@Pakaian dan Aurat

Reposting.

Pendahuluan

Surah 7. Al-Araf, Verse 22:

‎فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Indonesian:
maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”

Shakir:
Then he caused them to fall by deceit; so when they tasted of the tree, their evil inclinations became manifest to them, and they both began to cover themselves with the leaves of the garden; and their Lord called out to them: Did I not forbid you both from that tree and say to you that the Shaitan is your open enemy?

1. Pasangan sebagai pakaian.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 187:

‎أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Indonesian:
Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Shakir:
It is made lawful to you to go into your wives on the night of the fast; they are an apparel for you and you are an apparel for them; Allah knew that you acted unfaithfully to yourselves, so He has turned to you (mercifully) and removed from you (this burden); so now be in contact with them and seek what Allah has ordained for you, and eat and drink until the whiteness of the day becomes distinct from the blackness of the night at dawn, then complete the fast till night, and have not contact with them while you keep to the mosques; these are the limits of Allah, so do not go near them. Thus does Allah make clear His communications for men that they may guard (against evil).

2. Kewajipan bapa menyediakan pakaian.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 233:

‎وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّا آتَيْتُم بِالْمَعْرُوفِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Indonesian:
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Shakir:
And the mothers should suckle their children for two whole years for him who desires to make complete the time of suckling; and their maintenance and their clothing must be– borne by the father according to usage; no soul shall have imposed upon it a duty but to the extent of its capacity; neither shall a mother be made to suffer harm on account of her child, nor a father on account of his child, and a similar duty (devolves) on the (father’s) heir, but if both desire weaning by mutual consent and counsel, there is no blame on them, and if you wish to engage a wet-nurse for your children, there is no blame on you so long as you pay what you promised for according to usage; and be careful of (your duty to) Allah and know that Allah sees what you do.

3. Pakaian sebagai membayar denda.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 89:

‎لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الْأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ ذَٰلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Indonesian:
Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).

Shakir:
Allah does not call you to account for what is vain in your oaths, but He calls you to account for the making of deliberate oaths; so its expiation is the feeding of ten poor men out of the middling (food) you feed your families with, or their clothing, or the freeing of a neck; but whosoever cannot find (means) then fasting for three days; this is the expiation of your oaths when you swear; and guard your oaths. Thus does Allah make clear to you His communications, that you may be Fateful.

4. Pakaian sebagai penutup aurat. Pakaian Takwa adalah yang terbaik.

Surah 7. Al-Araf, Verse 26:

‎يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

Indonesian:
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Shakir:
O children of Adam! We have indeed sent down to you clothing to cover your shame, and (clothing) for beauty and clothing that guards (against evil), that is the best. This is of the communications of Allah that they may be mindful.

Surah 7. Al-Araf, Verse 27:

‎يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Indonesian:
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

Shakir:
O children of Adam! let not the Shaitan cause you to fall into affliction as he expelled your parents from the garden, pulling off from them both their clothing that he might show them their evil inclinations, he surely sees you, he as well as his host, from whence you cannot see them; surely We have made the Shaitans to be the guardians of those who do not believe.

5. Pakaian ke Masjid

Surah 7. Al-Araf, Verse 31:

‎يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Indonesian:
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Shakir:
O children of Adam! attend to your embellishments at every time of prayer, and eat and drink and be not extravagant; surely He does not love the extravagant.

6. Pakaian biasa dan pakaian perang.

Surah 16. An-Nahl, Verse 81:

‎وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَالًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ الْجِبَالِ أَكْنَانًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

Indonesian:
Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung Dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya).

Shakir:
And Allah has made for you of what He has created shelters, and He has given you in the mountains places of retreat, and He has given you garments to preserve you from the heat and coats of mail to preserve you in your fighting; even thus does He complete His favor upon you, that haply you may submit.

7. Pakaian kelaparan dan ketakutan.

Surah 16. An-Nahl, Verse 112:

‎وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

Indonesian:
Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.

Shakir:
And Allah sets forth a parable: (Consider) a town safe and secure to which its means of subsistence come in abundance from every quarter; but it became ungrateful to Allah’s favors, therefore Allah made it to taste the utmost degree of hunger and fear because of what they wrought.

8. Pakaian sutera di syurga.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 23:

‎إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

Indonesian:
Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.

Shakir:
Surely Allah will make those who believe and do good deeds enter gardens beneath which rivers flow; they shall be adorned therein with bracelets of gold and (with) pearls, and their garments therein shall be of silk.

Surah 35. Fatir, Verse 33:

‎جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ

Indonesian:
(Bagi mereka) surga ‘Adn mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka didalamnya adalah sutera.

Shakir:
Gardens of perpetuity, they shall enter therein; they shall be made to wear therein bracelets of gold and pearls, and their dress therein shall be silk.

9. Malam sebagai pakaian.

Surah 25. Al-Furqan, Verse 47:

‎وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

Indonesian:
Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

Shakir:
And He it is Who made the night a covering for you, and the sleep a rest, and He made the day to rise up again.

Surah 78. An-Naba, Verse 10:

‎وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ لِبَاسًا

Indonesian:
dan Kami jadikan malam sebagai pakaian,

Shakir:
And We made the night to be a covering,

10. Pakaian dilabuhkan.

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 59:

‎يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Melayu:
Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

Shakir:
O Prophet! say to your wives and your daughters and the women of the believers that they let down upon them their over-garments; this will be more proper, that they may be known, and thus they will not be given trouble; and Allah is Forgiving, Merciful.

Surah 33. Al-Ahzab, Verse 59:

‎يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

Indonesian:
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

En: Khan:
O Prophet! Tell your wives and your daughters and the women of the believers to draw their cloaks (veils) all over their bodies (i.e. screen themselves completely except the eyes or one eye to see the way). That will be better, that they should be known (as free respectable women) so as not to be annoyed. And Allah is Ever OftForgiving, Most Merciful.

11. Pakaian cara pemakaiannya.

Surah 24. An-Noor, Verse 31:

‎وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Indonesian:
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Shakir:
And say to the believing women that they cast down their looks and guard their private parts and do not display their ornaments except what appears thereof, and let them wear their head-coverings over their bosoms, and not display their ornaments except to their husbands or their fathers, or the fathers of their husbands, or their sons, or the sons of their husbands, or their brothers, or their brothers’ sons, or their sisters’ sons, or their women, or those whom their right hands possess, or the male servants not having need (of women), or the children who have not attained knowledge of what is hidden of women; and let them not strike their feet so that what they hide of their ornaments may be known; and turn to Allah all of you, O believers! so that you may be successful.Surah 24. An-Noor, Verse 58:‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِّن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌIndonesian:Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.Shakir:O you who believe! let those whom your right hands possess and those of you who have not attained to puberty ask permission of you three times; before the morning prayer, and when you put off your clothes at midday in summer, and after the prayer of the nightfall; these are three times of privacy for you; neither is it a sin for you nor for them besides these, some of you must go round about (waiting) upon others; thus does Allah make clear to you the communications, and Allah is Knowing, Wise.

Advertisements

@Kerajaan dan Pemimpin (Tazkirah)

Reposting.

1. Kerajaan / Pemimpin pilihan Allah.

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 26:

‎قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Indonesian:
Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

En: Khan:
Say (O Muhammad SAW): “O Allah! Possessor of the kingdom, You give the kingdom to whom You will, and You take the kingdom from whom You will, and You endue with honour whom You will, and You humiliate whom You will. In Your Hand is the good. Verily, You are Able to do all things.

2. Lelaki sebagai Pemimpin

Surah 4. An-Nisa, Verse 34:

‎الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

Indonesian:
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

En: Khan:
Men are the protectors and maintainers of women, because Allah has made one of them to excel the other, and because they spend (to support them) from their means. Therefore the righteous women are devoutly obedient (to Allah and to their husbands), and guard in the husband’s absence what Allah orders them to guard (e.g. their chastity, their husband’s property, etc.). As to those women on whose part you see ill-conduct, admonish them (first), (next), refuse to share their beds, (and last) beat them (lightly, if it is useful), but if they return to obedience, seek not against them means (of annoyance). Surely, Allah is Ever Most High, Most Great.

3. Larangan mengambil orang Yahudi dan Nasrani sebagai Pemimpin.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 51:

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

En: Khan:
O you who believe! Take not the Jews and the Christians as Auliya’ (friends, protectors, helpers, etc.), they are but Auliya’ to one another. And if any amongst you takes them as Auliya’, then surely he is one of them. Verily, Allah guides not those people who are the Zalimun (polytheists and wrong-doers and unjust).

4. Larangan mengikut Pemimpin yang mempersendakan Ugamanya.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 57:

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Indonesian:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.

En: Khan:
O you who believe! Take not for Auliya’ (protectors and helpers) those who take your religion for a mockery and fun from among those who received the Scripture (Jews and Christians) before you, nor from among the disbelievers; and fear Allah if you indeed are true believers.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 58:

‎وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ اتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ

Indonesian:
Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal.

