About keptenaz

Retired Naval Captain.

Orang Beriman 62. Berzikir itu membawa maksud mengingati Allah dan mengingati Allah sebanyaknya dan sepanjang masa. Bertasbih membawa maksud memuji kebesaran Allah dan bertasbihlah sepanjang masa juga.

Surah Al-Ahzab

33|41|يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًۭا كَثِيرًۭا

[41] Wahai orang-orang beriman, ingatlah Allah dengan ingatan yang sebanyak-banyaknya.

33:41 O you who believe, you shall remember God frequently.

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 42:

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Translation:
Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

33:42. You shall glorify Him day and night.

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 43:

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

Translation:
Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.

33:43. He is the One who helps you, together with His angels, to lead you out of darkness into the light. He is Most Merciful towards the believers.

Kata-kata Manusia 3.

{ Kisah berikutnya saya terima melalui grup Whatsapp. Setelah membaca dan meneliti setiap bait dan rangkap, apa yang di ‘claim’ sebagai Hadis Qudsi ini ternyata ianya adalah palsu dan dicipta oleh manusia yang mahu menggabui mata umat Islam terutamanya yang tidak membaca atau memahami isi kandungan Al-Quraan. Saya berani mencabar bahawa kisah ini adalah dibuat-buat atas beberapa sebab:

1. Kisah ini seperti sebuah syair, gurindam atau puisi atau sajak. Allah swt tidak akan menurunkan syair atau sajak kepada umatnya. Ayat di bawah yang sering kita baca semasa sesi bacaan Surah YaSeen.

Surah 36. Ya Seen, Verse 69:

وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُّبِينٌ

Translation:
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.

Surah 85. Al-Burooj, Verse 21:

بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَّجِيدٌ

Translation:
(Sebenarnya apa yang engkau sampaikan kepada mereka bukanlah syair atau sihir), bahkan ialah Al-Quran yang tertinggi kemuliaannya;

[36:69] What we taught him (the messenger) was not poetry, nor is he (a poet). This is but a formidable proof,* and a profound Quran.
[85:21] Indeed, it is a glorious Quran.

2. Gaya bahasa yang digunakan bukannya dari Allah swt.

3. Banyak fakta mengenai manusia tidak tepat dan bercanggah dengan penemuan ilmu sains dan adat resam manusia keseluruhannya.

4. Kisah ini banyak berkisar kepada adat resam orang Melayu Islam.

5. Hadis Qudsi ini tidak diriwayatkan oleh sesiapa pun. Kisah ini banyak terdapat dalam Internet tetapi tidak ada satupun yang disertakan dengan riwayat dalam bahasa Arab.

6. Terlalu banyak fakta dalam kisah ini bercanggah dengan fakta dari Al-Quraan yang diturunkan oleh Allah swt.

Saya telah terpanggil untuk mengulas kisah ini supaya kita umat Islam sejati tidak dipesongkan dengan dakyah seperti ini.

Sungguh buruk sekali perangai manusia yang cuba menjual nama Allah swt dan RasulNya dengan begitu murah sekali.

Surah 9. At-Taubah, Verse 9:

اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّوا عَن سَبِيلِهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Translation:
Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit (dari faedah-faedah dunia), lalu mereka menghalangi (dirinya dan orang-orang lain) dari ugama Allah; sesungguhnya amatlah buruknya apa yang mereka telah kerjakan.

[9:9] They traded away GOD’s revelations for a cheap price. Consequently, they repulsed the people from His path. Miserable indeed is what they did!

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 78:

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Translation:
Dan sesungguhnya, di antara mereka ada yang memutar-mutar lidahnya semasa membaca Kitab, supaya kamu menyangkanya sebahagian dari Kitab padahal ia bukanlah dari Kitab itu. Dan mereka pula berkata: “ia adalah dari sisi Allah”, padahal ia bukanlah dari sisi Allah; dan mereka pula tergamak berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

[3:78] Among them are those who twist their tongues to imitate the scripture, that you may think it is from the scripture, when it is not from the scripture, and they claim that it is from GOD, when it is not from GOD. Thus, they utter lies and attribute them to GOD, knowingly.

Surah 7. Al-Araf, Verse 179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Translation:
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

[7:179] We have committed to Hell multitudes of jinns and humans. They have minds with which they do not understand, eyes with which they do not see, and ears with which they do not hear. They are like animals; no, they are far worse – they are totally unaware.

Ulasan saya adalah dalam curly bracket kecuali ayat AlQuraan dan terjemahannya.
}

SubhanAllah… Cantik petikan ini.
Kebesaran Sang Pencipta.
Allah Swt. BerFirman :

Wahai anak adam..
Aku jadikan engkau dalam
perut ibu mu, dan aku tutup
wajahmu dengan penutup
supaya tak lemas/
terhidu engkau dalam rahim.

Dan Aku jadikan
engkau tenang dilindungi
disebalik rahim ibumu.
Aku cukupkan bagi engkau
makanan mu.

Dan Aku jadikan
di samping kanan dan kirimu
tempat berpaut.
Di kananmu hati. ( liver )
dan di kirimu hempedu
( spleen ) ibumu.

Setelah itu,
Aku ajarkan engkau
untuk tetap dan duduk
di dalam badan ibu mu.
Adakah yang lain
selain dari Ku yang mampu
menjadikannya sedemikian.??

Setelah berakhir penciptaan
mu dan disempurnakan
kejadian mu,
aku arahkan kerajaanKu
dengan penuh
kasih dan sayang
untuk mengeluarkan mu
dari rahim,
maka dikeluarkanlah dirimu.

{
Surah 16. An-Nahl, Verse 78:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Translation:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
}

Tiada bagi mu gigi
untuk mengunyah,
jua tangan, untok menggapai,
juga kaki untok berdiri
Engkau tidak punya apa2.

