhil kerana harta.

Surah 100. Al-Adiyat, Verse 8:

‎وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ

Indonesian:
dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.

En: Khan:
And verily, he is violent in the love of wealth.

18. Manusia berada dalan kerugian.

Surah 103. Al-Asr, Verse 2:

‎إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Indonesian:
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

En: Khan:
Verily! Man is in loss,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s