En: Khan:
And when you proclaim the call for As-Salat [call for the prayer (Adhan)], they take it (but) as a mockery and fun; that is because they are a people who understand not.

5. Syaitan sebagai Pemimpin orang Tak Beriman.

Surah 7. Al-Araf, Verse 27:

‎يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Indonesian:
Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.

En: Khan:
O Children of Adam! Let not Shaitan (Satan) deceive you, as he got your parents [Adam and Hawwa (Eve)] out of Paradise, stripping them of their raiments, to show them their private parts. Verily, he and Qabiluhu (his soldiers from the jinns or his tribe) see you from where you cannot see them. Verily, We made the Shayatin (devils) Auliya’ (protectors and helpers) for those who believe not.

Sura 24 – Light (Al-Noor) النور

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

24:21 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

24:21. O you who believe, do not follow the steps of Satan. Anyone who follows the steps of Satan, should know that he advocates evil and vice. If it were not for GOD’s grace towards you, and His mercy, none of you would have been purified. But GOD purifies whomever He wills. GOD is Hearer, Knower.

6. Syaitan sebagai Pemimpin Palsu.

Surah 16. An-Nahl, Verse 63:

‎تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Indonesian:
Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat sebelum kamu, tetapi syaitan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka syaitan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang sangat pedih.

En: Khan:
By Allah, We indeed sent (Messengers) to the nations before you (O Muhammad SAW), but Shaitan (Satan) made their deeds fair-seeming to them. So he (Satan) is their Wali (helper) today (i.e. in this world), and theirs will be a painful torment.

Surah 16. An-Nahl, Verse 100:

‎إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ

Indonesian:
Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.

En: Khan:
His power is only over those who obey and follow him (Satan), and those who join partners with Him (Allah) [i.e. those who are Mushrikun – polytheists – see Verse 6:121].

7. Syaitan gagal memimpin orang Beriman dan Bertawakkal.

Surah 16. An-Nahl, Verse 99:

‎إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Indonesian:
Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

En: Khan:
Verily! He has no power over those who believe and put their trust only in their Lord (Allah).

8. Syaitan Pemimpin Palsu turun temurun.

Surah 18. Al-Kahf, Verse 50:

‎وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا

Indonesian:
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim.

En: Khan:
And (remember) when We said to the angels; “Prostrate to Adam.” So they prostrated except Iblis (Satan). He was one of the jinns; he disobeyed the Command of his Lord. Will you then take him (Iblis) and his offspring as protectors and helpers rather than Me while they are enemies to you? What an evil is the exchange for the Zalimun (polytheists, and wrong-doers, etc).

9. Nabi Ibrahim a.s. sebagai Pemimpin Ulung.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 124:

‎وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Indonesian:
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

En: Khan:
And (remember) when the Lord of Ibrahim (Abraham) [i.e., Allah] tried him with (certain) Commands, which he fulfilled. He (Allah) said (to him), “Verily, I am going to make you a leader (Prophet) of mankind.” [Ibrahim (Abraham)] said, “And of my offspring (to make leaders).” (Allah) said, “My Covenant (Prophethood, etc.) includes not Zalimun (polytheists and wrong-doers).”

Surah 16. An-Nahl, Verse 120:

‎إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Indonesian:
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),

En: Khan:
Verily, Ibrahim (Abraham) was an Ummah (a leader having all the good righteous qualities), or a nation, obedient to Allah, Hanifa (i.e. to worship none but Allah), and he was not one of those who were Al-Mushrikun (polytheists, idolaters, disbelievers in the Oneness of Allah, and those who joined partners with Allah).

10. Allah – Pelindung orang Beriman.
Syaitan – Pelindung orang Kafir.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 257:‎

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Indonesian:

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

En: Khan:

Allah is the Wali (Protector or Guardian) of those who believe. He brings them out from darkness into light. But as for those who disbelieve, their Auliya (supporters and helpers) are Taghut [false deities and false leaders, etc.], they bring them out from light into darkness. Those are the dwellers of the Fire, and they will abide therein forever.

11. Bumi diperintah Mukminoon. (Mukminoon will rule the Earth)

Surah 24. An-Noor, Verse 55:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Translation:

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untukmereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.24:55. GOD promises those among you who believe and lead a righteous life, that He will make them sovereigns on earth, as He did for those before them, and will establish for them the religion He has chosen for them, and will substitute peace and security for them in place of fear. All this because they worship Me alone; they never set up any idols beside Me. Those who disbelieve after this are the truly wicked.Bumi Diwarisi Umat Yang Soleh. (Earth inherited by Righteous) Surah 21. Al-Anbiya, Verse 105:

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِن بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

Translation:Dan demi sesungguhnya, Kami telah tulis di dalam Kitab-kitab yang Kami turunkan sesudah ada tulisannya pada Lauh Mahfuz: “Bahawasanya bumi itu akan diwarisi oleh hamba-hambaKu yang soleh”.[21:105] We have decreed in the Psalms, as well as in other scriptures, that the earth shall be inherited by My righteous worshipers.

Salat atau Solat atau Salah

Reposting

oleh kepten@z

{Bacalah dengan hati yang terbuka. Semoga Allah mencukupkan RahmatNya. }

1. Salat difardhukan kepada umat Nabi Muhammad.

Surah 20. Taha, Verse 132:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Indonesian:

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

En: Khan:

And enjoin As-Salat (the prayer) on your family, and be patient in offering them [i.e. the Salat (prayers)]. We ask not of you a provision (i.e. to give Us something: money, etc.); We provide for you. And the good end (i.e. Paradise) is for the Muttaqun (pious – see V. 2:2).

{Perintah mengerjakan salat dan sabar dan tekun menunaikannya. Ayat ini dikaitkan dengan rezeki. Apa yang pasti di sini walaupun perintah itu datangnya dari Allah tetapi Allah tidak mengharap salat itu. Kalau umatnya tidak melakukan salat ianya tidak akan mendatangkan kemudharatan sedikit pun kepada Allah SWT. Sebaliknya kemudharatan itu kepada manusia itu sendiri. Sesungguhnya sekiranya kita sabar dan tekun melaksanakannya maka ianya adalah kejayaan sebenar bagi orang-orang yang bertakwa.}

2. Salat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Surah 29. Al-Ankaboot, Verse 45:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Indonesian:

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

En: Khan:

Recite (O Muhammad SAW) what has been revealed to you of the Book (the Quran), and perform As-Salat (Iqamat-as-Salat). Verily, As-Salat (the prayer) prevents from Al-Fahsha’ (i.e. great sins of every kind, unlawful sexual intercourse, etc.) and Al-Munkar (i.e. disbelief, polytheism, and every kind of evil wicked deed, etc.) and the remembering (praising, etc.) of (you by) Allah (in front of the angels) is greater indeed [than your remembering (praising, etc.) Allah in prayers, etc.]. And Allah knows what you do.

{Ayat ini dimulakan dengan bacalah apa yang telah diwahyukan dan diikuti dengan kewajipan mengerjakan salat. Pertama baca AlQuraan dan kedua Salat. Selalunya apa yang kita selalu lakukan ialah terus mengerjakan salat tanpa membaca terlebih dahulu AlQuraan. Baca AlQuraan dulu baru bersalat inilah yang patut kita lakukan setiap masuknya waktu salat. Salat itu juga apabila dilakukan akan menghindari manusia dari melakukan perbuatan keji dan mungkar atau apabila nak buat perkara-perkara yang tak elok kita salat. In Sya Allah, kita akan terus menerus menghindari dari melakukan perbuatan keji dan mungkar. Jadi objektif utama kita mengingati Allah melalu salat adalah untuk menghindari dari melakukan perbuatan keji dan mungkar dan Allah SWT mengetahui segala apa yang kita lakukan. Perlu diingatkan disini objektif salat bukanlah kita takut disembahyangkan yang selalu kita jumpa dipaparkan di papan-papan tanda. Sembahyanglah kamu sebelum kamu disembahyangkan bukanlah perintah Allah dan ianya tidak mempunyai sebarang matlamat dan ungkapan ini bukannya datang dari AlQuraan. Sekiranya ianya bukan dari AlQuraan maka ianya boleh diabaikan dan inilah yang sering berlaku.}

3. Salat difardhukan kepada umat Nabi Ibrahim.

Surah 14. Ibrahim, Verse 37:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Indonesian:

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

En: Khan:

“O our Lord! I have made some of my offspring to dwell in an uncultivable valley by Your Sacred House (the Ka’bah at Makkah); in order, O our Lord, that they may perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), so fill some hearts among men with love towards them, and (O Allah) provide them with fruits so that they may give thanks.