{
Untuk manusia Allah telah menganugerahkan PENDENGARAN, PENGLIHATAN dan HATI.

Surah 16. An-Nahl, Verse 78:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Translation:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
}

Aku jadikan susu
yang lengkap lagi bersih
dari dada ibuMu,
yang sejuk di musim panas
dan panas di musim sejuk.

{
Walaupun ayat ini tidak merujuk kepada manusia secara spesifik tetapi ianya menerangkan bagaimana susu diperbuat.

Surah 16. An-Nahl, Verse 66:

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهِ مِن بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَّبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِّلشَّارِبِينَ

Translation:
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.
}

Dan Aku letakkan cinta
dan kasih kepada engkau
dalam diri kedua org tua mu.
Tidak meniarap engkau
sebelum mampu,
tidak duduk. engkau
sebelum mampu,
tidak merangkak engkau
sebelum mampu,
tidak berdiri engkau
sebelum mampu.

{
Surah 31. Luqman, Verse 14:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Translation:
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
}

Apabila engkau telah kuat
untuk berjalan sekarang,
engkau bermaksiat
sa’at engkau berseorangan.!!
Dan engkau langsung
tidak malu padaKu.

{
Surah 16. An-Nahl, Verse 83:

يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ

Translation:
Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.
}

Maka Aku tetap peringatkan:
Jika engkau berdoa,
Aku makbulkan.
Jika engkau meminta,
Aku berikan.
Jika engkau bertaubat,
Aku bawa engkau kepadaKu

{
Allah tidak peringatkan. Tugas ini telah diserahkan kepada Nabi dan RasulNya.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Translation:
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Surah 4. An-Nisa, Verse 16:

وَاللَّذَانِ يَأْتِيَانِهَا مِنكُمْ فَآذُوهُمَا فَإِن تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا عَنْهُمَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ تَوَّابًا رَّحِيمًا

Translation:
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Surah 4. An-Nisa, Verse 17:

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Translation:
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Surah 4. An-Nisa, Verse 18:

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Translation:
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.
}

Sungguh ajaib, engkau wahai anak adam .. Ketika dilahirkan kau di Azankan, dan di Iqamat kan tanpa di sertai solat.. Dan bila kau mati engkau disolat kan tanpa didahulukan azan.

{
Hanya ada satu sahaja perkataan AJAIB terdapat di dalam AlQuraan. Itu pun merujuk dari manusia kepada manusia. Tiada yang AJAIB bagi Allah kerana Allah Maha Mengetahui.

Surah 50. Qaf, Verse 2:

بَلْ عَجِبُوا أَن جَاءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ

Translation:
(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: “Ini adalah suatu yang amat ajaib”.

Tiada dalam AlQuraan perlu diazankan ketika bayi dilahirkan. Azan adalah seruan atau panggilan untuk menunaikan Salat.
}

Sungguh ajaib bagi mu wahai
Anak adam..
Ketika lahir tidak kau ketahui
siapa yang mengeluarkan mu
dari tubuh ibumu,
dan ketika kau mati
tidak juga engkau ketahui
siapa yang memasukkan
engkau ke kubur mu.

{
Tak semestinya seseorang itu apabila mati akan dimasukkan ke dalam kubur.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 259:

أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِّلنَّاسِ وَانظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Translation:
Atau (tidakkah engkau pelik memikirkan wahai Muhammad) tentang orang yang melalui sebuah negeri yang telah runtuh segala bangunannya, orang itu berkata: “Bagaimana Allah akan menghidupkan (membina semula) negeri ini sesudah matinya (rosak binasanya)? ” Lalu ia dimatikan oleh Allah (dan dibiarkan tidak berubah) selama seratus tahun, kemudian Allah hidupkan dia semula lalu bertanya kepadanya: “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Ia menjawab: “Aku telah tinggal (di sini) sehari atau setengah hari”. Allah berfirman:” (Tidak benar), bahkan engkau telah tinggal (berkeadaan demikian) selama seratus tahun. Oleh itu, perhatikanlah kepada makanan dan minumanmu, masih tidak berubah keadaannya, dan perhatikanlah pula kepada keldaimu (hanya tinggal tulang-tulangnya bersepah), dan Kami (lakukan ini ialah untuk) menjadikan engkau sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi umat manusia; dan lihatlah kepada tulang-tulang (keldai) itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali kemudian Kami menyalutnya dengan daging “. Maka apabila telah jelas kepadanya (apa yang berlaku itu), berkatalah dia: Sekarang aku mengetahuinya (dengan yakin), sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”.
}

Sungguh ajaib perihalmu
Anak adam..
Ketika kau dilahirkan
ada yang menggosok dan
membersihkan mu,
dan setelah engkau mati
ada juga yang menggosok
dan membersihkan mu.

{
Peraturan memandikan mayat cuma berlaku ke atas orang Islam sahaja. Tatacara menguruskan mayat amat berbeza di antara satu fahaman dengan fahaman yang lain.
}

Sungguh ajaib perihalmu
Anak adam..
Ketika lahir tidak kau tahu
siapa yang gembira dan
tersenyum atas kelahiranmu,
dan setelah ajalmu
masih engkau tidak tahu
siapa yang menangisi
dan bersedih ke Atas mu.

{
Surah 56. Al-Waqia, Verse 60:

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

Translation:
Kamilah yang menentukan (dan menetapkan masa) kematian (tiap-tiap seorang) di antara kamu, dan Kami tidak sekali-kali dapat dikalahkan atau dilemahkan;
}

Ajaib sungguh perihalmu
Anak adam..
Ketika engkau di perut ibumu
Aku jadikan engkau,
di dalam tempat yang sempit
lagi gelap, dan apabila mati
dijadikan bagi engkau kubur
yang sempit lagi gelap.

{
Gaya bahasanya amat berbeza sekali dengan ayat AlQuraan.

Surah 39. Az-Zumar, Verse 6:

خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ الْأَنْعَامِ
ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِّن بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ

Translation:
Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?

Surah 22. Al-Hajj, Verse 5:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Translation:
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

}

Ajaib sungguh perihalmu
Anak adam..
Lahirmu terus engkau dibalut
dengan kain putih
untuk menutupi mu,
mati mu juga engkau
dikafankan dengan kain putih
untuk menutupi mu.

{
Peraturan manusia. Tidak semestinya dibalut dengan kain putih apabila bayi dilahirkan.
}

Ajaib sungguh perihalmu
Anak adam ..
Apabila engkau lahir
ditanyakan manusia
mengenai
syahadah dan perihalmu.

Dan setelah engkau mati
engkau ditanyakan malaikat
tentang amal2
engkau yang sholeh dan apa
bekalmu untuk akhirat?

{
Surah 16. An-Nahl, Verse 70:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Translation:
Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Surah 36. Ya Seen, Verse 51:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

Translation:
Dan sudah tentu akan ditiupkan sangkakala (menghidupkan orang-orang yang telah mati; apabila berlaku yang demikian) maka semuanya segera bangkit keluar dari kubur masing-masing (untuk) mengadap Tuhannya.
}

Paksakan untuk sebut di hati
Dua kalimah Syahadah.
Asyha’ du an Lailahaillallah, waashadu anna
Muhammadar Rasulullah.

{
Surah 46. Al-Ahqaf, Verse 15:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Translation:
Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. Sedang tempoh mengandungnya beserta dengan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan. Setelah ia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah ia dengan berkata: “Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatmu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadamu, dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadamu)”.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 5:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Translation:
Wahai umat manusia, sekiranya kamu menaruh syak (ragu-ragu) tentang kebangkitan makhluk (hidup semula pada hari kiamat), maka (perhatilah kepada tingkatan kejadian manusia) kerana sebenarnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitik air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging yang disempurnakan kejadiannya dan yang tidak disempurnakan; (Kami jadikan secara yang demikian) kerana Kami hendak menerangkan kepada kamu (kekuasaan Kami); dan Kami pula menetapkan dalam kandungan rahim (ibu yang mengandung itu) apa yang Kami rancangkan hingga ke suatu masa yang ditentukan lahirnya; kemudian Kami mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian (kamu dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa; dan (dalam pada itu) ada di antara kamu yang dimatikan (semasa kecil atau semasa dewasa) dan ada pula yang dilanjutkan umurnya ke peringkat tua nyanyuk sehingga ia tidak mengetahui lagi akan sesuatu yang telah diketahuinya dahulu. Dan (ingatlah satu bukti lagi); Engkau melihat bumi itu kering, kemudian apabila Kami menurunkan hujan menimpanya, bergeraklah tanahnya (dengan tumbuh-tumbuhan yang merecup tumbuh), dan gembur membusutlah ia, serta ia pula menumbuhkan berjenis-jenis tanaman yang indah permai.
}

Bacakan Juga Surah Al Ikhlas
Bismillah.
Qul hu’wallah hu’ Ahad.
Allah hu’ssomad.
Lam yalid wa lam yuulad.
Wa lam yaqullahu kufuwan
Ahad

Engkau sebarkan maka setiap orang yg membacanya sperti membaca sepertiga Al-Quran.ُ
آمين يا الله * آمين يا رحمن * آمين يا رحيم..
أَمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينْ.
َ
ِ ஜ¤═══¤ ۩۞۩ ¤═══¤ஜ
ٍِSemoga kita dapat menyebar
luaskan kata kata yang
bermanfaat ini.
Agar ia akan jadi ilmu Amal,
Jariaah Bagi jawapan
Di hadapan Allah Nanti..ْ*Untuk Renungan Kita Bersama*
_________________________________

Orang Beriman 61. Kenangkanlah nikmat Allah yang dilimpahkanNya kepada kamu.

Surah Al-Ahzab

33|9|يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَآءَتْكُمْ جُنُودٌۭ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًۭا وَجُنُودًۭا لَّمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

[9] Wahai orang-orang beriman, kenangkanlah nikmat Allah yang dilimpahkanNya kepada kamu, ketika kamu didatangi tentera, lalu Kami hantarkan kepada mereka angin ribut dan angkatan tentera yang kamu tidak melihatnya. Dan Allah sentiasa melihat akan apa yang kamu lakukan.

33:9 O you who believe, remember God’s blessing upon you; when soldiers attacked you, we sent upon them violent wind and invisible soldiers. God is Seer of everything you do.

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 10:

إِذْ جَاءُوكُم مِّن فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا

Translation:
(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.

33:10. When they came from above you, and from beneath you, your eyes were terrified, your hearts ran out of patience, and you harbored unbefitting thoughts about GOD.

Jangan sesekali kita terpedaya dengan bisikan Syaitan.

🌻Cerita ini sangat menarik, tolong luangkan masa untuk membacanya.

{
Ulasan saya seperti yg terdapat dalam curly bracket.
}

★Suatu hari Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Ali ( R.A. ) :

Wahai Ali, lakukanlah 5 perkara ini sebelum kamu tidur…

◆ 1. Berikan sedekah 4000 Dinar, kemudian tidurlah..

◆2. Khatamkan Al Quran, lalu tidurlah..

◆3. Belilah Syurga, lalu tidurlah.

◆4. Perbaikkilah hubungan dua orang yang tengah berselisih, kemudian kamu tidurlah.