{Ini adalah doa Nabi Ibrahim AS yang termasyhur. Keturunannya telah ditinggalkan di Makkah yang mana pada masa itu adalah sebuah tanah gersang. Di tempatkan di situ kerana terdapatnya Rumah Suci iaitu Kaabah. Ini bermakna Kaabah telah lama wujud sebelum itu lagi. Ini sebenarnya adalah perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk tinggal di Makkah yang pada satu hari nanti Makkah akan muncul sebagai sebuah bandaraya yang paling pesat dan paling makmur di dunia. Dari doa ini juga, cuba kita lihat Makkah sekarang ini dari sebuah tanah gersang telah menjadi sebuah pusat atau tempat yang amat sibuk sekali di dunia yang dikunjungi umat Islam dari pelosok dunia. Maka benarlah janji Allah itu untuk menjadikan Makkah sebagai tempat yang termasyhur dan Nabi Ibrahim AS sebagai pemimpin terulung.}

Surah 2. Al-Baqara, Verse 124:

وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Indonesian:

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim”.

En: Khan:

And (remember) when the Lord of Ibrahim (Abraham) [i.e., Allah] tried him with (certain) Commands, which he fulfilled. He (Allah) said (to him), “Verily, I am going to make you a leader (Prophet) of mankind.” [Ibrahim (Abraham)] said, “And of my offspring (to make leaders).” (Allah) said, “My Covenant (Prophethood, etc.) includes not Zalimun (polytheists and wrong-doers).”

{Di sini dengan jelas dinyatakan bahawa Nabi Ibrahin AS adalah Imam bagi seluruh manusia. Dari keturunannya juga muncul ramai lagi nabi di atas muka bumi ini. Dua daripadanya adalah Nabi Isa dan Nabi Muhammad SAW dan Nabi Muhammad adalah penutup segala nabi (The seal of prophethood). Nabi Ibrahim AS juga berdoa supaya darah keturunannya juga dilantik menjadi imam tetapi Allah menerimanya dengan syarat. Jika keturunan Nabi Ibrahim itu menjadi zalim, maka Allah SWT tidak menerimanya sebagai imam. Jadi mana-mana keturunan dari Nabi Ibrahim sehingga ke Nabi Muhammad SAW yang zalim tidak layak untuk menjadi imam atau pemimpin. }

4. Salat difardhukan kepada umat Nabi Musa.

Surah 10. Yunus, Verse 87:

وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّآ لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

Indonesian:

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”.

En: Khan:

And We inspired Musa (Moses) and his brother (saying): “Take dwellings for your people in Egypt, and make your dwellings as places for your worship, and perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give glad tidings to the believers.”

5. Salat difardhukan kepada umat Nabi Isa.

Surah 19. Maryam, Verse 30:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

Indonesian:

Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,

En: Khan:

“He [‘Iesa (Jesus)] said: Verily! I am a slave of Allah, He has given me the Scripture and made me a Prophet;”

Surah 19. Maryam, Verse 31:

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

Indonesian:

dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

En: Khan:

“And He has made me blessed wheresoever I be, and has enjoined on me Salat (prayer), and Zakat, as long as I live.”

5. Basuh muka dan tangan dan sapu kepala dan kaki dengan air sebelum salat. Jika tiada air, tayammum.

Surah 5. Al-Maeda, Verse 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Indonesian:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

En: Khan:

O you who believe! When you intend to offer As-Salat (the prayer), wash your faces and your hands (forearms) up to the elbows, rub (by passing wet hands over) your heads, and (wash) your feet up to ankles. If you are in a state of Janaba (i.e. had a sexual discharge), purify yourself (bathe your whole body). But if you are ill or on a journey or any of you comes from answering the call of nature, or you have been in contact with women (i.e. sexual intercourse) and you find no water, then perform Tayammum with clean earth and rub therewith your faces and hands. Allah does not want to place you in difficulty, but He wants to purify you, and to complete His Favour on you that you may be thankful.

{Ayat ini jika dibaca dengan teliti ianya amat jelas sekali. Pertama ditujukan kepada orang yang percaya. Kedua, bila hendak mengerjakan salat Allah SWT mengarahkan kita membasuh muka dan tangan. Ketiga, sapu kepala dan kaki. (امْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ) Banyak terjemahan yang telah menambah perkataan basuh dalam kurungan sedangkan perkataan sebenar adalah sapu sahaja. Cuba bandingkan perkataan ini dengan perkataan untuk tayammum. Sapu muka dan tangan. (فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم) Diperhatikan juga perkataan wudhu itu tidak langsung disebut. Keempat, sekiranya berjunub mandi. Ayat berikutnya membawa dua maksud sekaligus. Pertama kita dikehendaki bertayammum sekiranya tiada air dan keduanya perkara-perkara yang boleh membatalkan air sembahyang itu. Tayammum pula memerluka tanah dan bukannya pasir. Mengapa tanah? Mungkin kerana manusia itu sendiri dijadikan daripada tanah. Tanah liat hitam lagi busuk. Atau sifat tanah itu sendiri yang menuetralkan segala-galanya seperti earth wire untuk hal berkaitan elektrik. Bahagian terakhir kepada ayat ini adalah penjelasan mengapa Allah menyuruh kita melakukannya. Pertama, Allah tidak mahu menyusahkan orang yang percaya tetapi maukan umatnya bersih. Sekiranya tiada air, tayammum sudah memadai. Sila hayati perkataan menyulitkan atau menyusahkan. Ianya merujuk kepada tidak memperolehi air dan tidak ada syarat khusus yang dikenakan. Kedua, Allah maukan bersih apabila umatnya mau menunaikan salat dan kesemua perbuatan mengambil air sembahyang, mandi wajib dan tayammum menjadikan kita bersih yang sama taraf dengannya walaupun caranya berbeza. Ketiga, Allah melengkapkan nikmatnya (to complete his favours) semoga kita bersyukur. Tetapi ramai daripada kita tidak bersyukur. Mengapa? Kemungkinan kita gagal menghayati intipati ayat ini.}

6. Kalau mabuk jangan salat.

Surah 4. An-Nisa, Verse 43:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

Indonesian:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

En: Khan:

O you who believe! Approach not As-Salat (the prayer) when you are in a drunken state until you know (the meaning) of what you utter, nor when you are in a state of Janaba, (i.e. in a state of sexual impurity and have not yet taken a bath) except when travelling on the road (without enough water, or just passing through a mosque), till you wash your whole body. And if you are ill, or on a journey, or one of you comes after answering the call of nature, or you have been in contact with women (by sexual relations) and you find no water, perform Tayammum with clean earth and rub therewith your faces and hands (Tayammum). Truly, Allah is Ever Oft-Pardoning, Oft-Forgiving.

{Ayat ini berbentuk negatif dan ditujukan kepada orang yang percaya. Jangan salat kalau mabuk sehingga kita tahu apa yang kita sebutkan. Dengan lain perkataan kalau mabuk pun kena salat bila dah sedar dan Allah Maha Pemaaf dan Maha Pengampun.}

7. Palingkan wajah ke arah Masjidil Haram semasa salat.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 149:

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِنَّهُ لَلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Indonesian:

Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

En: Khan:

And from wheresoever you start forth (for prayers), turn your face in the direction of Al-Masjid-al-Haram (at Makkah), that is indeed the truth from your Lord. And Allah is not unaware of what you do.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 150:

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِي وَلِأُتِمَّ نِعْمَتِي عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Indonesian:

Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

En: Khan:

And from wheresoever you start forth (for prayers), turn your face in the direction of Al-Masjid-al-Haram (at Makkah), and wheresoever you are, turn your faces towards, it (when you pray) so that men may have no argument against you except those of them that are wrong-doers, so fear them not, but fear Me! – And so that I may complete My Blessings on you and that you may be guided.

Surah 7. Al-Araf, Verse 29:

قُلْ أَمَرَ رَبِّي بِالْقِسْطِ وَأَقِيمُوا وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

Indonesian:

Katakanlah: “Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”. Dan (katakanlah): “Luruskanlah muka (diri)mu di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)”.

En: Khan:

Say (O Muhammad SAW): My Lord has commanded justice and (said) that you should face Him only (i.e. worship none but Allah and face the Qiblah, i.e. the Ka’bah at Makkah during prayers) in each and every place of worship, in prayers (and not to face other false deities and idols), and invoke Him only making your religion sincere to Him by not joining in worship any partner to Him and with the intention that you are doing your deeds for Allah’s sake only. As He brought you (into being) in the beginning, so shall you be brought into being (on the Day of Resurrection) [in two groups, one as a blessed one (believers), and the other as a wretched one (disbelievers)].