◆5. Tunaikanlah satu kali Haji, lalu tidurlah.

★Ali ( R.A.) pun menjawab, “Ya Rasulallah. Mana mungkin aku boleh melakukan semuanya itu ?

Lalu Nabi ( SAW ) pun menjawab :

◆4 kali membaca Al Fatihah adalah sama nilai dengan sedekah 4,000 Dinar.

{
Sadaqah / Infaq adalah sesuatu yang tangible. Kalau kita berinfaq 4,000 dinar, mesti ada matawang berkenaan dan mestilah ada orang yg menerimanya dan mendapat manafaat daripadanya.

Sadaqah adalah Sadaqah

😀Ketawa itu Sadaqah
😊Senyuman itu Sadaqah
😬Menyeringei itu Sadaqah
😭Menangis itu Sadaqah
Bukan, bukan, bukan
Semua tu bukan Sadaqah
Itu hanyalah metafora (kiasan)

Sadaqah tu Ketara (Tangible)
Yang boleh dirasa dengan tangan
Boleh dilihat dengan mata
Boleh mententeramkan hati
Boleh mengurangkan beban
Boleh menghilangkan kesengsaraan

Mana-mana Sadaqah yang Intangible tu bukan Sadaqah
Itu hanyalah khayalan
Khayalan yang dipesongkan oleh bisikan
Sadaqah yang tidak memberikan sebarang ganjaran
Kerana ianya tidak wujud di alam nyata
Makna yang direka-reka oleh yang berkepentingan

Kalau ketawa tu Sadaqah
Ketawalah sepanjang masa
Ketawalah siang malam
Ketawalah sampai mati
Adakah ganjarannya Surga?
Tidak semudah itu

SHARE bukan Sadaqah
LIKE bukan Sadaqah
VIRAL bukan Sadaqah

SADAQAH adalah menafkahkan sebahagian daripada rezeki kurniaan Allah
Harta, wang, ternakan, tanaman, makanan dan minuman adalah barangan TANGIBLE
Sadaqahlah sebahagian daripadanya

Surah 2. Al-Baqara, Verse 3:

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

Translation:
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

2:3. who believe in the unseen, observe the Contact Prayers (Salat)*, and from our provisions to them, they give to charity.

Tetapi bila bersadaqah
Jangan diungkit
Jangan dihina
Kalau tak mampu
Sekadar simpati
Belas kasihan dan
Berbudi bahasa

Surah 2. Al-Baqara, Verse 263:
‎قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

Terjemahannya:
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

2:263. Kind words and compassion are better than a charity that is followed by insult. GOD is Rich, Clement.

Sadaqah barang yang baik
Yang amat disayangi
Bukan yang buruk
Bukan yang menyakitkan mata
Bukan yang menyakitkan hati

Surah 2. Al-Baqara, Verse 267:
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِآخِذِيهِ إِلَّا أَن تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

Terjemahannya:
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

2:267. O you who believe, you shall give to charity from the good things you earn, and from what we have produced for you from the earth. Do not pick out the bad therein to give away, when you yourselves do not accept it unless your eyes are closed. You should know that GOD is Rich, Praiseworthy.

Bersadaqahlah di masa susah
Ganjarannya tak terhingga
Allah sayang kamu

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 134:

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Translation:
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

3:134. who give to charity during the good times, as well as the bad times. They are suppressors of anger, and pardoners of the people. GOD loves the charitable.

}

◆3 kali membaca surah Al Ikhlas adalah sama nilainya dengan menamatkan bacaan satu Al-Qur’an.

{
Ini sebenarnya mitos. Surah al-Ikhlas itu adalah sebahagian daripada al-Quran, bagaimana mungkin baca 3 kali satu surah sahaja boleh menjadi satu al-Quran. Ini semuanya tipu daya Syaitan sebagaimana Syaitan telah memperdayakan Adam supaya menghampiri sebatang pokok di Jannah.

Apakah yg telah memperdayakan nabi Adam? Adam telah dijanjikan menjadi malaikat dan hidup yang berkekalan. Adam terpedaya dan dikeluarkan dari Jannah dan diturunkan ke Bumi. Maka membiaklah manusia menghuni Bumi sehingga Hari Akhir.

Surah 7. Al-Araf, Verse 19:

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

Translation:
(Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”.

Surah 7. Al-Araf, Verse 20:

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Translation:
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”.
}

◆3 kali membaca Shalawat adalah sama nilai dgn harga Syurga.

{
Untuk mendapatkan Jannah, pahala kebajikan mestilah melebihi dosa kejahatan. Bagaimana kita boleh mendapat pahala yg banyak dengan hanya berselawat? Pahala yg banyak boleh diperolehi dengan membelanjakan harta kepada jalan Allah. Fii Sabillah.

Surah 4. An-Nisa, Verse 122:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا

Translation:
Dan orang-orang yang beriman serta beramal soleh, Kami akan masukkan mereka ke dalam Syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, sebagai janji Allah yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?

Surah 4. An-Nisa, Verse 123:

لَّيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَن يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِن دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

Translation:
(Balasan yang baik yang dijanjikan oleh Allah itu) tidak akan didapati hanya dengan angan-angan kamu semata-mata, dan tidak pula dengan angan-angan ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Sesiapa yang melakukan kejahatan, ia akan dibalas dengan kejahatan itu, dan ia pula tidak akan mendapat – selain dari Allah – seorang pun yang akan melindunginya, dan tidak ada juga yang dapat menolongnya.

Surah 4. An-Nisa, Verse 124:

وَمَن يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

Translation:
Dan sesiapa yang mengerjakan amal soleh, dari lelaki atau perempuan, sedang ia beriman, maka mereka itu akan masuk Syurga, dan mereka pula tidak akan dianiaya (atau dikurangkan balasannya) sedikitpun.

Surah 4. An-Nisa, Verse 125:

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Translation:
Dan tidak ada yang lebih baik ugamanya daripada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah (dengan ikhlas), sedang ia berusaha mengerjakan kebaikan, dan ia pula mengikut ugama Nabi Ibrahim yang lurus (yang tetap di atas dasar tauhid); dan (kerana itulah) Allah menjadikan Nabi Ibrahim kesayanganNya.

}

◆10 kali bacaan “Istighfar” adalah sama nilainya dengan menyambung silaturrahim dua orang yg berselisih.

{
Istighfar adalah bacaan kita meminta keampunan dari Allah iaitu di antara manusia dan Allah. Apakah kaitannya istighfar itu dengan silaturrahim sedangkan silaturrahim itu adalah di antara manusia dengan manusia?

Surah 7. Al-Araf, Verse 205:

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

Indonesian:
Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.

En: Khan:
And remember your Lord by your tongue and within yourself, humbly and with fear without loudness in words in the mornings, and in the afternoons and be not of those who are neglectful.
}

◆4 kali membaca “Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha ilallah, Allahu Akbar” adalah sama dengan menunaikan satu kali Haji.

{
Haji itu adalah amalan / perbuatan dan bacaan-bacaan tertentu seperti istighfar dan zikir. Bagaimana kita boleh menunaikan Haji hanya dengan membuat 4 kali bacaan sahaja sedangkan semasa di Arafah, kita dikehendaki berzikir beribu kali seperti kita mengingati ibu bapa datuk nenek kita?

Surah 2. Al-Baqara, Verse 200:

‎فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

Indonesian:
Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

[2:200] Once you complete your rites, you shall continue to commemorate GOD as you commemorate your own parents, or even better. Some people would say, “Our Lord, give us of this world,” while having no share in the Hereafter.
}

Which is better Doa during breakfast time or during Sahur time. Please compare yourself.

MENGUPAS AMALAN DO’A SAAT BERBUKA PUASA
(Oleh : Buya Yahya)

Secara umum dihimbau kita untuk memperbanyak do’a dan permohonan kepada Allah SWT. Khususnya disaat – saat yang dijanjikan pengkabulan secara khusus oleh Allah SWT. Seperti saat kita berbuka puasa.
Disebutkan dalam satu riwayat dari Nabi SAW :

Beliau bersabda

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وسلم:” ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالْمَظْلُومُ ( رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ)

“ Tiga orang yang tidak ditolak permohonannya oleh Allah SWT : Orang berpuasa hingga berbuka, Imam yang adil dan orang yang didzolimi.”
(HR Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Maka dari itu sangat dihimbau disaat kita hendak berbuka untuk menghadirkan permohonan – permohonan kepada Allah SWT sesuai dengan keinginan kita. Artinya doa apa saja sangat dianjurkan untuk dibaca disaat kita berbuka. Lebih utama lagi jika doa itu adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Adapun doa yang pernah dibaca oleh Rasulullah SAW saat berbuka adalah :
1.
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
(حديث صحيح رواه أبو داود.)
“Telah hilang dahaga dan tenggorokan pun tela menjadi basah dan semoga pahala tetap di peroleh. “ (H.R. Abu Daud)
.

1. Doa yang pernah di baca oleh sayyidina Abdulloh bin Umar ra :

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ.(رواه أبو داوداً)

“Ya Allah untukMu-lah aku berpuasa, dan dengan rizkiMu-lah aku berbuka. “. (H. R. Abu Dawud)

2. Doa yang pernah di baca oleh Sayyidina Abdullah bin Amru bin Ash :

اللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِيْ.
(رواه ابن ماجه من دعاء عبد الله بن عمرو بن العاص، وحسنه ابن حجر)

“Ya Allah sungguh aku memohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu agar engkau mengampuni aku. “ (H.R. Ibnu Majah)

Adapun doa yang selama ini kita baca yaitu :

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

“ Ya Alloh …Hanya untuk-Mu lah aku berpuasa,kepada-Mu lah aku beriman,dengan rizqi dari-Mu lah aku berbuka. Dengan rahmat-Mu Ya Allah aku bisa melakukan ini semuanya. Wahai Dzat Maha Kasi .”

Memang doa dengan susunan seperti itu tidak ada diriwayatkan dari Nabi SAW , akan tetapi secara makna dalam semua kandungan do’a itu adalah diajarkan oleh Nabi SAW. Bahkan tersimpulkan dari rangkuman beberapa riwayat dari Nabi SAW. Sehingga sangat tepat jika do’a tersebut juga kita baca bersama do’a yang diajarkan oleh Rasulullah SAW secara lafadh. Kalau kita cermati, makna dari doa tersebut sungguh sangat agung :

a. اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ
“ Ya Allah hanya untukmulah aku berpuasa.”
Yang tidak lain adalah makna ketulusan dan keikhlasan kepada Allah SWT.

b. وَبِكَ آمَنْتُ
“KepadaMu-lah aku beriman”

Adalah ikrar makna keimanan. Sangat sesuai dengan hadits Nabi SAW :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ” رواه البخاري 38 ومسلم 760

“ Barangsiapa berpuasa di bulan Romadhon dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, akan diampuni dosa-dosa di masa lalunya.”(H.R. Bukhri & Muslim)

3. وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
“Dengan rizkiMu-lah aku berbuka.”

Terkandung makna syukur kepada Allah SWT dan tanda patuh kepada
perintah Allah SWT.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُون (البقرة : 172)

“ Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (Q.S. Al-Baqarah : 172)

4. بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
“Dengan rahmat-Mu Ya Allah aku bisa melakukan ini semuanya. Wahai Dzat Yang Maha Kasih.”