“7:29 Say, “My Lord advocates justice, and to stand devoted to Him alone at every place of worship. You shall devote your worship absolutely to Him alone. Just as He initiated you, you will ultimately go back to Him.””

via iQuran

{Palingkan muka kamu di mana kamu berada. Masa bila kita mesti memalingkan muka ke arah Masjidil Haraam? Di sini disebutkan Masjidil Haraam dan bukannya Kaabah. Jadi kiblat sebenar bagi umat Islam adalah Masjidil Haraam dan bukannya Kaabah yang seperti kita ketahui selama ini.}

8. Berdua atau sendiri ketika salat.

Surah 34. Saba, Verse 46:

قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُم بِوَاحِدَةٍ أَن تَقُومُوا لِلَّهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَّكُم بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

Indonesian:

Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras.

En: Khan:

Say (to them O Muhammad SAW): “I exhort you on one (thing) only: that you stand up for Allah’s sake in pairs and singly, and reflect (within yourselves the life history of the Prophet SAW): there is no madness in your companion (Muhammad SAW), he is only a warner to you in face of a severe torment.”

9. Salat Qasar.

Surah 4. An-Nisa, Verse 101:

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِينًا

Indonesian:

Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

En: Khan:

And when you (Muslims) travel in the land, there is no sin on you if you shorten your Salat (prayer) if you fear that the disbelievers may attack you, verily, the disbelievers are ever unto you open enemies.

Surah 4. An-Nisa, Verse 102:

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ وَدَّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ تَغْفُلُونَ عَنْ أَسْلِحَتِكُمْ وَأَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيلُونَ عَلَيْكُم مَّيْلَةً وَاحِدَةً وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن كَانَ بِكُمْ أَذًى مِّن مَّطَرٍ أَوْ كُنتُم مَّرْضَىٰ أَن تَضَعُوا أَسْلِحَتَكُمْ وَخُذُوا حِذْرَكُمْ إِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

Indonesian:

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serakaat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bersembahyang, lalu bersembahyanglah mereka denganmu], dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu.

En: Khan:

When you (O Messenger Muhammad SAW) are among them, and lead them in As-Salat (the prayer), let one party of them stand up [in Salat (prayer)] with you taking their arms with them; when they finish their prostrations, let them take their positions in the rear and let the other party come up which has not yet prayed, and let them pray with you taking all the precautions and bearing arms. Those who disbelieve wish, if you were negligent of your arms and your baggage, to attack you in a single rush, but there is no sin on you if you put away your arms because of the inconvenience of rain or because you are ill, but take every precaution for yourselves. Verily, Allah has prepared a humiliating torment for the disbelievers.

{Dalam AlQuraan langsung tidak disebutkan fasal salat jamaq. Yang ada salat hari Jumaa sahaja. Selain daripada itu ada disebut juga salat qasar iaitu memendekkan salat ketika berperang dan ditakuti diserang musuh. Itupun dilakukan secara berlapis supaya tidak menggoyahkan benteng pertahanan. Sekarang lain pula yang berlaku. Kita menqasar dan menjamaq salat tanpa sebab yang kukuh dan boleh dibuat untuk satu tempoh tertentu sedangkan tidak ada sebab untuk berbuat demikian.}

10. Zikir selepas salat waktu berdiri, duduk atau berbaring.

Surah 4. An-Nisa, Verse 103:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Indonesian:

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

En: Khan:

When you have finished As-Salat (the prayer – congregational), remember Allah standing, sitting down, and lying down on your sides, but when you are free from danger, perform As-Salat (Iqamat-as- Salat). Verily, the prayer is enjoined on the believers at fixed hours.

{Adakah kita jadikan zikir itu satu amalan selepas salat? Jika belum, mulakan sekarang kerana ianya adalah satu perintah bukannya perkara sunat dibuat dapat pahala dan jika ditinggalkan tidak mengapa.}

11. Suara sederhana tidak terlalu kuat atau terlalu perlahan ketika salat dan doa.

Surah 17. Al-Isra, Verse 110:

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ أَيًّا مَّا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

Indonesian:

Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”.

En: Khan:

Say (O Muhammad SAW): “Invoke Allah or invoke the Most Beneficent (Allah), by whatever name you invoke Him (it is the same), for to Him belong the Best Names. And offer your Salat (prayer) neither aloud nor in a low voice, but follow a way between.

{Salat mesti mengeluarkan suara tetapi perlahan tidak kira waktunya. Apa yang berlaku sekarang salat Zuhur dan Asar berjemaah senyap sesenyapnya. Mengapa?}

12. Perintahkan anak mengerjakan salat.

Surah 31. Luqman, Verse 17:

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Indonesian:

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

En: Khan:

“O my son! Aqim-is-Salat (perform As-Salat), enjoin (people) for Al-Ma’ruf (Islamic Monotheism and all that is good), and forbid (people) from Al-Munkar (i.e. disbelief in the Oneness of Allah, polytheism of all kinds and all that is evil and bad), and bear with patience whatever befall you. Verily! These are some of the important commandments ordered by Allah with no exemption.

13. Salat adalah fardhu yang ditentukan waktunya.

Surah 4. An-Nisa, Verse 103:

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Indonesian:

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

En: Khan:

When you have finished As-Salat (the prayer – congregational), remember Allah standing, sitting down, and lying down on your sides, but when you are free from danger, perform As-Salat (Iqamat-as- Salat). Verily, the prayer is enjoined on the believers at fixed hours.

Salat Subuh dan Isyak

Surah 24. An-Noor, Verse 58:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِّن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Indonesian:

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Shakir:

O you who believe! let those whom your right hands possess and those of you who have not attained to puberty ask permission of you three times; before the morning prayer, and when you put off your clothes at midday in summer, and after the prayer of the nightfall; these are three times of privacy for you; neither is it a sin for you nor for them besides these, some of you must go round about (waiting) upon others; thus does Allah make clear to you the communications, and Allah is Knowing, Wise.

Salat Zuhur

Surah 17. Al-Isra, Verse 78:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Indonesian:

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

Shakir:

Keep up prayer from the declining of the sun till the darkness of the night and the morning recitation; surely the morning recitation is witnessed.

Salat Asar

Surah 2. Al-Baqara, Verse 238:

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Indonesian:

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.

Shakir:

Attend constantly to prayers and to the middle prayer and stand up truly obedient to Allah.

Salat Isyak

Surah 11. Hud, Verse 114:

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّاكِرِينَ

Indonesian:

Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Shakir:

And keep up prayer in the two parts of the day and in the first hours of the night; surely good deeds take away evil deeds this is a reminder to the mindful.

Surah 30. Ar-Room, Verse 17:

فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ

Translation:

Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh,

30:17. Therefore, you shall glorify GOD when you retire at night, and when you rise in the morning.

Surah 30. Ar-Room, Verse 18:

وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَعَشِيًّا وَحِينَ تُظْهِرُونَ

Translation:

dan bagi-Nya-lah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur.

30:18. All praise is due to Him in the heavens and the earth, throughout the evening, as well as in the middle of your day.

14. Salat Tahajjud sebagai ibadat tambahan.

Surah 17. Al-Isra, Verse 79:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

Indonesian:

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

En: Khan:

And in some parts of the night (also) offer the Salat (prayer) with it (i.e. recite the Quran in the prayer), as an additional prayer (Tahajjud optional prayer Nawafil) for you (O Muhammad SAW). It may be that your Lord will raise you to Maqaman Mahmuda (a station of praise and glory, i.e. the highest degree in Paradise!).

{Kalau maukan tempat atau kedudukan yang tinggi dan terpuji di syurga, amalkan salat Tahajjud. Sesungguhnya salat Tahajjud dinyatakan dengan jelas di dalam AlQuraan. Bagaimanapun, umat Islam lebih gemar melaksanakan salat-salat yang lain seperti Tarawikh, Dhuha, Witir dll yang tidak diketahui ganjarannya. Seperkara lagi sebahagian daripada ayat ini telah dipotong dan dijadikan sebahagian daripada doa selepas azan.}

15. Salat Hari Jumaat

Surah 62. Al-Jumua, Verse 9:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Indonesian:

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

En: Khan:

O you who believe (Muslims)! When the call is proclaimed for the Salat (prayer) on the day of Friday (Jumu’ah prayer), come to the remembrance of Allah [Jumu’ah religious talk (Khutbah) and Salat (prayer)] and leave off business (and every other thing), that is better for you if you did but know!

{Yang betulnya ‘salat pada hari Jumaat’ dan bukannya ‘salat Jumaat’. Ini adalah satu contoh bagaimana kita telah dipesongkan. Nampak macam mudah tapi kita tidak peka dengan perintah dari AlQuraan itu. Kita hanya mengambil sikap sambil lewa dan menganggapnya sebagai satu perkara remeh. Salat ini dilakukan setiap minggu tetapi kita tidak lakukan dengan sempurna sedangkan salat pada hari Jumaat tu adalah baik bagi kita tetapi kita tidak mengetahuinya. Ada juga fatwa yang membolehkan seseorang itu meninggalkan salat pada hari Jumaa tidak melebihi 3 kali berturut-turut. Ini semuanya adalah bida’ah dan hendaklah diberhentikan. Seperkara lagi kita hendaklah meninggalkan jual beli dan ke masjid dan berzikir. Perkataan lain bagi jual beli adalah bisnes dan segala jenis bisnes perlulah ditinggalkan dan tunaikan salat hari Jumaat.}

16. Hari Jumaat hari kerja.

Surah 62. Al-Jumua, Verse 10:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَl

Indonesian:

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

En: Khan:

Then when the (Jumu’ah) Salat (prayer) is finished, you may disperse through the land, and seek the Bounty of Allah (by working, etc.), and remember Allah much, that you may be successful.

17. Salat dan Zakat.

{Kebiasaannya perintah salat dari AlQuraan akan disusuli dengan perintah zakat. Ini menandakan bahawa ibadat zakat tidak kurang pentingnya dengan ibadat salat. Kalau salat difardhukan 5 kali sehari begitu juga dengan amalan zakat. Ada lebih 80 ayat-ayat AlQuraan yang memerintah mengerjakan salat. Dari jumlah ini, lebih 20 daripadanya (25%) mengandungi perintah salat dan zakat dalam satu ayat. Perintah ini tidak termasuk infaq, sadaqah dan derma. Secara perkiraan matematik mudah, umat Islam dikehendaki mengeluarkan zakat sekali setiap hari atau sekali setiap minggu. Surah Al-Anaam 6:141 menjelaskan bahawa zakat perlu dilaksanakan setelah selesai hari penuaian atau dalam zaman moden ini ianya dipanggil hari gaji yakni setiap bulan. Amaun atau kuantiti terlibat tidak dinyatakan dengan jelas tetapi sebahagian dari rezeki yang Allah berikan. Perlu diingatkan juga perintah zakat fitrah tidak terdapat di dalam AlQuraan.}

Surah 2. Al-Baqara, Verse 43:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Indonesian:

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

En: Khan:

And perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give Zakat, and Irka’ (i.e. bow down or submit yourselves with obedience to Allah) along with Ar-Raki’un.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 110:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Indonesian:

Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.

En: Khan:

And perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give Zakat, and whatever of good (deeds that Allah loves) you send forth for yourselves before you, you shall find it with Allah. Certainly, Allah is All-Seer of what you do.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 277:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Indonesian:

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

En: Khan:

Truly those who believe, and do deeds of righteousness, and perform As-Salat (Iqamat-as-Salat), and give Zakat, they will have their reward with their Lord. On them shall be no fear, nor shall they grieve.

18. Pakaian ke Masjid

Surah 7. Al-Araf, Verse 31:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Indonesian:

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Shakir:

O children of Adam! attend to your embellishments at every time of prayer, and eat and drink and be not extravagant; surely He does not love the extravagant.

{Ayat ini dimulai dengan Hai anak Adam yang membawa maksud orang-orang yang percaya (beriman) dan orang-orang yang tak percaya (kafir) apabila hendak memasuki masjid hendaklah berpakaian cantik dan beradab. Bukannya berpakaian tak senonoh. Ada juga di antara kita yang menunaikan salat hari Jumaa memakai baju singkat dan apabila sujud nampak lurah punggung. Dalam AlQuraan tidak dinyatakan had berpakaian bagi kaum lelaki. Yang diamalkan sekarang ialah di antara pusat (belly button) dan lutut. Peraturan ini amat lemah kerana ianya boleh dipertikaikan. Bagaimanapun, di dalam AlQuraan, ianya amat jelas sekali iaitu berpakaian cantik dan beradab. Ayat ini juga disambung dengan makan dan minumlah tetapi bersyarat iaitu jangan melampaui batas atau jangan berlebihan atau jangan membazir. Allah tidak mencintai mereka yang melampaui batas. Ini adalah salah satu cara jika kita mahu Allah SWT mencintai kita sepanjang masa. Bukan sahaja salat tetapi dengan makan dan minum dengan cara yang sederhana Allah akan mencintai kita. Hadis Nabi Muhammad SAW yang mengatakan kita adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti sebelum kenyang ada kebenarannya. Maka bolehlah kita katakan bahawa hadis ini adalah benar kerana ianya tidak bercanggah dengan fakta dari AlQuraan.}

———–

Hadis ini memang diriwayatkan dari sebagian sahabat yang bertugas sebagai utusan, namun sanadnya dhaif. Diriwayatkan bahwa para sahabat tersebut berkata dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam:

نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ

“Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.”

————

19. Ganjaran.

a. Menjaga Amanah.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 32:

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Indonesian:

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

En: Khan:

And those who keep their trusts and covenants;

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 8:

وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ

Indonesian:

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.

Shakir:

And those who are keepers of their trusts and their covenant,

b. Saksi benar.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 33:

وَالَّذِينَ هُم بِشَهَادَاتِهِمْ قَائِمُونَ

Indonesian:

Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya.

En: Khan:

And those who stand firm in their testimonies;

c. Memelihara salat.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 34:

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Indonesian:

Dan orang-orang yang memelihara shalatnya.

En: Khan:

And those who guard their Salat (prayers) well.

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 9:

وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

Indonesian:

dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.

Shakir:

And those who keep a guard on their prayers;

{Memelihara salat itu seperti terus melakukan salat apabila masuk waktu dan salat penuh mengikut rakaat yang telah ditetapkan.}

d. Ganjaran syurga.

Surah 70. Al-Maarij, Verse 35:

أُولَٰئِكَ فِي جَنَّاتٍ مُّكْرَمُونَ

Indonesian:

Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

En: Khan:

Such shall dwell in the Gardens (i.e. Paradise) honoured.

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 11:

الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Indonesian:

(yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

Shakir:

Who shall inherit the Paradise; they shall abide therein.

Kebesaran Sang Pencipta – Sebuah mitos.

Reposting

{ Kisah berikutnya saya terima melalui grup Whatsapp. Setelah membaca dan meneliti setiap bait dan rangkap, apa yang di ‘claim’ sebagai Hadis Qudsi ini ternyata ianya adalah palsu dan dicipta oleh manusia yang mahu menggabui mata umat Islam terutamanya yang tidak membaca atau memahami isi kandungan Al-Quraan. Saya berani mencabar bahawa kisah ini adalah dibuat-buat atas beberapa sebab:

1. Kisah ini seperti sebuah syair, gurindam atau puisi atau sajak. Allah swt tidak akan menurunkan syair atau sajak kepada umatnya. Ayat di bawah yang sering kita baca semasa sesi bacaan Surah YaSeen.

Surah 36. Ya Seen, Verse 69:

وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُّبِينٌ

Translation:
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.

Surah 85. Al-Burooj, Verse 21:

بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَّجِيدٌ

Translation:
(Sebenarnya apa yang engkau sampaikan kepada mereka bukanlah syair atau sihir), bahkan ialah Al-Quran yang tertinggi kemuliaannya;

[36:69] What we taught him (the messenger) was not poetry, nor is he (a poet). This is but a formidable proof,* and a profound Quran.
[85:21] Indeed, it is a glorious Quran.

2. Gaya bahasa yang digunakan bukannya dari Allah swt.

3. Banyak fakta mengenai manusia tidak tepat dan bercanggah dengan penemuan ilmu sains dan adat resam manusia keseluruhannya.

4. Kisah ini banyak berkisar kepada adat resam orang Melayu Islam.

5. Hadis Qudsi ini tidak diriwayatkan oleh sesiapa pun. Kisah ini banyak terdapat dalam Internet tetapi tidak ada satupun yang disertakan dengan riwayat dalam bahasa Arab.

6. Terlalu banyak fakta dalam kisah ini bercanggah dengan fakta dari Al-Quraan yang diturunkan oleh Allah swt.

Saya telah terpanggil untuk mengulas kisah ini supaya kita umat Islam sejati tidak dipesongkan dengan dakyah seperti ini.

Sungguh buruk sekali perangai manusia yang cuba menjual nama Allah swt dan RasulNya dengan begitu murah sekali.

Surah 9. At-Taubah, Verse 9:

اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّوا عَن سَبِيلِهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Translation:
Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit (dari faedah-faedah dunia), lalu mereka menghalangi (dirinya dan orang-orang lain) dari ugama Allah; sesungguhnya amatlah buruknya apa yang mereka telah kerjakan.

[9:9] They traded away GOD’s revelations for a cheap price. Consequently, they repulsed the people from His path. Miserable indeed is what they did!

Surah 3. Aal-e-Imran, Verse 78:

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Translation:
Dan sesungguhnya, di antara mereka ada yang memutar-mutar lidahnya semasa membaca Kitab, supaya kamu menyangkanya sebahagian dari Kitab padahal ia bukanlah dari Kitab itu. Dan mereka pula berkata: “ia adalah dari sisi Allah”, padahal ia bukanlah dari sisi Allah; dan mereka pula tergamak berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.