Terkandung makna keinsyafan yang agung kepada Allah bahwa kebaikan
yang kita lakukan ini semu adalah semata- semata karena kasih sayang Allah
SWT.

Inilah sekelumit penjelasan tentang doa – doa saat berbuka puasa. Semoga menjadi bahan untuk kita semakin bersemangat dan khusyu di dalam memohon kepada Allah SWT.
Wallahu a’lamu bisshowab

{
Let see what the Quran say about doa. Doa during Sahur time much better than Doa during breakfast time. Prophet Muhammad will not alter or change any Allah’s word. It’s impossible for Prophet Muhammad didn’t know these ayats. All I can say that the hadith given could be false hadith created by Satan whose his job is to deceive mankind especially to those who are weak. Don’t mislead by Satan.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 15:

قُلْ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيْرٍ مِّن ذَٰلِكُمْ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَأَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللَّهِ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِالْعِبَادِ

Translation:
Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?”. Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 16:

الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Translation:
(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 17:

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ

Translation:
(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

15. Say, “Let me inform you of a much better deal: for those who lead a righteous life, reserved at their Lord, are gardens with flowing streams, and pure spouses, and joy in GOD’s blessings.” GOD is Seer of His worshipers.
16. They say, “Our Lord, we have believed, so forgive us our sins, and spare us the agony of the hellfire.”
17. They are steadfast, truthful, submitting, charitable, and meditators at dawn.
Surah 51. Adh-Dhariyat, Verse 15:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ

Translation:

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (surga) dan mata air-mata air,

Surah 51. Adh-Dhariyat, Verse 16:

آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ

Translation:

sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan.

Surah 51. Adh-Dhariyat, Verse 17:

كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ

Translation:
Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam.

Surah 51. Adh-Dhariyat, Verse 18:
وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Translation:
Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

Surah 51. Adh-Dhariyat, Verse 18:

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Translation:

Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.

Surah 51. Adh-Dhariyat, Verse 19:

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Translation:
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.

51:15. The righteous have deserved gardens and springs.

51:16. They receive their Lord’s rewards, for they used to be pious.

51:17. Rarely did they sleep the whole night.

51:18. At dawn, they prayed for forgiveness.

51:19. A portion of their money was set aside for the beggar and the needy.

}

Puasa (Tazkirah)

1. Puasa sebagaimana telah diwajibkan ke atas orang dahulu.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,

Surah 2. Al-Baqara, Verse 184:

أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُوا خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Translation:
(Puasa yang diwajibkan itu ialah beberapa hari yang tertentu; maka sesiapa di antara kamu yang sakit, atau dalam musafir, (bolehlah ia berbuka), kemudian wajiblah ia berpuasa sebanyak (hari yang dibuka) itu pada hari-hari yang lain; dan wajib atas orang-orang yang tidak terdaya berpuasa (kerana tua dan sebagainya) membayar fidyah iaitu memberi makan orang miskin. Maka sesiapa yang dengan sukarela memberikan (bayaran fidyah) lebih dari yang ditentukan itu, maka itu adalah suatu kebaikan baginya; dan berpuasa itu lebih baik bagi kamu kalau kamu mengetahui.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Translation:
(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari antara kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadan (atau mengetahuinya), maka hendaklah ia berpuasa bulan itu; dan sesiapa yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah ia berbuka, Kemudian wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan, dan Ia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran. Dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadan), dan supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat petunjukNya, dan supaya kamu bersyukur.

[2:183] O you who believe, fasting is decreed for you, as it was decreed for those before you, that you may attain salvation.
[2:184] Specific days (are designated for fasting); if one is ill or traveling, an equal number of other days may be substituted. Those who can fast, but with great difficulty, may substitute feeding one poor person for each day of breaking the fast. If one volunteers (more righteous works), it is better. But fasting is the best for you, if you only knew.
[2:185] Ramadan is the month during which the Quran was revealed, providing guidance for the people, clear teachings, and the statute book. Those of you who witness this month shall fast therein. Those who are ill or traveling may substitute the same number of other days. GOD wishes for you convenience, not hardship, that you may fulfill your obligations, and to glorify GOD for guiding you, and to express your appreciation.

2. Waktu berpuasa.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 187:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Indonesian:
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan (Hudud) Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

[2:187] Permitted for you is sexual intercourse with your wives during the nights of fasting. They are the keepers of your secrets, and you are the keepers of their secrets. GOD knew that you used to betray your souls, and He has redeemed you, and has pardoned you. Henceforth, you may have intercourse with them, seeking what GOD has permitted for you. You may eat and drink until the white thread of light becomes distinguishable from the dark thread of night at dawn. Then, you shall fast until sunset. Sexual intercourse is prohibited if you decide to retreat to the masjid (during the last ten days of Ramadan). These are GOD’s laws; you shall not transgress them. GOD thus clarifies His revelations for the people, that they may attain salvation.

{Salah satu perkataan Hudud yang digunakan dalam ayat AlQuraan. Hudud membawa maksud batas atau limit.}

3. Ganjaran Berpuasa dan Amal Soleh Yang Lain.

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 35:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Indonesian:
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, *laki-laki dan perempuan yang berpuasa,* laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, *Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.*

[33:35] The submitting men, the submitting women, the believing men, the believing women, the obedient men, the obedient women, the truthful men, the truthful women, the steadfast men, the steadfast women, the reverent men, the reverent women, the charitable men, the charitable women, the fasting men, the fasting women, the chaste men, the chaste women, and the men who commemorate GOD frequently, and the commemorating women; GOD has prepared for them forgiveness and a great recompense.

4. Puasa lebih baik bagimu *JIKA* kamu mengetahui.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 184:

أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُ وَأَن تَصُومُوا خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Indonesian:
(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. *Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.*

[2:184] Specific days (are designated for fasting); if one is ill or traveling, an equal number of other days may be substituted. Those who can fast, but with great difficulty, may substitute feeding one poor person for each day of breaking the fast. If one volunteers (more righteous works), it is better. *But fasting is the best for you, if you only knew.*

En: Khan:
[Observing Saum (fasts)] for a fixed number of days, but if any of you is ill or on a journey, the same number (should be made up) from other days. And as for those who can fast with difficulty, (e.g. an old man, etc.), they have (a choice either to fast or) to feed a Miskin (poor person) (for every day). But whoever does good of his own accord, it is better for him. And that you fast, it is better for you if only you know.

{Berpuasa itu amat baik bagi manusia tetapi kita tidak mengetahuinya. Allah telah mengesahkan bahawa puasa adalah baik bagi kita jadi janganlah sesekali mempersoalkannya. Puasa difardhukan pada bulan Ramadhan sepertimana telah ditetapkan bagi orang-orang yang terdahulu dan juga berpuasalah pada bila-bila masa kecuali pada hari yang diharamkan sahaja.}

5. Puasa dan bila boleh diqada.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Indonesian:
(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

En: Khan:
The month of Ramadan in which was revealed the Quran, a guidance for mankind and clear proofs for the guidance and the criterion (between right and wrong). So whoever of you sights (the crescent on the first night of) the month (of Ramadan i.e. is present at his home), he must observe Saum (fasts) that month, and whoever is ill or on a journey, the same number [of days which one did not observe Saum (fasts) must be made up] from other days. Allah intends for you ease, and He does not want to make things difficult for you. (He wants that you) must complete the same number (of days), and that you must magnify Allah [i.e. to say Takbir (Allahu-Akbar; Allah is the Most Great) on seeing the crescent of the months of Ramadan and Shawwal] for having guided you so that you may be grateful to Him.

6. Puasa untuk membayar dam.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 196:
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِّن رَّأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِّن صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَا أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَٰلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Indonesian:
Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.

En: Khan:
And perform properly (i.e. all the ceremonies according to the ways of Prophet Muhammad SAW), the Hajj and ‘Umrah (i.e. the pilgrimage to Makkah) for Allah. But if you are prevented (from completing them), sacrifice a Hady (animal, i.e. a sheep, a cow, or a camel, etc.) such as you can afford, and do not shave your heads until the Hady reaches the place of sacrifice. And whosoever of you is ill or has an ailment in his scalp (necessitating shaving), he must pay a Fidyah (ransom) of either observing Saum (fasts) (three days) or giving Sadaqah (charity – feeding six poor persons) or offering sacrifice (one sheep). Then if you are in safety and whosoever performs the ‘Umrah in the months of Hajj, before (performing) the Hajj, (i.e. Hajj-at-Tamattu’ and Al-Qiran), he must slaughter a Hady such as he can afford, but if he cannot afford it, he should observe Saum (fasts) three days during the Hajj and seven days after his return (to his home), making ten days in all. This is for him whose family is not present at Al-Masjid-al-Haram (i.e. non-resident of Makkah). And fear Allah much and know that Allah is Severe in punishment.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 95:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْتُلُوا الصَّيْدَ وَأَنتُمْ حُرُمٌ وَمَن قَتَلَهُ مِنكُم مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِّثْلُ مَا قَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ أَوْ كَفَّارَةٌ طَعَامُ مَسَاكِينَ أَوْ عَدْلُ ذَٰلِكَ صِيَامًا لِّيَذُوقَ وَبَالَ أَمْرِهِ عَفَا اللَّهُ عَمَّا سَلَفَ وَمَنْ عَادَ فَيَنتَقِمُ اللَّهُ مِنْهُ وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انتِقَامٍ

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu sebagai had-yad yang dibawa sampai ke Ka’bah atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.

En: Khan:
O you who believe! Kill not game while you are in a state of Ihram for Hajj or ‘Umrah (pilgrimage), and whosoever of you kills it intentionally, the penalty is an offering, brought to the Ka’bah, of an eatable animal (i.e. sheep, goat, cow, etc.) equivalent to the one he killed, as adjudged by two just men among you; or, for expiation, he should feed Masakin (poor persons), or its equivalent in Saum (fasting), that he may taste the heaviness (punishment) of his deed. Allah has forgiven what is past, but whosoever commits it again, Allah will take retribution from him. And Allah is All-Mighty, All-Able of Retribution.

7. Puasa sebagai ganti bayaran diat.

Surah 4. An-Nisa, Verse 92:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَن يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً وَمَن قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ إِلَّا أَن يَصَّدَّقُوا فَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ عَدُوٍّ لَّكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِّنَ اللَّهِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Indonesian:
Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

En: Khan:
It is not for a believer to kill a believer except (that it be) by mistake, and whosoever kills a believer by mistake, (it is ordained that) he must set free a believing slave and a compensation (blood money, i.e. Diya) be given to the deceased’s family, unless they remit it. If the deceased belonged to a people at war with you and he was a believer; the freeing of a believing slave (is prescribed), and if he belonged to a people with whom you have a treaty of mutual alliance, compensation (blood money – Diya) must be paid to his family, and a believing slave must be freed. And whoso finds this (the penance of freeing a slave) beyond his means, he must fast for two consecutive months in order to seek repentance from Allah. And Allah is Ever All-Knowing, All-Wise.