[3:78] Among them are those who twist their tongues to imitate the scripture, that you may think it is from the scripture, when it is not from the scripture, and they claim that it is from GOD, when it is not from GOD. Thus, they utter lies and attribute them to GOD, knowingly.

Surah 7. Al-Araf, Verse 179:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Translation:
Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

[7:179] We have committed to Hell multitudes of jinns and humans. They have minds with which they do not understand, eyes with which they do not see, and ears with which they do not hear. They are like animals; no, they are far worse – they are totally unaware.

Ulasan saya adalah dalam curly bracket kecuali ayat AlQuraan dan terjemahannya.
}

SubhanAllah… Cantik petikan ini.
Kebesaran Sang Pencipta.
Allah Swt. BerFirman :

Wahai anak adam..
Aku jadikan engkau dalam
perut ibu mu, dan aku tutup
wajahmu dengan penutup
supaya tak lemas/
terhidu engkau dalam rahim.

Dan Aku jadikan
engkau tenang dilindungi
disebalik rahim ibumu.
Aku cukupkan bagi engkau
makanan mu.

Dan Aku jadikan
di samping kanan dan kirimu
tempat berpaut.
Di kananmu hati. ( liver )
dan di kirimu hempedu
( spleen ) ibumu.

Setelah itu,
Aku ajarkan engkau
untuk tetap dan duduk
di dalam badan ibu mu.
Adakah yang lain
selain dari Ku yang mampu
menjadikannya sedemikian.??

Setelah berakhir penciptaan
mu dan disempurnakan
kejadian mu,
aku arahkan kerajaanKu
dengan penuh
kasih dan sayang
untuk mengeluarkan mu
dari rahim,
maka dikeluarkanlah dirimu.

{
Surah 16. An-Nahl, Verse 78:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Translation:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
}

Tiada bagi mu gigi
untuk mengunyah,
jua tangan, untok menggapai,
juga kaki untok berdiri
Engkau tidak punya apa2.

{
Untuk manusia Allah telah menganugerahkan PENDENGARAN, PENGLIHATAN dan HATI.

Surah 16. An-Nahl, Verse 78:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Translation:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
}

Aku jadikan susu
yang lengkap lagi bersih
dari dada ibuMu,
yang sejuk di musim panas
dan panas di musim sejuk.

{
Walaupun ayat ini tidak merujuk kepada manusia secara spesifik tetapi ianya menerangkan bagaimana susu diperbuat.

Surah 16. An-Nahl, Verse 66:

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِي بُطُونِهِ مِن بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَّبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِّلشَّارِبِينَ

Translation:
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.
}

Dan Aku letakkan cinta
dan kasih kepada engkau
dalam diri kedua org tua mu.
Tidak meniarap engkau
sebelum mampu,
tidak duduk. engkau
sebelum mampu,
tidak merangkak engkau
sebelum mampu,
tidak berdiri engkau
sebelum mampu.

{
Surah 31. Luqman, Verse 14:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Translation:
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
}

Apabila engkau telah kuat
untuk berjalan sekarang,
engkau bermaksiat
sa’at engkau berseorangan.!!
Dan engkau langsung
tidak malu padaKu.

{
Surah 16. An-Nahl, Verse 83:

يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ اللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ الْكَافِرُونَ

Translation:
Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.
}

Maka Aku tetap peringatkan:
Jika engkau berdoa,
Aku makbulkan.
Jika engkau meminta,
Aku berikan.
Jika engkau bertaubat,
Aku bawa engkau kepadaKu

{
Allah tidak peringatkan. Tugas ini telah diserahkan kepada Nabi dan RasulNya.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 186:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Translation:
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Surah 4. An-Nisa, Verse 16:

وَاللَّذَانِ يَأْتِيَانِهَا مِنكُمْ فَآذُوهُمَا فَإِن تَابَا وَأَصْلَحَا فَأَعْرِضُوا عَنْهُمَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ تَوَّابًا رَّحِيمًا

Translation:
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Surah 4. An-Nisa, Verse 17:

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Translation:
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Surah 4. An-Nisa, Verse 18:

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Translation:
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.
}

Sungguh ajaib, engkau wahai anak adam .. Ketika dilahirkan kau di Azankan, dan di Iqamat kan tanpa di sertai solat.. Dan bila kau mati engkau disolat kan tanpa didahulukan azan.

{
Hanya ada satu sahaja perkataan AJAIB terdapat di dalam AlQuraan. Itu pun merujuk dari manusia kepada manusia. Tiada yang AJAIB bagi Allah kerana Allah Maha Mengetahui.

Surah 50. Qaf, Verse 2:

بَلْ عَجِبُوا أَن جَاءَهُم مُّنذِرٌ مِّنْهُمْ فَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا شَيْءٌ عَجِيبٌ

Translation:
(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: “Ini adalah suatu yang amat ajaib”.

Tiada dalam AlQuraan perlu diazankan ketika bayi dilahirkan. Azan adalah seruan atau panggilan untuk menunaikan Salat.
}

Sungguh ajaib bagi mu wahai
Anak adam..
Ketika lahir tidak kau ketahui
siapa yang mengeluarkan mu
dari tubuh ibumu,
dan ketika kau mati
tidak juga engkau ketahui
siapa yang memasukkan
engkau ke kubur mu.

{
Tak semestinya seseorang itu apabila mati akan dimasukkan ke dalam kubur.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 259:

أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِّلنَّاسِ وَانظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Translation:
Atau (tidakkah engkau pelik memikirkan wahai Muhammad) tentang orang yang melalui sebuah negeri yang telah runtuh segala bangunannya, orang itu berkata: “Bagaimana Allah akan menghidupkan (membina semula) negeri ini sesudah matinya (rosak binasanya)? ” Lalu ia dimatikan oleh Allah (dan dibiarkan tidak berubah) selama seratus tahun, kemudian Allah hidupkan dia semula lalu bertanya kepadanya: “Berapa lama engkau tinggal (di sini)?” Ia menjawab: “Aku telah tinggal (di sini) sehari atau setengah hari”. Allah berfirman:” (Tidak benar), bahkan engkau telah tinggal (berkeadaan demikian) selama seratus tahun. Oleh itu, perhatikanlah kepada makanan dan minumanmu, masih tidak berubah keadaannya, dan perhatikanlah pula kepada keldaimu (hanya tinggal tulang-tulangnya bersepah), dan Kami (lakukan ini ialah untuk) menjadikan engkau sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi umat manusia; dan lihatlah kepada tulang-tulang (keldai) itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali kemudian Kami menyalutnya dengan daging “. Maka apabila telah jelas kepadanya (apa yang berlaku itu), berkatalah dia: Sekarang aku mengetahuinya (dengan yakin), sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu”.
}

Sungguh ajaib perihalmu
Anak adam..
Ketika kau dilahirkan
ada yang menggosok dan
membersihkan mu,
dan setelah engkau mati
ada juga yang menggosok
dan membersihkan mu.

{
Peraturan memandikan mayat cuma berlaku ke atas orang Islam sahaja. Tatacara menguruskan mayat amat berbeza di antara satu fahaman dengan fahaman yang lain.
}

Sungguh ajaib perihalmu
Anak adam..
Ketika lahir tidak kau tahu
siapa yang gembira dan
tersenyum atas kelahiranmu,
dan setelah ajalmu
masih engkau tidak tahu
siapa yang menangisi
dan bersedih ke Atas mu.

{
Surah 56. Al-Waqia, Verse 60:

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

Translation:
Kamilah yang menentukan (dan menetapkan masa) kematian (tiap-tiap seorang) di antara kamu, dan Kami tidak sekali-kali dapat dikalahkan atau dilemahkan;
}

Ajaib sungguh perihalmu
Anak adam..
Ketika engkau di perut ibumu
Aku jadikan engkau,
di dalam tempat yang sempit
lagi gelap, dan apabila mati
dijadikan bagi engkau kubur
yang sempit lagi gelap.

{
Gaya bahasanya amat berbeza sekali dengan ayat AlQuraan.

Surah 39. Az-Zumar, Verse 6:

خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ الْأَنْعَامِ
ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِّن بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ

Translation:
Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?

Surah 22. Al-Hajj, Verse 5:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Translation:
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.

}

Ajaib sungguh perihalmu
Anak adam..
Lahirmu terus engkau dibalut
dengan kain putih
untuk menutupi mu,
mati mu juga engkau
dikafankan dengan kain putih
untuk menutupi mu.

{
Peraturan manusia. Tidak semestinya dibalut dengan kain putih apabila bayi dilahirkan.
}

Ajaib sungguh perihalmu
Anak adam ..
Apabila engkau lahir
ditanyakan manusia
mengenai
syahadah dan perihalmu.

Dan setelah engkau mati
engkau ditanyakan malaikat
tentang amal2
engkau yang sholeh dan apa
bekalmu untuk akhirat?