8. Puasa sebagai kaffarah.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 89:

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الْأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Indonesian:
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

En: Khan:
Allah will not punish you for what is uninentional in your oaths, but He will punish you for your deliberate oaths; for its expiation (a deliberate oath) feed ten Masakin (poor persons), on a scale of the average of that with which you feed your own families; or clothe them; or manumit a slave. But whosoever cannot afford (that), then he should fast for three days. That is the expiation for the oaths when you have sworn. And protect your oaths (i.e. do not swear much). Thus Allah make clear to you His Ayat (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, etc.) that you may be grateful.

Rumusan Fisiologi Puasa.

Fasa 1 – Hari 1-2
Gula dalam badan menurun.
Jantung berdegup perlahan.
Glikogen ditarik keluar dari otot dan menjadikan otot berasa lemah.
Tindak balas badan ialah pening, rasa nak muntah,lapar dan mulut berbau.

Fasa 2 – Hari 3-7
Lemak mula dipecahkan bagi tujuan penghasilan tenaga. Berlakunya tindakan kimia dari gliceride ke glicerol ditukarkan kepada glukosa.
Fasa ini juga berlakunya proses detoksifikasi. Menyebabkan badan dan kulit rasa berminyak.
Selain itu organ detoks seperti paru-paru berasa kurang selesa.
Pada fasa ini juga aktivit sel darah putih meningkat sekaligus meningkatkan sistem antibodi.

Fasa 3 – Hari 8-15
Proses ditoksifikasi berlangsung dgn sel-sel mati dan rosak di keluarkan.
Proses penyembuhan lebih mudah berlaku, malah penyakit lama juga dibaiki. Mungkin berlaku rasa sakit pada fasa ini.
Pada fasa ini juga tenaga dipertingkatkan dan fikiran menjadi lebih jelas.

Fasa 4 – Hari 16-30
Badan mula selesa dgn puasa.
Proses pemulihan masih berlaku, hasilnya pernafasan menjadi lebih baik dan kualiti darah meningkat.

Fasa 5 – Hari Raya Syawal
Badan jadi tak tentu arah..nafsu makan membuak tatkala terlihat ketupat dan rendang. Lemak baru dikumpulkan dan ketika inilah berat badan ditambah kembali dengan cara yang paling ganas. Darah menjadi naik dengan cepat naik ketika acc bank tiada berbaki..dan akhirnya pernafasan menjadi hampir tiada apabila gaji lama lagi nak masuk…

The story of Moses. An attempt to belittle him. Remember, no distinction between all prophets.

Once Moosa (AS) asked Allah Ta’ala: O Allah! You have granted me the honor and privilege of talking to you directly, Have you given this privilege to any other person? Allah Ta’ala replied, O!! Moosa during the last period I am going to send an ummat, who will be the Ummat of Mohammed (SAW) with dry lips, parched tongues, emaciated body with eyes sunken deep into their sockets, with livers dry and stomachs suffering the pangs of hunger- will call out to me (in dua) they will be much closer to me than you O Moosa! while you speak to me there are 70000 veils between you and me but at the time of iftaar there will not be a single veil between me and the fasting Ummati of Mohammed (SAW) O!! Moosa I have taken upon myself the responsibility that at the time of iftaar I will never refuse the dua of a fasting person!

Sub’hanallah!!
🍁When we remember ALLAH, ALLAH REMEMBERS US.
When we forgot ALLAH, ALLAH STILL REMEMBERS US…..😪

Ramadhan Kareem 1438/2017

From the sender.
Ramadhan wish: Let us all unite and agree on what is common, then the rest, we sadly agree to disagree.
May ALLAH UNITE OUR HEARTS TOGETHER once again. AMIN🕋

{
Inilah hadis palsu yang cuba merendahkan martabat seseorang Nabi.

Semua Nabi mempunyai darjat yang sama tetapi mempunyai kelainan dari segi mukjizat.

Surah 4. An-Nisa, Verse 152:

وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَمْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ أَحَدٍ مِّنْهُمْ أُولَٰئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Translation:
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya dan mereka pula tidak membeza-bezakan (imannya terhadap) seseorang pun di antara Rasul-rasul itu, (maka) mereka yang demikian, Allah akan memberi mereka pahala mereka. Dan (ingatlah) adalah Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

4:152. As for those who believe in GOD and His messengers, and make no distinction among them, He will grant them their recompense. GOD is Forgiver, Most Merciful.

Surah 4. An-Nisa, Verse 163:

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِن بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

Translation:
Sungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu (wahai Muhammad), sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nabi Nuh, dan Nabi-nabi yang diutus kemudian daripadanya; dan Kami juga telah memberikan wahyu kepada Nabi Ibrahim, dan Nabi Ismail, dan Nabi Ishak, dan Nabi Yaakub, serta Nabi-nabi keturunannya, dan Nabi Isa, dan Nabi Ayub, dan Nabi Yunus, dan Nabi Harun, dan Nabi Sulaiman; dan juga Kami telah memberikan kepada Nabi Daud: Kitab Zabur.

4:163. We have inspired you, as we inspired Noah and the prophets after him. And we inspired Abraham, Ismail, Isaac, Jacob, the Patriarchs, Jesus, Job, Jonah, Aaron, and Solomon. And we gave David the Psalms.

Surah 4. An-Nisa, Verse 164:

وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِن قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

Translation:
Dan (Kami telah mengutuskan) beberapa orang Rasul yang telah Kami ceritakan kepadamu dahulu sebelum ini, dan Rasul-rasul yang tidak Kami ceritakan hal mereka kepadamu. Dan Allah telah berkata-kata kepada Nabi Musa dengan kata-kata (secara langsung, tidak ada perantaraan).

4:164. Messengers we have told you about, and messengers we never told you about. And GOD spoke to Moses directly.
}