{
Surah 16. An-Nahl, Verse 70:

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Translation:
Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Surah 36. Ya Seen, Verse 51:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

Translation:
Dan sudah tentu akan ditiupkan sangkakala (menghidupkan orang-orang yang telah mati; apabila berlaku yang demikian) maka semuanya segera bangkit keluar dari kubur masing-masing (untuk) mengadap Tuhannya.
}

Paksakan untuk sebut di hati
Dua kalimah Syahadah.
Asyha’ du an Lailahaillallah, waashadu anna
Muhammadar Rasulullah.

{
Surah 46. Al-Ahqaf, Verse 15:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Translation:
Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung susah payah dan telah melahirkannya dengan menanggung susah payah. Sedang tempoh mengandungnya beserta dengan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa tiga puluh bulan. Setelah ia besar sampai ke peringkat dewasa yang sempurna kekuatannya dan sampai ke peringkat umur empat puluh tahun, berdoalah ia dengan berkata: “Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatmu yang engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku, dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadamu, dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadamu)”.

Surah 22. Al-Hajj, Verse 5:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Translation:

Wahai umat manusia, sekiranya kamu menaruh syak (ragu-ragu) tentang kebangkitan makhluk (hidup semula pada hari kiamat), maka (perhatilah kepada tingkatan kejadian manusia) kerana sebenarnya Kami telah menciptakan kamu dari tanah, kemudian dari setitik air benih, kemudian dari sebuku darah beku, kemudian dari seketul daging yang disempurnakan kejadiannya dan yang tidak disempurnakan; (Kami jadikan secara yang demikian) kerana Kami hendak menerangkan kepada kamu (kekuasaan Kami); dan Kami pula menetapkan dalam kandungan rahim (ibu yang mengandung itu) apa yang Kami rancangkan hingga ke suatu masa yang ditentukan lahirnya; kemudian Kami mengeluarkan kamu berupa kanak-kanak; kemudian (kamu dipelihara) hingga sampai ke peringkat umur dewasa; dan (dalam pada itu) ada di antara kamu yang dimatikan (semasa kecil atau semasa dewasa) dan ada pula yang dilanjutkan umurnya ke peringkat tua nyanyuk sehingga ia tidak mengetahui lagi akan sesuatu yang telah diketahuinya dahulu. Dan (ingatlah satu bukti lagi); Engkau melihat bumi itu kering, kemudian apabila Kami menurunkan hujan menimpanya, bergeraklah tanahnya (dengan tumbuh-tumbuhan yang merecup tumbuh), dan gembur membusutlah ia, serta ia pula menumbuhkan berjenis-jenis tanaman yang indah permai.

}

Bacakan Juga Surah Al Ikhlas Bismillah. Qul hu’wallah hu’ Ahad. Allah hu’ssomad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yaqullahu kufuwanAhadEngkau sebarkan maka setiap orang yg membacanya sperti membaca sepertiga Al-Quran.ُ آمين يا الله * آمين يا رحمن * آمين يا رحيم.. أَمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينْ. َ

ِ ஜ¤═══¤ ۩۞۩ ¤═══¤ஜ ٍِSemoga kita dapat menyebar luaskan kata kata yang bermanfaat ini. Agar ia akan jadi ilmu Amal, Jariaah Bagi jawapan Di hadapan Allah Nanti..ْ*Untuk Renungan Kita Bersama*_________________________________

TIPS LEPASKAN DIRI DARI SEKSA KUBUR

Ustaz Ahmad Dusuki @Radio IKIM

■⭐Jangan sekali-kali tinggalkan al Quran. Ini cara mudah lepaskan diri dari seksaan kubur.

■⭐Rumah yg dibacakan al Quran, pada waktu malam rumahnya bercahaya, sehingga dikenali malaikat.

■⭐Jika mati orang yg suka baca al Quran ini, cahaya di rumahnya akan diangkat ke langit & malaikat-malaikat akan tau, “ooo..mati sudah si pembaca al Quran ini, mari kita solatkan rohnya”.

■⭐Di dalam kubur, malaikat akan berlemah lembut dgn mayat.

■⭐Al Quran akan duduk di dada kita selepas kita selesai dimandi & dikafankan & terus menemani kita di dalam kubur.

■⭐Azab kubur bermula sebaik mayat tidak dapat menjawab soalan malaikat.

■⭐Sesi soal jawab berlangsung selama 3 hari. Ada riwayat lain kata 7 hari.

■⭐Penting 7 hari ini kita mendapat doa dari anak yang soleh supaya hari-hari kita indah di dalam kubur.

■⭐Masa mayat duduk kita akan sedar, “ohh…aku dah meninggal dah”.

■⭐Sebelum mati, tolong pastikan sekurang-kurangnya ada al Mulk dalam dada kita.

■⭐Dalam kubur al Quran akan berkata kepada mayat, aku ini al Quran yg dulu kamu baca dgn suara yang lantang & mendayu.

■⭐Aku akan menemani kamu sehinggalah kamu masuk ke syurga.

■⭐Lepas tu baru al Quran akan lepaskan mayat kpd dua malaikat yg akan menyoal.

■⭐Jgn lupa salawat, cintailah Nabi sepenuh jiwa

⭐⭐⭐Jangan lupa share kalau nota ni bermanfaat

{
Ini yang diterima melalui Whatsapp. Langsung tidak merujuk kepada al-Quraan maupun hadis. Perkara mengenai seksaan kubur ini amat sensitif untuk dibincangkan kerana ianya telah menjadi satu kepercayaan yang begitu kuat umat Islam masa kini. Menyentuh mengenai kepercayaan atau keimanan ini, adakah mempercayai “seksaan kubur” ini salah satu daripada Rukun Iman? Tidak ada satu ayat al-Quraan pun yang menceritakan mengenai seksaan kubur. Sekiranya tidak ada, ianya bukanlah satu kepercayaan yang perlu diyakini. Nabi Muhamad saw juga tidak akan berani mengada-adakan perkara yang tiada. Ini semua adalah cerita rekaan manusia.

Manusia sebelum ini MATI, kemudian HIDUP, kemudian MATI dan akhirnya HIDUP kekal abadi. Tidak ada pula diberitau hidup di dalam kubur dan diadili.

Mati, hidup, mati dan hidup.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 28:

‎كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Indonesian:
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

En: Khan:
How can you disbelieve in Allah? Seeing that you were dead and He gave you life. Then He will give you death, then again will bring you to life (on the Day of Resurrection) and then unto Him you will return.

Apabila manusia dihidupkan kembali setelah dimatikan kali kedua, masa yang diambil untuk hidup semula hanyalah satu atau setengah hari sahaja.

Mati hanya sebentar sahaja.

Surah 2. Al-Baqara, Verse 259:

‎أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ وَانظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِّلنَّاسِ وَانظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Indonesian:
Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari”. Allah berfirman: “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi beubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging”. Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) diapun berkata: “Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

En: Khan:
Or like the one who passed by a town and it had tumbled over its roofs. He said: “Oh! How will Allah ever bring it to life after its death?” So Allah caused him to die for a hundred years, then raised him up (again). He said: “How long did you remain (dead)?” He (the man) said: “(Perhaps) I remained (dead) a day or part of a day”. He said: “Nay, you have remained (dead) for a hundred years, look at your food and your drink, they show no change; and look at your donkey! And thus We have made of you a sign for the people. Look at the bones, how We bring them together and clothe them with flesh”. When this was clearly shown to him, he said, “I know (now) that Allah is Able to do all things.”

Apabila sangkakala ditiup kali kedua, Bumi dan Langit dicipta buat kali kedua, pada masa itu, manusia akan dihidupkan sekali lagi, dikumpulkan di padang Masyar, diadili dan dijatuhi hukuman.

Surah 20. Taha, Verse 100:

‎مَّنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا

Indonesian:
Barangsiapa berpaling dari pada Al qur’an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar di hari kiamat,

En: Khan:
Whoever turns away from it (this Quran i.e. does not believe in it, nor acts on its orders), verily, they will bear a heavy burden (of sins) on the Day of Resurrection,

Surah 20. Taha, Verse 101:

‎خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلًا

Indonesian:
mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat,

En: Khan:
They will abide in that (state in the Fire of Hell), and evil indeed will it be that load for them on the Day of Resurrection;

Surah 20. Taha, Verse 102:

‎يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا

Indonesian:
(yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram;

En: Khan:
The Day when the Trumpet will be blown (the second blowing): that Day, We shall gather the Mujrimun (criminals, polytheists, sinners, disbelievers in the Oneness of Allah, etc.) Zurqa: (blue or blind eyed with black faces).

Surah 20. Taha, Verse 103:

‎يَتَخَافَتُونَ بَيْنَهُمْ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا عَشْرًا

Indonesian:
mereka berbisik-bisik di antara mereka: “Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)”

En: Khan:
In whispers will they speak to each other (saying): “You stayed not longer than ten (days).”

Surah 20. Taha, Verse 104:

‎نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًا

Indonesian:
Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka: “Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sehari saja”.

En: Khan:
We know very well what they will say, when the best among them in knowledge and wisdom will say: “You stayed no longer than a day!”

Surah 23. Al-Mumenoon, Verse 101:

‎فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ

Indonesian:
Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu, dan tidak ada pula mereka saling bertanya.

En: Khan:
Then, when the Trumpet is blown, there will be no kinship among them that Day, nor will they ask of one another.

Surah 39. Az-Zumar, Verse 68:

‎وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ

Indonesian:
Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).

En: Khan:
And the Trumpet will be blown, and all who are in the heavens and all who are on the earth will swoon away, except him whom Allah will. Then it will blown a second time and behold, they will be standing, looking on (waiting).

Surah 39. Az-Zumar, Verse 69:

‎وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Indonesian:
Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.

En: Khan:
And the earth will shine with the light of its Lord (Allah, when He will come to judge among men) and the Book will be placed (open) and the Prophets and the witnesses will be brought forward, and it will be judged between them with truth, and they will not be wronged.

Surah 39. Az-Zumar, Verse 70:

‎وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَا يَفْعَلُونَ

Indonesian:
Dan disempurnakan bagi tiap-tiap jiwa (balasan) apa yang telah dikerjakannya dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan.

En: Khan:
And each person will be paid in full of what he did; and He is Best Aware of what they do.

Surah 39. Az-Zumar, Verse 73:

‎وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

Indonesian:
Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”.

En: Khan:
And those who kept their duty to their Lord will be led to Paradise in groups, till, when they reach it, and its gates will be opened (before their arrival for their reception) and its keepers will say: Salamun ‘Alaikum (peace be upon you)! You have done well, so enter here to abide therein.”

Surah 50. Qaf, Verse 20:

‎وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ

Indonesian:
Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman.

En: Khan:
And the Trumpet will be blown, that will be the Day whereof warning (had been given) (i.e. the Day of Resurrection).

Surah 50. Qaf, Verse 21:

‎وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَّعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ

Indonesian:
Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang malaikat penggiring dan seorang malaikat penyaksi.

En: Khan:
And every person will come forth along with an (angel) to drive (him), and an (angel) to bear witness.

Surah 78. An-Naba, Verse 17:‎

إِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيقَاتًا

Indonesian:Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan,

En: Khan:Verily, the Day of Decision is a fixed time,

Surah 78. An-Naba, Verse 18:

‎يَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَتَأْتُونَ أَفْوَاجًا

Indonesian:yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok,

En: Khan:The Day when the Trumpet will be blown, and you shall come forth in crowds (groups);

Apa yang saya perturunkan di sini datangnya dari al-Quraan dan tidak ada satu fakta pun yang boleh bercanggah dengan isi kandungan al-Quraan. Mana-mana perkara yang bercanggah hendaklah diabaikan. Ingatlah, al-Quraan tidak ada sebarang keraguan di dalamnya. Maha Suci Allah. }

Kisah Nabi Sulaiman dan Seekor Semut

Nabi Sulaiman pernah bertanya seekor semut. “Wahai semut, berapa banyakkah makanan yang kamu perlukan untuk hidup selama setahun??

Maka semut itu menjawab “wahai Nabi Allah Sulaiman, aku hanya perlukan makanan sebesar sebutir gula untuk hidup selama setahun.

Maka Nabi Sulaiman mengurung semut tersebut di dalam sebuah botol dan diletakkan sebutir gula untuk makanan semut itu.

Selepas setahun Nabi Sulaiman membuka tudung botol itu dan mendapati hanya separuh sahaja gula yang dimakan oleh semut itu.

Lalu Nabi Sulaiman bertanya kepada semut tadi, “Wahai semut, mengapa hanya separuh sahaja gula yang kamu makan dalam setahun??

Maka semut itu menjawab, ” Jika diluar botol ini aku yakin Allah akan bagi rezeki yg cukup kepada aku untuk hidup, namun setelah kamu mengurung aku di dalam botol ini, aku tidak yakin manusia akan berikan aku rezeki yg cukup..Aku takut kamu terlupa untuk membuka tudung botol ini setelah setahun..Oleh itu aku terpaksa berjimat cermat..

Begitulah kisah seekor semut yang cukup yakin dengan Rezeki Allah kepadanya.. Manusia macam kita kalau tidak yakin dengan Rezeki Allah maka lebih teruk daripada semut..

Yakinlah rezeki milik Allah, bukan milik Perdana Menteri, bukan milik kerajaan, bukan milik syarikat..Ianya milik Allah secara mutlak..

#syukurselalu
#Alhamdulillah

{
Untuk maklumat sahabat-sahabat semua, Nabi Sulaiman tidak pernah bercakap / berbual / bersembang dengan semut. Nabi Sulaiman diberikan mukjizat sebagai Raja yang paling hebat pada zamannya. Beliau dianugerahkan sebuah kerajaan yang paling kuat yang tidak siapa yang dapat mengalahkannya sehinggakan Jin, burung dan angin di bawah penguasaannya. Ke atas semut pula, beliau hanya boleh mendengar dan memahami apa yang diperkatakan oleh semut kepada semut-semut yang lain. Tidak ada di dalam al-Quran yang menyatakan bahawa Nabi Sulaiman ada atau pernah bersembang dengan semut. Diperturunkan di sini ayat-ayat al-Quran mengenai mukjizat atau kehebatan Nabi Sulaiman. Mana-mana cerita atau kisah yang bertentangan (contradicts) dengan al-Quran hendaklah diabaikan. Sila baca dengan hati yang terbuka.

Quran: 27:15-20

‎وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ

Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman”.

‎وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ

Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.

‎وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ

Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).

‎حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari”;

‎فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

‎وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ

Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.

Sura 27 – The Ant (Al-Naml) النمل

15. We endowed David and Solomon with knowledge, and they said, “Praise GOD for blessing us more than many of His believing servants.”
16. Solomon was David’s heir. He said, “O people, we have been endowed with understanding the language of the birds, and all kinds of things have been bestowed upon us. This is indeed a real blessing.”
17. Mobilized in the service of Solomon were his obedient soldiers of jinns and humans, as well as the birds; all at his disposal.
18. When they approached the valley of the ants, one ant said, “O you ants, go into your homes, lest you get crushed by Solomon and his soldiers, without perceiving.”*
19. He smiled and laughed at her statement,* and said, “My Lord, direct me to be appreciative of the blessings You have bestowed upon me and my parents, and to do the righteous works that please You. Admit me by Your mercy into the company of Your righteous servants.”
20. He inspected the birds, and noted: “Why do I not see the hoopoe? Why is he missing?

Quran: 21:79-82

‎فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ ۚ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُودَ الْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَاعِلِينَ

maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.

‎وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ

Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

‎وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ

Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.

‎وَمِنَ الشَّيَاطِينِ مَنْ يَغُوصُونَ لَهُ وَيَعْمَلُونَ عَمَلًا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَكُنَّا لَهُمْ حَافِظِينَ

Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu,

Sura 21 – The Prophets (Al-Anbya’) الأنبياء

79. We granted Solomon the correct understanding, though we endowed both of them with wisdom and knowledge. We committed the mountains to serve David in glorifying (God), as well as the birds. This is what we did.

80. And we taught him the skill of making shields to protect you in war. Are you then thankful?

81. For Solomon, we committed the wind gusting and blowing at his disposal. He could direct it as he wished, to whatever land he chose, and we blessed such land for him. We are fully aware of all things.

82. And of the devils there were those who would dive for him (to harvest the sea), or do whatever else he commanded them to do. We committed them in his service.

}

Bila mereka kafir jangan menyedihkan kamu.

Quran: 31:23-24

وَمَنْ كَفَرَ فَلَا يَحْزُنْكَ كُفْرُهُ ۚ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَىٰ عَذَابٍ غَلِيظٍ

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.

Sura 31 – Luqman (Luqman) لقمان

31:23. As for those who disbelieve, do not be saddened by their disbelief. To us is their ultimate return, then we will inform them of everything they had done. GOD is fully aware of the innermost thoughts.
31:24. We let them enjoy temporarily, then commit them to severe retribution.

Bila mereka kafir jangan menyedihkan kamu.

Quran: 31:23-24

وَمَنْ كَفَرَ فَلَا يَحْزُنْكَ كُفْرُهُ ۚ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَىٰ عَذَابٍ غَلِيظٍ

Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.

Sura 31 – Luqman (Luqman) لقمان

31:23. As for those who disbelieve, do not be saddened by their disbelief. To us is their ultimate return, then we will inform them of everything they had done. GOD is fully aware of the innermost thoughts.
31:24. We let them enjoy temporarily, then commit them to severe retribution.